Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

EARLY SUSTAINABLE FINANCE PRACTICES IN A REGIONAL DEVELOPMENT BANK BRANCH IN MAROS Ambarwati Akib; Adriansyah Adriansyah; Nurkholifah Burhanuddin
Kurs : Jurnal Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis Vol. 11 No. 1 (2026): Kurs : Jurnal Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35145/kurs.v11i1.6001

Abstract

Penelitian ini menganalisis praktik awal keuangan berkelanjutan pada Bank Sulselbar Cabang Maros sebagai cabang bank pembangunan daerah yang beroperasi dalam ekosistem ekonomi lokal. Isu ini penting karena praktik keberlanjutan pada tingkat cabang sering tidak terlihat dalam pelaporan keberlanjutan formal, padahal cabang menjadi penghubung langsung bank dengan pemerintah daerah, aparatur sipil negara, UMKM, dan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data utama diperoleh dari laporan wawancara lapangan tahun 2025, sedangkan data sekunder berasal dari regulasi keuangan dan literatur ilmiah tentang green banking, ESG, inklusi keuangan digital, dan tata kelola risiko perbankan. Data dianalisis secara tematik melalui empat dimensi, yaitu produk keuangan hijau, digitalisasi layanan, pembiayaan sektor produktif, dan tata kelola risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keuangan berkelanjutan pada cabang masih berada pada tahap inisiasi, yang tercermin pada pengembangan tabungan hijau, pembiayaan ramah lingkungan percontohan, mobile banking, integrasi QRIS dan e-wallet, kredit UMKM, serta penilaian risiko berbasis KYC, AML, SLIK, dan 5C. Penelitian menyimpulkan bahwa praktik cabang dapat mendukung keuangan berkelanjutan apabila diperkuat melalui dokumentasi, pemetaan portofolio, dan indikator risiko lingkungan-sosial. This study examines early sustainable finance practices at Bank Sulselbar Maros Branch as a regional development bank branch embedded in a local economic ecosystem. The issue is important because branch-level sustainable finance practices are often less visible in formal sustainability reporting, even though branches connect banks directly with local governments, civil servants, MSMEs, and communities. The research uses a descriptive qualitative approach with a case study design. Primary data were obtained from a 2025 field interview report, while secondary data came from financial regulations and scholarly literature on green banking, ESG, digital financial inclusion, and banking risk governance. The data were analysed thematically through four dimensions: green financial products, service digitalisation, productive-sector financing, and risk governance. The findings show that sustainable finance at the branch remains at an initiation stage, reflected in green savings development, pilot environmentally friendly financing, mobile banking, QRIS and e-wallet integration, credit provision for MSMEs, and KYC, AML, SLIK, and 5C-based risk assessment. The study concludes that branch practices can support sustainable finance when strengthened through documentation, portfolio mapping, and environmental-social risk indicators.
Pertumbuhan Pasar FMCG dan Akuntansi Manajemen Strategis: Bukti dari Data Audit Ritel Indonesia: FMCG Market Growth and Strategic Management Accounting: Evidence from Indonesia Retail Audit Data Yulia Yunita Yusuf; Anisatun Humayrah Rais; Adriansyah Adriansyah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9061

Abstract

Pertumbuhan pasar fast-moving consumer goods (FMCG) memberikan implikasi penting bagi pengambilan keputusan manajerial karena sektor ini memiliki perputaran produk yang cepat, sensitivitas harga yang tinggi, serta dinamika permintaan yang berbeda antar kategori, saluran perdagangan, dan wilayah. Penelitian ini bertujuan mengkaji relevansi informasi pertumbuhan pasar FMCG dalam mendukung praktik akuntansi manajemen strategis pada sektor ritel dan barang konsumsi di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis analisis data sekunder dari laporan Indonesia Market Overview March 2026 yang mencakup retail audit 81 kategori FMCG hingga YTD Februari 2026. Data dianalisis dengan mengelompokkan indikator pertumbuhan nominal, perubahan volume, perubahan nilai per unit, kinerja kategori, saluran perdagangan, dan wilayah, kemudian mengaitkannya dengan fungsi penyusunan anggaran, pengendalian biaya, pengelolaan persediaan, dan evaluasi profitabilitas kategori. Hasil kajian menunjukkan bahwa pasar FMCG Indonesia masih tumbuh positif sebesar 3,6%, didukung oleh pertumbuhan nilai per unit sebesar 2,5% dan volume sebesar 1,1%. Kategori food menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan 5,6%, sedangkan non-food tumbuh lebih lambat sebesar 1,8%. Modern trade menunjukkan kinerja lebih kuat sebesar 10,1%, sementara general trade menurun -2,1%. Temuan ini menegaskan bahwa informasi pasar eksternal dapat menjadi dasar penting bagi akuntansi manajemen strategis, terutama dalam menyusun anggaran yang adaptif, mengendalikan biaya berdasarkan kategori dan kanal, mengevaluasi portofolio produk, serta mengalokasikan sumber daya secara lebih responsif terhadap dinamika pasar.