Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Perkembangan Tasawuf Di Indonesia: Analisis Historis Dan Rekonstruktif Terhadap Pemikiran Tokoh Serta Implikasinya Dalam Kehidupan Keagamaan Kontemporer Lumpia Hannum Hsb; Denni Khodijah Daulay; Salma Yana Hasibuan; Dina Sari Hsb; Patimah Daulay; Sutan Botung Hasibuan
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.601

Abstract

Penelitian ini membahas perkembangan tasawuf di Indonesia dengan fokus pada analisis historis dan rekonstruktif terhadap pemikiran tokoh serta implikasinya dalam kehidupan keagamaan kontemporer. Tasawuf dipahami tidak hanya sebagai dimensi spiritual Islam yang menekankan penyucian jiwa dan kedekatan kepada Allah, tetapi juga sebagai tradisi keagamaan yang dinamis dan mengalami transformasi sesuai konteks sosial-budaya masyarakat Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal ilmiah, dan kajian akademik terkait tasawuf klasik maupun kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara historis, tasawuf berperan penting dalam proses islamisasi Nusantara melalui pendekatan kultural, jaringan ulama, serta institusi tarekat dan pesantren yang membentuk karakter Islam Indonesia yang moderat dan inklusif. Pada era kontemporer, tasawuf mengalami rekonstruksi pemikiran yang mengarah pada spiritualitas sosial, rasionalitas, dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisionalnya. Selain itu, pemikiran tokoh-tokoh tasawuf berkontribusi dalam mengintegrasikan spiritualitas dengan etika sosial sehingga tasawuf tidak hanya bersifat individual, tetapi juga kolektif-sosial. Implikasi tasawuf dalam kehidupan keagamaan kontemporer terlihat dalam penguatan moderasi beragama, toleransi, pendidikan karakter, serta harmoni sosial di tengah masyarakat majemuk. Dengan demikian, tasawuf di Indonesia dapat dipahami sebagai tradisi keagamaan yang hidup (living tradition) yang terus berkembang dan beradaptasi dalam menjawab tantangan modernitas.
Perkembangan Tarekat Dalam Islam Analisis Historis Dan Rekonstruktif Serta Implikasinya Terhadap Kehidupan Keagamaan Kontemporer Bulan Bunga Hasibuan; Hentina Pohan; Marissa Hasibuan; Shofiyah Anwari; Sutan Botung Hasibuan
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.608

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan tarekat dalam Islam melalui pendekatan historis dan rekonstruktif serta mengkaji implikasinya terhadap kehidupan keagamaan kontemporer. Tarekat dipahami sebagai manifestasi praksis tasawuf yang berfungsi sebagai jalan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui pembinaan jiwa, bimbingan mursyid, dan praktik dzikir yang terstruktur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) yang bersumber dari kitab-kitab klasik tasawuf, karya ilmiah kontemporer, serta artikel jurnal relevan, dengan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tarekat memiliki fondasi spiritual yang kuat dalam tradisi klasik Islam sebagaimana tercermin dalam karya Al-Ghazali, Al-Qusyairi, dan Ibn Ata Allah yang menekankan tazkiyatun nafs, maqamat, dan ahwal sebagai inti perjalanan spiritual. Secara historis, tarekat berkembang menjadi institusi sosial-keagamaan pada abad pertengahan melalui berbagai aliran seperti Qadiriyah, Naqsyabandiyah, dan Syadziliyah yang berperan dalam penyebaran Islam dan pembinaan masyarakat. Namun, tarekat juga menghadapi kritik terkait praktik yang dianggap menyimpang serta tantangan modernitas dan sekularisasi. Di sisi lain, tarekat mengalami transformasi melalui digitalisasi dan reinterpretasi nilai-nilai spiritual seperti ikhlas, sabar, dan tawakal dalam konteks kehidupan modern. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tarekat tetap relevan dalam penguatan spiritualitas kontemporer sebagai sarana pembinaan individu dan penguatan solidaritas sosial di tengah krisis spiritual masyarakat modern.
Rekonstruksi Standar Baik Dan Buruk Dalam Perspektif Akhlak, Moral Dan Etika Serta Implikasinya Terhadap Penguatan Pendidikan Di Era Digital Erpiani Lubis; Mhd Suwardi Hasibuan; Nur Sahara Hasibuan; Nur Syakinah Tanjung; Rinaldi Rizki Siregar; Sutan Botung Hasibuan
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi standar baik dan buruk dalam perspektif akhlak, moral, dan etika serta menganalisis implikasinya terhadap penguatan pendidikan di era digital. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena pergeseran nilai moral akibat perkembangan teknologi digital yang semakin pesat dan tidak diimbangi dengan penguatan nilai etika dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan (library research), melalui kajian terhadap berbagai sumber seperti Al-Qur’an, hadis, buku, dan literatur relevan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa standar baik dan buruk mengalami pergeseran dari yang bersifat normatif menuju relatif akibat pengaruh media digital dan konstruksi sosial yang berkembang. Dalam perspektif teoretis, pemikiran Immanuel Kant menekankan pentingnya prinsip universal dalam menentukan kebaikan, sedangkan Aristoteles menegaskan bahwa kebaikan dibentuk melalui pembiasaan karakter. Dalam perspektif Islam, akhlak menjadi landasan utama yang bersumber dari wahyu dan bersifat absolut. Oleh karena itu, rekonstruksi nilai dilakukan melalui integrasi akhlak sebagai dasar normatif, etika sebagai refleksi rasional, dan moral sebagai praktik sosial. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam mengatasi krisis moral di era digital melalui penguatan pendidikan karakter berbasis nilai yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta penanaman literasi etika digital, sehingga mampu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat.
Dalil Tasawuf Dalam Al-Qur’an Dan Hadist Analisis Tematik Dan Rekonstruktif Serta Implikasinya Terhadap Penguatan Spritualitas Kontemporer Robina Pulungan; Rona Rizky Nasution; Efriana Lubis; Nur Habibah Hasibuan; Sutan Botung Hasibuan
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.610

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dalil-dalil tasawuf dalam Al-Qur’an dan hadis melalui pendekatan tematik serta merekonstruksi pemahaman tasawuf agar relevan dengan kehidupan masyarakat kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), yang mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an, hadis, serta literatur terkait tasawuf. Analisis dilakukan menggunakan metode tematik (maudhu’i) untuk mengidentifikasi konsep-konsep utama tasawuf, serta pendekatan rekonstruktif untuk mengaktualisasikan nilai-nilai tersebut dalam konteks modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tasawuf memiliki landasan yang kuat dalam Al-Qur’an dan hadis, yang tercermin dalam konsep tazkiyatun nafs, zuhud, mahabbah, khauf dan raja’, tawakal, sabar, serta ikhlas. Konsep-konsep tersebut membentuk suatu sistem spiritual yang holistik dan integratif dalam membina kepribadian manusia. Lebih lanjut, melalui rekonstruksi kontekstual, nilai-nilai tasawuf dapat diaktualisasikan sebagai upaya penguatan kesadaran diri, pengendalian emosi, serta pembentukan integritas moral dalam menghadapi tantangan kehidupan modern. Dengan demikian, tasawuf memiliki relevansi yang sangat kuat dalam membangun spiritualitas kontemporer yang seimbang antara dimensi individual dan sosial, serta mampu menjadi solusi terhadap krisis spiritual yang dialami masyarakat modern.
Perkembangan Pemikiran Akhlak Dalam Islam Analisis Historis Dan Rekonstruktif Serta Implikasinya Terhadap Penguatan Pendidikan Karakter Di Era Digital Rondah Nasution; Sindi Nursifa; Rondana Wati Rambe; Zubaida Rasmi Lubis; Jahro Daulay; Sutan Botung Hasibuan
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.611

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan pemikiran akhlak dalam Islam dari perspektif historis dan rekonstruktif serta mengkaji implikasinya terhadap penguatan pendidikan karakter di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari literatur primer berupa karya-karya klasik etika Islam serta literatur sekunder berupa buku dan artikel jurnal ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) melalui tahapan reduksi data, kategorisasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran akhlak dalam Islam mengalami evolusi dari etika profetik pada masa awal Islam, etika rasional-filosofis pada masa klasik, etika spiritual-sufistik pada masa pertengahan, hingga etika sosial, kontekstual, dan digital pada era modern dan kontemporer. Dalam perspektif rekonstruktif, akhlak Islam tidak bersifat statis, tetapi terus mengalami penafsiran ulang sesuai perkembangan zaman tanpa melepaskan nilai-nilai dasarnya dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Selain itu, akhlak Islam memiliki relevansi yang sangat kuat dalam menjawab tantangan era digital, terutama dalam membentuk karakter yang berintegritas, kritis, dan bertanggung jawab secara moral dalam ruang virtual.
Perkembangan Tarekat Di Indonesia Analisis Historis Dan Sosio Religius Serta Implikasinya Terhadap Kehidupan Keagamaan Kontemporer Ahmad Saukani; Ahmadi Hsb; Zabbar Al-zauhari; Alijuman Lubis; Wahyudi Anto; Sutan Botung Hasibuan
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.612

Abstract

Penelitian ini membahas perkembangan tarekat di Indonesia dengan menggunakan pendekatan historis dan sosio-religius serta implikasinya terhadap kehidupan keagamaan kontemporer. Tarekat dipahami sebagai jalan spiritual dalam tradisi tasawuf Islam yang tidak hanya berfungsi sebagai praktik ibadah individual, tetapi juga sebagai institusi sosial-keagamaan yang berperan dalam pembentukan karakter dan struktur keberagamaan masyarakat Muslim. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai literatur primer dan sekunder yang relevan, serta dianalisis menggunakan pendekatan historis-sosiologis dan interpretatif untuk memahami dinamika perkembangan tarekat di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan tarekat di Indonesia tidak terlepas dari proses islamisasi Nusantara yang berlangsung secara damai melalui jaringan ulama, pesantren, dan adaptasi budaya lokal. Secara sosio-religius, tarekat berperan penting dalam membentuk solidaritas sosial, pendidikan moral, serta penguatan spiritualitas masyarakat melalui praktik dzikir, suluk, dan pembinaan akhlak. Dalam konteks kontemporer, tarekat mengalami transformasi melalui digitalisasi, institusionalisasi, dan adaptasi terhadap modernitas tanpa kehilangan esensi spiritualnya. Selain itu, tarekat juga memberikan kontribusi signifikan dalam mengatasi krisis makna, memperkuat kesehatan mental, serta membangun moderasi beragama di tengah masyarakat modern. Dengan demikian, tarekat tetap relevan sebagai sistem spiritual yang dinamis dan adaptif dalam kehidupan keagamaan kontemporer di Indonesia.
Sejarah Munculnya Ajaran Tasawuf Dalam Islam: Analisis Historis Dan Rekonstruktif Serta Implikasinya Terhadap Kehidupan Spiritual Kontemporer Muhammad Fadly Tanjung; Mhd Nasaruddin Hsb; Mhd Arjun Rona Tua Harahap; Rotua Hasibuan; Yusuf Kalla Hasibuan; Sutan Botung Hasibuan
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.687

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejarah munculnya ajaran tasawuf dalam Islam melalui pendekatan historis dan rekonstruktif serta menganalisis implikasinya terhadap kehidupan spiritual kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data penelitian diperoleh dari berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah, artikel akademik, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan kajian tasawuf dan spiritualitas Islam. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tasawuf muncul sebagai respons spiritual terhadap perubahan sosial, politik, dan budaya dalam masyarakat Islam, terutama setelah berkembangnya kehidupan materialistik pada masa Dinasti Umayyah dan Abbasiyah. Gerakan zuhud yang berkembang pada masa awal Islam menjadi fondasi utama lahirnya tasawuf yang kemudian berkembang menjadi disiplin ilmu spiritual dalam Islam. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa tasawuf memiliki relevansi yang kuat dalam kehidupan kontemporer karena mampu memberikan solusi spiritual terhadap berbagai problem modern seperti krisis moral, stres, individualisme, dan kekosongan spiritual. Nilai-nilai tasawuf seperti zikir, muhasabah, kesederhanaan, toleransi, dan pengendalian diri memiliki implikasi positif terhadap kesehatan mental, pendidikan karakter, dan kehidupan sosial masyarakat modern. Dengan demikian, tasawuf tidak hanya dipahami sebagai ajaran spiritual klasik, tetapi juga sebagai pendekatan religius yang relevan dalam membangun keseimbangan hidup manusia di era modern.
PENERAPAN METODE MONTESSORI BERBANTU MEDIA SANDPAPER LETTERS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Misnar Dumapuan Lubis; Abd. Manap HT Uruk; Sutan Botung Hasibuan
Sasangga: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 3 No 1 (2025): January-June
Publisher : Titik Fokus Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70345/sasangga.v3i1.41

Abstract

This study aims to improve the learning process and students’ learning outcomes through the implementation of the Montessori method assisted by Sandpaper Letters media among first-grade students at Elementary School Negeri 1007 Tanjung Baringin. The study employed a Classroom Action Research (CAR) approach with a two-cycle design consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The research participants were 25 first-grade students. Data were collected through observation, learning outcome tests, and documentation. Data analysis was conducted using descriptive quantitative techniques for test results and descriptive qualitative analysis for observational data. The findings indicate changes in students’ learning outcomes from the pre-cycle to Cycle II following the implementation of the Montessori method assisted by Sandpaper Letters. These changes are associated with increased student engagement in learning activities through concrete and multisensory experiences that align with the developmental characteristics of lower-grade elementary students. This study provides empirical evidence that the Montessori method assisted by Sandpaper Letters media, within a CAR framework, can serve as an approach to improving learning practices in lower elementary classrooms.
PENERAPAN METODE OUTING CLASS DAN HYPNOTEACHING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Sri Wahyuni; Mira Yanti Lubis; Sutan Botung Hasibuan
Sasangga: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 3 No 2 (2025): July-December
Publisher : Titik Fokus Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70345/sasangga.v3i2.43

Abstract

The purpose of this research is to find out: (1) How students' writing abilities were before using the outing class and hypnoteaching methods in class IV of SD Negeri 0805 Tanjung Baru. (2) How are students' writing abilities after using the outing class and hypnoteaching methods in class IV of SD Negeri 0805 Tanjung Baru. This research uses classroom action research (PTK) consisting of Cycle I and Cycle II. Each cycle consists of planning, implementation, observation and reflection stages. The data collection techniques used are observation, documentation and tests. The subjects of this research were students in class IV of SD Negeri 0805 Tanjung Baru with a total of 30 students (12 boys and 18 girls). Meanwhile, the object is to improve students' writing skills using outing class and hypnoteaching methods in Class IV of SD Negeri 0805 Tanjung Baru. Based on the results of the research carried out by the researcher, it can be concluded that: (1) Students' writing skills before using the outing class and hypnoteaching methods in class IV of SD Negeri 0805 Tanjung Baru were still low, namely that out of 30 students in that class only 3 people (10%) were categorized as good, 20 people (66.67%) were in the poor category and 7 people (23.33%) were in the very bad category. And students' writing abilities after using the outing class and hypnoteaching methods in class IV of SD Negeri 0805 Tanjung Baru increased every cycle. This can be seen in the first cycle, there has been an increase but not yet the maximum. Of the 30 students in the class, the scores obtained by only 2 students (6.67%) were in the very good category, 10 people (33.33%) were in the good category, 14 people were in the very good category. (46.67%) in the poor category and 4 people (13.33%) in the very bad category. And in cycle II, of the 30 students, 9 people (30%) were in the very good category, 17 people (56.67%) were in the good category, and 4 people (13.33%) were in the poor category. By applying the outing class and hypnoteaching methods, students have a wider range of objects to observe than in the classroom, and these two methods can encourage and stimulate the expression of students' ideas both orally and in writing. Based on these learning results, the outing class and hypnoteaching methods can improve the writing skills of class IV students at SD Negeri 0805 Tanjung Baru. (2) The results of observations of students' writing abilities in the pre-cycle were 58.66% in the poor category. In the first cycle, it can be seen that the students' writing ability was 67.83% in the poor category. Meanwhile, the results of observation in cycle II of students' writing ability were 81.16% in the good category. The results of data analysis show that through the application of outing class and hypnoteaching methods, students' writing skills can be improved. The outing class and hypnoteaching methods require students to have a wider range of objects to observe than in the classroom, and these two methods can encourage and stimulate the expression of students' ideas both orally and in writing.
Penerapan Metode Guided Note Taking untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Siswa Kelas IV SD Negeri  1002 Sayur Mahincat Mira Yanti Lubis; Sri Wahyuni; Sutan Botung Hasibuan
Dirosah Islamiyah Vol 1 No 2 (2026): April
Publisher : Dirosah Islamiyah: Jurnal Studi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine: (1) students’ writing skills before the implementation of the outing class and hypnoteaching methods, and (2) students’ writing skills after the implementation of these methods in Grade IV of SD Negeri 0805 Tanjung Baru. The research employed Classroom Action Research (CAR) consisting of two cycles, namely Cycle I and Cycle II, with stages of planning, implementation, observation, and reflection. Data were collected through observation, documentation, and tests. The participants were 30 fourth-grade students, comprising 12 boys and 18 girls. The findings showed that students’ writing skills improved significantly after the application of the outing class and hypnoteaching methods. In the pre-cycle stage, only 10% of students achieved good performance, while most were categorized as poor. In Cycle I, improvement was observed, although the results had not reached the expected target. In Cycle II, 86.67% of students achieved good and very good categories. Observation results also increased from 58.66% in the pre-cycle to 81.16% in Cycle II. Therefore, the outing class and hypnoteaching methods effectively improved students’ writing skills by providing broader observation experiences and stimulating idea expression both orally and in writing.