Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Tematik dan Rekonstruksi Serta Implikasinya terhadap Penguatan Spiritualitas Kontemporer Sutan Botung Hasibuan; Siti Mawar Lubis; Mirna Mutiara Hasibuan; Kiki Rosyida Harahap; Hikmah Khoriah Nasution; Rosaida Lubis
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep spiritualitas kontemporer melalui pendekatan analisis tematik dan rekonstruksi pemikiran spiritual dalam kehidupan modern. Perkembangan globalisasi, kemajuan teknologi, serta perubahan sosial telah memengaruhi pola kehidupan manusia sehingga memunculkan krisis makna, kecemasan, dan degradasi moral. Dalam kondisi tersebut, spiritualitas menjadi kebutuhan penting dalam membangun keseimbangan hidup manusia moderen. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari berbagai literatur ilmiah, buku, jurnal, dan sumber relevan terkait spiritualitas kontemporer. Teknik analisis data dilakukan melalui identifikasi tema-tema utama, pengelompokan konsep, interpretasi, dan rekonstruksi nilai-nilai spiritual dalam konteks kehidupan moderen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas kontemporer memiliki karakteristik fleksibel, inklusif, dan berorientasi pada pencarian makna hidup. Rekonstruksi spiritualitas diperlukan melalui integrasi nilai religius, moral, sosial, dan kemanusiaan agar mampu menjawab tantangan zaman modern. Implikasi dari rekonstruksi spiritualitas kontemporer terlihat pada meningkatnya kesadaran individu terhadap nilai ketuhanan, empati sosial, pengendalian diri, serta pembentukan karakter yang lebih humanis dan berintegritas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan spiritualitas kontemporer dapat menjadi solusi dalam menghadapi krisis moral dan psikologis masyarakat moderen.
Epistemologi Sumber Ajaran Akhlak dalam Perspektif Akhlak Tasawuf dan Implikasinya Terhadap Pembentukan Karakter dalam Pendidikan Islam Sutan Botung Hasibuan; Alpin Habibi Hasibuan; Julianti Hasibuan; Masitoh Hasibuan; Elmi Khodijah Daulay
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1015

Abstract

Epistemologi sumber ajaran akhlak merupakan aspek fundamental dalam pendidikan Islam karena menjadi landasan dalam memahami asal-usul, validitas, dan implementasi nilai-nilai akhlak. Di tengah berbagai tantangan moral akibat perkembangan globalisasi dan digitalisasi, pendekatan akhlak tasawuf dipandang memiliki relevansi dalam memperkuat pembentukan karakter peserta didik melalui integrasi dimensi spiritual, intelektual, dan moral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis epistemologi sumber ajaran akhlak dalam perspektif akhlak tasawuf serta implikasinya terhadap pembentukan karakter dalam pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap Al-Qur'an, hadis, buku, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen akademik yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi akhlak tasawuf berlandaskan pada Al-Qur'an dan Sunnah sebagai sumber utama yang dipadukan dengan akal, penyucian jiwa (tazkiyat al-nafs), latihan spiritual (riyadhah), perjuangan melawan hawa nafsu (mujahadah), serta pengalaman spiritual sebagai proses internalisasi nilai. Integrasi tersebut melahirkan paradigma pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter religius, kejujuran, amanah, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kepedulian sosial. Dengan demikian, epistemologi akhlak tasawuf memberikan kontribusi konseptual dalam pengembangan pendidikan Islam yang berorientasi pada pembentukan insan kamil melalui penguatan nilai-nilai spiritual dan moral.