Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Gambaran Perilaku Social Withdrawal: Studi Kasus Seorang Siswa Kelas VIII SMP Fatimah Az-Zahra; Abdul Saman; Fitriana; Maslina
Paedagogie Vol 21 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/1k7sbh27

Abstract

Perilaku social withdrawal dapat muncul pada berbagai kelompok usia, termasuk remaja, dan sering kali terlihat dalam lingkungan pendidikan melalui kecenderungan siswa menjauh dari interaksi dengan teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku social withdrawal pada salah satu siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Takalar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus (case study). Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa RAP memperlihatkan perilaku social withdrawal berupa kecenderungan menyendiri dalam berbagai situasi, kurang terlibat dalam aktivitas kelompok, menghindari komunikasi dengan teman sebaya, memiliki sensitivitas emosional yang tinggi, serta menunjukkan rasa malu dalam situasi sosial tertentu. Perilaku tersebut dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengalaman interpersonal yang kurang menyenangkan dapat mempengaruhi perkembangan sosial dan emosional peserta didik sehingga mendorong munculnya perilaku menarik diri di lingkungan sekolah. 
Efektivitas Konseling Naratif untuk Meningkatkan Self-Efficacy Murid di SMP Negeri 2 Pattallassang Kabupaten Gowa Nabila; Abdul Saman; Aswar; Maslina
Irfani Vol. 22 No. 1 (2026): Irfani
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/irfani.v22i1.7852

Abstract

This study was motivated by the presence of students who experienced difficulties in developing self-efficacy at SMP Negeri 2 Pattallassang. Low self-efficacy was indicated by students’ doubts about their abilities, lack of confidence in learning activities, and tendency to give up easily when facing academic tasks. This study aimed to determine the effectiveness of narrative counseling in improving students’ self-efficacy. The study employed a quantitative approach with a quasi-experimental design using a pretest-posttest non-equivalent control group design. The research sample consisted of 14 students selected through proportional random sampling and divided into experimental and control groups. Data were collected using a self-efficacy scale, observation, and interviews. The treatment was carried out through narrative counseling in the form of group counseling sessions. The results showed that narrative counseling was effective in improving students’ self-efficacy. After the treatment, students in the experimental group demonstrated increased self-confidence, courage in facing challenges, and persistence in completing tasks. Therefore, narrative counseling can be used as an alternative guidance and counseling service to improve students’ self-efficacy in schools
Peningkatan Kesehatan Mental Melalui Couns Day bagi Remaja di Kabupaten Gowa Inayah Ridhayanti Qarimah; Maslina; Fitriana Ria; Abid Raisardhi Abdullah; Nurfaidah Ardis
INKAMKU : Integrasi Akademisi dan Masyarakat yang Berkualitas Vol 4 No 2 (2025): INKAMKU : Journal of Community Service
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/inkamku.v4i2.4249

Abstract

Fenomena yang banyak ditemukan di lapangan adalah kecenderungan remaja melakukan self-diagnosis melalui media sosial , padahal pada kenyataannya mereka lebih membutuhkan ruang aman untuk bercerita dan dukungan emosional dari teman sebaya . Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk Counts Day dengan metode Sungai Kehidupan dan Butterfly Hug bagi remaja di Kabupaten Gowa . Metode Sungai Kehidupan digunakan untuk menggali perjalanan hidup peserta melalui momen naik -turun masalah yang dialami remaja , sementara Butterfly Hug diterapkan sebagai teknik sederhana untuk memperkuat diri dan menumbuhkan rasa syukur terhadap diri sendiri . Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memahami pentingnya menjaga kesehatan mental, menyadari manfaat memiliki teman cerita dalam meringankan beban emosional , serta mulai menginternalisasi sikap peduli terhadap diri sendiri . Temuan ini mempertegas bahwa pendekatan konseling berbasis narasi dan dukungan sebaya mampu menjadi strategi efektif dalam meningkatkan ketahanan mental remaja .
Need-Based Development of Out-Of-School Guidance and Counseling Services to Strengthen Self-Identity of Karang Taruna Youth Siska Putri Ayu; Maslina; Inayah Ridhayanti Qarimah; A Nurainun Jariah; Aswar; Ryan Hidayat Rafiola
INDONESIAN COUNSELING AND PSYCHOLOGY Vol. 6 No. 2 (2026): INDONESIAN COUNSELING AND PSYCHOLOGY
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bw2x5s44

Abstract

This study aims to design a needs-based Out-of-School Guidance and Counseling program to strengthen self-identity and career readiness among members of the “X” Karang Taruna youth organization in Bantaeng Regency. A qualitative case study approach was used. The instruments employed were observation and interviews. The subjects of this study were 30 Karang Taruna members aged 16–25 years. Data analysis was conducted using thematic analysis, which included open coding, thematic grouping, and interpretation of meaning. Data from observations and interviews were transcribed verbatim and then categorized into main themes such as self-confidence, career, and life skills. The research results revealed three main issues: low self-efficacy and anxiety when speaking in public, an unclear career path, and limited life skills. This program comprises three components: Public Speaking Training, Career Planning Guidance, and Life Skills Training, and is proposed as a community-based counseling model to address psychosocial issues in non-formal youth settings.