Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Problematika Sosial Di Balik Citra Drama Korea; Sebuah Tinjauan Budaya Visual Nurhablisyah Nurhablisyah; Duane Masaji Raharja
GANDIWA Jurnal Komunikasi Vol 2, No 1 (2022): Gandiwa Jurnal Komunikasi
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.789 KB) | DOI: 10.30998/g.v2i1.1177

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan problematika sosial di balik citra drama Korea Selatan dengan menggunakan  pendekatan tinjauan budaya visual. Citra diartikan sebagai kesan yang ditangkap oleh orang lain setelah mengalami proses penerimaan pesan dan persepsi. Budaya visual timbul disebabkan oleh interaksi, persepsi, proses pemikiran terhadap suatu karya maupun buah pikir yang kemudian dituangkan dalam karya visual, seperti busana, artefak, poster, buku dan media lain. Indonesia menjadi negara ke-2 setelah Korea Selatan yang banyak menyaksikan drama  Korea. Sejak tahun 90an Hallyu Wave menjadi strategi kebijakan politik Korea Selatan dan berhasil membuat citra positifi negara ini serta meningkatkan perekonomian dari sektor wisata dan industri kreatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Teori Citra Budaya serta Budaya Visual. Keberhasilan Korea Selatan, membawa kebiasaan baru terhadap masyarakat Indonesia, seperti makanan, gaya busana, konsumsi dan lain sebagainya. Seperti negara lainnya, Korea juga memiliki problematika sosial beberapa di antaranya; tingginya angka bunuh diri, rendahnya fertilitas, tingginya angka lansia dan kebiasaan minum alkohol yang menyebabkan tindakan kriminal. Dalam pandangan Teori Kultivasi, media memiliki kekuatan untuk memengaruhi khalayak. Indonesia memiliki potensi besar untuk mengikuti kesuksesan Korea Selatan daripada sekedar menjadi target pasar.  Jika, budaya visual Indonesia dapat ditampilkan dengan berkualitas maka citra positif akan terbentuk, dan membantu meningkatkan kerjasama dengan negara lain, pariwisata semakin tumbuh serta mengembangkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Analisis Naratif Buku Cerita Bergambar, Apakah Hewan Bisa Berjalan Di Atas Air Nurhablisyah Nurhablisyah; Rina Wahyu Winarni; Renanda Adhi Nugraha
GANDIWA Jurnal Komunikasi Vol 2, No 2 (2022): Gandiwa Jurnal Komunikasi
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/g.v2i2.1572

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis naratif buku cerita bergambar berjudul Para Detektif Mungil, Apakah Hewan Bisa Berjalan di Atas Air? Buku ini merupakan buku yang ditulis oleh Cressida Cowell, seorang penulis terkenal asal Inggris. Buku ini merupakan hadiah bagi konsumen yang membeli paket Happy Meal McDonald di tahun 2019 sampai dengan 2021. Metode penelitian yang digunakan dalam pembahasan ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan Teori Naratif dalam buku cerita yang dikemukakan oleh Bateman, di mana di dalamnya terdapat teks dan gambar. Dalam merancang buku cerita bergambar ada dua hal penting yang harus diperhatikan, pertama teks dan gambar serta unsur instrinsik. Unsur intrinsik cerita terdiri dari; penokohan, alur, seting tempat dan waktu, serta amanat. Dalam buku cerita ini, mengisahkan keluarga yang terdiri dari lima orang; yaitu ayah, ibu, Olly, Tyga dan Bo serta kumbang ungu. Mereka tinggal di rak buku raksasa. Jika ada hal yang ingin mereka cari, mereka mencarinya ke dalam buku dan membawa benang merah agar bisa kembai ke rumah mereka. Ide pembuatan buku ini bertujuan agar menumbuhkan minat baca pada anak dan keluarga. Elemen visual dalam buku ini adalah garis, bentuk tekstur, warna dan komposisi. Warna didominasi oleh warna hijau dan tekstur air. Hal ini disebabkan karena setting tempat umumnya terjadi di sungai. Cressida merupakan penulis yang telah menelurkan beberapa karya, melalui buku cerita setebal 26 halaman ini, ide cerita yang sederhana bisa dikemas dengan menarik melalui paparan konflik serta ilustrasi yang sesuai serta pemainan bagi pembaca di akhir halaman.
Perancangan Buku Ilustrasi Kekerasan Seksual Domestik pada Anak Mulyawati Nur Alifia; Nurhablisyah Nurhablisyah; Ndaru Ranuhandoko
Cipta Vol 1, No 2 (2022): Cipta
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.888 KB) | DOI: 10.30998/cipta.v1i2.1661

Abstract

Tujuan penelitian untuk merancang buku ilustrasi yang membahas tentang bahaya Inses Domestik dan dampak pada anak yang dapat dijadikan informasi penting oleh para masyarakat dan anak muda yang membutuhkan pengetahuan lebih mengenai bahaya dan dampak yang dihasilkan dari kekerasan seksual. Hal tersebut perlu diperhatikan dalam menjalani kehidupan terlebih menjaga lingkungan sekitar. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis pengumpulan data yang dilakukan selama penyusunan penelitian ini adalah dengan studi pustaka, observasi dan wawancara. Selain data-data literatur mengenai objek penelitian, data lain diperoleh melalui wawancara. Observasi dalam penelitian dilakukan dengan mengamati berita-berita di televisi dan artikel di internet mengenai kasus Inses Domestik. Target khalayak dari perancangan dari buku ini adalah laki-laki dan perempuan usia 4 -23 tahun, baik dari  kalangan kelas menengah maupun atas. Hasil yang dicapai dari penelitian ini adalah dibuatnya buku ilustrasi berjudul Waspada Kekerasan Seksual Pada Anak dengan menggabungkan visual ilustrasi sederhana dengan memadukan warna dan jenis pilihan font hingga menghasilkan keharmonisan pada visual buku berukuran 18 cm x 23 cm. Dari hasil perancangan buku ilustrasi ini diharapkan dapat memberi edukasi untuk masyarakat agar bisa mengetahui tentang bahaya kekerasan seksual dan meningkatkan kepedulian serta hak pada setiap anak
Infografis Bijak Menggunakan Gawai Dalam Keluarga di Posyandu Cendrawasih Sukmajaya Depok Nurhablisyah; Dian Handayani
SENADA : Semangat Nasional Dalam Mengabdi Vol. 1 No. 1 (2020): SENADA : Semangat Nasional Dalam Mengabdi
Publisher : Politeknik Bina Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56881/senada.v1i1.18

Abstract

Tujuan dari kegiatan abdimas ini adalah untuk merancang infografis “Bijak Menggunakan Gawai Dalam Keluarga.” Infografis ini diperuntukkan bagi masyarakat di sekitar Posyandu Cendrawasih RW 01 Kecamatan Sukamaju Depok-Jawa Barat. Posyandu Cendrawasih merupakan posyandu terbaik di wilayah itu, salah satu indikatornya adalah warga yang aktif dalam berbagai kegiatan posyandu. Metode pelaksanaan abdimas ini awalnya adalah sosialisasi secara langsung mengenai penggunaan gawai dalam keluarga, namun karena wabah Covid-19, kegiatan ini urung diadakan dan dirubah dengan perancangan infografis. Salah satu alasan mengapa kegiatan ini dilakukan adalah karena kebutuhan dari masyarakat mengenai penggunaan gawai dalam keluarga. Umumnya warga yang merupakan anggota posyandu adalah ibu-ibu usia 20-45 tahun dengan anak balita atau anak usia 7-12 tahun, beragama Islam, pendidikan umumnya adalah lulusan SMU dan sederajat dengan kelas sosial menengah sampai menengah bawah. Ada elemen yang melekat pada infografis ini, pertama adalah tema “Bijak Menggunakan Gawai Dalam Keluarga,” kedua adalah kreator atau perangkat lunak yang digunakan yaitu Adobe Ilustrator dengan lama pengerjaan yaitu dua hari, ketiga adalah elemen visual yang mencakup warna, teks, ikon dan sebagainya. Dari ketiga elemen tersebut, terbangunlah infografis yang memiliki dua informasi utama yaitu bijak menggunakan gawai yang harus dipahami oleh orangtua dan aturan menggunakan gawai bagi orangtua dan anak. Jika perancangan infografis telah memenuhi elemen tersebut maka seharusnya pesan yang disampaikan bisa diterima oleh khalayak.
Materi Presentasi Powerpoint dalam Diskusi Semangat Kartini di Rt 09/06 Kramat Jati Nurhablisyah Nurhablisyah; Rina Wahyu Winarni; Irwan Agus
SENADA : Semangat Nasional Dalam Mengabdi Vol. 1 No. 3 (2021): SENADA: Semangat Nasional Dalam Mengabdi
Publisher : Politeknik Bina Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56881/senada.v1i3.65

Abstract

Kegiatan menyusun materi presentasi dalam bentuk powerpoint yang berjudul “Menumbuhkan Semangat Kartini Dalam Perspektif Generasi Milenial di Rt 09/06 Kampung Karpus Kramat Jati Jakarta Timur” merupakan bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh tim Universitas Indraprasta PGRI di wilayah Rt 09/06 Kp. Karpus Kramat Jati Jakarta Timur. Dalam kegiatan diskusi ini dihadiri oleh 30 peserta yang terdiri dari pemuda masjid dan penduduk sekitar. Materi presentasi powerpoint disusun berdasarkan kebutuhan dan tujuan acara. Di dalam materi, terdiri dari teks, ilustrasi dan video yang sudah disesuaikan dengan tema. Materi presentasi terbagi empat bagian, (1) pembuka yang berisi judul ringkasan umum, (2) pembahasan mengenai membangun generasi yang kuat melalui penikahan (3) pembahasan mengenai persiapan menjadi orangtua, (4) penutup. Kegiatan diskusi dilaksanakan pada 27 April 2019 bertempat di Masjid As Salaam Rt 09/06. Terjadi perubahan lokasi dan peserta dari yang semula direncanakan. Akibat perubahan ini ada beberapa kendala, seperti penempatan layar proyektor yang kurang sesuai dan waktu pelaksanaan yang mundur dari jadwal. Namun demikian, acara tetap berlangsung tertib dan berkesan positif.
Anak Dalam Iklan: Tinjauan Etika Periklanan dalam TVC Selama Ramadhan 2023 Nurhablisyah, Nurhablisyah
Jurnal Desain Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v11i2.21236

Abstract

Ramadhan 2023 diselenggarakan pada akhir Maret hingga April 2023. Seperti bulan Ramadhan lainnya di negara dengan jumlah penduduk muslim yang besar, Ramadhan berarti peningkatan konsumsi dan penjualan. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh pihak marketing dengan menyediakan iklan televisi (TVC) khusus Ramadhan. Karena keluarga dan anak-anak banyak mengkonsumsi barang-barang kebutuhan rumah tangga, maka banyak iklan yang menyertakan anak-anak sebagai daya tarik visualnya. EPI (Etika Pariwara Indonesia) 2020, telah mengatur tentang konten iklan. Setidaknya, ada 15 iklan yang menggunakan anak-anak dalam konten visualnya, baik sebagai pemeran utama maupun pemeran pendukung. Keberadaan anak sebagai pendukung pemasaran harus dipertimbangkan dengan matang, karena penelitian menunjukkan bahwa anak-anak Indonesia miskin literatur tentang tujuan iklan. Untuk itu, masyarakat, pemerintah, akademisi, dan industri periklanan harus bekerja sama secara sinergis untuk menyediakan lingkungan yang lebih baik bagi anak-anak. Dengan memperhatikan etika dalam beriklan dan bermedia secara bijak, serta memberikan lebih banyak literasi media kepada masyarakat, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran literasi dan menciptakan lingkungan yang ideal bagi generasi penerus bangsa.
Desainer Grafis, Netizen dan Etika; Tinjauan Pesan Visual dalam Media Sosial Nurhablisyah, Nurhablisyah
Jurnal Desain Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.654 KB) | DOI: 10.30998/jd.v9i2.11530

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana desain grafis dan warganet bisa menggunakan Teori Etika Visual untuk menciptakan pesan verbal-visual. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan Teori Etika Visual sebagai pisau analisis. Data-data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi di media sosial maupun digital dan studi literatur. Komunikasi teknologi mendorong pesan dapat disampaikan dengan cepat, mudah dan menjangkau khalayak yang lebih luas. Namun jika tidak digunakan secara ideal dan sesuai kebutuhannya, pesan-pesan tersebut dapat membawa perpecahan, tindak kriminal, perundungan, penyebaran hoak, dan lain sebagainya. Teori Etika Visual diperkenalkan pertama kali oleh Julianne .H Newton. Di dalamnya terdapat dua  kegiatan utama, yaitu proses dan pemaknaan yang dilihat secara etis dan tidak etis.  Seorang desainer grafis dituntut memiliki standar yang lebih tinggi dalam hal kualitas penciptaan pesan melalui perilaku, keahlian dan nilai-nilai yang profesional. Jika desainer grafis mengaplikasikan Teori Etika Visual di dalam karyanya, maka ini akan mengedukasi masyarakat (netizen) untuk berhati-hati  dan selektif dalam memproduksi dan berbagi pesan visual.
Kajian elemen Desain Pada Poster Etika Berinteraksi Dengan Penyandang Disabilitas Intelektual Putri, Diana Prasinta; Nurhablisyah, Nurhablisyah; Sukarwo, Wirawan
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 7, No 2 (2025): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v7i2.11580

Abstract

Poster ini selain menjadi cara untuk mengedukasi masyarakat tentang Disabilitas Intelektual, juga sebagai memeriahkan Acara Asian Para Games Tahun 2018 yang dilaksanakan di Indonesia. Poster Etika Berinteraksi Dengan Penyandang Disabilitas Intelektual ini menjadi salah satu cara untuk mewujudkan Indonesia yang ramah pada disabilitas, penting juga menjaga sikap dan etika masyarakat dalam berinteraksi. Informasi yang disebarkan dalam poster kurang lengkap dan kurang tepat. Pada sumber yang ditulis yaitu UU No. 8 Tahun 2016, menjelaskan hak-hak penyandang disabilitas secara keseluruhan. Ilustrasi yang digunakan kurang tepat karena para penyandang disabilitas intelektual tidak selalu mengeluarkan ekspresi seperti yang digambarkan dalam karakter. Dalam poster menggunakan elemen desain yang menarik, tetapi dapat membingungkan masyarakat dalam arti pada setiap elemen desain. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, alat bantu yang digunakan peneliti berupa catatan hasil wawancara dengan para narasumber, foto dan video arsip Sekolah Luar Biasa, dokumen pribadi, rekaman suara hasil dari wawancara yang kemudian peneliti paparkan sesuai data, peristiwa dan informasi yang ada. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti membuat tulisan ini untuk mengatasi permasalahan yang ada berdasarkan beberapa sumber yang jelas dan narasumber sesuai bidangnya. Dalam penelitian ini, akan membahas media yang digunakan, pesan yang disampaikan dan arti dalam setiap elemen desain yang digunakan.
Perancangan Buku Ilustrasi Berjudul Di Balik Secangkir Kenikmatan Sebagai Edukasi Pengolahan Kopi Alfianto, Roni; Nurhablisyah, Nurhablisyah; Andrijanto, Mohamad Sjafei
Cipta Vol 4, No 1 (2025): Cipta
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/cipta.v4i1.4385

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk merancang buku ilustrasi alat pengolahan biji kopi berjudul Di balik Secangkir Kenikmatan, untuk mengedukasi pembaca mengenai berbagai alat yang digunakan dalam pengolahan biji kopi, serta memberikan pemahaman tentang proses produksi kopi berkualitas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan cara mendapatkan data melalui studi literatur, observasi di Biak Coffee Shop. Perancangan buku ilustrasi ini dianggap relevan karena tidak ada pembahasan mengenai alat pengolahan biji kopi dari awal hingga akhir dalam bentuk visual seperti buku ilustrasi. Hasil dari penelitian ini, adalah buku ilustrasi yang terdiri dari 57 halaman, dengan menggunakan elemen- elemen seperti tata letak dominan visual (80% ilustrasi, 20% teks), skema warna hangat (cokelat, krem, hijau), serta tipografi utama menggunakan huruf Rockwell yang mudah dibaca. Posisioning buku ilustrasi ini adalah sebagai media edukasi visual yang menyajikan informasi terkait proses pengolahan kopi, dari pemilihan biji hingga penyeduhan, ditujukan untuk penggemar kopi, barista, pemilik kedai kopi, serta masyarakat umum berusia 20-25 tahun, di daerah perkotaan dengan budaya kopi yang berkembang. Buku ini direncanakan untuk didistribusikan melalui toko buku dan platform daring. Harapannya, melalui buku ilustrasi ini, pengetahuan dan apresiasi masyarakat terhadap alat dan proses pengolahan kopi di Indonesia dapat meningkat, serta mendukung praktik pengolahan kopi yang berkelanjutan dan mendorong generasi muda untuk lebih mengenal serta mengembangkan industri kopi lokal.
Karakter Visual Maui Pada Film Berjudul Moana 2016 Saputra, Muhamad Dandy; Nurhablisyah, Nurhablisyah; Nuriyanti, Widya
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 8, No 1 (2025): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v8i1.13939

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami makna semiotika yang terkandung dalam karakter Maui pada film Moana (2016). Karakter Maui yang digambarkan sebagai demigod (setengah dewa) dalam mitologi Polinesia memiliki peran penting dalam menggerakkan narasi dan menyampaikan pesan budaya dalam film tersebut. Latar belakang penelitian ini berfokus pada pentingnya memahami representasi budaya dan simbolisme dalam media populer, khususnya dalam konteks film animasi yang sering kali menjadi medium untuk menyampaikan nilai-nilai budaya kepada audiens global. Penelitian ini menggunakan metode semiotika Roland Barthes yang berfokus pada dua tingkatan makna, yaitu denotasi dan konotasi, serta mitos yang terbentuk dalam representasi visual dan narasi karakter Maui. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui analisis mendalam terhadap film Moana serta wawancara dengan ahli budaya dan pengamat film yang memiliki pengetahuan terkait mitologi Polinesia dan representasi budaya dalam media. Teori yang digunakan dalam penelitian ini meliputi teori semiotika Roland Barthes serta konsep representasi budaya untuk menganalisis bagaimana simbol dan tanda dalam karakter Maui membentuk pemaknaan tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter Maui tidak hanya merepresentasikan mitologi Polinesia, tetapi juga mengandung simbol-simbol modern yang berkaitan dengan identitas, keberanian, dan pencarian jati diri. Selain itu, penelitian ini menemukan adanya dialog antara tradisi budaya lokal dengan narasi global yang dikemas melalui estetika modern oleh Disney. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami bagaimana budaya lokal dapat direpresentasikan dalam media populer serta dampaknya terhadap persepsi audiens global terhadap mitologi dan budaya Polinesia.