Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analisa Permasalahan Sticking Pada Tablet XYZ Menggunakan Metode PDCA di PT. Sunthi Sepuri Mashabai, Ismi; Ruspendi, Ruspendi; Syauqi, Muhamad Iqbal
UNISTEK Vol 9 No 1 (2022): Februari - Juli 2022
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM SYEKH - YUSUF TANGERANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/unistek.v9i1.2067

Abstract

Analysis of the sticking problem on the xyz tablet using the PDCA method at PT. Sunthi Sepuri. Products that have a good level of quality will certainly get its own value for consumers. That's why the quality of a product is a measure of the success of a product.. Every company must carry out activities in its business and every activity has certain goals to be achieved as the direction of the implementation of its activities. To achieve this goal, it is necessary to control and supervise the day-to-day operations of the company's business. PT. Sunthi Sepuri is one of the companies in Tangerang that produces pharmaceutical products or known as pharmaceutical manufacturers and PT. Sunthi Sepuri is a subsidiary of Nugra Santana Group. During the product production process, there must be imperfections in producing tablets, resulting in defects in tablets. Problems with tablets include black spots, sticking (clots), capping (broken/split), variations in weight and variations in hardness. Based on observations for one month, the most defect problem in XYZ tablets is sticking. Fishbone Diagram is a problem solving technique that helps to think through the many possible causes of a problem to be solved. And PDCA is a model for continuous improvement by planning, doing, checking, and taking action. By finding the root cause of product defects and making continuous improvements, it is hoped that the company's products can improve
Strategi Keunggulan Bersaing Industri Retail Komponen Otomotif dalam Upaya Meningkatkan Kinerja di PT. Astra Otoparts Tbk Ruspendi Ruspendi
JITMI (Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri) Vol 2, No 1 (2019): JITMI
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.201 KB) | DOI: 10.32493/jitmi.v2i1.y2019.p18-26

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk merancang ulang strategi keunggulan bersaing di PT.AstraOtoparts Tbk DivisiRetailShop& Drive. Populasi yang dipilih dalampenelitianiniadalah pelanggan yang melakukan transaksi di Shop & Drive area Jakarta. Sampelyangdiambilpada penelitian ini adalah 100 responden. Data kuesioner dikumpulkan dengan menggunakan skala likert 1 (tidaksetuju)sampai dengan 5 (sangat setuju). Alat analisis yang digunakan adalah Analisis Jalur (Path Analysis) untuk mengetahui hubungan antar variabel. Untuk membuat strategi digunakan Analisa SWOT. Model dapat diterima dengan goodness of fit, yaitu Chi-Square=0.00, df=0, P-value=1.0000, RMSEA=0.000. Analisis kausal menunjukan bahwa diferensiasi, inovasi danorientasikewirausahaanberpengaruh terhadap keunggulan bersaing. Sedangkan orientasi pasar tidak berhubungan dengan keunggulan bersaing perusahaan. Hubungan kausalitas ditunjukan variabel keunggulanbersaingdengankinerjaperusahaan. Strategi yang bisa diterapkan adalah pengembangan layanan, varian produk baru, garansi produk, dan perluasan jaringan.Penelitian ini dilakukan untuk merancang ulang strategi keunggulan bersaing di PT.0Astra0Otoparts Tbk Divisi0Retail0Shop0& Drive. Populasi yang dipilih dalam0penelitian0ini0adalah pelanggan yang melakukan transaksi di Shop & Drive area Jakarta. Sampel0yang0diambil0pada penelitian ini adalah 100 responden. Data kuesioner dikumpulkan dengan menggunakan skala likert 1 (tidak0setuju)0sampai dengan 5 (sangat setuju). Alat analisis yang digunakan adalah Analisis Jalur (Path Analysis) untuk mengetahui hubungan antar variabel. Untuk membuat strategi digunakan Analisa SWOT. Model dapat diterima dengan goodness of fit, yaitu Chi-Square=0.00, df=0, P-value=1.0000, RMSEA=0.000. Analisis kausal menunjukan bahwa diferensiasi, inovasi dan0orientasi0kewirausahaan0berpengaruh terhadap keunggulan bersaing. Sedangkan orientasi pasar tidak berhubungan dengan keunggulan bersaing perusahaan. Hubungan kausalitas ditunjukan variabel keunggulan0bersaing0dengan0kinerja0perusahaan. Strategi yang bisa diterapkan adalah pengembangan layanan, varian produk baru, garansi produk, dan perluasan jaringan.
ANALISIS KEBUTUHAN BAHAN BAKU AIR MINUM KEMASAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROBABILISTIK Syahreen Nurmutia; Ruspendi Ruspendi
JITMI (Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri) Vol 4, No 1 (2021): JITMI
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jitmi.v4i1.y2021.p58-63

Abstract

PT.X merupakan unit usaha integrasi yang memproduksi air minum dalam kemasan jenis Galon 19 liter, Botol 600 ml, dan Gelas Cup 220 ml. Penelitian ditujukan pada bahan baku produk Cup 220 ml, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pengendalian persediaan terbaik dalam penentuan waktu dan jumlah pemesanan bahan baku dengan mempertimbangkan total biaya persediaan optimal. Penentuan waktu dan jumlah pemesanan bahan baku memerlukan peramalan permintaan, maka dalam penelitian ini jenis peramalan yang digunakan adalah metode Moving Average, Exponential Smoothing, dan Regresi Linier. Hasil peramalan metode Regresi Linier dengan Y = 203,5334 + 18,09 (T) merupakan metode peramalan paling akurat. Hasil perhitungan model pengendalian persediaan terbaik untuk bahan baku Cup adalah model Lost Sales dengan total biaya persediaan Rp. 13.835.147, Reorder Point (r) 4.613 Pieces, dan pemesanan optimal () 2.264 Pieces. Untuk bahan baku Lid Cup adalah model Back Order dengan total biaya persediaan Rp. 3.825.282, Reorder Point (r) 0,4472 Roll, dan pemesanan optimal () 0,1585 Roll. Dan untuk bahan baku Straw adalah model Back Order dengan total biaya persediaan Rp. 1.602.752, Reorder Point (r) 88 Packs, dan pemesanan optimal () 100 Packs.
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BATTERY MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) DI SHOP & DRIVE FATMAWATI JAKARTA SELATAN Ruspendi; Syahreen Nurmutia
JURNAL INDUSTRI DAN TEKNOLOGI SAMAWA Vol 2 No 2 (2021): JITSA
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Rekayasa Sistem

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.64 KB) | DOI: 10.36761/jitsa.v2i2.1276

Abstract

Persediaan merupakan salah satu kegiatan manajemen yang penting yang berhubungan dengan biaya penyimpanan dan pemesanan. Untuk menekan kuantiti dan total biaya persediaan, dilakukan perhitungan dengan Metode EOQ (Economic Order Quantity) dalam proses pengadaan barang dagangan yaitu Battery Mobil dan Battery Motor. EOQ (Economic Order Quantity) adalah suatu model yang menyangkut tentang pengadaan atau persediaan barang pada suatu perusahaan. Dari hasil perhitungan diketahui bahwa kuantiti order yang ekonomis untuk Battery Mobil sebanyak 199 pcs perpesanan, dan Battery Motor sebanyak 68 pcs per pesanan, sedangkan fekuensi pembelian optimum Battery Mobil sebanyak 36 kali per tahun atau sekitar 3 kali per bulan dan Battery Motor sebanyak 14 kali per tahun atau sekitar 1 kali per bulan. Total biaya persediaan dengan Metode EOQ yaitu sebesar Rp 1.153.100, sehingga ada penghematan sekitar 3,9% dari total biaya aktual. Untuk Battery Motor hasil perhitungan total biaya persediaan dengan Metode EOQ yaitu sebesar Rp 369.000, dimana ada penghematan biaya persediaan sebesar 45,6 % dari total biaya aktual.
ANALISIS EFEKTIVITAS MESIN CURING SAMPEL COMPOUND TEST DENGAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFECTIVENES di PT. GAJAH TUNGGAL Tbk Habil Husein; Ruspendi Ruspendi
Teknologi : Jurnal Ilmiah dan Teknologi Vol 4, No 2 (2021): TEKNOLOGI : Jurnal Ilmiah dan Teknologi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/tkg.v4i2.25080

Abstract

Laboratorium Departemen Research & Development perusahaan PT. Gajah Tunggal Tbk  hanya memiliki sebuah mesin curing untuk proses pematangan sampel compound test. Hal ini mengakibatkan keterlambatan dalam pencuringan sampel compound test, dimana akan berpengaruh  dalam pengambilan keputusan pada next proses karena setiap data pengetesan akan digunakan sebagai judgement oleh requester.  Persentase waktu produksi mesin tersebut yang tidak dapat mencapai 50% jam kerja dianggap tidak optimal. Perlu dilakukan perhitungan nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Analisa Six Big Losses untuk meningkatkan kinerja mesin. Metode tersebut dapat mengetahui seberapa efektif proses produksi yang sedang berlangsung dan dapat mengetahui faktor yang mempengaruhi penurunan produktivitas mesin menggunakan analisa Six Big Losses. Kemudian perusahaan dapat menentukan fokus perbaikan dengan menggunakan analisa diagram sebab-akibat dan diagram pareto.  Didapatkan nilai OEE sebesar 39%-52%. Faktor Sig Big Losses yang mempengaruhi nilai OEE adalah Reduced Speed Losses sebesar 71% dan Set Up & Adjustment Losses sebesar 14%. Diberikan usulan perbaikan diantaranya melakukan preventive maintenance, melaksanakan aoutonomus maintenance, menambah jumlah mold, dan mengganti waktu set up.
ANALISIS DEFECT TIRE DENGAN MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE EFFECTS AND ANALYSIS DI PLANT H PADA PT.GAJAH TUNGGAL Tbk Ridwan Hadi; Ruspendi Ruspendi
Teknologi : Jurnal Ilmiah dan Teknologi Vol 4, No 2 (2021): TEKNOLOGI : Jurnal Ilmiah dan Teknologi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/tkg.v4i2.25085

Abstract

PT. Gajah Tunggal Tbk adalah perusahaan komponen otomotif yang bergerak di bidang manufakur dengan produk ban untuk berbagai jenis kendaraan mulai dari sepeda motor hingga mobil. Tingkat terjadinya kegagalan produk defect merupakan suatu masalah yang selalu diupayakan untuk diminimalisasikan oleh suatu perusahaan guna memaksimalkan hasil kualitas produk, hal tersebut  juga yang dilakukan PT.Gajah Tunggal Tbk yang berkonsisten menghasilkan produk yang berkualitas baik.Salah satu dari faktor utama suatu pencapaian kualitas paling baik dari suatu produk yang dihasilkan oleh PT.Gajah Tunggal Tbk yaitu dengan berusaha meminimalkan terjadinya defect pada hasil produksi. Hal ini bisa menghindari produk dengan kualitas yang tidak baik terbuang ke pasar sehingga citra atau nilai perusahaan menjadi buruk dalam produk yang dihasilkan. Berdasarkan pengolahan data defect tire selama tahun 2020 dari bulan Januari sampai dengan Desember terdapat empat besar defect yang dominan yaitu Blown Tread menempati posisi teratas denga total quantity 4.056 pcs tire atau (28,17 %) selanjutnya, yaitu : Under Cure 2.910 pcs tire atau (20,21 %),  Leaky Bladder 2.817 pcs tire atau (19,56 %) dan Buckle Bladder 1.615 pcs tire atau (11,22%).Dengan adanya analisis ini, diharapkan kedepannya perusahaan PT.Gajah Tunggal Tbk selalu menghasilkan produk yang berkualitas serta dapat memenuhi kebutuhan pasar. Bila perusahaan dapat memenuhi hal tersebut. Tentunya kepuasan konsumen akan meningkat dan target perusahaan dapat terwujud.  
Analisa Komponen Kritis Mixer Produksi Dengan Pendekatan Metode Reliability Centered Maintenance Rusmalah Rusmalah; Ruspendi Ruspendi; Patria Adhistian
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v6i2.24804

Abstract

Lab Kimia Industri mengalami permasalahan mengenai operasional mesin mixer produksi yang mengakibatkan terganggunya proses poduksi. Selama periode 2021, Lab Kimia Industri sering mengalami kerusakan yang disebabkan oleh kegagalan fungsional mesin mixer produksi sehingga menyebabkan tingkat produktifitas detergent terganggu. Operasional mesin mixer yang baik akan menunjang kelancaran proses produksi, sehingga perlu dilakukan teknik perawatan yang tepat. Teknik perawatan pada mesin mixer produksi pada penelitian ini menggunakan metode Reliability Centered Maintenance. Dari hasil penelitian diperoleh 2 komponen kritis pada subsistem 1, terdapat 9 komponen kritis pada subsistem 2, dan terdapat 3 komponen kritis pada subsistem 4. Setelah teridentifikasi maka seluruh komponen kritis di analisa menggunakan menggunakan Logic Tree Analysis yang mendapatkan 3 jenis tugas perawatan. Improvement Task Operation Maintenance mendapatkan 3 rancangan tugas baru meliputi monitoring, preventive maintenance dan breakdown maintenance.
PERENCANAAN KEBUTUHAN CYLINDER ASSY OXYGEN PN B42365-1 DENGAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING Ruspendi; Estiningsih Tri. H; Steven; Ismi Mashabai; Ihat Solihat
Jurnal Informatika Teknologi dan Sains (Jinteks) Vol 5 No 2 (2023): EDISI 16
Publisher : Program Studi Informatika Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51401/jinteks.v5i2.2700

Abstract

PT. Batam Aero Technic merupakan pengembangan bisnis dari perusahaan maskapai penerbangan PT. Lion Air Group. Untuk mendukung kebutuhan operasional di bidang Maintenance, Repair, Overhaul (MRO). Salah satu produk yang dihasilkan adalah Cylinder Assy Oxygen PN B42365-1 yang merupakan komponen wajib disetiap pesawat terbang. Namun terdapat kendala untuk memenuhi permintaan kebutuhan operasional pesawat terbang. Berdasarkan masalah tersebut maka penelitian ini di maksudkan untuk melakukan perencanaan kebutuhan menggunakan metode Material Requirement Planning (MRP) yang didasari hasil peramalan dari moving averages, exponential smoothing dengan membandingkan tingkat kesalahan (error) terkecil, serta dilakukan perhitungan metode peramalan Minimum dan Maximum (MIN-MAX), safety stock, dan Reorder Point (ROP). Hasil penelitian ini didapat bahwa metode exponential smoothing memiliki nilai error terkecil yaitu dengan Mean Absolute Deviation (MAD) sebesar 7,67, Mean Squared Error (MSE) 94,04, dan Mean Absolute Percent Error (MAPE) sebesar 0,09% dan pada peta kontrol tracking signal dapat diandalkan karena tidak ada titik garis nilai yang melewati Upper Control Limit (UCL) dan Lower Control Limit (LCL). MIN-MAX dapat diketahui setiap periode jumlah permintaan, nilai MAX periode I (63pcs), periode II (84pcs), periode III (64pcs), nilai MIN periode I (35pcs), periode II (45pcs), periode III (39pcs). Nilai Safety stock periode I (51pcs), periode II (75pcs), periode III (39pcs).
ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA DAN BAHAYA K3 DENGAN METODE HAZOPS DI PT. KARUNIA ARTHA PRATAMA Abdul Khanif; Ruspendi Ruspendi; Agus Nurrokhman
Teknologi : Jurnal Ilmiah dan Teknologi Vol 5, No 1 (2022): TEKNOLOGI : Jurnal Ilmiah dan Teknologi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/tkg.v5i1.31589

Abstract

PT. Karunia Artha Pratama merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang properti dan memiliki tanggung jawab sebagai pengelola gedung atau building management. Pada rentang waktu tahun 2017 hingga 2018 terjadi beberapa permasalahan keselamatan dan kesehatan kerja berupa kecelakaan kerja yang dialami oleh karyawan khusus nya divisi engineering yang bertugas melakukan perawatan dan perbaikan sistem equipment gedung.Penelitian ini diawali dengan melakukan identifikasi kecelakaan kerja dan selanjutnya mencari sumber potensi bahaya kecelakaan kerja sehingga dapat dilakukan langkah pencegahan kecelakaan dengan menggunakan metode Hazard And Operability Study (HAZOPS). Proses identifikasi dilakukan menggunakan HAZOPS Worksheet. Berdasarkan proses dari identifikasi bahaya pada proses pengerjaan perawatan dan perbaikan sistem equipment gedung ditemukan 7 sumber potensi bahaya, diantaranya kondisi lingkungan kerja, sikap pekerja, panel dan kabel listrik, genangan air, benda – benda tajam, suara bising dan asap genset, juga masalah penggunaan alat kerja yang tidak standar. Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan salah satu faktor penting dalam kelancaran produksi sehingga program K3 harus diterapkan di perusahaan dan bukan hanya sekedar wacana. Kecelakaan kerja merupakan kecelakaan yang terjadi dalam lingkungan kerja yang dapat terjadi karena kondisi lingkungan kerja yang tidak aman ataupun karena human error. Kecelakaan kerja tersebut memiliki tingkatan level yang berbeda tergantung dari risiko yang ditimbulkan diantaranya yaitu level ekstrim, level tinggi, level sedang, level rendah dan level sangat rendah.
Analisis Kualitas Keripik Tempe Di UD. Bu Las Desa Maluk Menggunakan Metode Voice Of Customer (VOC) Ismi Mashabai; Rusmalah Rusmalah; Ruspendi Ruspendi
Industrika : Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 7 No. 3 (2023): Industrika: Jurnal Ilmiah Teknik Industri
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/indstrk.v7i3.1080

Abstract

Quality is very important in choosing products besides competitive prices. UD. Bu Las is a Small and Medium Enterprise (UKM) located in Maluk Loka, Kab. West Sumbawa was founded in 1997 by Mrs. Welas Asih with the main product being tempeh chips. The many similarities in products produced by SMEs give rise to competition in the sale of tempeh chips. The aim of the quality analysis research is to ensure that the tempe chips products produced can compete with other SMEs. Voice of Customer is a process used to capture needs or feedback from customers as a means of providing service/product quality. Apart from that, of course you will get the information you are looking for regarding customer expectations and needs as input that the company must consider when making decisions. Results from Voice of Customer of Ud Bu Las customers with 25 statements to 10 consumers, namely, balado taste score 45%, round shape score 49%, price Rp. 2,500 20g size scores 48%, expiry date scores 45% and slice thickness scores 45%. Suggestions for improvement are (1) for the taste, not just 1 variant, (2) the shape of the chips is not monotonous, (3) the price is the same as the more economical size variant, (4) the packaging is vacuum packed so that the expiry period is longer, (5) the dimensions of the tempeh so there are many variants. Keywords: Quality of tempe chips, Voice of Customer, UD. Bu Las