Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Program Penguatan Pendidikan Inklusif untuk Meningkatkan Akses dan Kualitas Pendidikan bagi Guru di Sekolah Dasar Islam Al-Irsyad Kota Tarakan Retno Sulistiyaningsih; Ali Syahidin Mubarok; Rizka Fibria Nugrahani; Helga Graciani Hidajat; Jati Fatmawiyati; Yusandi Rezki Fadhli
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 10 No 1 (2026): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v10i1.7315

Abstract

Program pendidikan inklusif bertujuan menjamin akses serta kesempatan belajar yang setara bagi seluruh anak, tanpa memandang perbedaan kemampuan maupun latar belakang. Dalam implementasinya, pengembangan kompetensi guru menjadi kebutuhan mendesak yang dapat difasilitasi melalui psikoedukasi penguatan pendidikan inklusif. Program ini dilaksanakan melalui pendekartan psikoedukasi yang terdiri dari 3 tahapan utama, yakni identifikasi kebutuhan mitra, program penguatan pendidikan inklusif, dan evaluasi. Program ini membantu guru memahami karakteristik siswa secara lebih mendalam, mengelola kelas secara efektif, serta meningkatkan kepekaan terhadap kebutuhan khusus peserta didik. Partisipasi aktif guru selama kegiatan menjadi indikator penting keterlibatan dan komitmen mereka terhadap penerapan nilai-nilai inklusif di sekolah. Melalui psikoedukasi, diharapkan lahir tindak lanjut berupa program pengembangan berkelanjutan yang memperkuat kemampuan guru dalam mendampingi siswa sesuai kebutuhan individualnya, sehingga tercipta lingkungan belajar yang ramah, setara, dan berkeadilan bagi semua.
Penguatan Keterampilan Guru Dalam Upaya Implementasi Pencegahan Bullying Dan Kekerasan Seksual Di Sekolah Dasar Paramytha Magdalena Sukarno Putri; Helga Graciani Hidajat; Alfian Fawaidil Wafa; Alifia Meida Indrayati; Shanica Yohana Veronica; Randy Gustawan
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): November 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i6.957

Abstract

Anggapan bahwa pemberian edukasi kesehatan reproduksi seksual dan bullying pada anak perlu ditunda hingga usia dewasa sesungguhnya sudah tidak relevan. Mencuatnya kasus kekerasan seksual dan bullying di lingkungan sekolah, seolah menjadi penanda bahwa kasus tersebut telah menjadi urgensi yang harus menemukan solusi. Oleh karena itu, kegiatan ini berfokus pada guru sebagai pendidik yang berperan penting dalam proses edukasi kesehatan reproduksi seksual dan bullying. Sejumlah 10 guru telah melaksanakan kegiatan workshop yang di dalamnya memuat proses Focus Group Discussion. Kegiatan ini dilaksanakan bulan Juli 2025. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar guru masih mengalami hambatan saat menyampaikan edukasi, khususnya dalam pemilihan istilah yang terkait dengan are kemaluan. Perasaan canggung dan tabu masih kerap kali dirasakan dan terkadang menjadi tantangan tersendiri. Adapun, pelatihan dan media belajar mengenai kesehatan reproduksi seksual dan bullying sungguh diharapkan tersedia sebagai bentuk dukungan bagi guru.
Adaptasi Alat Ukur Academic Self-Regulated Learning Questionnaire Versi Indonesia Nurul Mukaromah; Hanggara Budi Utomo; Helga Graciani Hidajat
Jurnal Diversita Vol. 11 No. 2 (2025): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v11i2.15334

Abstract

Self-regulated learning merupakan pembelajaran yang efektif membantu siswa menyadari hubungan antara cara berpikir, tindakan yang mereka ambil, dan hasil yang mereka capai dalam kehidupan sosial dan lingkungan. Self-regulated learning adalah bagian dari komponen strategi pembelajaran. Komponen lain dari strategi pembelajaran adalah keterampilan dan kemauan. Penelitian ini bertujuan untuk mengadaptasi Academic Self-regulated Learning Questionnaire (ASLQ) ke Bahasa Indonesia serta mengkaji reliabilitas dan validitas dari adaptasi tersebut. Adaptasi alat ukur ini melewati proses penerjemahan forward-backward, tinjauan para ahli, dan cognitive debriving sebelum diadministrasikan pada 57 responden yang dipilih dengan Teknik purposive sampling. Alat ukur secara keseluruhan memiliki reliabilitas yang sangat tinggi (α = 0,872) dan memiliki daya diskriminasi yang baik. Uji analisis faktor konfirmatori menunjukkan bahwa model tidak fit (p pada chi-square (χ2) kurang dari 0,001, RMSEA = 0,141, TLI = 0,290, CFI = 0,334, SRMR = 0,123). Setelah 25 item dihapus, model menunjukkan model yang fit (p pada chi-square (χ2) lebih dari 0,001 yaitu 0,028, RMSEA = 0,090, TLI = 0,874, CFI = 0,906, SRMR = 0,069). Adaptasi alat ukur ini dapat digunakan untuk mengukur konstruk self-regulated learning dengan menghapus 25 item.
Improving the Skills of Implementing Inclusive Education at PAUD RA Khadijah Tabanan Bali Retno Sulistiyaningsih; Ali Syahidin Mubarok; Ike Dwiastuti; Helga Graciani Hidajat; Jati Fatmawiyati; Hajarotul Annisa Windraguri; Jesicha Ramadhani Puteri Hardinata; Choirul Rozi; Oky Bagas Prasetyo; Akhmad Farroh Hasan
GUYUB: Journal of Community Engagement Vol 6, No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/guyub.v6i1.9758

Abstract

Being a basic level educational institution appointed as the organizer of inclusion education in Tabanan Regency, RA Khadijah seeks to provide the best service to parents of students who have children with special needs. This appointment occurs because of students with special needs received to study at RA Khadijah, supported by the desire of teachers to learn about the implementation of inclusion education, especially knowledge about handling children with special needs. This community services uses the Asset Based Community Development (ABCD) approach to maximize the resources owned by RA Khadijah. ABCD implemented using discovery, dream, design, define and destiny. Data collection using a questionaries to know the differences before and after community service established. This approach was chosen because the assets owned by RA Khadijah are complete, so it is necessary to empower appropriate so that the implementation of inclusion education can be carried out optimally. The result of this service is that RA Khadijah is able to inventory the strengths possessed for the implementation of inclusion education including the conditions and location of the school, the school environment and most importantly the teachers who conduct the initiative of self-development related to the knowledge and handling of children with needs by participating in activities such as webinars, following the groups on social media and present experts related to children with special needs. The teachers in RA Khadijah no one has an extraordinary educational background or psychology. This community service also concluded that the ownership of qualified human resources became one of the important assets in the development of services to the community, in this case the handling of children with special needs with the background of non -extraordinary non -educational educators. The limitations of this community service lie in the lack of support for teachers to be able to develop better teachers regarding inclusive education. The results of this community service aim to show the importance of maximum support from various parties to provide proper education, especially in the theme of inclusive education.
Pelatihan Extended Activities of Daily Living (EADL) untuk Meningkatkan Kemandirian Fungsional Tunagrahita Yosephin Aris Biyanti; Ike Dwiastuti; Helga Graciani Hidajat
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p380-390

Abstract

Permasalahan kemandirian fungsional pada individu dewasa dengan tunagrahita sedang masih menjadi tantangan di berbagai konteks, terutama dalam kehidupan sehari-hari yang menuntut kemampuan adaptif yang lebih kompleks Rendahnya kemandirian fungsional berdampak pada kesejahteraan psikologis, termasuk stabilitas emosi, harga diri, dan kemampuan berinteraksi sosial secara adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan Extended Activities of Daily Living (EADL) dengan menerapkan total task chaining berbasis video prompting terhadap peningkatan kemandirian fungsional pada individu dewasa dengan tunagrahita sedang. Subjek terdiri dari tiga perempuan berusia 44–54 tahun di Bhakti Luhur yang belum mandiri dalam aktivitas instrumental sehari-hari. Penelitian menggunakan desain eksperimen A-B-A dengan pendekatan Single Subject Research. Intervensi mencakup pelatihan merapikan tempat tidur, mencuci baju, mencuci peralatan makan, dan membersihkan kamar mandi. Data dianalisis secara visual berdasarkan skor FIM+FAM. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh aktivitas selama fase intervensi, dengan stabilitas skor yang stabil setelah intervensi dihentikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa teknik chaining yang dikombinasikan dengan video prompting efektif dalam meningkatkan kemandirian fungsional pada subjek tunagrahita sedang.