Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Pengaruh Penambahan Fly Ash Bottom Ash (FABA) terhadap Kuat Geser Tanah Disposal Aktual di Area TAL MTB PT Bukit Asam untuk Konstruksi Timbunan Jalan Fadhilah, Astrid; Bochori; Gilang Pratama, Rendi
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i1.1688

Abstract

Road embankment construction on soft soil frequently encounters technical challenges in the form of low bearing capacity and high deformation potential, which can adversely affect road stability and service life. This study aims to analyze the effect of Fly Ash Bottom Ash (FABA), a by-product of coal combustion, on improving the shear strength of actual soft soil obtained from the TAL MTB disposal area of PT Bukit Asam. The FABA contents applied were 15% and 25% by dry weight of soil. Laboratory testing was conducted using direct shear tests on both untreated soil and soil mixed with FABA. The test results indicate that the addition of FABA significantly enhances the soil shear strength parameters, particularly cohesion (c) and internal friction angle (ϕ). The highest improvement was observed in the soil mixture containing 25% FABA, demonstrating that FABA is effective in improving the mechanical properties of soft soil. Therefore, the utilization of FABA as a soil stabilization material not only provides an efficient technical solution for road embankment construction but also contributes to sustainable and environmentally friendly industrial waste management.
Karakterisasi Plastisitas Batulempung dan Batupasir Berdasarkan Batas Atterberg pada Titik Bor AKB-52A Astrid Fadhilah; Putra Putra; Luliana Luliana; Tria Rahmawati
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 3 No. 3 (2026): April : Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v3i3.119

Abstract

Karakterisasi batas Atterberg diperlukan untuk mengidentifikasi perubahan konsistensi material berbutir halus dan mendukung interpretasi awal sifat geoteknik. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai batas cair (LL), batas plastis (PL), dan indeks plastisitas (PI) pada sampel batulempung dan batupasir dari titik bor AKB 52A, serta membandingkan kecenderungan nilai antarsampel. Data diperoleh dari pengujian laboratorium mekanika tanah, kemudian dihitung PI sebagai selisih LL dan PL serta ditafsirkan secara deskriptif dengan bantuan diagram plastisitas dan kriteria AASHTO. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sampel batulempung memiliki LL 51,07-67,20%, PL 29,06-40,67%, dan PI 13,77-30,58%. Sampel batupasir memiliki LL 41,92-48,51%, PL 25,02-29,38%, dan PI 16,38-22,14%. Secara umum, batulempung menunjukkan batas cair dan indeks plastisitas yang lebih tinggi dibandingkan batupasir, terutama pada sampel 11 AKB 52A, sehingga mengindikasikan pengaruh fraksi halus atau mineral lempung yang lebih dominan. Batupasir tetap memperlihatkan plastisitas sedang, yang menunjukkan adanya komponen halus berplastisitas pada matriks batuan. Hasil ini dapat menjadi data awal untuk evaluasi kestabilan subgrade, jalan tambang, dan pengelolaan material di area penelitian. Klasifikasi final perlu dilengkapi data gradasi, kadar organik, dan mineralogi.
BRANDING EKOWISATA BERBASIS DIGITAL: PETA MONTASE DAN VISUALISASI DRONE SEBAGAI MEDIA PROMOSI Idarwati Idarwati; Harnani Harnani; Ugi Kurnia Gusti; Dwi Vina Febrim; Rosidawani Rosidawani; Sundus Ghaida Noor Azizah; Astrid Fadhilah; Luliana Luliana; Muhammad Addiansyah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38504

Abstract

Abstrak: Desa Tanjung Atap, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, memiliki potensi ekowisata berbasis alam dan budaya yang kaya, seperti kerajinan anyaman purun, kerajinan aluminium, kerupuk kemplang, dan wisata rawa. Namun, pemanfaatan potensi tersebut belum optimal akibat keterbatasan pemetaan spasial dan media promosi digital. Program pengabdian ini bertujuan mendukung branding desa melalui digitalisasi potensi ekowisata, dengan metode survei lapangan, wawancara masyarakat, pemotretan udara menggunakan drone, penyusunan video dan peta montase ekowisata, serta sosialisasi dan edukasi. Mitra utama adalah Pemerintah Desa Tanjung Atap dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dengan keterlibatan aktif masyarakat dan mahasiswa Universitas Sriwijaya. Target luaran berupa video promosi dan peta montase ekowisata. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui kuesioner pra dan pasca kegiatan terhadap 27 peserta. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman empat aspek pengembangan ekowisata. Luaran program ini diharapkan memperkuat promosi dan branding desa, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta mendorong pengembangan ekowisata berkelanjutan di Desa Tanjung Atap.Abstract: Tanjung Atap Village, Ogan Ilir Regency, South Sumatra, possesses rich natural and cultural ecotourism potential, including purun weaving, aluminum handicrafts, kemplang crackers, and swamp tourism. However, the utilization of these potentials has not been optimal due to limited spatial mapping and digital promotional media. This community service program aims to support village branding by digitalizing the village's ecotourism potential through field surveys, community interviews, drone-based aerial photography, the preparation of ecotourism montage videos and maps, and socialization and education activities. The main partners are the Tanjung Atap Village Government and the Tourism Awareness Group (Pokdarwis), with active involvement from the community and students of Sriwijaya University. The targeted outputs are a promotional video and an ecotourism montage map. The program evaluation was conducted using pre- and post-activity questionnaires involving 27 participants. The analysis results showed a significant increase in understanding of the four aspects of ecotourism development. The program outputs are expected to strengthen village promotion and branding, enhance community participation, and encourage sustainable ecotourism development in Tanjung Atap Village.