Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGEMBANGAN RUANG MINI LIVING MUSEUM DI SEKOLAH DEWI SARTIKA: STRATEGI PENGUATAN IDENTITAS BUDAYA DAN KENYAMANAN INTERAKSI Santi Salayanti; Aditya Bayu Perdana; Fajarsani Retno Palupi
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan ruang Mini Living Museum di SMP Dewi Sartika Bandung sebagai media pembelajaran interaktif sekaligus sarana pelestarian identitas budaya pendidikan Raden Dewi Sartika. Permasalahan yang dihadapi adalah belum optimalnya fungsi ruang museum sebagai media edukasi dan interaksi pedagogis, sehingga pemanfaatannya dalam mendukung pembelajaran dan penguatan nilai-nilai historis masih terbatas. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan desain partisipatif berbasis kebutuhan dengan melibatkan guru, siswa, orang tua, dan Yayasan Dewi Sartika sebagai pemangku kepentingan utama. Tahapan kegiatan meliputi observasi lapangan, wawancara, dan studi literatur untuk mengidentifikasi kebutuhan pengguna berdasarkan perspektif teori human behaviour. Data dianalisis secara tematik dengan mempertimbangkan aspek fungsi desain interior guna menghasilkan rancangan ruang yang mendukung interaksi pedagogis dan pelestarian nilai sejarah. Hasil kegiatan berupa implementasi desain Mini Living Museum yang mengintegrasikan nilai historis, unsur budaya, serta kebutuhan pembelajaran bagi siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Desain yang dihasilkan mampu memperkuat interaksi antara guru dan siswa, meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran, serta menciptakan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna. Program ini diharapkan menjadi model pengembangan ruang pendidikan berbasis budaya yang dapat direplikasi pada berbagai institusi pendidikan sebagai upaya pelestarian warisan budaya melalui inovasi desain ruang pembelajaran
Redesain Fasilitas Pendukung Masjid Al-Multazam, Kab. Bandung Pada Peningkatan Kenyamanan, Keamanan, dan Aksesibilitas Fasilitas Pendukung Masjid Fajarsani Retno Palupi; Titihan Sarihati
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3082

Abstract

Masjid merupakan fasilitas beribadah publik yang bersifat inklusif dan dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat lintas usia, gender, maupun latar belakang sosial. Secara fungsi, masjid memiliki zona ibadah utama dan fasilitas penunjang. Salah satu fasilitas penunjang adalah area wudu dan toilet, keduanya masuk ke kategori area basah. Wudu merupakan kegiatan yang diperlukan untuk membersihkan bagian-bagian tubuh dengan menggunakan media air, dan kegiatan wudu merupakan salah satu syarat sah salat. Program Pengabdian Masyarakat ini difokuskan pada area pendukung kegiatan pada Masjid Al Multazam yang telah beroperasi lebih dari lima tahun dan membutuhkan adanya revitalisasi agar sesuai dengan dinamika yang dibutuhkan oleh jemaah masjid. Penyediaan bangku area wudu memiliki urgensi untuk mempermudah pengguna kelompok rentan dalam bersuci secara paripurna. Selain itu, juga diperlukan penataan sirkulasi spasial yang optimal antara area wudu dan toilet agar tetap terjaga kesucian area dari hadas maupun najis. Metode pelaksanaan PKM ini menggunakan pendekatan partisipatif, dengan mengawali adanya observasi lapangan dan Forum Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM). Hasil diskusi dan identifikasi lapangan digunakan sebagai landasan perumusan konsep desain. Program ini dilaksanakan secara terkoordinasi dengan pengelola masjid untuk menghasilkan rekomendasi desain fasilitas publik yang inklusif, higienis, efektif, serta ramah pada semua kategori pengguna.