Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PERANCANGAN RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK TIPE C DI KABUPATEN MAJALENGKA Lubis, Sonia Mawarni; Salayanti, Santi; Siregar, Fernando
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut Badan Pusat Statistika Kabupaten Majalengka, angka kelahiran diKabupaten Majalengka mengalami kenaikan yang sangat dratis dari tahun 2019 hinggatahun 2021. Dilihat dari data diatas presentase proses bersalin yang dibantu oleh tenagakesehatan setiap tahunnya mencapai 98%. Meningkatnya angka kelahiran yang terjadi diKabupaten Majalengka sejalan dengan dibutuhkannya penambahan fasilitas kesehatandan yang mampu mengakomodasi kebutuhan Masyarakat yang beragam dibidangkesehatan atau fasilitas pendukung lainnya. Berdasarkan dari latar belakang tersebut,kemudian dipilihlah Perancangan Rumah Sakit Ibu dan Anak di Kabupaten Majalengka,dimana untuk melakukan studi lebih lanjut dilakukan beberapa riset seperti surveilapangan, wawancara, kuisioner daring, studi banding, studi literatur, dan studi presedenHasil dari perancangan ini mewujudkan Rumah Sakit Ibu dan Anak yang tidak hanyamenyediakan fasilitas kesehatan ,namun fasilitas penunjang seperti ruang tunggu InstalasiGawat Darurat, sistem pencahayaan, dan penyediaan bukaan agar pengahwaan alamibisa masuk pada siang hari dengan baik.Perancangan ini dilakukan dengan pendekatanpsikologi ruang untuk memberikan ketenangan, mengurangi stress, dan mengurangi rasatakut terhadap pasien khususnya ibu dan anak. Kata kunci: Majalengka, Rumah Sakit Ibu dan Anak, Pendekatan Psikologi, Kenyamanan,Ketenangan, Mengurangi Rasa Takut
Penerapan Human-Centered Design dalam Perancangan Ulang Perpustakaan Universitas Islam Bandung Insani, Hiramani Ruhma; Asharsinyo, Doddy Friestya; Salayanti, Santi
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan sebagai tempat umum akademik memiliki peran penting dalammendukung proses belajar dan interaksi intelektual. Namun, perubahan perilakupengguna serta kemajuan teknologi memerlukan desain interior yang tidak hanyafungsional, tetapi juga adaptif dan fokus pada pengalaman pengguna. Penelitian inimengambil pendekatan Human Centered Design dalam perancangan ulang interior UPTPerpustakaan Universitas Islam Bandung, dengan mengusung tema Islamic Serenity inLearning. Pendekatan yang diterapkan adalah kualitatif-desain yang berfokus pada HCD,mencakup tahap empati, identifikasi masalah, pengembangan konsep, pembuatanmodel, dan pengujian alternatif solusi. Metode pengumpulan data dilaksanakan dengancara observasi, wawancara, serta analisis kebutuhan pengguna. Hasil desain menunjukkanbahwa penggabungan tema dan pendekatan HCD dapat menciptakan ruang yang lebihinklusif, damai, dan selaras dengan nilai-nilai Islam. Hasil perancangan menunjukkanbahwa perpustakaan dapat menjadi ruang yang inklusif, spiritual, dan sesuai dengan polabelajar kontemporer.Pendekatan ini memberikan alternatif desain perpustakaan yangtidak hanya fungsional, tetapi juga mampu merepresentasikan identitas institusi Islamdengan suasana yang tenang, nyaman, dan bermakna.Kata kunci: Perpustakaan, Human-Centered Design, Islamic Serenity, Desain Interior,UNISBA
PERANCANGAN BARU PANTI WERDHA EBEN HAEZER DI BANDUNG DENGAN PENDEKATAN HEALING ENVIRONMENT Harun, M Labib; Salayanti, Santi; Nanda, Rexha Septine Faril
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan ini bertujuan untuk merancang ulang Panti Werdha Eben Haezerdi Bandung dengan pendekatan Healing Environment guna menciptakan hunian lansiayang aman, nyaman, dan mampu menunjang kesejahteraan fisik, psikologis, indera, sertasosial penghuninya. Konsep ini dipilih untuk menjawab kebutuhan lansia, termasuk yangmemiliki keterbatasan penglihatan, melalui integrasi unsur alam, rangsangan indera, dandukungan psikologis di dalam desain interior. Proses perancangan dilakukan melaluiobservasi langsung, studi banding, studi preseden, dan kajian literatur untukmendapatkan data yang akurat dan sesuai standar perancangan. Hasilnya adalah konsep“Rasa Aman Melalui Indera” yang diwujudkan melalui penggunaan material alami,pencahayaan yang optimal, elemen vegetasi, lantai tactile, huruf Braille, sirkulasi udarayang baik, dan pemilihan warna yang menenangkan. Fasilitas dirancang mengacu padastandar nasional dan internasional, mencakup gedung yayasan, hunian, serbaguna,fasilitas kesehatan, dan ibadah. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi padapengembangan desain hunian lansia yang memenuhi prinsip ergonomi dan aksesibilitas,sekaligus menjadi referensi bagi desainer dan pengelola panti dalam menciptakanlingkungan yang mendukung kualitas hidup penghuninya.Kata kunci: Healing Environment, desain interior, lansia, panti werdha
PERANCANGAN ULANG DESAIN INTERIOR KANTOR PT. PAGEO UTAMA DENGAN PENDEKATAN CORPORATE IDENTITY Arkan, Faiq; Salayanti, Santi; Yuniati, Arnanti Primiana
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di tengah industri energi yang semakin kompleks dan globalisasi saat ini,kebutuhan akan ruang kerja yang fungsional dan mencerminkan identitasperusahaan menjadi semakin penting. Kantor tidak lagi hanya menjadi tempat kerja,melainkan menjadi alat platform komunikasi visual yang menunjukkanprofesionalisme, nilai, dan ciri khas perusahaan kepada klien dan karyawan.Perusahaan yang berbasis di kota besar seperti Jakarta, yang merupakan pusatekonomi nasional dan medan persaingan pasar global yang ketat, menjadikannyasemakin penting. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang survei kelautan,minyak, dan gas, PT. Pageo Utama memerlukan perancangan ulang desain interioruntuk menggambarkan gambar ini. Melalui pendekatan corporate identity,perancangan ini bertujuan mengoptimalkan kembali elemen interior agar selarasdengan karakter perusahaan, sekaligus mempertahankan suasana ruang eksistingyang homey dan nyaman sebagai bagian dari pendekatan psikologis untukmencerminkan identitas perusahaan yang sehat, ramah dan profesional terhadapproduktivitas dan kenyamanan kerja pengguna. Penelitian dilakukan dengan metodeObservasi secara langsung dan wawancara terhadap pengguna untuk memahamikebutuhan perusahaan selain itu studi pustaka, dan analisis visual juga dilakukansebagai panduan perancangan agar tetap memenuhi standar dan kenyamanan.Hasilnya menunjukkan bahwa penguatan citra perusahaan dapat diwujudkan melaluipembagian suasana ruang per lantai berdasarkan karakter pengguna, sertapenerapan elemen identitas seperti warna, bentuk, layout, dan atmosfer ruang.Perancangan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan dan efisiensi,tetapi juga membentuk persepsi profesionalisme yang kuat bagi perusahaan.Kata kunci: Desain Interior Kantor, Identitas Perusahaan, Suasana Ruang,Profesionalisme
KAJIAN PENERAPAN PENDEKATAN BEHAVIOR SETTING TERHADAP TERMINAL LEUWI PANJANG TIPE A DI BANDUNG STUDY ON THE APPLICATION OF THE BEHAVIOR SETTING APPROACH TO LEUWI PANJANG TYPE A TERMINAL IN BANDUNG Maruwa, Salsa Ruzika; Salayanti, Santi; Hanafiah, Ully Irma Maulina
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terminal Leuwi Panjang merupakan terminal tipe A utama dan terbesar diKota Bandung yang telah mengalami revitalisasi, namun masih menghadapipermasalahan dalam penataan ruang dan fasilitas yang belum optimal sehinggadapat menghambat alur sirkulasi pengguna. Penelitian ini bertujuan untukmerancang ulang interior terminal dengan menggunakan pendekatan BehaviorSetting sehingga dapat mengoptimalkan penggunaan ruang, memperbaiki sirkulasialur aktivitas pengguna, serta meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagipengguna, termasuk penumpang penyandang disabilitas, lansia dan ibu hamil.Metode penelitian meliputi observasi, wawancara, studi literatur, dan studi bandingdengan terminal tipe A lain seperti Terminal Pulo Gebang, Harjamukti, dan Tirtonadi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penataan ulang ruang berdasarkan zonasiaktivitas dapat memperbaiki alur sirkulasi dan meningkatkan hubungan antar ruangserta dapat memaksimalkan fungsi fasilitas terminal. Konsep desain yang diusulkanmengintegrasikan elemen ergonomi, pencahayaan, penghawaan, serta signage yangjelas untuk mendukung aktivitas pengguna. Perancangan ulang ini diharapkan dapatmeningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi umum melalui terminalyang lebih nyaman, aman, dan terorganisir.Kata kunci: perancangan ulang; interior terminal; Behavior Setting; sirkulasi ruang;kenyamanan pengguna
PERANCANGAN ULANG MAHA VIHARA MAITREYA DI KALIMANTAN BARAT DENGAN PENDEKATAN AKTIVITAS Wiranti, Shaula Egi; Salayanti, Santi; Sarihati, Titihan
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agama Buddha Maitreya, sebagai bagian dari aliran Mahayana yangberkembang pesat di Indonesia, menempatkan Maha Vihara Maitreya KalimantanBarat tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan, budaya,sosial, dan objek wisata religi. Namun, fasilitas ruang kelas untuk sekolah minggu dandiklat Mandarin belum sesuai standar kapasitas, sirkulasi pengguna tercampur dantidak nyaman, serta organisasi ruang belum memenuhi kebutuhan multifungsivihara. Penelitian ini bertujuan merancang ulang interior Maha Vihara MaitreyaKalimantan Barat dengan pendekatan aktivitas, guna mengoptimalkan fungsi ruang,meningkatkan kenyamanan, produktivitas, dan kualitas interaksi pengguna. Metodeyang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara, studi preseden, sertaperancangan berbasis analisis aktivitas dan standar perencanaan arsitektur. Hasilperancangan diharapkan mencakup: (1) fasilitas ruang kelas yang memadai sesuaikapasitas, (2) sistem sirkulasi terpisah dan terorientasi jelas untuk staf, peserta diklat,dan pengunjung umum, serta (3) organisasi ruang yang fleksibel mendukungkegiatan ibadah, pendidikan, dan wisata religi. Implementasi desain ini diharapkanmemberikan dampak positif berupa peningkatan kenyamanan, efisiensi akses, danpengalaman sakral bagi seluruh pengguna vihara. Kata kunci: Desain Interior, Vihara Maitreya, Pendekatan Aktivitas, Sirkulasi Pengguna, Multifungsi, Wisata Religi
PERANCANGAN ULANG UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA DENGAN PENDEKATAN LEARNING COMMONS Martiza, Sharla Rahma; Asharsinyo, Doddy Friestya; Salayanti, Santi; Palupi, Fajarsani Retno
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UPT Perpustakaan Universitas Kristen Maranatha memiliki peran pentingdalam mendukung kegiatan akademik. Namun, memiliki sejumlah tantangan terkaittata letak, fasilitas dan kebutuhan pengguna yang terus berkembang di era digital.Penelitian ini bertujuan untuk mencancang ulang perpustakaan dengan pendekatanlearning commons guna menciptakan ruang yang produktif, kolaboratif dan adaptifterhadap kebutuhan generasi digital. Metode penelitian yang digunakan adalahpendekatan kualitatif melalui observasi langsung, wawancara dengan kepala UPTPerpustakaan Universitas Kristen Maranatha serta penyebaran kuesioner kepadamahasiswa lintas fakultas. Hasil analisis menunjukkan perlunya penataan zonaberdasarkan aktivitas, penyediaan fasilitas teknologi serta pengolahan desaininterior yang mencerminkan tema PLAYce (Productive, Learning dan Active Space).Perancangan ini menggabungkan konsep fleksibilitas ruang, ergonomi, kenyamananserta identitas visual kampus. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwatransformasi perpustakaan dengan pendekatan learning commons mampumeningkatkan kualitas ruang dan mendukung proses pembelajaran aktif. Penelitianini memberikan manfaat dalam pengembangan desain ruang belajar yang sesuaidengan kebutuhan pengguna dan standar perpustakaan modern.Kata Kunci: Perpustakaan Perguruan Tinggi, Learning Commons, Desain Interior
AN ARCHITECTURAL ACCULTURATION OF BALINESE, DUTCH, AND CHINESE IN PURI AGUNG KARANGASEM Wulan Sasmitha Rani; Ayu Sari Undari Yani; Viola Violita Ramdhan Supena; Adzra Ashila Zhafira; Larasati Vie; Santi Salayanti
DIMENSI (Journal of Architecture and Built Environment) Vol. 49 No. 1 (2022): JULY 2022
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1426.185 KB) | DOI: 10.9744/dimensi.49.1.19-30

Abstract

Bali is one of the many provinces of Indonesia with the most preserved cultural heritage. One form of these heritages is the architectural heritage. The traditional architecture of the Balinese people is still widely used and sometimes repurposed by their own people, mostly the Puris. A Puri is a building that was once used to be the residence of the royal families during their prime. The architecture of these Puris has distinct characteristics on its location, function, and typology of the building. A unique example of these Puris is the Puri Agung Karangasem, which has three cultures infused to its architecture. Apart from the obvious Balinese characteristics, there are also European and Chinese influence which can be proven by the Gedong Maskerdam, Bale Kambang, making it a treasured heritage not only for the Balinese people, but also for Indonesian people in general. This research is meant to explain and to give more insight into the architecture of Puri Agung Karangasem, which in result would present as a piece of knowledge to encourage the community to be more appreciative towards maintaining the traditional architecture of the Balinese people as a piece of important heritage. The method used for this research is the qualitative descriptive method. Focusing on the visual analysis of the architectural elements that are influenced by the different cultures, supported with previous related research and article.
Pembuatan Karya Seni 3 Dimensi Berbasis Aplikasi Lukis Digital menggunakan Teknologi 3D Pen bagi Siswa di SMA Negeri 5 Cimahi Rachmawanti, Ranti; Salayanti, Santi; Yuningsih, Cucu Retno
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 5 No. 1 (2025): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v5i1.9325

Abstract

Kemajuan teknologi global ini memberikan dampak yang besar pada seluruh aspek kehidupan, khususnya peserta didik, yang pada dasarnya harus mengikuti perkembangan teknologi era millenium dalam segala aspek pembelajaran. Salah satu aspek yang terkena dampak perkembangan teknologi adalah aspek seni dan budaya. Pembuatan Karya Seni 3 Dimensi Berbasis Aplikasi Lukis Digital Menggunakan Teknologi 3D Pen bagi Siswa SMA Negeri 5 Cimahi merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas siswa pada mata pelajaran seni budaya dalam mengintegrasikan teknologi digital dan analog dalam membuat karya seni rupa. Pelaksanaan kegiatan Abdimas ini dilaksanakan secara onsite, yang akan diikuti oleh siswa-siswi SMA Negeri 5 Kota Cimahi. Metode yang digunakan adalah penyampaian materi secara langsung dan interaktif dalam menerapkan teknologi yang digunakan. Para Siswa akan diberikan modul/tutorial penggunaan 3D pen dalam membuat model tiga dimensi dari gambar dua dimensi yang sebelumnya telah dibuat menggunakan aplikasi Lukis digital. Pada akhirnya diharapkan kegiatan ini dapat menciptakan sebuah ekosistem digital di sekolah yang mampu menerapkan teknologi/seni tepat guna pada proses pembelajaran.
PENGARUH OPTIMALISASI RUANG PUBLIK SENTRA KULINER TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER DAN INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT (STUDI KASUS DI DESA CIPAGALO KABUPATEN BANDUNG PROVINSI JAWA BARAT) Santi Salayanti; Vany Octaviany; Syarip Hidayat
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 12 (2026): Mei 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Cipagalo Village is located in Bojongsoang District, Bandung Regency, West Java. This village has strategic regional characteristics because it is close to the center of Bandung, making it potential for development as a tourist village based on local wisdom and creative economy. There are public spaces located in Cipagalo Village that have an important role in building social interaction and strengthening the character of the community. It is necessary to analyze the influence of the optimization of public space in the Culinary Center on the formation of the social character of the people of Cipagalo Village. The market has an important role in the local economy as a center for transactions and social interaction of the community. However, in Cipagalo Village, the traditional market still faces various challenges, such as suboptimal accessibility, limited facilities, and low quality of the products offered. This community service program aims to design a modern market design that not only improves accessibility for the community, but also supports the improvement of the quality of local products. The approach used involves participatory studies with local communities to understand their needs, habits, and expectations of the ideal market. The proposed design concept prioritizes a friendly layout for all community groups, the provision of adequate sanitation facilities, and the integration of technology to improve transparency and efficiency of product distribution. In addition, the program also emphasizes the importance of social interaction in market management through training for traders and the public regarding healthy and sustainable trading practices. The results of this community service activity are expected to be able to create a more inclusive modern market, increase the competitiveness of local products, and strengthen the economy of the people of Cipagalo Village. With the existence of a modern market based on social interaction, it is hoped that a more dynamic and sustainable economic ecosystem will be formed for all stakeholders. The Culinary Center as a culinary center is also a forum for the community to participate in community-based economic activities, which strengthen social values and social attachment. A well-managed public rang is able to positively shape the social character of the community, improve the quality of life, and strengthen the local identity of Cipagalo Village. Therefore, the active role of the government and the community is needed in maintaining and developing public space as a means of sustainable social development. This research shows that the optimization of the Culinary Center, both in terms of facilities, governance, and social activities held, has a positive impact on social cohesion, a sense of togetherness, and the values of community mutual cooperation. People who actively use public spaces show an increase in communication between citizens, participation in social activities.