Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

REPRESENTASI DAMPAK FEAR OF MISSING OUT (FOMO) PADA IMPULSIVE BUYING DALAM KARYA LUKIS MIX MEDIA Lussy, Restu Ayuningtiyas; Endriawan, Didit; Syarif, Edwin Buyung
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan media sosial membuat jangkauan berita dan informasi lebih luasdari berbagai kalangan. Pengguna media sosial yang sebagai influencer atau sebagaipenggemar influencer mendorong munculnya tren yang cepat berubah. Para penggunamedia sosial akan merasa cemas apabila tidak mengikuti perkembangan tren. Haltersebutlah memicu rasa FOMO atau kepanjangan dari Fear of Missing Out yang berartirasa takut tertinggal dari orang lain. FOMO dapat memunculkan prilaku konsumtif secaratiba-tiba atau impulsive buying. Impulsive buying sering kali terhasut dari tren populeryang dipromosikan para influencer. Seseorang yang mengalami FOMO rela melakukan apasaja seperti melakukan pembelian impulsif demi tidak ketinggalan tren. Tugas Akhir yangberjudul “Representasi Dampak Fear of Missing Out (FOMO) Pada Impulsive Buying dalamKarya Lukis Mix Media” ini bertujuan untuk memahami konsep representasi dampakFOMO pada impulsive buying dalam karya lukis mix media. Melalui karya ini masyarakatterutama pengguna media sosial dapat meningkatkan kesadaran akan dampak FOMO dandapat mengendalikannya dengan self-control yang kuat.Kata kunci: FOMO, Impulsive Buying, Seni Lukis
REPRESENTASI PENERIMAAN DIRI SEBAGAI KRITIK TERHADAP STANDAR KECANTIKAN MELALUI KARYA LUKIS Fadhillah, Nazeeya Fatina; Wiguna, Iqbal Prabawa; Syarif, Edwin Buyung
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Standar kecantikan yang dominan dalam masyarakat sering kali bersifat diskriminatif dantidak inklusif, terutama terhadap individu dengan warna kulit gelap. Pandangan ini tidak hanyamenimbulkan ketidakadilan, tetapi juga kerap memicu perilaku bullying, yang berdampaksignifikan terhadap menurunnya kepercayaan diri serta terganggunya kesehatan mentalseseorang. Tugas Akhir ini mengangkat tema self-acceptance sebagai bentuk respons kritisterhadap tekanan tersebut. Melalui pendekatan seni lukis dan penggunaan teknik mix media padamedium kaca, karya ini merepresentasikan pengalaman personal penulis dalam menghadapistigma kecantikan dan proses menemukan serta menerima jati diri secara utuh. Karya dituangkandalam tiga seri lukisan yang masing-masing menggambarkan tahap emosional berbeda dalamperjalanan menuju penerimaan diri. Dengan visual yang bersifat simbolik dan reflektif, karya inidiharapkan mampu membangun kesadaran kolektif serta membuka ruang dialog bagi audiensterkait pentingnya mendekonstruksi standar kecantikan yang sempit.Kata kunci: Standar kecantikan, bullying, self-acceptance, seni lukis, representasi visual.
REPRESENTASI PERILAKU KONSUMTIF AKIBAT FOMO (FEAR OF MISSING OUT) DALAM KARYA INSTALASI Ananda, Ferlita; Wiguna, Iqbal Prabawa; Syarif, Edwin Buyung
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tugas akhir ini berupaya mengeksplorasi fenomena perilaku konsumƟf yang dipicu olehFOMO (Fear of Missing Out) melalui pendekatan seni instalasi. Dengan menggunakan pakaianbekas, kain, dan aksesoris hasil konsumsi pribadi, penulis menciptakan dua karya instalasi berjudul“Uncontained Desires” dan The “Body of Wants”. Kedua karya ini merepresentasikan bagaimanakeinginan yang tak terkendali akibat tekanan sosial media dan budaya konsumsi yang terustumbuh, lambat laun membentuk idenƟtas diri. Proses berkarya melibatkan teknik bordir,patchwork, dan penyusunan teksƟl sebagai simbol dari perjalanan personal dan emosi yangkompleks. Karya ini Ɵdak hanya menjadi ekspresi arƟsƟk, tetapi juga sarana reŇekƟf, baik bagipenulis sendiri maupun bagi penikmat seni lainnya untuk menyadari kembali penƟngnyamengontrol keinginan serta membangun idenƟtas yang lebih autenƟk. Penggunaan bahanbahanbekas menjadi bentuk upaya upcycling dan juga menyuarakan keresahan terhadap gaya hidupkonsumƟf yang kini semakin melekat dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: FOMO, KonsumƟf, idenƟtas, instalasi, teksƟl
REPRESENTASI RINDU RUMAH MASA KECIL DALAM KARYA SENI LUKIS Abdurachman, Fisel Accura; Yuningsih, Cucu Retno; Syarif, Edwin Buyung
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Didorong oleh perasaan rasa kehilangan masa kecil dan kerinduan akan rumahtersebut. Hal ini memberikan penulis urgensi untuk mengungkap dan menganalisis perasaanrindu rumah dan hubungannya dengan rumah masa kecil, pengalaman ini bermula ketikakunjungan ke rumah masa kecil penulis tidak berjalan sesuai harapan. Menimbulkan perasaankehilangan rumah dan kenangan di dalamnya. Tulisan ini mengeksplorasi tema tentang rindurumah dan rumah masa kecil serta bagaimana seniman menciptakan karya seni dankonsepnya. Dalam tugas akhir ini yang berjudul ”Representasi Rasa Rindu Karena Rumah MasaKecil Dalam Karya Seni Lukis” penulis perlu melakukan penelitian terhadap topik-topik yangrelevan yang membantu menonjolkan tema karya seni yang akan dibuat agar mendapatkanrepresentasi yang tepat dalam karya seni akhir. Dengan 3 seri lukisan untuk mewakili topik.Lukisan akan dibuat dengan cat minyak sebagai medium pilihan. medium ini bisa menjadi caraterkuat penulis untuk menyampaikan konsep..Kata Kunci: Rindu rumah, Rumah Masa Kecil ,Seni Lukis
VISUALISASI DEGRADASI LINGKUNGAN AKIBAT PERTAMBANGAN EMAS ILEGAL DALAM LUKISAN MIX MEDIA Shafani, Salsabila; Wiguna, Iqbal Prabawa; Syarif, Edwin Buyung
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Suhaid, Kabupaten Kapuas Hulu,Kalimantan Barat, telah menimbulkan kerusakan serius terhadap lingkungan dan kehidupan sosialmasyarakat setempat. Perubahan kondisi sungai, pencemaran air, serta konflik sosial menjadirealitas sehari-hari yang turut membentuk keresahan personal penulis sebagai warga lokalsekaligus seniman. Menanggapi situasi tersebut, penciptaan karya ini dilakukan sebagai bentukekspresi dan refleksi atas dampak yang ditimbulkan oleh aktivitas PETI. Melalui pendekatan mixmedia dalam bingkai seni kontemporer, karya dikembangkan melalui proses konseptual yangberangkat dari pengalaman pribadi, riset lapangan, serta eksplorasi media dan bentuk. Prosesvisualisasi ini bertujuan menerjemahkan gagasan ke dalam bentuk akhir yang bersifat reflektif,komunikatif, dan terbuka untuk dimaknai oleh penonton. Melalui karya ini, penulis berharapdapat mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan serta menyadaridampak yang ditimbulkan oleh aktivitas tambang emas ilegal yang kian masif di wilayah tersebut.Kata kunci: Tambang emas ilegal, Kecamatan Suhaid, degradasi lingkungan, mix media, senikontemporer