Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS pada Siswa Kelas IV SD Negeri Ampreng Kecamatan Langowan Barat Firgi Jermia Toar; Zoya F. Sumampow; Fonny Katili
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada materi panca indera manusia melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) di kelas IV SD Negeri Ampreng.  penelitian ini didasarkan pada rendahnya hasil belajar siswa yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang ditetapkan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 18 peserta didik kelas IV SD Negeri Ampreng. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan persentase ketuntasan belajar. Berdasarkan  penerapan model Problem Based Learning (PBL) dalam proses pembelajaran, hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh peserta didik di siklus I mencapai 66,38%  sedangkan pada siklus II mencapai 84,44%.  Jumlah peserta didik yang mencapai ketuntasan belajar meningkat secara signifikan dan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran menjadi lebih aktif. Dengan demikian, model PBL efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS pada materi panca indera manusia.
Penerapan Model Project Based Learning (Pjbl) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS pada Siswa Kelas III SD Gmim I Tompaso Daniel Ronald Kaawoan; Richard D. H. Pangkey; Fonny Katili
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) kelas III pada materi bentuk tubuh hewan dan fungsinya melalui penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) pada siswa kelas III SD GMIM I Tompaso. Model PjBL dipilih karena mampu mendorong peserta didik agar lebih aktif, kreatif, serta terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran melalui kegiatan berbasis proyek yang nyata. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 12 siswa kelas III SD GMIM I Tompaso. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, tingkat ketuntasan hasil belajar siswa mencapai 63%, kemudian meningkat menjadi 82% pada siklus II setelah dilakukan perbaikan pembelajaran. Selain itu, rata-rata nilai siswa serta tingkat keaktifan dan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran juga mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Project Based Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS siswa pada materi bentuk tubuh hewan dan fungsinya.
Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipas Siswa Kelas IV SD Gmim 1 Tomohon Ni Kd Novi Christiani; Fonny Katili; Margareta O. Sumilat
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v3i4.206

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas IV di SD Gmim 1 Tomohon melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan pada dua siklus dan setiap siklusnya terdiri dari empat tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan/ tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes hasil belajar. Analisis data dilakukan dengan perhitungan presentase dan rata-rata hasil belajar yang di capai siswa. Penelitian ini dilakukan dikelas IV dengan jumlah siswa 32 orang. Hasil pada siklus I menunjukkan bahwa 63,65%, hal ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran belum mencapai KKTP yang ditetapkan yaitu 75. Oleh karena itu, dilakukan perbaikan pada siklus II. Setelah tindakan pada siklus II, maka ketuntasan belajar meningkat menjadi 91,90%. Maka dapat di simpulkan bahwa penggunaan model Problem Based Learning pada materi Wujud Zat dan Perubahannya secara signifikan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Penerapan Model Pembelajaran Quantum Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran Ipas Bagi Siswa Kelas V di Sd Inpres 4/82 Walian Pebiyola Nababan; Supit Pusung; Fonny Katili
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada materi perubahan wujud benda melalui penerapan model pembelajaran Quantum Learning di kelas V SD Inpres 4/82 Walian. Model Quantum Learning dipilih karena dapat mendorong siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran, meningkatkan motivasi belajar, serta membantu siswa memahami materi dengan lebih mudah melalui pengalaman belajar yang interaktif dan bermakna. Penelitian ini menggunakan pendekatan tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penerapan model Quantum Learning dilakukan melalui tahapan TANDUR, yaitu Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi dan Rayakan. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas V SD Inpres 4/82 Walian sebanyak 23 siswa. Teknik analisis data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil observasi ditentukan dengan rumus persentase, yaitu skor yang diperoleh dibagi skor maksimal dikalikan 100%. Sedangkan hasil tes belajar ditentukan dengan rumus ketuntasan belajar, yaitu skor yang diperoleh dibagi skor total dikalikan 100%. Analisis data dilakukan dengan menghitung persentase ketuntasan belajar siswa berdasarkan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) sebesar 75%. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, presentase ketuntasan belajar siswa mencapai 60,86% dengan rata-rata nilai sebesar 68,69, setelah dilakukan perbaikan pada siklus II ketuntasan belajar siswa mencapai 86,95% dengan rata-rata nilai mencapai 80. Ketuntasan belajar siswa meningkat, dan keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran juga mengalami peningkatan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Quantum Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS siswa pada materi perubahan wujud benda.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipas Siswa Kelas IV SD Katolik St.Antonius Lemoh Chelsea Angela Worung; Widdy H. F Rorimpandey; Fonny Katili
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.216

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada siswa kelas IV SD Katolik St. Antonius Lemoh. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV yang berjumlah 15 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada kondisi awal hanya 4 siswa (27%) yang mencapai ketuntasan belajar. Setelah diterapkan tindakan pada siklus I, ketuntasan belajar siswa meningkat menjadi 64,66%. Pada siklus II terjadi peningkatan yang lebih baik yaitu mencapai 84,66% dengan sebagian besar siswa telah mencapai ketuntasan belajar. Selain itu, keaktifan dan kerja sama siswa dalam proses pembelajaran juga mengalami peningkatan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD Katolik St. Antonius Lemoh.
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V Sd Gmim I Tompaso Sakina Mamonto; Zoya F. Sumampow; Fonny Katili
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar ilmu pengetahuan alam dan sosial (IPAS) pada materi rantai makanan melalui penerapan model problem based learning dikelas V SD Gmim I Tompaso . Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik yang belum memahami kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran ( KKTP ) yang telah ditetapkan sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan model mc taggart yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini terdiri atas 15 peserta didik kelas V SD Gmim I Tompaso. Teknik pengumpulan data melalui , observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi sedanngkan analisis data menggunakan persentase ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model problem based learning dalam pembelajaran memberikan peningkatan terhadap hasil belajar peserta didik. Pada siklus I, persentase hasil belajar mencapai 64,66 % , sedangkan pada siklus II mencapai 83% . Jumlah peserta didik yang mencapi ketuntasan belajar juga mengalami peningkatan yang signifikan, disertai dengan keaktifan peeserta didik yang lebih baik selama proses pembelajaran. Dengan demikian, model pbl terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar ipas pada materi rantai makanan di Kelas V SD Gmim I tompaso.
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V Sd Gmim I Tompaso Sakina Mamonto; Zoya F. Sumampow; Fonny Katili
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar ilmu pengetahuan alam dan sosial (IPAS) pada materi rantai makanan melalui penerapan model problem based learning dikelas V SD Gmim I Tompaso . Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik yang belum memahami kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran ( KKTP ) yang telah ditetapkan sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan model mc taggart yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini terdiri atas 15 peserta didik kelas V SD Gmim I Tompaso. Teknik pengumpulan data melalui , observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi sedanngkan analisis data menggunakan persentase ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model problem based learning dalam pembelajaran memberikan peningkatan terhadap hasil belajar peserta didik. Pada siklus I, persentase hasil belajar mencapai 64,66 % , sedangkan pada siklus II mencapai 83% . Jumlah peserta didik yang mencapi ketuntasan belajar juga mengalami peningkatan yang signifikan, disertai dengan keaktifan peeserta didik yang lebih baik selama proses pembelajaran. Dengan demikian, model pbl terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar ipas pada materi rantai makanan di Kelas V SD Gmim I tompaso.
Penguatan Literasi Etnosains Pengobatan Tradisional Suku Anak Dalam sebagai Sumber Belajar Sains Kontekstual Citra Raflesia; Fonny Katili; Yusak Ratunguri
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 9 (2026): Juli
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/tv4p2r36

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat berbasis kajian etnosains ini bertujuan memperkuat literasi budaya dan sains melalui pengenalan pengobatan tradisional serta pemeliharaan kesehatan tradisional Suku Anak Dalam (SAD) di Kabupaten Musi Rawas Utara. Metode yang digunakan adalah studi literatur deskriptif-kualitatif dengan sumber utama booklet pengobatan tradisional SAD dan beberapa rujukan relevan mengenai etnosains, pengobatan tradisional, serta pembelajaran sains kontekstual. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi sumber, inventarisasi tanaman obat, klasifikasi fungsi pengobatan, analisis nilai etnosains, dan penyusunan materi edukatif untuk pembelajaran sains berbasis kearifan lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa masyarakat SAD memiliki sistem pengetahuan lokal yang mencakup pengenalan jenis penyakit, pemilihan bahan alam, teknik pengolahan seperti merebus, menumbuk, memanaskan, dan menyeduh, serta aturan penggunaan dan pantangan tertentu. Pengetahuan tersebut memuat nilai empiris, ekologis, kultural, edukatif, dan kemandirian kesehatan. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pengobatan tradisional SAD berpotensi menjadi sumber belajar sains kontekstual sekaligus media pelestarian kearifan lokal.
Integrasi Kearifan Lokal dalam Pendidikan Sains debagai Strategi Pengembangan Kompetensi Masa Depan Peserta Didik Fonny Katili; I Wayan Suastra; I Made Citra Wibawa; Ida Bagus Putu Arnyana
BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol. 9 No. 1 (2026): BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/t1yxp284

Abstract

This study aimed to analyze the role of integrating local wisdom into science education as a strategy for developing students’ future competencies. The method used is a systematic literature study of scientific articles, books, and educational policy documents published between 2010 and 2024 that are relevant to science education, local wisdom, and 21st-century competencies. The results indicate that integrating local wisdom into science education strengthens scientific literacy, fosters ecological character, and enhances students’ critical and reflective thinking skills. In conclusion, the integration of local wisdom in science learning can serve as a contextual and transformative learning strategy that supports the development of adaptive, creative, and culturally grounded 21st-century learners oriented toward sustainable development.  Keywords: Future Competencies, Local Wisdom, Science Education, Scientific Literacy, Sustainable Education
Penggunaan Model Pembelajaran Multisensori untuk Mempengaruhi Kemampuan Membaca dan Menulis Siswa dengan Hambatan Disleksia Hardiningsih Hanafi, Sri; Raflesia, Citra; Katili, Fonny; Ratunguri, Yusak
Jurnal Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran (KIBASP) Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/6hzmmg77

Abstract

Penelitian ini mensintesis bukti empiris tentang efektivitas model pembelajaran multisensori dalam meningkatkan kemampuan membaca dan menulis pada siswa dengan disleksia. Dengan menelaah tinjauan sistematis, metaanalisis, dan studi intervensi primer terbaru, artikel ini mengevaluasi kekuatan bukti, mekanisme pengaruh, variasi program, serta implikasi praktik pendidikan inklusif. . Kata Kunci: Disleksia, Efektivitas Pendidikan Inklusif,  Multisensori, Pembelajaran  Membaca dan Menulis