Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila pada Siswa Kelas V SD Inpres Tataaran I Dhea Damayanti Irawan; Roos M. S. Tuerah; Yulmi H. Mottoh
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning di kelas V SD Inpres Tataaran 1 Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan/tindakan, observasi dan refleksi yang dilaksanakan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data melalui lembar observasi dan tes kemudian dianalisis dengan teknik presentase. Hasil penelitian menunjukan ketuntasan belajar pada siklus I hanya mencapai 60.89% dan siklus II mencapai 91.35%. Kesimpulan penelitian ini bahwa dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila di kelas V SD Inpres Tataaran 1 khususnya pada materi Praktik Gotong Royong.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V di SD Negeri Tempok Wayan Ade Arta Yasa; Roos M. S. Tuerah; Yulmi H. Mottoh
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.204

Abstract

Tujuan utama dari riset ini adalah untuk mengoptimalkan pencapaian akademik siswa kelas V di SD Negeri Tempok pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dengan memanfaatkan skema pembelajaran berbasis masalah atau yang dikenal sebagai model Problem Based Learning (PBL). Peneliti memilih metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) mengacu pada kerangka Kemmis dan McTaggart yang dilakukan dalam rentang dua siklus, di mana tiap putarannya mencakup langkah-langkah sistematis mulai dari perencanaan awal, pelaksanaan strategi, pengamatan di lapangan, hingga tahap evaluasi atau refleksi. "Melibatkan 11 orang peserta didik yang terdiri atas 5 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan sebagai subjek, pengumpulan informasi dilakukan melalui teknik observasi langsung, pemberian ujian kompetensi, serta pengumpulan dokumen pendukung. Keberhasilan belajar diukur berdasarkan persentase ketuntasan siswa terhadap Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang dipatok pada angka 75%. Temuan di lapangan membuktikan bahwa penggunaan model Problem Based Learning sangat efektif dalam mendongkrak prestasi siswa; hal ini terlihat dari data siklus I yang rata-rata nilai ketuntasannya baru menyentuh 69,54% dengan hanya 5 anak (45,45%) yang lulus, namun setelah dilakukan pembenahan pada siklus II, angka tersebut melonjak drastis hingga mencapai 83,63% di mana seluruh siswa (100%) berhasil melampaui ambang batas KKTP. Kenaikan yang signifikan ini menjadi bukti bahwa model Problem Based Learning sangat manjur untuk mempertajam fokus siswa, mengasah daya pikir kritis, serta memperkuat pemahaman pada materi "Bunyi dan Sifatnya." Oleh sebab itu, kesimpulan akhir menunjukkan bahwa strategi pembelajaran berbasis masalah ini berhasil membangun suasana kelas yang lebih dinamis, berbobot, dan memprioritaskan peran aktif siswa, sehingga memberikan pengaruh yang sangat baik terhadap kualitas hasil belajar IPAS di jenjang pendidikan dasar.
Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila pada Siswa Kelas V SD Inpres Tataaran I Dhea Damayanti Irawan; Roos M. S. Tuerah; Yulmi H. Mottoh
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning di kelas V SD Inpres Tataaran 1 Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan/tindakan, observasi dan refleksi yang dilaksanakan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data melalui lembar observasi dan tes kemudian dianalisis dengan teknik presentase. Hasil penelitian menunjukan ketuntasan belajar pada siklus I hanya mencapai 60.89% dan siklus II mencapai 91.35%. Kesimpulan penelitian ini bahwa dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila di kelas V SD Inpres Tataaran 1 khususnya pada materi Praktik Gotong Royong.
Pemanfaatan Media Vidio untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Siswa Kelas III SD Katolik V Tomohon: Penelitian Meria Delila Gasi; Harol R. Lumapow; Yulmi Hesti Mottoh
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7478

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan pancasila materi Kekayaan Suku Bangsaku kelas III di SD Katolik V Tomohon melalui Pemanfaatan Media Vidio. Masalah utama dalam penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa yang disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran konvensional yang masih berpusat pada guru (teacher-centered), di mana materi keragaman suku yang luas hanya disampaikan melalui metode monoton dan gambar statis buku paket, sehingga siswa merasa bosan karena materi dianggap abstrak. Data prasiklus menunjukkan ketuntasan awal hanya mencapai 22,8%. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan kelas (PTK) model spiral Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian yaitu semua siswa kelas III SD Katolik V Tomohon yang berjumlah 35 siswa, terdiri dari 15 laki-laki dan 20 perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi aktivitas guru dan siswa serta tes essay pada akhir setiap siklus. Hasil yang diperoleh menunjukkan ketuntasan klasikal pada siklus I mencapai 68,85% (15 siswa tuntas) sehingga belum memenuhi Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Pada siklus II terjadi peningkatan yang signifikan menjadi 85,57% (32 siswa tuntas) dan telah memenuhi target minimal 75%. Terdapat 3 siswa belum tuntas pada siklus II yang dipengaruhi oleh kondisi kesehatan siswa berkebutuhan khusus. Kesimpulannya, Pemanfaatan Media Vidio dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila pada materi Kekayaan Suku Bangsaku Siswa Kelas III SD Katolik V Tomohon.