Ginanjar, Asep
Program Studi IPS Universitas Negeri Semarang Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang

Published : 46 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BELAJAR SISWA KELAS VIII DI SMP AL ISLAM KLATEN PADA MATA PELAJARAN IPS Widiawati, Riesti; Ginanjar, Asep
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 6 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v6i2.1807

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui minat belajar siswa kelas VIII di SMP Al Islam Klaten pada mata pelajaran IPS. 2) mendeskripsikan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi minat belajar siswa kelas VIII di SMP Al Islam pada mata pelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 14 orang siswa dan guru mata pelajaran IPS. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan minat belajar siswa kelas VIII di SMP Al Islam Klaten pada mata pelajaran IPS masih tergolong rendah. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa kelas VIII di SMP Al Islam Klaten adalah faktor internal, 1) kurangnya motivasi yang dimiliki siswa kelas VIII dalam belajar, 2) Sikap siswa yang kurang peduli terhadap guru dan mata pelajaran yang diajarkan oleh guru, 3) kesehatan jasmani berupa kelelahan dan sakit membuat siswa kurang berminat terhadap mata pelajaran IPS. Sedangkan faktor eksternal yakni meliputi 1) lingkungan sekolah, strategi mengajar guru, relasi guru dengan siswa, dan fasilitas sekolah, 2) faktor teman sebaya berupa aktivitas yang dilakukan siswa selama kegiatan belajar berlangsung, 3) faktor perhatian dari orang tua yang meliputi relasi orang tua dengan anak, suasana rumah, dan kondisi ekonomi keluarga. This research aims to 1) determine the learning interest of class VIII students at SMP Al Islam Klaten in social studies subjects. 2) describe what factors influence the learning interest of class VIII students at SMP Al Islam in social studies subjects. This research uses a qualitative approach with descriptive research type. The subjects in this research were all 14 class VIII students and social studies teachers. The data collection techniques used in this research are interviews, observation and documentation. The results of the research show that class VIII students' interest in learning at SMP Al Islam Klaten in social studies subjects is still relatively low. The factors that influence class VIII students' interest in learning at SMP Al Islam Klaten are internal factors, 1) the lack of motivation that class VIII students have in studying, 2) the attitude of students who care less about teachers and the subjects taught by teachers, 3 ) physical health in the form of fatigue and illness makes students less interested in social studies subjects. Meanwhile, external factors include 1) the school environment, teacher teaching strategies, teacher and student relations, and school facilities, 2) peer factors in the form of activities carried out by students during learning activities, 3) attention factors from parents which include parent relations. with children, home atmosphere, and family economic conditions.
PENGEMBANGAN E-COMIC SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DI SMP KOTA SEMARANG Achmad Putri, Noviani; Ginanjar, Asep; Sayidatun Nisa, Aisyah Nur; Suryadi, Yadi; Sinta, Radini
Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 9 Nomor 2 November 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmony.v9i2.21873

Abstract

Salah satu penyebab negara Indonesia masih belum dapat bersaing dengan negara lain termasuk di Kawasan Asia Tenggara yaitu masih banyaknya praktik korupsi yang dilakukan baik dari tingkat pemerintahan desa sampai pemerintahan pusat. Upaya mengatasi tingginya praktik korupsi di Indonesia tentunya menjadi tugas banyak pihak, tidak terbatas KPK sebagai lembaga yang didirikan khusus untuk memberantas korupsi. Lembaga pendidikan jugamempunyai peranan sentral dalam upaya mencegah terjadinya praktik korupsi. Salah satu bentuk upaya dari penguatan pendidikan anti korupsi dengan Pengembangan E-Comic sebagaimedia Pendidikan anti korupsi di SMP Kota Semarang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian dan pengembangan (research and development). Berdasarkan hasil uji kelayakan materi, uji kelayakan media, dan uji pengguna E-comicPendidikan Anti Korupsi sangat layak untuk dijadikan sebagai salah satu opsi dalam menanamkan sikap anti korupsi pada peserta didik di jenjang SMP.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS FLASH PADA MATA PELAJARAN IPS DALAM MATERI SEJARAH PRA AKSARA DI SMP N 1 KERTEK Hanif, Muhammad Kholifudin Hanif; Ginanjar, Asep
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 7 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v7i1.370

Abstract

SMP N 1 Kertek memiliki permasalahan dimana siswa berupa kurang memahami materi IPS dengan cara penyampaian konvensional. Pengembangan multimedia interaktif sebagai media pembelajaran untuk membantu mengatasi permasalahan sesuai dengan kebutuhan dan potensi di sekolah. Metode penelitian menggunakan Research and Development (R&D). Prosedur pengembangan yang digunakan adalah dari Borg & Gall yang dimodifikasi oleh Tim Puslitjaknov. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIIA sebanyak 30 siswa dengan teknik pengumpulan data observasi, dokumentasi, wawancara, dan angket. Penelitian menghasilkan produk media pembelajaran multimedia interaktif berbasis flash yang dikemas dalam bentuk CD Drive yang telah diuji kelayakannya oleh ahli materi dengan skor akumulasi 91,7% yang termasuk kategori “sangat layak” dan penilaian ahli media mendapatkan kategori “sangat layak” dengan skor 90,6%.. Dari penilaian pada uji coba kecil mendapatkan kategori “sangat baik” dengan nilai 87,9%. Sehingga, pengembangan media pembelajaran multimedia Interaktif berbasis flash pada materi sejarah di SMP N 1 Kertek layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran. SMP N 1 Kertek has a problem where students do not understand social studies material in a conventional way. Development of interactive multimedia as a learning media to help overcome the problem in accordance with the needs and potential at school. The research method uses Research and Development (R&D). The development procedure used is from Borg & Gall modified by the Puslitjaknov Team. The test subjects in this study were VIIA class students as many as 30 students with data collection techniques of observation, documentation, interviews, and questionnaires. The research resulted in a flash-based interactive multimedia learning media product packaged in the form of a CD Drive which has been tested for feasibility by material experts with an accumulated score of 91.7% which is included in the "very feasible" category and the assessment of media experts getting the "very feasible" category with a score of 90.6%. From the assessment in the small trial, it was categorized as "very good" with a score of 87.9%. Thus, the development of flash-based Interactive multimedia learning media on historical material at SMP N 1 Kertek is suitable for use as a learning medium.
GURU DIGITAL: KONSERVASI SOCIOCULTURAL MELALUI PENGEMBANGAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL DI LINGKUNGAN SEKOLAH YAYASAN MA’ARIF NU MANGKANG KOTA SEMARANG Sayidatun Nisa, Aisyah Nur; Achmad Putri, Noviani; Ginanjar, Asep; Christian Putra, Galih Mahardika; Wiranto, Aan Probo; Aula, Nabilatul; Ailul Firdaus, Divangga; Rizal; Maulidiyyah , Siti Miftakhul
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 6 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v6i2.26620

Abstract

Peran guru sangat krusial pada era digital sekarang ini. Segala informasi akan dengan mudah masuk dan diakses oleh peserta didik, baik itu informasi yang positif maupun yang negatif. Hal ini menuntut guru untuk mempunyai keterampilan mendesain pembelajaran yang memadukan teknologi digital dengan kearifan lokal sehingga proses pembelajaran dapat memberikan bekal kepada peserta didik bagaimana hidup di era digital dengan tidak tertinggal dari kemajuan IPTEK sekaligus tidak meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal. Maka perlu adanya upaya dari pihak sekolah dan tim pengabdi untuk mendesain proses pembelajaran yang dapat memfasilitasi peserta didik sebagai digital native generations yang kehidupannya sangat erat dengan dunia digital dan penanaman nilai-nilai kearifan lokal sebagai bekal filter mandiri peserta didik dari terpaan kebudayaan luar yang masuk melalui internet. Metode yang digunakan pada  ini adalah Community Development Practice dengan prosedur terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan follow-up. Kegiatan terlaksana dengan baik, peserta berkolaborasi dengan tim mampu membuat dan mengembangkan media pembelajaran berbasis digital serta mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dan sosiocultural kedalam materi dan media pembelajaran berbasis digital. The role of teachers is very crucial in the digital era today. All information will be easily entered and accessed by students, both positive and negative information. This requires teachers to have the skills to design learning that combines digital technology with local wisdom so that the learning process can provide students with provisions on how to live in the digital era without being left behind by the progress of science and technology while not leaving behind the values ​​of local wisdom. There needs to be an effort from the school and the service team to design a learning process that can facilitate students as digital native generations whose lives are very close to the digital world and the instillation of local wisdom values ​​as provisions for independent filters for students from exposure to external culture that enters through the internet. The method used in this service is Community Development Practice with procedures consisting of planning, implementation, evaluation and follow-up. The activity was carried out well, participants collaborated with the team to be able to create and develop digital-based learning media and integrate local wisdom and sociocultural values ​​into digital-based learning materials and media.
PENGEMBANGAN E-MODUL PENDIDIKAN ANTI KORUPSI BERBASIS KEARIFAN LOKAL Ginanjar, Asep; Achmad Putri, Noviani; Ailul Firdaus, Divangga; Ailul Firdaus, Arham; Muna Sholeha, Aprilia; Adiana, Rina
Integralistik Vol. 35 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/gvnjnk24

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki sederet kasus Korupsi cukup tinggi. Korupsi meenjadi sakah satu masalah yang cukup serius karena dampak dari korupsi itu sendiri dapat mengganggu keamanan dan stabilitas masyarakat serta menghambat Pembangunan nasional dibidang politik, ekonomi, sosial bahkan moralitas dan nilai-nilai demokrasi di negeri ini. Maka dari itu, Pendidikan Antikorupsi perlu diterapkan di sekolah sebagai upaya pencegahan tindakan korupsi dalam bidang edukasi bagi generasi muda di era sekaramg dan untuk jangka panjang. Artikel ini berbasos pada hasil riset yang menggunakan metode penelitian Research and Development (R&D). Aarah daripada penelitian ini menghasilkan produk media pembelajaran berupa E-Modul Pendidikan Anti Korupsi. Modul ini tidak hanya berisi tentang materi-materi anti korupsi melainkan juga berbasis kearifan lokal. Berdasarkan hasil uji ahli materi, uji ahli media, serta uji pengguna e-modul Pendidikan Anti Karakter berbasis Kearifan Lokal sangat layak untuk dijadikan salah satu alternatif dalam menumbuhkan sikap anti korupsi pada peserta didik di tingkat Sekolah Menengah Pertama. E-modul ini dapat dijadikan suplemen, media maupun sumber belajar sesuai dengan kebutuhan dan desain pembelajaran yang telah dirancang oleh guru.
PENGEMBANGAN E-PANDUAN PENDIDIKAN ANTI KORUPSI BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SMP KOTA SEMARANG Putri, Noviani Achmad; Ginanjar, Asep; Mustofa, Moh. Solehatul; Sinta, Radini
Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmony.v10i2.38922

Abstract

Implementasi Pendidikan Anti Korupsi sekarang ini belum begitu optimal hal ini dikarenakan salah satunya belum adanya panduan bagi guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai Pendidikan Anti Korupsi khususnya dalam pembelajaran IPS. Oleh karena itu butuh adanya upaya pengembangan panduan berupa e-panduan yang berisi tentang potensi kearifan lokal budaya Jawa sebagai sumber nilai Anti Korupsi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian dan pengembangan yang mencakup 10 langkah umum, namun dalam penelitian ini hanya memfokuskan pada tiga tahapan saja. Hasil penelitian ini yakni 1) Pelaksanaan Pendidikan Anti Korupsi dalam pembelajaran IPS dapat dilakukan melalui tiga pendekatan diantaranya: pendekatan materi, model pembelajaran, media pembelajaran; 2) Nilai-nilai kearifan lokal budaya Jawa dapat menjadi sumber nilai pendidikan anti korupsi melalui beberapa strategi. Penguatan Pendidikan Anti Korupsi ini dapat dilakukan melalui tiga strategi yakni: Literasi baca, literasi digital serta literai budaya dan kewarganegaraan; 3) Berdasarkan hasil uji ahli materi, uji ahli media, serta uji pengguna E-Panduan sangat layak untuk dijadikan salah satu alternatif dalam menumbuhkan sikap anti korupsi pada peserta didik di tingkat Sekolah Menengah Pertama.