Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Kualitas Pelayanan Publik Pada Kantor Camat Pasarwajo Kabupaten Buton Emmy Sugiarty; La Ode Syaiful Islamy H.; Wa Ode Arsyiah
Administratio Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Volume 14, Nomor 1, April 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Program Pascasarjana, Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/administratio.v14i1.2045

Abstract

Kualitas pelayanan publik mencerminkan kemampuan pemerintah dalam memberikan layanan yang efektif dan memuaskan bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan publik di Kantor Camat Pasarwajo Kabupaten Buton. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan materi audio visual. Analisis data dilakukan melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan publik di Kantor Camat Pasarwajo Kabupaten Buton belum optimal. Pada dimensi tangible, masih ditemukan kurangnya kedisiplinan petugas serta keterbatasan informasi persyaratan pelayanan. Dimensi reliability menunjukkan belum semua pegawai terampil menggunakan alat bantu pelayanan, khususnya komputer. Pada dimensi responsiveness, ketepatan waktu pelayanan belum berjalan dengan baik. Sementara itu, dimensi assurance menunjukkan pelayanan telah memiliki jaminan waktu dan tidak dipungut biaya. Pada dimensi empathy, petugas bersikap ramah dan sopan, namun masih ditemukan sikap mendahulukan kepentingan pribadi serta perlakuan diskriminatif dalam pelayanan.
Partisipasi Publik Dalam Pengelolaan Pariwisata Sudi Wisata Pantai Lagunci Desa Bahari 3 Buton Selatan Riyana B. Makian; La Didi; Wa Ode Arsyiah
Administratio Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Volume 14, Nomor 1, April 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Program Pascasarjana, Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/administratio.v14i1.2046

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi masyarakat dalam pengelolaan pariwisata Pantai Lagunci di Desa Bahari 3, Kabupaten Buton Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap masyarakat lokal, pengelola wisata, dan pemerintah desa, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat telah berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, perencanaan, serta pemanfaatan hasil pengelolaan pariwisata, terutama dalam kegiatan operasional, ekonomi, dan pelestarian budaya lokal. Namun, partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan masih bersifat pasif dan masyarakat belum dilibatkan secara resmi dalam proses evaluasi pengelolaan pariwisata. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengelolaan pariwisata Pantai Lagunci masih didominasi oleh pendekatan top-down dan belum sepenuhnya menerapkan prinsip pariwisata berbasis masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan keterlibatan masyarakat secara aktif dan inklusif pada seluruh tahapan pengelolaan pariwisata guna mendukung keberlanjutan dan pemerataan manfaat bagi masyarakat lokal.
Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Tangkap di Desa Molona Kabupaten Buton Selatan Nilawati Wagola; La Didi; Wa Ode Arsyiah
Administratio Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Volume 14, Nomor 2, Agustus 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Program Pascasarjana, Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/administratio.v14i2.2049

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Tangkap Di Desa Molona Kecamatan Siompu Barat Kabupaten Buton Selatan. Metode penelitian menggunakan yakni deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data, observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yaitu, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada indikator akses informasi dengan adanya komunikasi dua arah aliran informasi dua arah antara pemerintah desa dan masyarakat nelayan sudah berjalan dengan baik dan efektif, Pada indikator Inklusi atau partisipasi belum optimal, hal ini ditunjukan bahwa masyarakat nelayan belum dapat dikategorikan sebagai ko-produsen karena peran mereka masih terbatas pada penangkapan dan penjualan ikan masih secara segar, tanpa keterlibatan dalam pengolahan atau produksi lanjutan. Pada indikator Akuntabilitas sudah baik, hal ini dapat ditunjukan bahwa pemerintah telah menyediakan Kartu Kusuka sebagai identitas resmi nelayan untuk mengakses bantuan dan asuransi. Sementara itu pada indikator kapasitas organisasi lokal sudah berjalan dengan baik, hal ini menunjukkan bahwa, masyarakat nelayan telah menunjukkan kemampuan kerja sama yang baik melalui komunikasi dan koordinasi yang efektif, serta perencanaan bantuan yang mendukung kebutuhan nelayan.
Peran Pemerintah Daerah Dalam Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kain Tenun di Kelurahan Sulaa Kecamatan Betoambarii Kota Baubau Yeza Azwar; Wa Ode Arsyiah; La Ode Dwiyan Pramono Darmin
Administratio Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Volume 14, Nomor 3, Desember 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Program Pascasarjana, Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/administratio.v14i3.2058

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Peran Pemerintah Daerah dalam Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kain Tenun di Kelurahan Sulaa Kecamatan Betoambari Kota Baubau yang dikenal sebagai sentra utama pengrajin kain tenun khas Buton. Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap informan dari pihak Pemerintah Daerah. Teknik analisis data dilakukan melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Fokus penelitian yaitu peran pemerintah sebagai dinamisator, fasilitator, dan katalisator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Daerah Kota Baubau telah menunjukkan perannya sebagai dinamisator melalui pelatihan dan penyuluhan, namun masih terbatas. Peran sebagai fasilitator belum optimal, terutama dalam pemberian bantuan modal dan fasilitasi ketersediaan bahan baku. Sementara itu, peran sebagai katalisator dalam mempromosikan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah kain tenun masih dilakukan secara insidental, seperti pada kegiatan pameran. Dengan demikian, peran Pemerintah Daerah dalam pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah kain tenun di Kelurahan Sulaa belum maksimal. Diperlukan upaya yang lebih strategis dan berkelanjutan agar produk tenun Sulaa dapat menjadi komoditas unggulan lokal yang mampu bersaing secara nasional dan internasional.
Konsep Smart Village Dalam Penguatan Playanan Publik Di Desa Pogalampa Kabupaten Buton Selatan La Ode Dwiyan Pramono Darmin; Jasir B. Jasir B.; Wa Ode Arsyiah; Ilham Ilham; La Ode Zulfikar Hibali; Yusni Desvitha Maharani; Dini Hadiati; Wa Ode Nilam Rusliani; Maesaroh Maesaroh; Ilham Nur Irama
Kamba Mpu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3, Nomor 2, Desember 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Dayanu Ikhsanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/kambampu.v3i2.2014

Abstract

Desa merupakan unit pemerintahan terkecil yang memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional, sejak di terbitkannya Undang-Undang Nmor 6 Tahun 2014, kewenangan desa semakin besar dalam mengelola potensi dan sumberdayanya secara mandiri. Dengan seiring perkebangan teknologi pemerintah desa di tuntut bertranformasi dalam pelayanan publiknya secara digital melalui konsep Smart Village. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk transformasi pemerintah desa pogalampa bersama lembaga kemasyarakatan desa untuk menjadi desa cerdas melalui pelayanan public secara digital. dalam kegiatan PKM ini, metode yang dilakukan dengan studi kasus, diskusi interaktif dan serta pemberian rekomendasi praktis. Pada hasil kegiatan PKM ini, menunjukan peningkatan pemahaman dan kesadaran aparatur pemerintah desa dan lembaga kemasyarakatan desa mengenai pentingya digitalisasi dalam pelayanan publik. Kegiatan ini juga menjadikan langkah awal dalam mewujudkan pelayanan publik dalam  konsep Smart Village di tengah tuntutan era Society 5.0.
Pemberdayaan Perempuan Melalui Keterampilan Kewirausahaan Pembuatan Stik Pepaya di Desa Poogalampa Kecamatan Batauga Kabupaten Buton Selatan La Ode Zulfikar Hibali; Laode Muhammad Arsal; Wa Ode Arsyiah; La Ode Dwiyan Pramono Darmin; Wd Ambarwati; Yusrida Yusrida; Wa Lisna; Meli S. Meli S.
Kamba Mpu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3, Nomor 2, Desember 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Dayanu Ikhsanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/kambampu.v3i2.2020

Abstract

Pemberdayaan perempuan melalui keterampilan kewirausahaan pembuatan stik pepaya di Desa Poogalampa Kecamatan Batauga Kabupaten Buton Selatan. Pemberdayaan perempuan merupakan bagian penting dalam membangun ekonomi masyarakat melalui peningkatan kapasitas kewirahusaan berbasis potensi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan sebuah proses dan hasil dari pemberdayaan perempuan  melalui Pelatihan kewirahusaan berupa produk stick pepaya di Desa Poogalampa, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Deskriptif kualitatif serta teknik pengumpulan data di lakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhdap kelompok perempuan yang melakukan pelatihan kewirahusaan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pelatihan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola pepaya sebagai potensi lokal menjadi  sebuah produk yang bernilai jual tambah. Produk stick pepaya berhasil di kembangkan menjadi sebuah ide usaha lokal untuk menjadi sumber pendapatan bagi kelompok perempuan. Meskipun demikian pelaksanaan kegiatan ini masih menghadapi berbagai hambatan, antara lain keterbatasan modal, keterampilan pemasaran, serta waktu akibat peran perempuan dalam lingkup domestik keluarga. Upaya yang harus dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut yaitu meningkatkan pelatihan yang berkelanjutan, pendampingan manajemen usaha, pengembangan jaringan pemasaran, serta dukungan dari pemerintah desa dan masyarakat. Kesimpulan dari penilitian ini menunjukan bahwa pemberdayaan perempuan melalui pelatihan produk stik pepaya memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemandirian ekonomi dan kesadaran masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal, sehingga hal ini berpotensi dapat menunjang pembangunan desa yang berkelanjutan.