Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Membangun Kesadaran Ekoteologi dan Refleksi Kebijakan Tatakelola SDA Muhammad Aras Prabowo; Siti Nur Hanifa; Aloys Budi Purnomo; Farid F. Saenong; Nur Arfiyah Febriani; Habsyah Fitri Aryani; Handy Fernandy; Adrinoviarini Adrinoviarini; Asiroch Yulia Agustina; Ahsanul Minan
Wisanggeni: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Juni (2026) Wisanggeni : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Ma’arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/wisanggeni.v6i1.7274

Abstract

Repeated flooding on the island of Sumatra over the last decade has shown that hydrometeorological disasters cannot be understood merely as weather-related problems, but rather as a nexus of ecological crisis, Natural Resource (NR) governance, and exploitative patterns of human–nature relations. This community service activity was conducted in the environment of Istiqlal Mosque PKUMI through panel discussions, public dialogues, and the formulation of policy recommendations. The ecotheology framework was employed to connect spiritual dimensions, public ethics, and environmental policy; meanwhile, “ecological repentance” was used as a transformative concept: changes in awareness, behavioral transformation, and policy correction. The results of the activity indicate four main findings: (1) ecotheology is effective as a “moral language” to broaden acceptance of pro-environmental policies; (2) criticism of the technocratic-extractive paradigm needs to be integrated with the principles of precaution and ecological justice; (3) ecotheological education through a love-based/eco-empathy curriculum has the potential to build intergenerational ecological ethics; and (4) policy recommendations emphasize a moratorium on problematic permits, meaningful public participation (FPIC), enforcement of the polluter pays principle, and the reallocation of extractive subsidies for basic services and ecological restoration. The main outputs of this community service activity are policy recommendations and the strengthening of collaborative networks across faith communities, universities, Islamic boarding schools, mass organizations, and policymakers as the foundation of an ecological repentance movement.
Sanlat dalam Membangun Karakter Religius Anak Muhammad Aras Prabowo; Saifuddin Zuhri; Nasaruddin Umar; Ahmad Thib Raya; Farid F. Saenong; Mulawarman Hannase; Lusiana Putri Ahmadi; Hamka Hasan; Naif Naif; Cucu Nurhayati; Syahrullah Iskandar; Abd. Muid N; Nurhidaya Nurhidaya; Ayu Andini
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/kontribusi.v5i2.603

Abstract

Latar Belakang: Pesantren Kilat (Sanlat) merupakan salah satu strategi pendidikan keagamaan yang dilakukan dalam waktu singkat namun intensif, terutama pada momentum Ramadan. Program ini kerap dijadikan sarana efektif untuk membentuk karakter religius pada anak-anak sejak usia dini. Tujuan:  artikel ini  untuk menguraikan bagaimana kegiatan Sanlat mampu menjadi medium strategis dalam membentuk karakter religius anak-anak melalui pendekatan kisah-kisah dalam Al-Qur’an dan keteladanan para nabi. Penelitian ini berbasis pada kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh tim PKUMI, dengan Metode: Pendekatan deskriptif-kualitatif dan analisis data lapangan. Hasil: Pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan Sanlat yang terstruktur, disertai narasi-narasi profetik dan metode interaktif, secara signifikan meningkatkan pemahaman nilai religiusitas seperti kejujuran, kedisiplinan, empati, dan ketauhidan pada anak-anak. Kesimpulan: Studi ini merekomendasikan penguatan kurikulum Sanlat berbasis karakter untuk program serupa di masa mendatang.