Handayani, Sri Rizki
Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Abdimasa

PEMBERDAYAAN APARATUR KAMPUNG MELALUI PELATIHAN APARATUR KAMPUNG DALAM PENGGUNAAN DANA KAMPUNG BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NO. 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA Aldilla Yulia Wiellys Sutikno; Sri Rizki Handayani
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2019): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.248 KB)

Abstract

Program pemberdayaan aparatur kampung melalui pelatihan aparatur kampung dalam penggunaa dana kampung berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desabertujuan untuk meningkatkan pemahaman kepada aparatur kampung agar mampu mengelola dan mempertanggungjawabakan dengan prinsip akuntabilitas dalam perencanaan ,penganggaran dan pelaksanaan dan pengoptimalisasian Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk menjaring aspirasi masyarakat desa secara terukur dan terarah. Dalam hal ini terlaksana tentu saja berkerjasama dengan 60 orang aparatur kampung yang terdiri dari Kepala kampung, Bendahara Kampung dan Sekretaris kampung/Bamuskam dan BadanPemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK) di Kabupaten Sorong. Untuk dapat memaksimal pemberdayaan aparatur kampung maka dirancang pelatihan secara berkalamengenai penggunaan dana desa sampai kepada pelaporan pertanggung jawabannya.
PEMBERDAYAAN SDM MELALUI PELATIHAN SANITASI AIR BERSIH KELURAHAN KLAIGIT KLALIN II, KABUPATEN SORONG MENJADI LEBIH MAJU, CERDAS DAN SEHAT Sri Rizki Handayani; Aldilla Yulia Wiellys Sutikno
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2019): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.382 KB)

Abstract

Kelurahan Klaigit Klalin II, Kabupaten Sorong yang terletak ±2 kilometer dari pinggir laut membuat kadar air yang ada dilingkungan menjadi kuning dan berminyak. Hal ini yang menjadikan latar belakang untuk dilakukan pemberdayaan SDM melalui pelatihan sanitasi air bersih, dengan tujuan dapat menciptakan lingkungan yang sehat, dan ketersediaan air bersih yang cukup bagi lingkungan sekitar, serta menciptakan masyarakat maju dan cerdas dalam pengetahuan umum mengenaik kebutuhan pokok air yang bersih dan sehat untuk hidup menjadi lebih sehat. Kegiatan yang dilaksanakan selama satu bulan, yang didukung oleh Lurah serta diikuti mulai dari ketua RT, kepala kampung, serta bapak dan ibu perwakilan dari setiap keluarga di Kelurahan Klaigit Klalin II, Kabupaten Sorong.
PEDULI LINGKUNGAN: Kampanye dan Pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Lingkungan Kelurahan Malasom Risnawati Risnawati; Sri Rizki Handayani
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2021): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebersihan lingkungan mempunyai peranan yang sangat penting dan tak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Menjaga kebersihan lingkungan sama artinya menciptakan lingkungan yang sehat, bebas dari kotoran, seperti debu, sampah dan bau yang tidak sedap. Menurut WHO (World Health Organization) kesehatan lingkungan adalah suatu keseimbangan ekologi yang harus ada antara manusia dan lingkungan agar dapat menjamin keadaan sehat dari manusia. Dengan lingkungan yang sehat, kita tidak akan mudah terserang berbagai penyakit seperti demam berdarah, malaria, muntaber dan lainnya. Tidak hanya di bidang kesehatan, kebersihan lingkungan juga sangat berpengaruh terhadap kenyamanan, keindahan dan keasrian lingkungan yang nantinya bermuara pada kedamaian. Semua ini dapat kita raih dengan melakukan perbuatan kecil dan sederhana, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan di sekitar kita. Diperlukan kegiatan yang mendorong masyarakat agar peduli terhadap lingkungannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dalam penyampaiannya menggunakan metode diskusi, penyuluhan dan aksi lapangan. Setelah kegiatan ini selesai diperoleh hasil bahwa selama ini masyarakat Kelurahan Malasom cenderung abai terhadap kebersihan lingkungan sekitarnya sehingga diperlukan pendampingan oleh berbagai pihak agar tumbuh kepedulian serta komitmen dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan tempat tinggal mereka.
Relawan Hutan Merdeka (KONDA & WAMARGEGE) Aldilla Yulia Wiellys Sutikno; Latifah Latifah; Sri Rizki Handayani; Sirojjuddin Sirojjuddin; Nurmas Jihad Fahrurrozi; Faradila Rindiani; Nurmawati Nurmawati; Nadhira Nur Aprilita; Eltison Ambarau; Amus Piter Waa
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2022): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Distrik Konda sebagian besar menggantungkan hidupnya dari hasil alam, baik yang tersedia dihutan maupan yang berada dilaut. Ketergantungan akan hal tersebut yang dilakukan secara turun temurun mengakibatkan masyarakat tidak memiliki keterampilan atau keahlian lain. Apalagi saat ini dihadapkan dengan konsekuensi pencabutan izin perkebunan sawit yang telah direalisasikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sorong Selatan. Berdasarkan hasil analisis dan obeservasi mengenai kondisi masalah kampung, maka tim menentukan kebijakan program (solusi) pemberdayaan masyarakat dengan 1). Pelatihan pemberdayaan pengelolaan hasil alam dan limbah rumah tangga sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 2). Membentuk kelompokkelompok usaha kecil dan mikro. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini secara garis besar mencakup beberapa komponen sebagai berikut; 1) Menghasilkan masyarakat yang memiliki keterampilan dan pengetahuan yang memadai terkait program ketahanan pangan dan produk-produk seperti pembuatan ice cream, VOC, PCO, kopi manggrove, selai nanas, dan pupuk kompos. 2) Tesedianya kelompok usaha micro, kecil, dan menegah (UMKM) pada kampung Konda dan Wamargege yang sebagian besar didominasi oleh ibu-ibu. 3) Tersedianya produk-produk lokal yang dihasilkan maspyarakat berbasis hasil alam baik hutan maupun laut. 4). Adanya perubahan prilaku masyarakat yang konsumtif menjadi produktif.