Claim Missing Document
Check
Articles

“PENENTUAN NILAI SPF (Sun Protection Factor) LOTION TABIR SURYA EKSTRAK KULIT BUAH NANAS (Ananas comucus (L) Merr) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI”: “DETERMINATION OF SPF VALUE (Sun Protection Factor) OF SUNSCREEN LOTION OF PINEAPPLE SKIN EXTRACT (Ananas comucus (L) Merr) BY SPECTROPHOTOMETRIC METHOD” Iin Indawati; Didin Ahidin; Elina Alvionita
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekstrak kulit buah nanas bermanfaat sebagai antioksidan. Senyawa aktif dalam kulitbuah nanas adalah flavonoid yang merupakan senyawa polifenol sehingga diharapkan dapatmelindungi kulit dari sinar UV. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai SPF (SunProtection Factor) dari lotion yang mengandung ekstrak kulit buah nanas (Ananas comucus(L) Merr) konsentrasi 8% dan 10%. Uji aktivitas SPF dari lotion ekstrak kulit buah nanasdilakukan secara in vitro dengan mengukur serapan panjang gelombang 290-360 nm denganinterval 2,5 nm. Perhitungan nilai SPF menggunakan metode A.J Petro yang telahdimodifikasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai SPF lotion ekstrak kulit buahnanas dengan konsentrasi 8% sebesar 1.0130 dan dengan konsentrasi 10% sebesar 1,0149;dengan nilai SPF tersebut lotion ekstrak kulit buah nanas (Ananas comucus (L) Merr) tidaktermasuk dalam kategori sediaan tabir surya menurut FDA, karena nilai SPF sediaan lotionberada dibawah kategori minimal yaitu proteksi minimal dengan nilai SPF 2-4.Kata kunci : ekstrak kulit buah nanas (Ananas comucus (L) Merr), lotion, nilai SPF,spektrofotometri, A.J Petro.
FORMULASI GEL EKSTRAK ETANOL BUAH CABAI GENDOT (capsicum annum var.Abbreviata) KONSENTRASI 3% DAN 6%: FORMULATION GEL EXTRACT ETHANOL CHILIES GENDOT (Capsicum annum var.Abbreviata) CONCENTRATION 3% AND 6 % Didin Ahidin; Lela Sulastri; Siti Fauziyah
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai gendot (Capsicum annum var. Abbreviata) adalah salah satu varietas dari cabai besar(Capsicum annum). Penelitian yang dilakukan oleh Al–Fartosy dan Zearah (2012) bahwapada konsentrasi 60 mg/ml ekstrak etanol biji cabai merah (Capsicum annum L.) dapatmenghambat pertumbuhan bakteri staphylococcus aureus dengan daya hambat 40mm. Gelmempunyai potensi lebih baik sebagai sarana untuk mengelola obat topikal dibandingkandengan salep, karena gel tidak lengket, memerlukan energi yang tidak besar. Metodepenelitian yang digunakan deskriptif, menggambarkan stabilitas gel ekstrak etanol buah cabegendot konsentrasi 3% dan 6% menggunakan gelling agent Carbophol 940 dengan metodecycling test selama 12 siklus, parameter yang digunakan organoleptis, homogenitas, pH,daya sebar, viskositas, sifat alir dan syneresis. Hasil penelitian sediaan gel ekstrak etanolbuah cabai gendot dari siklus ke-0 hingga ke-6 dengan parameter uji organoleptis sediaantidak menunjukan perubahan bau, warna dan konsistensi. Uji homogenitas menunjukansediaan homogen. Uji pH berkisar antara 5,14-6,79. Daya sebar berkisar 3,388-5,520 cm.viskositas pada basis 836.666 dan 676.666 cps, formula I 433.333 dan 410.000 cps, formulaII 181.333 dan 186.000 cps. Sifat alir pada basis menunjukan sifat alir tiksotropi danantitiksotropi, formula I tiksotropi dan formula II antitiksotropi. Uji syneresis pada basis8,56%, fomula I 0,279% dan formula II 2,851%. Esktrak etanol buah cabai gendotkonsentrasi 3% dan 6% dapat diformulasikan menjadi sediaan gel dan stabilitas berdasarkanparameter organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, syneresis dan sifat alir serta tidakstabil berdasarkan parameter viskositas.Kata kunci : cabai gendot, gel, cycling test.
UJI EFEK SEDATIF EKSTRAK ETANOL BIJI PALA (Myristica fragrans Houtt) TERHADAP MENCIT PUTIH (Mus musculus) JANTAN: SEDATIVE EFFECT of ETHANOL EXTRACT of BIJI PALA (Myristica fragrans Houtt) on MALE WHITE MICE (Mus musculus Didin Ahidin; Sutjahjo; Dewi Kartika Parwati
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biji pala digunakan untuk berbagai macam penyakit seperti membantu mengobati gangguan susah tidur, memperlancar pencernaan, meningkatkan selera makan, nyeri haid serta rematik. Biji pala memiliki kandungan minyak atsiri, miristin, elemisin, safrole. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek sedatif dari ekstrak etanol biji pala (Myristica fragrans Houtt) dosis 6 mg/20g BB pada mencit putih (Mus musculus) jantan. Mencit yang digunakan sebanyak 15 ekor, dibagi menjadi 3 kelompok masing – masing berisi 5 ekor mencit yang terdiri dari kelompok kontrol negatif yang diberi Na-CMC, kelompok perlakuan ekstrak biji pala (Myristica fragrans Houtt) dosis 6 mg/20gBB dan kontrol positif yang diberi diazepam dosis 0,013 mg/20gBB. Data yang diukur adalah dengan menghitung jumlah jatuh mencit pada masing-masing kelompok tiap 15 menit. Analisis data menggunakan uji statistic oneway ANOVA dan dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil penelitian dengan metode ekstraksi dan menggunakan pelarut etanol 96% diperoleh hasil rendemen ekstrak biji pala sebanyak 19,17%. Hasil penelitian ini menunjukkan ada perbedaan signifikan antara kelompok perlakuan ekstrak etanol biji pala (Myristica fragrans Houtt) dengan kontrol positif dan kontrol negatif nilai sig p<0,05, efek sedatif perlakuan ekstrak etanol biji pala (Myristica fragrans Houtt) memiliki potensi sedatif 87,7% lebih rendah daripada potensi kontrol positif (Diazepam) sebesar 91,6%. Kata kunci : Biji pala, ekstrak, mencit, sedatif.
TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT UMUM TERHADAP SWAMEDIKASI PENYAKIT KULIT KARENA JAMUR: THE LEVEL OF KNOWLEDGE OF THE GENERAL PUBLIC ON SELF-MEDICATING SKIN DISEASES DUE TO FUNGI Jafar Izzudin; Muayyadah Milla; Nenden Anindya Koesmaedhy; Nisa Dwi Nurindah; Puspita Afriliani; Sapitri Hikmatul Aziz; Trisna Lestari; Arsyad Bachtiar; Rinto Susilo; Didin Ahidin
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v4i2.606

Abstract

Infeksi jamur pada kulit disebut dermatofitosis, kondisi lingkungan dapat menyebabkan penyakit kulit baik akut maupun kronis. Karena kulit adalah organ yang berhubungan langsung dengan lingkungan, maka kulit rentan terhadap infeksi fisik. Infeksi jamur kulit sering terjadi didaerah tropis yang disebabkan oleh udara lembab, sehingga keadaan ini dapat mendorong berkembangnya jamur pada kulit. Fokus penelitian ini menganalisis secara deskriptif, dengan meresume data yang diperoleh. Beberapa organisme menyebabkan penyakit kulit seperti bakteri, virus dan jamur. Bakteri, virus, dan jamur umumnya menginfeksi dan merusak kulit, namun tidak berakibat fatal. Salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur adalah tinea kapitis, Pengetahuan tentang swamedikasi untuk penyakit kulit telah banyak diketahui oleh masyarakat dari beberapa daerah, Pengetahuan masyarakat banyak dipengaruhi oleh faktor pendidikan, pekerjaan, pengobatan turun temurun serta bahan obat yang melimpah dilingkungan masyarakat. Kata kunci : penyakit kulit, swamedikasi, pengetahuan masyarakat
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) TERHADAP Staphylococcus epidermidis: STUDY OF THE ANTIBACTERIAL ACTIVITIES OF SOURSOP (Annona muricata L.) LEAF EXTRACT on Staphylococcus epidermidis Rima Yulia Senja; Didi Rohadi; Risa Rusliani; Didin Ahidin
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v4i2.819

Abstract

Daun sirsak (Annona muricata L.) merupakan salah satu tanaman yang berkhasiat dalam pengobatan jerawat. Kandungan senyawa flavonoid yang berfungsi sebagai antibakterinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata L.) pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, dan 80% dapat menghambat bakteri Staphylococcus epidermidis dan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kenaikan konsentrasi ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata L.) terhadap daya hambat bakteri Staphylococcus epidermidis. Penyarian simplisia menggunakan metode maserasi dengan cairan penyari etanol 96%. Pengujian aktivitas antibakteri dengan menggunakan metode difusi cetak lubang. Konsentrasi ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata L.) yang digunakan yaitu konsentrasi 20%, 40%, 60%, dan 80%. Klindamisin 100 ppm sebagai kontrol positif dan aquadest steril sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian ,menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata L.) pada konsentrasi 20%, 40%, 60 dan 80% memberikan diameter hambat rata-rata secara berturut-turut sebesar 2,75 mm; 4,19 mm; 3,08 mm; dan 3,21 mm. Ekstrak etanol daun sirsak dapat menghambat bakteri Staphylococcus epidermidis secara sugnifikan p>0,05 dan adanya pengaruh kenaikan konsentrasi terhadap diameter hambatan dengan nilai r2 0,670. Kata kunci : Ekstrak etanol daun sirsak, uji daya hambat, difusi cetak lubang, Staphylococcus epidermidis.
PENYULUHAN DAPUR SEHAT (DASHAT) UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI DESA JAGAN Iin Indawati; Didin Ahidin; Pamungkas, Bayu; Sidik Lingga Kusuma; Rinto Susilo
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v5i1.1656

Abstract

Stunting merupakan suatu kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan, sehingga tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya, sebagai akibat dari masalah gizi kronis yaitu kekurangan asupan gizi dalam waktu yang lama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu rumah tangga, ibu hamil, ibu yang memiliki balita, dan calon pengantin mengenai stunting dengan program kerja kami yaitu dapur sehat (DASHAT) yang dilaksanakan di dusun rejosari desa jagan pada tanggal 12 sampai 28 maret 2022 pukul : 15.00 s/d 17.00 WIB dengan mengambil sampel sebanyak 6 rumah di dusun rejosari Dengan mengunakan metode secara langsung diakhiri dengan diskusi. Hasil dari program kerja kami yang telah dilaksanakan mendapat respon baik dari ibu rumah tangga, ibu hamil, ibu yang memiliki balita, dan calon pengantin. Kata kunci : Stunting, dapur sehat, pencegahan, balita  
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) DAN RIMPANG LENGKUAS MERAH (Alpinia purpurata K.Schum.) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes Zamzam, Muhammad Yani; Didin Ahidin; Iin Indawati; Agus Khurniawan; Della Nur Nadya
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v5i2.1684

Abstract

Rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dan rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata K. Schum.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Bakteri ini bersifat oportunistik yang menginfeksi jaringan kulit hingga menimbulkan peradangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol rimpang temulawak, ekstrak etanol rimpang lengkuas merah, dan  kombinasi ekstrak etanol rimpang temulawak dan ekstrak etanol rimpang lengkuas merah terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran. Larutan uji adalah ekstrak etanol rimpang temulawak konsentrasi 1%, 2% dan 4%, ekstrak etanol rimpang lengkuas merah  konsentrasi 25%, 50%,  dan 75%, serta kombinasi ekstrak etanol rimpang temulawak dan ekstrak  etanol rimpang lengkuas merah (1:3), (1:1), dan (3:1),    dengan kontrol positif klindamisin 0,005%. Ekstrak etanol rimpang temulawak dengan konsentrasi 1%, 2% dan 4% memiliki aktivitas antibakteri kategori sedang hingga kuat terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan hasil rata-rata diameter 7,84 mm, 8,49mm, 10,12 mm. Ekstrak etanol rimpang lengkuas merah dengan konsentrasi 25%, 50% dan 75% memiliki aktivitas antibakteri kategori kuat terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan hasil rata-rata diameter 11,17 mm, 11,63 mm dan 11,99 mm. Kombinasi ekstrak etanol rimpang temulawak 4% dan ekstrak etanol rimpang legkuas merah 75% dengan perbandingan (1:3), (1:1), dan (3:1) memiliki aktivitas antibakteri kategori kuat terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan hasil rata-rata diameter 12,71 mm, 11,22 mm dan 10,41 mm. Kata Kunci : Temulawak, lengkuas merah, kombinasi ekstrak, Propionibacterium acnes
PENYULUHAN DAPUR SEHAT (DASHAT) UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI DESA JAGAN Iin Indawati; Didin Ahidin; Pamungkas, Bayu; Sidik Lingga Kusuma; Rinto Susilo
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v5i1.1656

Abstract

Stunting merupakan suatu kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan, sehingga tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya, sebagai akibat dari masalah gizi kronis yaitu kekurangan asupan gizi dalam waktu yang lama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu rumah tangga, ibu hamil, ibu yang memiliki balita, dan calon pengantin mengenai stunting dengan program kerja kami yaitu dapur sehat (DASHAT) yang dilaksanakan di dusun rejosari desa jagan pada tanggal 12 sampai 28 maret 2022 pukul : 15.00 s/d 17.00 WIB dengan mengambil sampel sebanyak 6 rumah di dusun rejosari Dengan mengunakan metode secara langsung diakhiri dengan diskusi. Hasil dari program kerja kami yang telah dilaksanakan mendapat respon baik dari ibu rumah tangga, ibu hamil, ibu yang memiliki balita, dan calon pengantin. Kata kunci : Stunting, dapur sehat, pencegahan, balita  
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) DAN RIMPANG LENGKUAS MERAH (Alpinia purpurata K.Schum.) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes Zamzam, Muhammad Yani; Didin Ahidin; Iin Indawati; Agus Khurniawan; Della Nur Nadya
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v5i2.1684

Abstract

Rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dan rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata K. Schum.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Bakteri ini bersifat oportunistik yang menginfeksi jaringan kulit hingga menimbulkan peradangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol rimpang temulawak, ekstrak etanol rimpang lengkuas merah, dan  kombinasi ekstrak etanol rimpang temulawak dan ekstrak etanol rimpang lengkuas merah terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran. Larutan uji adalah ekstrak etanol rimpang temulawak konsentrasi 1%, 2% dan 4%, ekstrak etanol rimpang lengkuas merah  konsentrasi 25%, 50%,  dan 75%, serta kombinasi ekstrak etanol rimpang temulawak dan ekstrak  etanol rimpang lengkuas merah (1:3), (1:1), dan (3:1),    dengan kontrol positif klindamisin 0,005%. Ekstrak etanol rimpang temulawak dengan konsentrasi 1%, 2% dan 4% memiliki aktivitas antibakteri kategori sedang hingga kuat terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan hasil rata-rata diameter 7,84 mm, 8,49mm, 10,12 mm. Ekstrak etanol rimpang lengkuas merah dengan konsentrasi 25%, 50% dan 75% memiliki aktivitas antibakteri kategori kuat terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan hasil rata-rata diameter 11,17 mm, 11,63 mm dan 11,99 mm. Kombinasi ekstrak etanol rimpang temulawak 4% dan ekstrak etanol rimpang legkuas merah 75% dengan perbandingan (1:3), (1:1), dan (3:1) memiliki aktivitas antibakteri kategori kuat terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan hasil rata-rata diameter 12,71 mm, 11,22 mm dan 10,41 mm. Kata Kunci : Temulawak, lengkuas merah, kombinasi ekstrak, Propionibacterium acnes
Penyuluhan Pemanfaatan dan Pembuatan Teh Celup Daun Salam (Syzygium polyanthum) di Desa Bode Lor Hidayati, Nur Rahmi; Indawati, Iin; Setyaningsih, Indah; Sulastri, Lela; Indriaty, Sulistiorini; Ahidin, Didin; Nabila, Syakira Putri
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.18902

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dan termasuk penyakit kardiovaskular, yang dapat terjadi pada orang dewasa maupun lansia, sehingga membutuhkan pengobatan yang tepat untuk mencegah terjadinya komplikasi. Pengobatan alternatif dapat dilakukan dengan menggunakan produk herbal. Daun salam merupakan salah satu tanaman obat keluarga yang mudah didapat, biasa digunakan sebagai bumbu masakan. Daun salam memiliki banyak khasiat diantaranya dapat digunakan untuk membantu menurunkan tekanan darah. Studi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat Desa Bode Lor tentang pemanfaatan dan pembuatan teh daun salam sebagai alternatif pengobatan hipertensi. Metode: Pretest, penyampaian materi, sesi tanya jawab, dan postest. Hasil: Adanya peningkatan pemahaman peserta dimana rata-rata persentase pretest peserta sebesar 67% meningkat menjadi 90% pada saat postest. Kesimpulan: Pelaksanaan penyuluhan pemanfaatan dan pembuatan teh daun salam di Desa Bode Lor dapat terlaksana dengan baik, dengan hasil akhir menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan.
Co-Authors Aan Kunaedi Agus Khurniawan Ahmad Alfateh Rahanyamtel Alvionita, Elina Amanda Safitri Andriana Arfa Maulana Kusumawijaya Aris Slamet Widodo Arsyad Bachtiar Auderina Aliza Zahra Fathin Awanda Rahma Ayu Gita Hamdani Bachtiar, Arsyad bayu pamungkas Della Nur Nadya Della Pariska Deni Firmansyah Desiyanti Desiyanti Dewi Kartika Parwati Dewi Kartika Parwati Diana Amelia Putri Didi Rohadi Dinda Aprilia Gumilang Elina Alvionita Elis Setiawati Ellen Maylina Endah Yuningsih Gina Khairunisah Gufron Amirullah Hayatun Nega Amna Hulman Taufik Azhar IIN INDAWATI Intan Indriyani Iqbal Bagus Prayogo Jafar Izzudin Johan Karni Susanti Khairunisah, Gina Lala Komalasari Lela Sulastri Lela Sulastri, Lela Lia Hawangi Sukma Taryadi M. Agung Miftahuddin Muayyadah Milla Muchammad Agung Miftahuddin Mudrikah Zaen Muh Yani Zamzam Muhamad Kusnendar Muhammad Fikri Fanillah Muhimatul Umur Nabila, Syakira Putri Nahdia Fajri Mahmudah Naida Rahma Almira Nanda Riandita Rizky Kinanti Nenden Anindya Koesmaedhy Nina Karlina Nina Karlina Nina Karlina Nisa Dwi Nurindah Nur Rahmi Hidayati, Nur Rahmi Nurcholisah Puspita Afriliani Putri Ayu Fiddiyana Putri Dwi Jayanti Putri Salma Rajjiya Ridwan, Mohammad Yusup Rima Yulia Senja, Rima Yulia Risa Rusliani Rizky Fitra Ramadhan Rizqah Sely Salsabil Sapitri Hikmatul Aziz Selfi Nur Rohmah Septiyati, Tri Putri Setyaningsih, Indah Sidik Lingga Kusuma Sindy Putri Pratama Siti Fauziyah Siti Fauziyah Siti Nurhasanah Solehah Nurfadilah Suci Eka Sari Sulistiorini Indriaty Susilo, Rinto Sutjahjo Sutjahjo Suwarno Suwarno Syakira Putri Nabila Tina Anggia Lestari Titin Sumarni Trisna Lestari Umur, Muhimatul Unggul Nirwikoro Prihadmoko Uzlifatul Jannah Winny Setyonugroho Yadi Supriyadi Yahya Adi Rahman Yasmin Zahiyah Yora Azizah Zahrah Zakiyyah Mukaromah Zam Zam, Muhammad Yani Zamzam, Muhammad Yani