Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Green Pharmacy dan Sustainability di Indonesia: Sebuah Tinjauan Sistematis tentang Praktik, Tantangan, dan Arah Masa Depan: M. Aditya Permana M Aditya Permana
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 10 No. 1 (2026): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v10i1.pp148-158

Abstract

Green Pharmacy merupakan pendekatan yang mengintegrasikan prinsip keberlanjutan lingkungan ke dalam praktik kefarmasian mencakup pengadaan, dispensing, hingga pembuangan obat. Tinjauan sistematis ini bertujuan memetakan bukti empiris Green Pharmacy di Indonesia periode 2016–2026. Pencarian dilakukan melalui Google Scholar dengan kata kunci green pharmacy, pharmaceutical waste, limbah farmasi, green hospital, dan sustainability dikombinasikan dengan Indonesia. Dari 800 rekaman yang diidentifikasi, 37 dieksklusi karena di luar rentang tahun, 675 dieksklusi pada skrining judul/abstrak, dan 60 dieksklusi setelah penilaian full text, sehingga 28 studi memenuhi kriteria inklusi. Studi mencakup manajemen limbah farmasi di rumah sakit dan Puskesmas (n=18, 64,3%), implementasi Green Hospital (n=6, 21,4%), literasi dan kebijakan Green Pharmacy (n=3, 10,7%), serta inovasi teknologi ramah lingkungan (n=1, 3,6%). Temuan utama menunjukkan kesenjangan antara regulasi dan implementasi manajemen limbah B3 farmasi, rendahnya kesadaran tenaga kesehatan terhadap pembuangan obat yang ramah lingkungan, keterbatasan infrastruktur pada fasilitas primer, dan kurangnya integrasi Green Pharmacy dalam kurikulum pendidikan. Rekomendasi strategis mencakup penguatan regulasi operasional, integrasi pembiayaan limbah ke dalam JKN, penguatan kurikulum farmasi berbasis keberlanjutan, dan edukasi publik tentang pembuangan obat.
Implikasi Lingkungan dan Kesehatan Akibat Pertambangan Nikel di Sulawesi: Narrative Review M Aditya Permana
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1099

Abstract

Status Indonesia sebagai produsen nikel terkemuka di dunia telah menyebabkan penambangan intensif di Sulawesi, sehingga menimbulkan kekhawatiran signifikan terkait kontaminasi nikel di ekosistem perairan dan risiko kesehatan masyarakat yang ditimbulkannya.. Review naratif ini bertujuan mensintesis bukti ilmiah terkini (2015–2025) mengenai toksisitas nikel, distribusi lingkungan, dan jalur paparan di distrik pertambangan nikel Indonesia. Pencarian literatur dilakukan di Scopus, ScienceDirect, PubMed, dan Google Scholar, menghasilkan 9 studi empiris primer yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil menunjukkan kontinum polusi nikel yang terakumulasi secara progresif dalam air (0,0086–0,0368 mg/L di sungai), sedimen (rata-rata hingga 73,20 mg/kg di Morowali), dan biota yang dapat dikonsumsi termasuk ikan bandeng (~0,50 mg/kg) dan udang (hingga 1,155 mg/kg). Kontaminan ini memasuki rantai makanan manusia melalui air minum dan konsumsi hasil laut, menimbulkan risiko non-karsinogenik dan karsinogenik potensial termasuk kerusakan pernafasan, nefrotoksisitas, dan peningkatan risiko kanker. Air tanah di Pomalaa diklasifikasikan sebagai tercemar ringan (Indeks Polusi 3,7–4,5), sedangkan tanah pasca tambang di Konawe Utara menunjukkan kontaminasi ekstrem (Kelas Igeo 6). Temuan dari Sulawesi selaras dengan data pertambangan global dari Iran, Ghana, dan Filipina. Diperlukan penilaian risiko kesehatan kuantitatif multi-jalur yang spesifik untuk komunitas Sulawesi, biomonitoring berkelanjutan, dan pengendalian limbah tambang yang lebih ketat.