Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Self-medication practices among customers at non-pharmacy outlets during COVID-19 pandemic in Indonesia Wibowo, Yosi Irawati; Kusuma Yana, I Gusti Agung Ari; Puspa Sari, Gusti Ayu Putu Laksmi; Sunderland, Bruce; Setiadi, Adji Prayitno
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 13, No 4: December 2024
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v13i4.24136

Abstract

A cross-sectional study was performed to describe self-medication practices of customers at kiosks and minimarkets in District X, Indonesia, during COVID-19 pandemic in 2021. A sample of 98 customers from 67 kiosks, and 100 customers from 52 minimarkets were interviewed using a validated questionnaire. Descriptive statistics were used to summarise the findings. Most drugs purchased at kiosks and minimarkets were general sales drugs, i.e., analgesic-antipyretic (64.3% versus 46.0%); however, prescription drug sales were reported (3.1% vs 3.0%, respectively). Kiosk and minimarket customers purchased medications mainly based on the recommendations of non-health workers (69.4% vs. 34.0%, respectively), or electronic media (36.7% vs. 43.0%, respectively). The reasons to choose kiosks or minimarkets included accessibility, personal preferences, and service quality. Most kiosk/minimarket customers had knowledge on the drug brand names and indications, but only some knew the composition (8.16% vs. 29.0%, respectively) or side effects (9.18% vs. 35.0%, respectively). These findings indicated limited quality assurance on self-medication practices at non-pharmacy outlets.
Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Terkait Anemia dan Tablet Tambah Darah di Wilayah Denpasar: The Knowledge Of Anemia and Blood Supplement In Adolescents Girls In Denpasar Region Agung; Yosi Irawati Wibowo; Gusti Ayu Putu Laksmi Puspa Sari
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 6 No. 02 (2023): Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v6i02.2633

Abstract

Anemia is a major health problem that threatens all ages, especially adolescent. Adolescent girls are more at risk of experiencing anemia, due to the loss of nutrition (iron) during menstruation. Providing iron supplement tablets is one of the efforts to prevent anemia and increase the loss of nutrients during menstruation. The purpose of this study was to determine the level of knowledge of adolescent girls in the Denpasar area regarding anemia and iron supplement tablets. This research is an observational study with a survey method. The sampling technique uses total sampling. This research involved 94 adolescent girls in a high school in the Denpasar area. The results showed that 30.8% of the respondents had a low level of knowledge, 56.4% had a sufficient level of knowledge and about 12.8% had a good level of knowledge. Overall, only a small proportion of respondents know the causes of anemia and the side effects of iron supplement.   ABSTRAK Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang mengancam seluruh usia terutama usia remaja. Remaja putri lebih berisiko mengalami anemia, dikarenakan mengalami kehilangan gizi (zat besi) selama menstruasi. Pemberian suplemen tablet tambah darah salah satu upaya dalam mencegah anemia serta meningkatkan nutrisi yang hilang selama menstruasi. Tujuan penelitian ini mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri di wilayah Denpasar terkait anemia dan tablet tambah darah. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan metode survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Penelitian ini melibatkan 94 remaja putri di salah satu SMA di wilayah Denpasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 30,8% responden memiliki tingkat pengetahuan rendah, 56,4% memiliki tingkat pengetahuan cukup dan sekitar 12,8% memiliki tingkat pengetahuan baik. Secara keseluruhan hanya sebagian kecil responden yang mengetahui penyebab anemia dan efek samping tablet tambah darah.
EDUKASI TENTANG CARA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK YANG BENAR PADA IBU-IBU PKK BANJAR PASDALEM Sari, Gusti Ayu Putu Laksmi Puspa; Pradnyaswasri, Ni Putu Diah; Rani, Ni Putu Lidya Maha
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i3.1703

Abstract

Permasalahan saat ini yang sering terjadi adalah penggunaan antibiotik yang digunakan layaknya sebagai obat yang dapat dibeli tanpa resep atau dikenal juga sebagai pengobatan swamedikasi. Pengobatan swamedikasi yaitu pegobatan tanpa adanya peresepan dari dokter. Penggunaan antibiotik yang tidak benar dapat menyebabkan terjadinya resistensi bakteri. Pemberian informasi mengenai penggunaan antibiotik di masyarakat belum optimal karena menurut penelitian hanya terdapat 32,69% masyarakat yang mendapat informasi cara penggunaan antibiotik. Pengabdian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu PKK di Banjar Pasdalem terkait cara penggunaan antibiotik yang benar. Pengabdian ini dilakukan dengan menggunaan metode penyuluhan dengan tahapan kegiatan yaitu perencanaan kegiatan, koordinasi dengan ibu-ibu PKK, penyiapan materi, penyiapan media power point dan poster serta pelaksanaan penyuluhan. Peningkatan pengetahuan partisipan dilihat dari peningkatan nilai tes yang diperoleh. Total peserta dalam pengabdian ini yaitu sebanyak 24 orang. Karakteristik peserta penyuluhan yang didapatkan dari pengabdian ini diantaranya usia, pendidikan terakhir, pekerjaan, dan penghasilan rumah tangga. Berdasarkan hasil nilai pretest tingkat pengetahuan dengan persentase tertinggi yaitu 54,17% masuk dalam kategori kurang, kemudian terjadi peningkatan nilai yang diperoleh setelah dilakukan penyuluhan terkait cara penggunaan antibiotik dengan persentase tertinggi yang masuk dalam kategori baik sebesar  95,83%. Analisis statistik yang dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon, diperoleh nilai sig. (p) yaitu 0,000, menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pemberian penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan antara pretest dan posttest. Untuk melihat hubungan antara karakteristik partisipan dengan nilai pretest digunakan uji chi square dan mendapatkan hasil bahwa hanya rentang usia partisipan memiliki hubungan yang signifikan terhadap hasil pretest dengan nilai sig. (p) < 0,05.
The Impact of Nutrition Education Intervention on Parental Knowledge to Prevent Child Stunting Laksmi Puspa Sari, Gusti Ayu Putu; Ari Kusuma Yana, I Gusti Agung; Irawati Wibowo, Yosi
Journal Syifa Sciences and Clinical Research Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Edisi 2 2025
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jsscr.v7i2.30531

Abstract

Stunting remains a significant health problem among children worldwide. Stunting has an impact on children's physical and cognitive development; if it is not addressed in the earliest stage, it can lead to decreased national productivity and economic growth. Whilst parents play a crucial role in preventing stunting in children, ensuring they have adequate knowledge is essential. This study aimed to determine the effect of educational intervention on the level of knowledge among parents in preventing child stunting. This is a pre-experimental study using a pretest and posttest design. This study involved a sample of 93 respondent in an area in the Bali area. The educational intervention involving a single session of health education focused on increasing knowledge about childhood stunting. Pre-test dan post-test was conducted before and after the intervention, and the results were categorized into good, simply and less. Pre-test and post-test data was analysed using a paired t-test. The results showed a significant increase in the percentage of parents with good knowledge from 11.8% in the pre-test to 30.1% in the post-test (p-value 0.001). This finding showed the effectiveness of educational interventions to enhance parental knowledge, which might increase their participation in preventing the risk of child stunting.
Pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan tanaman herbal sebagai obat rumahan dalam upaya peningkatan kesehatan keluarga Mendra, Ni Nyoman Yudianti; Suradnyana, I Gede Made; Juliadi, Debby; Wardani, I Gusti Agung Ayu Kusuma; Sari, Gusti Ayu Putu Laksmi Puspa
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v8i2.22713

Abstract

Lansia memiliki keterbatasan dalam konsumsi obat akibat penurunan fungsi organ, sehingga diperlukan alternatif yang lebih aman, seperti bahan alam. Beberapa tanaman herbal yang juga merupakan bumbu dapur, mengandung metabolit sekunder yang efektif sebagai analgetik dan antiinflamasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia dalam memanfaatkan bumbu dapur sebagai minyak gosok. Kegiatan ini mengadopsi metode Participatory Action Research (PAR), dengan melibatkan peserta secara aktif dalam identifikasi kebutuhan, pelatihan, dan praktik pembuatan sediaan. Kegiatan ini melibatkan 50 peserta yoga lansia dari komunitas Gumuh Ayu yang aktif berlatih yoga dan memiliki perhatian pada kesehatan. Selama kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan berpartisipasi aktif. Evaluasi kegiatan melalui observasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam meracik minyak gosok yang dapat diterapkan untuk kebutuhan pribadi maupun peluang usaha. Pendekatan integratif yang menggabungkan edukasi dan praktik pemanfaatan tanaman herbal berbasis komunitas ini terbukti efektif dan relevan diterapkan di kalangan lansia, terlebih lagi kegiatan berupaya sebagai peningkatan kesehatan keluarga. Program ini berpotensi berkelanjutan melalui integrasi dalam kegiatan rutin komunitas dan pengembangan produk berbasis tanaman herbal.
An Overview of knowledge level of adolescent girls about anemia disease and prevention in Badung area, Bali Sari, Gusti Ayu Putu Laksmi Puspa; Wibowo, Yosi Irawati; Yana, I Gusti Agung Ari Kusuma; Megawati, Fitria
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Introduction: Adolescent anemia in Indonesia is still a high health problem, despite the implementation of government programs related to adolescent anemia prevention. Knowledge is one of the factors and influences the success of anemia prevention programs in adolescents. Objective: To provide an overview of knowledge related to blood supplement tablets and anemia in adolescent girls in Badung area. Methods: A survey study using a questionnaire was conducted on 193 adolescent girls enrolled in one of the junior high schools in Badung. There were twenty knowledge questions related to blood supplement tablets and anemia. Data were analyzed descriptively based on the variables measured. Results: The knowledge level of adolescent girls mostly had sufficient knowledge (74.6%), good knowledge (11.9%) and poor knowledge (13.5%). Conclusion: In this study, there were still adolescent girls who had insufficient knowledge. Educational efforts need to be made in various approaches to improve the knowledge of adolescent girls.
Penguatan Literasi Kesehatan Melalui Informasi Cerdas Menggunakan Tanaman Obat Sebagai Pengobatan Mandiri Di LPKA Kelas II Karangasem Megawati, Fitria; Dewi, Ni Luh Kade Arman Anita; Agustini, Ni Putu Dewi; Sari, Gusti Ayu Putu Laksmi Puspa; Wiryani, Luh Santhi Utami
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.959

Abstract

Pokok permasalahan dalam kegiatan pengabdian ini adalah bagaimana meningkatkan produktivitas sumber daya manusia, khususnya warga binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Karangasem. Warga binaan membutuhkan bekal pengetahuan dan keterampilan yang dapat mendukung kemandirian mereka setelah menyelesaikan masa binaan. Upaya nyata peningkatan kapasitas dilakukan melalui promosi kesehatan yang berfokus pada literasi pemanfaatan tanaman obat sebagai pengobatan mandiri. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan serta pelatihan pembuatan buku saku cerdas yang berisi informasi tentang tanaman obat, sehingga dapat menjadi panduan praktis bagi warga binaan. Solusi yang ditawarkan adalah penyuluhan berupa edukasi mengenai jenis tanaman obat, manfaatnya, serta cara pemanfaatannya, disertai pelatihan pembuatan buku saku. Hal ini diyakini lebih efektif dan efisien dalam meningkatkan pengetahuan sekaligus produktivitas warga binaan, terutama dalam bidang kesehatan mandiri berbasis tanaman obat. Metode pengabdian dilaksanakan melalui ceramah, diskusi, tanya jawab, dan pelatihan praktik. Evaluasi efektivitas kegiatan dilakukan dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan warga binaan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan literasi kesehatan, baik dalam aspek pengetahuan tentang jenis tanaman obat, manfaat, maupun cara pengolahannya. Selain itu, warga binaan memperoleh keterampilan praktis melalui kegiatan mengenali, memilih, dan mengolah tanaman obat secara langsung. Program ini juga menghasilkan promosi kesehatan berbasis komunitas yang dapat disebarkan kembali oleh warga binaan di lingkungan masing-masing. Kesimpulannya, pengabdian ini berhasil meningkatkan kapasitas warga binaan melalui literasi cerdas pemanfaatan tanaman obat. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh menjadi bekal penting pasca binaan untuk mendukung kemandirian serta produktivitas mereka di masyarakat.
Attitude and Social Support Associated with Weekly Iron-Folic Acid Adherence Among Adolescent Girls in Badung, Bali, Indonesia Gusti Ayu Putu Laksmi Puspa Sari; Ni Putu Udayana Antari; I Gusti Agung Ari Kusuma Yana; Yosi Irawati Wibowo; Adji Prayitno Setiadi; Ni Nyoman Yudianti Mendra
Indonesian Journal of Pharmaceutical Education Vol 6, No 1 (2026): January–April 2026
Publisher : Jurusan Farmasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/ijpe.v6i1.37340

Abstract

Anemia among adolescent girls in Indonesia remains a significant public health problem. Attitude and social support may influence the success of anemia prevention through adherence to weekly iron–folic acid (IFA) supplementation. This cross-sectional study analyzed the association between attitude, family support, peer support, school support, and adherence to weekly IFA supplementation among adolescent girls in one junior high school in Badung, Bali, Indonesia. All eligible adolescent girls were included in the study (n = 141), and data were collected using a structured questionnaire. Univariate analysis was used to describe respondent characteristics, while bivariate analysis using the Chi-square test and Fisher’s exact test was performed to examine associations between variables. A total of 83.0% of respondents were adherent to weekly IFA supplementation. Among all respondents, 45.4% had a positive attitude, 13.5% had family support, 72.3% had peer support, and 95.7% had school support. School support was significantly associated with adherence to weekly IFA supplementation (p = 0.001), and adolescent girls who received school support had higher odds of adherence than those who did not (OR = 30.5; 95% CI: 3.4–276.2). These findings indicate that school support plays an important role in improving adherence to weekly IFA supplementation among adolescent girls. Strengthening the role of educational institutions through structured supervision and health education may enhance adherence and support anemia prevention programs in this population.
Predictors of Iron Supplement Adherence and Hemoglobin Levels Among Adolescent Girls in Bali: A PLS-SEM Analysis I Gusti Agung Ari Kusuma Yana; Yosi Irawati Wibowo; Antonius Adji Prayitno Setiadi; Cecilia Brata; Gusti Ayu Putu Laksmi Puspa Sari
Journal of Public Health and Pharmacy Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Teknologi Informasi dan Jurnal Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jphp.v6i2.8751

Abstract

Introduction: Anemia among adolescent girls remains a global public health concern. Adolescence is a critical window of rapid growth and increased iron requirements. The World Health Organization recognizes adolescent anemia as a priority. Although weekly iron supplementation programs have been widely implemented, adherence remains suboptimal. Previous studies have primarily identified associated factors using bivariate or conventional regression approaches, with limited application of multivariate pathway modelling to simultaneously examine determinants of adherence and hemoglobin outcomes. This study aimed to examine predictors of iron tablet adherence and their association with hemoglobin levels among adolescent girls using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) approach. Methods: A quantitative study with a pretest–posttest one-group design without a control group was conducted. Data were collected using validated questionnaires from adolescent girls (n = 772), of whom 483 participated in final analysis attending schools in Bali, Indonesia, between August and November 2024. Statistical analyses and PLS-SEM were performed to identify key predictors of adherence and hemoglobin levels. Results: A total of 483 adolescent girls participated in the study (response rate: 62.6%). The structural model explained 4.6% of the variance in iron tablet adherence (R² = 0.046) and 38.4% of the variance in hemoglobin levels (R² = 0.384). Family support (? = 0.051; p = 0.041), school support (? = 0.131; p = 0.011), and attitude (? = ?0.071; p = 0.003) significantly predicted adherence. In turn, adherence showed a positive association with hemoglobin levels (? = 0.570; p < 0.000). Conclusion: Family support, school support, and attitude were significantly associated with iron supplement adherence among adolescent girls. Although the explanatory power of the model for adherence was modest, adherence was positively associated with hemoglobin levels at post-test measurement. These findings should be interpreted as exploratory and hypothesis-generating. Multifactorial strategies that strengthen social support and sustained monitoring may enhance the effectiveness of anemia prevention programs among adolescent girls.