Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Teologi dan Mistisisme Pada Masa Dinasti Abbasiyah Muhammad Habib Adi Putra; Ahmad Syafi’i Mufadzilah Riyadi
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 20 No. 1 (2022): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.724 KB) | DOI: 10.30762/realita.v20i1.105

Abstract

Permasalahan teologi dan mistisisme membawa peradaban yang berbeda, akan tetapi dibalik perkembangan peradaban tersebut tidak terlepaskan dari konflik internal umat Islam, terutama pada masa Bani Abbasiyah demi memperkokoh kekuasaan khalifah pada saat itu. Konflik terjadi sebenarnya sangat dilatar belakangi oleh unsur politik karena sistem politik pada Abbasiyah sangat berbeda dengan masa-masa yang sebelumnya. Dengan latarbelakang politik itu para penguasa berambisi untuk menerapkan kekuasaannya dengan jalan teologi yang mengakibatkan terjadi berbagai macam politik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif historis yang bersifat studi pustaka (library research) dengan menggunakan sumber data berupa  buku-buku referensi dan artikel-artikel jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teologi dan mistisisme menjadi sudut pandang lain atas kemajuan yang para khalifah Abbasiyah capai. Kemajuan Dinasti Abbasiyah didukung juga karena berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada sisi lain teologi dan mistisisme juga digunakan sebagai tongkat penyangga yang kokoh bagi khalifah. Pengaruh pemikiran diluar Islam sangat mempengruhi arah pemikiran umat Islam di Era Abbasiyah. Dampak dari hal tersebut ajaran Islam tidak semurni yang diterapkan pada masa rasulallah, sahabat dan tabi’in. Akibatnya pertikaian demi pertikaian semakin ketat. Terutama dalam mistisisme menjadi perdebatan yang sangat heboh, dampak dari itu hal tersebut para sufi kehilangan nyawanya demi memperkokoh ajarannya.
Teologi dan Mistisisme Pada Masa Dinasti Abbasiyah Muhammad Habib Adi Putra; Ahmad Syafi’i Mufadzilah Riyadi
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 20 No. 1 (2022): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.724 KB) | DOI: 10.30762/realita.v20i1.105

Abstract

Permasalahan teologi dan mistisisme membawa peradaban yang berbeda, akan tetapi dibalik perkembangan peradaban tersebut tidak terlepaskan dari konflik internal umat Islam, terutama pada masa Bani Abbasiyah demi memperkokoh kekuasaan khalifah pada saat itu. Konflik terjadi sebenarnya sangat dilatar belakangi oleh unsur politik karena sistem politik pada Abbasiyah sangat berbeda dengan masa-masa yang sebelumnya. Dengan latarbelakang politik itu para penguasa berambisi untuk menerapkan kekuasaannya dengan jalan teologi yang mengakibatkan terjadi berbagai macam politik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif historis yang bersifat studi pustaka (library research) dengan menggunakan sumber data berupa  buku-buku referensi dan artikel-artikel jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teologi dan mistisisme menjadi sudut pandang lain atas kemajuan yang para khalifah Abbasiyah capai. Kemajuan Dinasti Abbasiyah didukung juga karena berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada sisi lain teologi dan mistisisme juga digunakan sebagai tongkat penyangga yang kokoh bagi khalifah. Pengaruh pemikiran diluar Islam sangat mempengruhi arah pemikiran umat Islam di Era Abbasiyah. Dampak dari hal tersebut ajaran Islam tidak semurni yang diterapkan pada masa rasulallah, sahabat dan tabi’in. Akibatnya pertikaian demi pertikaian semakin ketat. Terutama dalam mistisisme menjadi perdebatan yang sangat heboh, dampak dari itu hal tersebut para sufi kehilangan nyawanya demi memperkokoh ajarannya.
The Role of Career Parents In Developing Social-Emotional Early Childhood Ariq Nurjannah Irbah; Suyadi Suyadi; Ahmad Syafi'i Mufadzilah Riyadi; Ucik Hidayah Binsa
JOYCED: Journal of Early Childhood Education Vol. 2 No. 2 (2022): JOYCED : Journal of Early Childhood Education
Publisher : PROGRAM STUDI MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI (PIAUD) FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/joyced.2022.22-11

Abstract

Career women are women who play a role in the household as well as play a role outside the home. This study discusses the role of career parents in developing social-emotional early childhood at Tunas Muda Magetan Kindergarten. This research aims to; find out information about the extent of parenting parents who have a career in developing social-emotional early childhood. This type of research used a qualitative research approach in the nature of a case study with a population of parents of early childhood at Poncol Magetan. The sampling technique is purposive sampling. Spread over 3 Kindergartens in Poncol District with a sample of 75 parents in Poncol. Data collection was in the form of questionnaires and interviews. Based on data analysis, it shows that there is a role for career parents in developing children's social-emotional development. From the study, it was found that role for career parent has an influence on the development of children's social abilities. This parenting style has the effect of giving children the opportunity and freedom to choose sincere actions and approaches, fostering attitudes and habits such as cooperation, mutual respect, tolerance and responsibility, because it can develop social and emotional development. Feel loved, valued, safe, competent and optimize their abilities.
BANDAR KEMA:: JALUR ISLAMISASI DAN DOMINASI KOLONIAL (1824-1930) Zamzami, Rizal; Riyadi, Ahmad Syaf’i Mufadzilah; Azis, Muhammad Nur Ichsan
Patra Widya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya. Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52829/pw.389

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis jalur islamisasi dan dominasi kolonial terhadap keberadaan Islam di Bandar Kema, Minahasa. Perkembangan islamisasi di Kema, tidak lepas dari aktivitas dan peran para penyebar Islam, baik ulama, pedagang, dan tokoh politik, sejak abad ke-19 M. Islamisasi di Bandar Kema mengalami signifikansi pada pertengahan abad ke-19, melalui relasi politik dan aktivitas niaga maritim. Metode sejarah yang digunakan dalam tulisan ini adalah pendekatan ilmu sosial yang menggunakan teori islamisasi dan pengaruh kolonisasi di kawasan tertentu. Jalur islamisasi di Bandar Kema berimplikasi pada terbentuknya masyarakat muslim yang mendiami daerah pesisir. Di sisi lain, dominasi kolonial juga berdampak munculnya kelompok-kelompok muslim yang berusaha mempertahankan keberadaan mereka di tengah pengaruh tersebut yang berhubungan langsung dengan kebijakan politik dan ekonomi.
Peran Orang Tua Dalam Membangun Financial Education Pada Anak Usia Dini Irbah, Ariq Nurjannah; Munastiwi, Erni; Riyadi, Ahmad Syafi’i Mufadzilah; Binsa, Ucik Hidayah
WISDOM: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/wisdom.v3i2.4313

Abstract

Financial education needs to be done by parents because parents are an important role in family education. This study aims to determine how the role of parents in conducting financial education in early childhood. The method in this study uses a qualitative approach with four respondents who are domiciled in Magetan, East Java. The results showed that the role of parents in conducting financial education includes 1) parents are able to teach and set an example for children to save from an early age through the introduction of banks, 2) parents are able to provide creative education about finance through saving in a piggy bank that is made as creative as possible or provide an attractive piggy bank according to the child's character, 3) provide motivation for children to save money. The solution is to divert the child's attention, the father's role as a mediator, and communicate what is being taught.
Konflik Dinasti Turki Utsmani-Shafawiyah-Mamluk ahmad syafi'i mufadzilah riyadi; Muhammad Habib Adi Putra
FIHROS: Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 8 No 1 Februari (2024): Fihros: Jurnal Sejarah dan Budaya
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63915/fihros.v8i1 Februari.75

Abstract

Konflik antara Dinasti Ottoman, Dinasti Safawi, dan Kesultanan Mamluk merupakan peristiwa penting dalam sejarah Timur Tengah pada abad ke-16 dan ke-17. Persaingan antara negara-negara ini berasal dari perbedaan agama, ambisi teritorial, dan aspirasi politik. Dinasti Ottoman yang didominasi Sunni dan Dinasti Safawi yang sebagian besar Syiah bersaing ketat untuk menguasai wilayah strategis di Timur Tengah. Kesultanan Mamluk yang berbasis di Mesir juga memberikan tantangan serius bagi Kesultanan Utsmaniyah. Pada tahun 1516-1517 M, Ottoman berhasil mengalahkan Mamluk dan menaklukkan wilayah Suriah dan Mesir. Meski berhasil menundukkan Mamluk, sisa-sisa pasukan Mamluk terus memberontak sehingga menyulitkan Kesultanan Utsmaniyah untuk sepenuhnya menguasai wilayah tersebut. This research employs qualitative research methodology with a historical approach. The historical approach is used to examine the background of the conflict among these three powers and analyze the impact of the conflict. The study applies the dialectical conflict theory by Ralf Dahrendorf. The findings of this research reveal the causes and consequences of the conflict among these three Islamic governments at that time. In 1555, the Treaty of Amasya established clear borders between the Ottoman Dynasty and the Safavid Dynasty. The conflict between the Ottoman Dynasty and the Mamluk Sultanate weakened the Mamluk power. These impacts had long-term implications in the history of the Middle East, shaping territorial borders, political authority, and religious dynamics in the region. Although the competition ended with treaties and conquests, the legacy of this conflict continues to influence the political and religious history of the Middle East up to the present day.
Dearabization of Islamic Government during the Abbasid Dynasty Riyadi, Ahmad Syafi'i Mufadzilah; Putra, Muhammad Habib Adi
Journal of Islamic History and Manuscript Vol. 1 No. 1 (2022): Journal of Islamic History and Manuscript
Publisher : Institute of Research and Community Service UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.177 KB) | DOI: 10.24090/jihm.v1i1.6591

Abstract

The Arabization movement was one of the government's political models during the Umayyad Dynasty. Arabization, known as ta'rib became a characteristic of the administration of the Umayyad dynasty, which influenced the socio-political life of Arab Muslims, the Mawali, and Dzimmi groups. The influence of social strata became a feature of the Arabization movement at that time. During the Abbasid dynasty, this movement began to fade, especially the problem of social strata that prioritized Arab Muslims. The Abbasid dynasty, from the point of view of Islamic civilization, generally continued the reign of the Umayyad dynasty, but some aspects of government changed, especially the issue of Arabization. This study focuses more on the impact of the reduced priority of Arab Muslims during the Abbasid dynasty. The demise of the Abbasid dynasty gave a new face to the development of politics, economy, government administration, education, and law enforcement aspects. This research is a type of qualitative research using qualitative descriptive analysis. This type of research is historical research with a socio-political approach to government. The qualitative method used in this study uses historical research methodology, namely heuristics, verification, interpretation, and historiography. Based on the heuristic aspect, the researcher used a literature study. The results of this study indicate that the existence of Dearabization had a significant impact on the reign of the Abbasid dynasty. The policies taken by the caliphs of the Abbasid dynasty gave a new color to the development of politics, economy, government administration, education, and law.
Konflik Dinasti Turki Utsmani-Shafawiyah-Mamluk ahmad syafi'i mufadzilah riyadi; Muhammad Habib Adi Putra
FIHROS: Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 8 No 1 Februari (2024): Fihros: Jurnal Sejarah dan Budaya
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63915/fihros.v8i1 Februari.75

Abstract

Konflik antara Dinasti Ottoman, Dinasti Safawi, dan Kesultanan Mamluk merupakan peristiwa penting dalam sejarah Timur Tengah pada abad ke-16 dan ke-17. Persaingan antara negara-negara ini berasal dari perbedaan agama, ambisi teritorial, dan aspirasi politik. Dinasti Ottoman yang didominasi Sunni dan Dinasti Safawi yang sebagian besar Syiah bersaing ketat untuk menguasai wilayah strategis di Timur Tengah. Kesultanan Mamluk yang berbasis di Mesir juga memberikan tantangan serius bagi Kesultanan Utsmaniyah. Pada tahun 1516-1517 M, Ottoman berhasil mengalahkan Mamluk dan menaklukkan wilayah Suriah dan Mesir. Meski berhasil menundukkan Mamluk, sisa-sisa pasukan Mamluk terus memberontak sehingga menyulitkan Kesultanan Utsmaniyah untuk sepenuhnya menguasai wilayah tersebut. This research employs qualitative research methodology with a historical approach. The historical approach is used to examine the background of the conflict among these three powers and analyze the impact of the conflict. The study applies the dialectical conflict theory by Ralf Dahrendorf. The findings of this research reveal the causes and consequences of the conflict among these three Islamic governments at that time. In 1555, the Treaty of Amasya established clear borders between the Ottoman Dynasty and the Safavid Dynasty. The conflict between the Ottoman Dynasty and the Mamluk Sultanate weakened the Mamluk power. These impacts had long-term implications in the history of the Middle East, shaping territorial borders, political authority, and religious dynamics in the region. Although the competition ended with treaties and conquests, the legacy of this conflict continues to influence the political and religious history of the Middle East up to the present day.
Peran Orang Tua Dalam Membangun Financial Education Pada Anak Usia Dini Irbah, Ariq Nurjannah; Munastiwi, Erni; Riyadi, Ahmad Syafi’i Mufadzilah; Binsa, Ucik Hidayah
WISDOM: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/wisdom.v3i2.4313

Abstract

Financial education needs to be done by parents because parents are an important role in family education. This study aims to determine how the role of parents in conducting financial education in early childhood. The method in this study uses a qualitative approach with four respondents who are domiciled in Magetan, East Java. The results showed that the role of parents in conducting financial education includes 1) parents are able to teach and set an example for children to save from an early age through the introduction of banks, 2) parents are able to provide creative education about finance through saving in a piggy bank that is made as creative as possible or provide an attractive piggy bank according to the child's character, 3) provide motivation for children to save money. The solution is to divert the child's attention, the father's role as a mediator, and communicate what is being taught.
Dialog antara Islam dan Yunani Masa Dinasti Umayyah-Dinasti Abbasiyah Riyadi, Ahmad Syafi'i Mufadzilah
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 3 No. 1 (2022): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.808 KB) | DOI: 10.22515/isnad.v3i1.5306

Abstract

Masa Dinasti Abbasiyah mempunyai sistem kebijakan pemerintah yang berbeda dengan masa Dinasti Umayyah. Perbedaan itu terletak pada prinsip arabisasi yang dilakukan Dinasti Umayyah. Dearabisasi menjadi karakteristik Dinasti Abbasiyah menjadikan banyak perubahan dalam sistem pemerintahan. Kebangkitan Dinasti Abbasiyah tidak bisa lepas dari pengaruh asing seperti Indo-Persia, suriah maupun Yunani. Kemenangan Islam atas Bizantium pada masa al Mahdi dan Harun al Rasyid yang melatarbelakangi kebangkitan peradaban Islam periode itu. Kebangkitan Islam terlihat dari adanya kontak dialog antara Islam dan Yunani baik berupa intelektual maupun budaya. Penelitian ini menekankan pada bentuk-bentuk dialog Islam dan Yunani serta hasil dari dialog antar keduanya. Periode Dinasti Umayyah dengan sistem monarchi lebih mengedepankan perluasan wilayah Islam, sedangkan Dinasti Abbasiyah terkenal akan the golden age dengan ciri khas kemajuan dibidang intelektual dan budaya. Peradaban Islam masa yang terbentuk tidak bisa dilepaskan dari pengaruh Yunani. Hal ini terlihat seperti karya-karya filsafat Aristoteles, neo-Platonis dan ilmu kedokteran karya Galen sudah menjamur dalam dunia Intelektual Islam saat itu. Penelitan ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan analisis diskriptif kualitatif. Jenis penelitian in merupakan penelitian sejarah dengan menggunakan sumber kepustakaan. Metode kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metodologi sejarah yaitu heuristik, verifikasi, intepretasi dan historiografi. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa proses dialog antara Islam periode Dinasti Abbasiyah dan Yunani merupakan kelanjutan dari hubungan pemerintahan Islam sebelumnya, yaitu Dinasti Umayyah. Proses dialog tersebut terlihat dari gerakan penerjemahan buku-buku Asing salah satunya dari keilmuan Yunani. Hasil dari kegiatan tersebut memberikan wajah baru dalam dunia intelektual Islam serta budaya masyarakat. Pengaruh Asing dalam dunia Islam bukan menjadi lemahnya dunia Islam akan tetapi menjadi corak baru dalam peradaban Islam. Kata kunci: dialog Islam dan Yunani, Gerakan penerjemahan,