Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Usulan Perancangan Sistem Manajemen Risiko Pada Rantai Dingin PT XYZ Dengan Menggunakan Metode Fuzzy Failure Mode And Effects Analysis Dan Fuzzy Analytical Hierarchy Process Muhammad Naufal Noor Farras D; Ari Yanuar Ridwan; Nia Novitasari
eProceedings of Engineering Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Risiko merupakan kemungkinan suatu peristiwa yang mengakibatkan kerugian ketika terjadi selama kurun waktu tertentu. Pada rantai pasok, risiko dapat terjadi di setiap bagian rantai pasok dan mengakibatkan kerugian bagi perusahaan. PT XYZ merupakan industri pengolahan udang beku yang rentan akan adanya risiko karena terdapat sejumlah hal yang tidak dapat dihindari oleh PT XYZ yang berpotensi memicu terjadinya risiko seperti akibat dari tingginya tingkat kompleksitas rantai dingin yang diterapkan, produk yang diolah rentan akan kerusakan dan penurunan kualitas (perishable product), dan ketidakpastian akibat dari sistem make-to-order yang diterapkan oleh PT XYZ. Dalam penelitian ini akan dibahas mengenai usulan perancangan sistem manajemen risiko pada rantai dingin PT XYZ untuk dapat menangani serta mengendalikan risiko yang ada. Perancangan sistem manajemen risiko meliputi proses identifikasi risiko dengan model SCOR, analisa risiko dengan metode Fuzzy FMEA, penentuan usulan strategi mitigasi dengan metode Fuzzy AHP, serta perancangan sistem monitoring risiko. Pada penelitian ini diperoleh 6 faktor penyebab risiko prioritas dari 77 risk event (potensi risiko) dan 100 risk agent (faktor penyebab risiko) yang terbagi kedalam 6 kategori risiko meliputi market/demand risk, supply risk, technical risk, facility risk, human resources risk, dan environmental risk serta diperoleh 19 alternatif strategi mitigas untuk menangani risiko prioritas yang ada. Kata kunci : Manajemen Risiko, Rantai Dingin, SCOR, Fuzzy FMEA, Fuzzy AHP
PerancanganKebijakan Persediaan Tembakau Dengan Mempertimbangkan Masa Kadaluarsa dan Kapasitas Gudang Untuk Meningkatkan Service Level Pada PT XYZ Permatasari, Sekar Safitri; Saragih, Nova Indah; Novitasari, Nia
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Tembakau merupakan komoditas penting dalamsektor pertanian Indonesia yang memberikan kontribusisignifikan terhadap perekonomian, terutama melalui industrihasil tembakau (IHT). PT XYZ, sebuah perusahaan yangbergerak dalam produksi rokok jenis Sigaret Kretek Tangan(SKT) dan Sigaret Kretek Mesin (SKM), menghadapitantangan dalam memenuhi permintaan pasar akibatpengelolaan persediaan tembakau yang kurang optimal. Salahsatu permasalahan utama adalah kedaluarsanya tembakauakibat penyimpanan yang tidak efisien dan keterbatasankapasitas gudang.Penelitian ini menggunakan pendekatan probabilistik multiitem untuk merancang kebijakan persediaan yang lebih efisien,dengan mempertimbangkan variabel-variabel penting sepertimasa kedaluarsa dan kapasitas gudang. Data yang dianalisismencakup permintaan, masa kedaluarsa, kapasitas gudang,serta biaya terkait, dari Januari hingga Desember 2023.Klasifikasi ABC digunakan untuk mengidentifikasi produkyang memerlukan perhatian lebih dalam pengelolaanpersediaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuh produktembakau masuk dalam kategori A, yang membutuhkanpengelolaan intensif. Perhitungan menunjukkan bahwakebijakan persediaan yang baru dapat meningkatkan servicelevel perusahaan dari 35% menjadi 95%, sesuai dengan targetperusahaan. Selain itu, kebijakan baru ini juga diharapkandapat mengurangi biaya yang terkait dengan kekurangan stokdan kedaluarsa produk.Kesimpulan penelitian ini menegaskan pentingnyapengelolaan persediaan yang responsif terhadap fluktuasipermintaan dan kapasitas penyimpanan. Rekomendasidiberikan agar PT XYZ terus mengevaluasi dan menyesuaikankebijakan persediaan mereka, serta memperhatikan faktoreksternal seperti perubahan harga cukai dan fluktuasi pasar. Kata kunci - Persediaan Tembakau, Masa Kedaluarsa,Kapasitas Gudang, Service Level, Probabilistik, KebijakanPersediaan.
Usulan Perancangan Pemilihan Vendor dalam Pengadaan Barang/ Jasa untuk Kategori Kendaraan Operasional Maung MV3 Menggunakan Fuzzy Analytical Hierarchy Process (Fuzzy AHP) di PT. Pindad Bandung Ananda, Bagas Rizky; Ardiansyah, Muhammad Nashir; Novitasari, Nia
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Salah satu upaya untuk menghadapi tingginyatingkat persaingan bisnis dalam industri otomotif adalahdengan meningkatkan kinerjanya dan mengoptimalkan segalasumber daya yang dimiliki. Namun perbaikan di internalperusahaan tidaklah cukup, sehingga dibutuhkan peran sertasemua pihak mulai dari vendor yang menyediakan barang/jasa,pabrik yang mengubah komponen menjadi produk jadi, danjaringan distribusi yang akan menyampaikan produk ke tanganpelanggan. Sehubungan dengan hal tersebut, PT. Pindad perlumelakukan pemilihan terhadap vendor agar barang/ jasa yangditerima perusahaan sesuai dengan harga, kualitas,ketersediaan, pengiriman, dan pelayanan. Penelitian inibertujuan untuk memperoleh alternatif vendor denganmenggunakan metode Fuzzy AHP serta membandingkan bobotkriteria dan sub kriteria pada PT. Pindad. Berdasarkan hasilpenelitian diperoleh bahwa kriteria cost (U1) merupakankriteria paling penting sedangkan sub kriteria kemampuanmenyesuaikan produk (U51) jadi sub kriteria dengan urutanyang paling pertama. Hal ini berarti kriteria dan sub kriteriatersebut merupakan indikator paling prioritas dalam pemilihanvendor. Kata kunci—Fuzzy Analytical Hierarchy Process, Vendor,Kriteria, Sub kriteria
Penentuan Lokasi Dan Perancangan Fasilitas Distribution Center Dalam Rantai Pasok Bahan Baku Rotan Di Kalimantan Timur Untuk Industri Furnitur Dengan Menggunakan Metode P-Center Hakiki , Muhammad Daffa; Setyawan, Erlangga Bayu; Novitasari, Nia
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki kemampuan yang sangat baikdalam produksi hasil hutan kayu dan bukan kayu. Rotanmerupakan hasil dari sekian banyak jenis hutan bukan kayu yangmemiliki perkembangan dengan tren yang positif di Indonesia.Pasokan bahan baku rotan di Kalimantan Timur sangat rendahdikarenakan kemampuan distribusi yang rendah sehinggamenyebabkan ketidakmampuan memenuhi permintaan secaramaksimal. Agar permintaan terpenuhi maka harus memilikipenentuan dan perancangan pusat distribusi. Dalam penelitiankali ini berfokus pada penentuan dan perancangan lokasi pusatdistribusi dalam rantai pasok bahan baku rotan di KalimantanTimur untuk industri furnitur dengan metode P-Center. Hasilperancangan dalam penelitian ini berupa pemenuhan permintaanpelanggan dan lokasi pusat distribusi yang optimal. Setelah lokasioptimal ditemukan dapat dilanjutkan dengan melakukan studikelayakan bisnis. Ada beberapa alteratif solusi untuk penelitianini yaitu, jaringan rantai pasok rotan yang terlalu panjang dengansolusi optimasi jaringan rantai pasok dari bahan baku rotan.Meminimalkan jarak pengiriman pemasokan bahan baku darisumber pasokan ke daerah tujuan pasokan. Kata kunci— rotan, pusat distribusi, jarak, P-Center, studikelayakan
Perancangan Alokasi Penyimpanan Barang Pada Forward Pick Area Dengan Pertimbangan Korelasi Permintaan Untuk Meminimasi Waktu Order Picking Pada Gudang Barang Habis Pakai Fakultas Rekayasa Industri Universitas Telkom Menggunakan Model Mixed Integer Linear Sasabela, Tania Kirana; Novitasari, Nia; Setyawan, Erlangga Bayu
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ merupakan sebuah instansipendidikan yang memiliki lima program studi yang telahmemiliki akreditasi nasional. FRI melakukan aktivitasperkuliahan dengan penerapan teori serta praktikum.Sebagai bentuk pendukung aktivitas perkuliahantersebut FRI memberikan fasilitas berupa laboratoriumdan ruang kelas. Kondisi yang dihadapi saat ini olehgudang barang habis pakai yaitu belum ada aturanterkait alokasi penyimpanan barang karena produk yangdisimpan dalam gudang dilakukan secara random.Berdasarkan permasalahan yang terjadi, perluperbaikan yang dapat mengurangi waktu pengambilanbarang. Penelitian ini menggunakan model matematisyaitu dengan mixed integer linear programming (MILP)dengan bahasa pemrograman python dan bantuan solveroptimasi gurobi. Hasil penyelesaian model MILPmenunjukkan jarak tempuh optimal yang selanjutnyadikonversikan menjadi waktu dan alokasi penyimpananpada forward pick area yang optimal. Pada hasilperhitungan menggunakan model matematika yang telahdiformulasikan sebelumnya mendapatkan hasil jarakoptimal yaitu sebesar 144 meter dimana terjadipenurunan dari kondisi eksisting sebesar 60%.Kemudian dilakukan konversi menjadi waktu denganpenurunan waktu dari 9,76354 menjadi 1,13545 atausebesar 88%. Kata kunci— Gudang, Mixed Integer LinearProgramming (MILP), Waktu Picking, Forwad Pick Area,Korelasi Permintaan
Usulan Kebijakan Stock Take Untuk Meningkatkan Inventory Record Accuracy Dalam Perancangan Sistem Informasi Dengan Pendekatan Abc Cycle Counting Menggunakan Metode Rapid Application Development (RAD) Aditama , M. Almeyda Putra; Bayu, Erlangga; Novitasari , Nia
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan persediaan merupakan aspekkrusial dalam memastikan kelancaran operasional suatuentitas, khususnya pada gudang barang elektronik. Aktivitasstock take atau penghitungan fisik persediaan menjadikeharusan untuk memastikan ketersediaan barang, meskipunseringkali melibatkan biaya dan waktu yang signifikan.Kontribusi yang paling besar disebabkan oleh kerusakanbarang atau produk sebesar 64%, kemudian salah tempat 29%dan nomor serial yang tidak teridentifikasi sebesar 7%. Salahsatu dampak dari kurangnya kegiatan stock take adalahtingginya jumlah barang elektronik yang rusak. Berdasarkandata yang tercatat, terdapat berbagai barang elektronik dengantotal kerugian sebesar Rp10.289.000, - Pada tugas akhir inidilakukannya pembuatan sistem informasi stock take berbasiswebsite untuk membantu aktivitas stock take pada GudangElektronik FRI. Hal yang diharapkan yaitu dalam membantumengurangi masalah yang terdapat pada proses stock takebarang, berupa pencatatan hasil stock selisih aktual dan stockdi sistem.Kata kunci— Stock take, Shrinkage, Sistem Informasi
Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja Pengadaan Material Proyek Pada Perusahaan Manufaktur Dengan Pendekatan Engineering To Order Menggunakan Scor Racetrack Dan Fahp Hendra, Aliffian Gusma; Ridwan, Ari Yanuar; Novitasari, Nia
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji keberhasilan dan kegagalan perusahaan manufaktur kereta api, yang menjadi perhatian utama pelanggan yang mengharapkan layanan yang handal dan sesuai. Evaluasi kinerja perusahaan, terutama dalam memenuhi kebutuhan pelanggan, menjadi krusial dalam meningkatkan layanan. Studi ini memfokuskan pada PT. XYZ yang menerapkan Engineer-to-Order (ETO), di mana analisis data pengadaan material menyoroti variasi persentase selisih yang perlu diperhatikan. Integrasi SCOR Racetrack dan Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP) diusulkan sebagai strategi pengukuran kinerja yang komprehensif. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan SCOR Racetrack dan FAHP menghasilkan sistem pengukuran kinerja terintegrasi, memungkinkan perusahaan mencapai tujuan strategis. Pengukuran kinerja, terutama dalam pengadaan, membantu meningkatkan Perfect Order Fulfillment (POF) dengan akurasi pengiriman barang mencapai 91% dan akurasi kuantitas pengiriman 90%. Rekomendasi untuk perusahaan termasuk menerapkan rancangan sistem pengukuran kinerja pengadaan yang melibatkan SCOR Racetrack dan Fuzzy AHP. Langkahlangkah seperti pelatihan tim, pemantauan berkala, dan evaluasi proaktif diharapkan dapat meningkatkan POF hingga 81%, memastikan ketepatan dan kualitas pengiriman, serta mencapai hasil optimal dalam konteks manufaktur dengan pendekatan ETO. Kata kunci: SCOR Racetrack, Fuzzy AHP, Kinerja Perusahaan, Engineer-to-Order
Perancangan Sistem Informasi Pada Aktivitas Stock Opname Inventory UMKM Adorable Project Dengan Pendekatan Cycle Counting Menggunakan Metode Rapid Application Development (RAD) Yusup, Maulana; Nurdiansyah, Yodi; Novitasari, Nia
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Adorable Projects merupakan umkm yang bergerak dibidang penjualan accessories seperti gelang dankalung khusus perempuan. Namun penelitian ini difokuskanpada pemesanan sepatu. Salah satu aktivitas adorable project adalah stock opname barang. Stock opname merupakankegiatan bagian dari sistem persediaan barang. Kegiatan yangmemiliki tujuan menyesuaikan data antara barang yang ada di gudang dengan database. Kesalahan dalam melakukan stock opname dari scan barcode sku produk dan spreadsheets sangat mempengaruhi informasi stok barang di gudang. Dalam dataproduk mulai dari jumlah di database berbeda dengan jumlahaktual. Oleh karena itu, Adorable Project perlu memiliki suatusistem informasi yang terintegrasi antar proses inventory di bagian stock opname yang bertujuan untuk meminimalisir terjadinya kesalahan dalam proses stock opname. Penulis melakukan penelitian lebih lanjut untuk membantumenyelesaikan permasalahan yang terjadi pada Adorable Project, dengan melakukan perancangan sistem pencatatanstock opname dengan menerapkan metode Rapid Application Development sebagai metode pengembangan sistemnya.Sedangkan pendekatan Cycle Counting digunakan untuk mengoptimalkan proses stock opname yang ditunjang denganklasifikasi produk menggunakan Klasifikasi FSN guna menghasilkan 3 kelas kategori produk yang digunakan untukmengurangi selisih jumlah barang aktual dan barang di sistem, dan aktivitas stock opname yang praktis dan efisien.Selain itu terdapat tools yang digunakan untuk uji coba sistem pada tugas akhir ini yaitu Black Box Testing dan UserAcceptance Test (UAT). Didapatkan hasil penelitian ini adalah sebuah sistem informasi berbasis website pada AdorableProject yang dapat membantu proses stock opname, dalam melakukan pencarian rak, lalu barang yang telah dibagimenjadi kelas kategori FSN dimana dilakukannya pengecekan barang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengecekan.Berdasarkan hasil pengujian melalui tahap verifikasi dan validasi yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa sistemhasil rancangan dapat diterima oleh user Kata kunci— Adorable Project, Sistem Informasi Berbasis Website, Stock Opname, dan Klasifikasi FSN
Perancangan Sistem Pengukuran Dan Perbaikan Kinerja Order Processing Dengan Pendekatan Model Scor Dan Lean Logistics (Studi Kasus: Perusahaan Rintisan Pesenkuy) Swandari, Anak Agung Citra; Novitasari, Nia; Kusuma, Putu Giri Artha
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—PesenKuy merupakan sebuah Perusahaanrintisan yang dibentuk pada tahun 2019 dan kembali hadirdengan tampilan baru pada tahun 2022. PesenKuy membantumahasiswa untuk memenuhi kebutuhan seperti kebutuhanharian , laundri dan cuci sepatu, PesenKuy juga memilikiseasonal project pada saat tertentu seperti layanan seragam danperlengkapan PKKMB serta paket sahur dan bukapuasa. Dalam melakukan perancangan usulan padaPesenKuy, digunakan metode Model SCOR untuk mengukurkinerja pada PesenKuy, dimana Model SCOR mengukurkinerja berdasarkan proses supply chain dalam suatuPerusahaan. Kemudian untuk meningkatkan kinerja melaluiperbaikan proses bisnis, PesenKuy menggunakan metode LeanLogistics, dimana metode ini dapat meminimasi pemborosanpada proses bisnis sehingga mampu mempercepat aliran prosesbisnis atau memperpendek lead time pada suatuperusahaan. Kemudian sebelum melakukan perbaikan prosesbisnis untuk dapat meningkatkan kinerja ketiga tersebutdilakukan identifikasi pemborosan dengan hasil masih terdapat27% aktivitas VA, 40% aktivitas NVA dan 33% aktivitasNNVA dengan efisiensi waktu siklus sebesar 28% dan jenispemborosan yaitu pemborosan waktu. Dari hasil perbaikanyang sudah dilakukan dapat meningkatkan kinerja menjadikondisi excellent dari yang sebelumnya ketiga kondisi tersebutberada pada kondisi poor, marginal dan average. Kata kunci— Model SCOR, Lean Logistics, Proses Bisnis
Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja Dan Perbaikan Kinerja Perusahaan Rintisan Dengan Pendekatan Balanced Scorecard (Bsc) Dan Business Process Improvement (Bpi) (Studi Kasus : Perusahaan Rintisan Pesenkuy) Pramesti , Dayaning Daffa; Novitasari , Nia; Kusuma, Putu Giri Artha
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Pengukuran kinerja merupakan aspek penting dalam mengelola sebuah organisasi yangdigunakan untuk memantau dan mengendalikanpelaksanaan strategi yang bertujuan untuk mencapaitujuan organisasi. Tingginya persaingan pada duniaindustri digital saat ini mengharuskan PesenKuy untukmemiliki daya saing yang tinggi agar terhindar dari faktorkegagalan. Untuk mengatasi tantangan tersebut, PesenKuymembutuhkan sistem pengukuran kinerja yang dapatmembantu perusahaan dalam mengukur kinerjanya dariberbagai perspektif dan menghubungkannya denganstrategi yang akan meningkatkan daya saing danpertumbuhan bisnis. Salah satu pendekatan yang dapatdigunakan adalah Balanced Scorecard (BSC), yangmengintegrasikan empat perspektif utama yaitu keuangan,pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran danpertumbuhan. Dengan menerapkan pendekatan BalancedScorecard, PesenKuy dapat mengetahui dan mengukursistem pengukuran kinerja yang terintegrasi dari keempatperspektif tersebut. Dengan sistem pengukuran kinerjayang terintegrasi ini, PesenKuy berharap dapat lebih baikmemenuhi ekspektasi pelanggan, meningkatkan loyalitaspelanggan, dan mencapai visi dan misi perusahaan. Kata kunci — Pengukuran Kinerja, Balanced Scorecard, Key Performance Indicator, Proses Bisnis,Streamlining