Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT TERHADAP HASIL BELAJAR TEKNIK DASAR PASSING CONTROL SEPAK BOLA I Gede Hendri Ari Susila
Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Undiksha Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjp.v6i2.22264

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe numbered head together (NHT) terhadap hasil belajar teknik dasar passing control sepak bola menggunakan kaki bagian dalam. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen sesungguhnya (true experimental) dengan menggunakan rancangan penelitian the randomized pretest-posttest control group the same subjec design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI TKJ SMK Negeri 3 Singaraja tahun pelajaran 2016/2017 yang terdistribusi ke dalam empat kelas. Pengundian kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dilakukan dengan simple random sampling. Data hasil belajar dikumpulkan melalui tes obyektif, observasi dan unjuk kerja. Pada kelompok eksperimen diperoleh nilai rata-rata 0,28 sedangkan pada kelompok kontrol 0,10. Analisis data menggunakan Uji-t dengan bantuan SPSS 16.0 for Windows. Berdasarkan uji Independent Samples T Test angka signifikansi yang diperoleh adalah 0,000<0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT berpengaruh sangat signifikan terhadap hasil belajar teknik dasar passing control sepak bola pada siswa kelas XI TKJ SMK Negeri 3 Singaraja tahun pelajaran 2016/2017. Disarankan kepada guru PJOK dapat menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe NHT karena terbukti berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.
PEMANFAATAN TRADISI SUMPAH KARATE SEBAGAI SUMBER BELAJAR PENDIDIKAN KARAKTER ANAK SEKOLAH DASAR Gede Hendri Ari Susila; I Nengah Suastika
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 3 (2021): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v9i3.38533

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan tradisi sumpah karate sebagai sumber belajar pendidikan karakter anak sekolah dasar dan mendesain bahan ajar dari sumber belajar pendidikan karakter anak sekolah dasar berlandaskan tradisi sumpah karate. Penelitian ini menggunakna metode penelitian kualitatif dengan empat langkah analisis data yaitu (1) pengumpulan data; (2) reduksi data; (3) penyajian data serta penarikan kesimpulan; dan (4) verifikasi data. Subjek penelitian ini ditujukan kepada pengurus, pelatih pada dojo FORKI Buleleng dan kohai tingkat sekolah dasar sebagai objek penelitian. Hasil dari penelitian menunjukan tradisi sumpah karate yang terdiri dari lima makna dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar pendidikan karakter meliputi: (1) sanggup patuh kepada kejujuran, masuk pada gagasan nilai religius dan nilai jujur; (2) sanggup memelihara kepribadian, masuk pada gagasan nilai toleransi, nilai disiplin, dan nilai tanggungjawab; (3) sanggup mempertinggi prestasi, masuk pada gagasan nilai cinta tanah air dan nilai menghargai prestasi; (4) sanggup menjaga sopan santun, masuk pada gagasan nilai cinta damai dan nilai disiplin; dan (5) sanggup menguasai diri, masuk pada gagasan nilai kerja keras, nilai kreatif, nilai mandiri, nilai demokratis, nilai cinta tanah air, dan nilai menghargai prestasi. Bahan ajar LKS dengan materi pendidikan karakter berbasis pemanfaatan tradisi sumpah karate ini layak untuk dikembangkan setelah menunjukkan hasil relevan.
PROBLEMATIKA PENGINTEGRASIAN PENDIDIKAN PENGUATAN KARAKTER PADA PEMBELAJARAN TEMATIK DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Putu Indah Lestari; Elizabeth Prima; I Made Astra Winaya; Putu Ronny Angga Mahendra; Khairun Nisa; Gede Hendri Ari Susila; I Wayan Lasmawan
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 3 (2021): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v9i3.38540

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan problematika penguatan pendidikan karakter pada pembelajaran tematik di era Revolusi Industri 4.0 dan solusi dari masalah yang terjadi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi Pustaka dengan pengumpulan data kepustakaan. Menggunaan teknik analisis kualitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah problematika pengeintegrasian penguatan pendidikan karakter antara lain metode yang digunakan guru masih kurang bervariatif, dalam RPP dituliskan hanya caremah, tanya jawab, berdiskusi dan penugasan. Guru mengalami kendala terhadap media yang digunakan untuk mengintegrasi penguatan pendidikan karakter. Tidak semua media dapat digunakan untuk penanaman lima nilai karakter yang dianjurkan oleh pemerintah, nilai karakter yang muncul hanya dua dari lima nilai yang disarankan dan problem dalam penilaian pembelajaran. Penguatan pendidikan karakter dapat dilakukan dengan pengintegrasian pembelajaran, perdalaman dan perluasan dapat berupa penambahan dan pengintensifan kegiatan-kegiatan yang pada pengembangan karakter siswa penyelerasan dapat berupa penyesuaian tugas pokok guru, manajemen sekolah, dan fungsi komite.
Adaptasi Model Latihan Permainan Beladiri Pada Anak-Anak Di Masa Pandemi Covid-19 Komang Surya Adnyana; Gede Hendri Ari Susila
Purwadita : Jurnal Agama dan Budaya Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/purwadita.v4i2.774

Abstract

During this pandemic, children are needed as educators to adapt training models to improve their fitness and one of them is a martial arts game training model. Kumite training (fighting) is one of the techniques in the martial arts sport of karate. In the kumite training process, children will be motivated to play attacking techniques such as hitting (zuki) and kicking (geri), parrying techniques (uke), and techniques to avoid opponent attacks. In improving fitness, children can adapt two game training models, such as (1) the zuki hanging ball, this game practice is carried out with the concept of playing with a hanging ball, and (2) hanging ball geri, is an exercise with the concept of playing and using a hanging rubber ball. This activity will at least provide new experiences for children in filling the time in an effort to improve body fitness. Keywords: adaptation; training; games; self-defense; Covid-19
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT TERHADAP HASIL BELAJAR TEKNIK DASAR PASSING CONTROL SEPAK BOLA I Gede Hendri Ari Susila
Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Undiksha Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjp.v6i2.22264

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe numbered head together (NHT) terhadap hasil belajar teknik dasar passing control sepak bola menggunakan kaki bagian dalam. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen sesungguhnya (true experimental) dengan menggunakan rancangan penelitian the randomized pretest-posttest control group the same subjec design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI TKJ SMK Negeri 3 Singaraja tahun pelajaran 2016/2017 yang terdistribusi ke dalam empat kelas. Pengundian kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dilakukan dengan simple random sampling. Data hasil belajar dikumpulkan melalui tes obyektif, observasi dan unjuk kerja. Pada kelompok eksperimen diperoleh nilai rata-rata 0,28 sedangkan pada kelompok kontrol 0,10. Analisis data menggunakan Uji-t dengan bantuan SPSS 16.0 for Windows. Berdasarkan uji Independent Samples T Test angka signifikansi yang diperoleh adalah 0,000<0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT berpengaruh sangat signifikan terhadap hasil belajar teknik dasar passing control sepak bola pada siswa kelas XI TKJ SMK Negeri 3 Singaraja tahun pelajaran 2016/2017. Disarankan kepada guru PJOK dapat menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe NHT karena terbukti berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.
PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN PERMAINAN PERTARUNGAN (KUMITE) PADA CABANG OLAHRAGA KARATE Gede Hendri Ari Susila
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 4 No. 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.809 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan model latihan permainan pertarungan (kumite) yang layak digunakan. Melalui pengembangan model latihan permainan pertarungan (kumite) yang dikembangkan diharapkan menjadi panduan pelatih karate dalam melatih teknik kumite dengan konsep permainan. Penelitian ini dikembangkan melalui 9 tahapan dengan mengadaptasi penelitian dan pengembangan pendidikan model Gall, Gall, & Borg sebagai berikut: (1) menilai kebutuhan untuk mengidentifikasi tujuan, (2) melakukan analisis instruksional, (3) menganalisis peserta didik dan bahan materi, (4) menulis tujuan kinerja, (5) mengembangkan instrumen penilaian produk, (6) mengembangkan strategi instruksional,(7) mengembangkan dan memilih bahan instruksional,(8) desain produk dan melakukan evaluasi formatif terhadap instruksi, dan (9) merevisi instruksi. Uji coba dengan skala kecil dilakukan terhadap 6 orang kohai INKAI Buleleng yang berasal dari dojo di Kabupaten Buleleng. Ujicoba dengan skala besar dilakukan terhadap18 orang kohai yang berasal dari dojo di Kabupaten Buleleng. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket skala nilai validasi, pedoman observasi model latihan permainan, dan pedoman observasi keefektifan model latihan permainan. Hasil penelitian berupa model latihan permainan kumite yang terdiri dari 9 permainan, yaitu : (1) latihan permainan bola gantung zuki, (2) latihan permainan target zuki, (3) latihan permainan bola gantung geri, (4) latihan permainan target geri, (5) latihan permainan kombinasi target zuki dan geri, (6) latihan permainan lingkaran bola gantung zuki, (7) latihan permainan bola gantung geri, (8) latihan permainan lemparan bola gila, dan (9)latihan permainan lempar kontrol bola gila. Model latihan permainan kumite disusun dalam buku pedoman latihan dan CD dengan judul “Bermain Kumite”.Berdasarkan penilaian para ahli materi dan responden kohai dapat disimpulkan terjadi peningkatan minat, semangat, motivasi, dan para kohai terlihat berani berlatih kumite.
Pengaruh Model Latihan Voli Gantung Terhadap Peningkatan Motivasi Anak Bermain Bolavoli Gede Hendri Ari Susila; Anak Agung Ngurah Putra Laksana
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 6 No. 2 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.354 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.3911136

Abstract

Rendahnya motivasi dan penguasaan teknik dasar bolavoli pada anak-anak merupakan intidari permasalahan peneliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model latihan voli gantung terhadap peningkatan motivasi anak berlatih bolavoli. Penelitian inimenggunakan rancangan penelitan pra-experimental, yaitu rancangan pretest dan posttestdalam satu kelompok. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelompok anakanak usia 8-12 tahun dilingkungan lapangan bolavoli club Jinengmas sebanyak 20 anak.Penelitian ini dilakukan selama 18 kali pertemuan dengan frekuensi latihan 3 kali seminggudalam 6 minggu. Instrumen tes penelitian ini menggunakan instrumen voli gantung. Hasildari rata-rata pretest adalah 2.0145 dan untuk hasil dari rata-rata posttest adalah 2.201. Datayang diperoleh dari hasil pretest dan posttest dianalisis menggunakan uji-t paired t-test. Hasil dari analisis paired t-test adalah 0,000<0.05. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dapatdisimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada latihan voli gantung terhadap peningkatan motivasi kelompok anak Jinengmas berlatih bolavoli.
Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Teknik Passing Bola Voli Anak Agung Ngurah Putra Laksana; I Wayan Adnyana; I Gede Agus Adi Saputra; I Kadek Yudha Pranata; I Putu Eri Kresnayadi; Gede Hendri Ari Susila
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 7 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.887 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4445059

Abstract

In the field, there are still many students who are not able to do well by combining playing volleyball from the initial attitude, the attitude regarding the ball and the final attitude. This study aims to improve the activities and learning outcomes of volleyball passing in class X1 SMA Negeri 4 Singaraja. This research includes classroom action research which was carried out in 3 cycles. The research subjects were 32 students of class X1 public senior high school number 4 Singaraja, consisting of 17 male students and 15 female students. The data in this study were analyzed using descriptive statistics with the results obtained in the first cycle, namely the average percentage of student learning activities classically ( ) 73,9% (active), while in cycle II ( ) 76,3% (very active) and in cycle III ( ) 77,4% (very active). While the level of completeness of learning outcomes in cycle I was 81,3% (good), in cycle II was 90.7% (very good) and in cycle III was 96.8% (very good). So from cycle I, cycle II and cycle III there was an increase and had met the completeness criteria of at least 75% classically and 65% individually. It can be concluded that the activities and learning outcomes of volleyball passing have increased through the implementation of the Teams Games Tournament (TGT) cooperative learning model in class X1 public senior high school number 4 Singaraja.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) BERLANDASAN TAT TWAM ASI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR TEKNIK DASAR PASSING BOLA VOLI Gede Hendri Ari Susila; Gede Hendri Setiawan; I Ketut Agus Artha
JURNAL PENJAKORA Vol. 6 No. 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/penjakora.v6i1.17345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar teknik dasar passing (atas dan bawah) bola voli melalui implementasi model pembelajaran kooperatif tipe STAD berlandasan Tat Twam Asi pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 4 Busungbiu.Jenis penelitian ini tergolong penelitian tindakan kelas dengan bentuk guru sebagai peneliti, yang dilaksanakan dalam 2 siklus dan setiap siklusnya 2 kali pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 4 Busungbiu tahun pelajaran 2018/2019 yang terdiri dari 31 orang siswa, yaitu 17 putra dan 14 putri. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I rata-rata aktivitas belajar siswa adalah 7,81 dengan kategori aktif dan hasil belajar siswa dengan ketuntasan klasikal sebesar 79,41% dengan katagori baik. Sedangkan Pada siklus II, rata-rata aktivitas belajar siswa adalah 8,47 kategori aktif dan hasil belajar siswa dengan ketuntasan klasikal sebesar 100% katagori sangat baik.Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, disimpulkan bahwa aktivitas dan hasil belajar teknik dasar passing (bawah dan atas) bola voli mengalami peningkatan melalui implementasi model pembelajaran kooperatif tipe STAD berlandaskan Tat Twam Asi. Oleh karena itu guru penjasorkes disarankan untuk dapat menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, karena dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar teknik dasar passing bola voli.
PENGARUH MODEL LATIHAN CRAZY BALL GAME DALAM MENINGKATKAN MINAT DAN MOTIVASI ANAK BERLATIH KARATE Gede Hendri Ari Susila; Ade Hindhu Prastya
JURNAL PENJAKORA Vol. 6 No. 2 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/penjakora.v6i2.20934

Abstract

Olahraga karate merupakan salah satu cabang olahraga beladiri yang sangat digemari di Provinsi Bali, khususnya di kabupaten Buleleng. Teknik kumite adalah salah satu teknik dengan tingkat kesulitan tinggi dan berhadapan one bye one ditingkat anak usia dini tidaklah mudah secara psikologi anak sehingga dibutuhkan metode khusus dalam melatih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah Model latihan Crazy Ball Game efektif meningkatkan minat dan motivasi anak berlatih karate khususnya teknik kumite. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian one group pretest-posttest design. Subjek penelitian adalah anak kategori usia dini (7 s/d 9 tahun) yang terdaftar di aliran/perguruan di bawah naungan FORKI Buleleng sebanyak 50 orang. Berdasarkan hasil analisis dan penelitian yang sesuai dengan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa Model Latihan Crazy Ball Game berpengaruh terhadap Motivasi Berlatih siswa. Berdasarkan hasil uji hipotesis kedua dalam penelitian diperoleh nilai koefisien F = 4,614 dengan signifikansi (sig) = < 0,05. Jika ditetapkan taraf signifikansi α = 0,05 maka nilai signifikansi uji hipotesis kedua jauh lebih kecil daripada α, sehingga F signifikan. Maka hipotesis kedua diterima yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan terhadap sikap sosial antara siswa yang mengikuti Model Latihan Crazy Ball Game dengan siswa yang mengikuti Latihan konvensional.