Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

SOSIALISASI MANAJEMEN KUALITAS AIR DALAM UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN PERAIRAN Ria Retno; Ewin Handoco; Masni Veronika Situmorang; Mastiur Verawaty Silalahi; Gunaria Siagian; Debora Exaudi Sirait
Abdi Jurnal Publikasi Vol. 1 No. 2 (2022): November
Publisher : Abdi Jurnal Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran dapat terjadi karena penggunaan sumber daya pada pembangunan. Lingkungan dapat dikatakan tercemar jika dimasuki bahan pencemar yang mengakibatkan gangguan pada makhluk hidup yang ada di dalamnya. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan agar kelompok masyarakat dapat mengetahui bagaimana menganalisis kualitas air untuk melihat apakah perairan tersebut mengalami pencemaran. Metode yang digunakan adalah metode presentasi dan demonstrasi. Sosialisasi tentang kajian kualitas air dalam upaya pengendalian pencemaran perairan di Kabupaten Batu Bara ini sangat bermanfaat terhadap kelompok masyarakat, hal ini terbukti dari semangat kelompok masyarakat yang cukup antusias dalam mengikuti sosialisasi mulai dari awal sampai akhir.
The Use of Full-Grained, Fragmented, and Reduced Marine Yeast Powder in Fodder Formulation to Improve the Growth of Eel Fish (Anguilla bicolor) Ria Retno Dewi Sartika Manik; Arning Wilujeng Ekawati; Hardoko Hardoko
The Journal of Experimental Life Science Vol. 6 No. 2 (2016)
Publisher : Postgraduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (925.126 KB) | DOI: 10.21776/ub.jels.2016.006.02.05

Abstract

Ikan Sidat or eel fish (Anguilla bicolor) is a popular fish commodity in domestic trade as well as for export commodity. The use of marine yeast as fodder suffers from some weaknesses since it contains nucleic acids and rigid thick cell walls that obstruct the absorbance of nutrition. Optimizing the use of marine yeast as fodder ingredients can be done by fragmenting and reducing the yeast. This research attempts at optimizing the use of marine yeast regarding its rate of growth, fodder efficiency and the survival rate of eel fish. This research employs the complete random design using 4 different treatments and 3 repetition. In the four treatments, the fodder contained protein (45%) and iso energy (3.600 kkal.kg-1 fodder), which were applied to the treatment A 0% (control), B 5% (complete), C 5% (fragmented) and D 5% (reduced). The parameters used in this study were survival rate, specific growth rate, ratio of fodder conversion, ratio of protein efficiency, energy retention, protein retention and rate of metabolism. The data of this study showed the best result in the treatment D, 5% (reduced), showing survival rate value of 95.56%, specific growth at 1.12, food conversion ratio of 2.27, protein efficiency ratio of 0.98, protein retention at 18.26%, energy retention of 16.57, and protein metabolism rate at 81.96%. Keywords: eel fish, growth, marine yeast.
SOSIALISASI BAHAYA DAMPAK SAMPAH PLASTIK BAGI LINGKUNGAN DESA LAKSA KECAMATAN PEGAGAN HILIR KABUPATEN DAIRI David Pasaribu; Rafindo Saragih; Ria Retno
Abdi Jurnal Publikasi Vol. 1 No. 6 (2023): Juni
Publisher : Abdi Jurnal Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah plastik merupakan permasalahan serius yang terjadi di seluruh negara di dunia saat ini, karena sifatnya yang sangat sulit untuk terurai secara alami. Kegiatan yang dimulai dari sosialisasi tentang pentingnya mengelolah sampah plastik dengan bijak, dan menanamkan kesadaran masyarakat tentang kebersihan dan kesehatan lingkungan. Hal ini tidak lepas dari perilaku masyarakat yang masih membuang sampahnya ke sungai yang kemudian mengalir ke laut. Artikel ini sebagai hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat untuk mengurangi pencemaran sampah plastik pada lingkungan. Butuh keseriusan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat. Selain kebutuhan terhadap peraturan yang jelas, pentingnya partisipasi masyarakat sangat besar. Sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat terutama anak usia dini selaku generasi bangsa yang akan datang sangatlah penting untuk mendorong perubahan terhadap perilaku masyarakat terkait sampah plastik yang berdampak buruk pada lingkungan, demi terwujudnya amanah UUD 1945 yang mewajibkan ketersediaan lingkungan hidup yang sehat dan layak bagi warga negara.
SOSIALISASI PROGRAM ENGLISH FUN UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERBICARA UNTUK SISWA SD SWASTA GKPS 2 PEMATANGSIANTAR Damema Simanjuntak; Dwi Parsaulian Sitinjak; Elsy Hariany Saragih; Lilis Pramita Pangaribuan; Widya Dameria Sinaga; Theresya Tindaon; Herman Herman; Lydia Purba; Ria Retno Dewi Sartika Manik
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat dan Inovasi Vol 2 No 3 (2023)
Publisher : STKIP PGRI SITUBONDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/join.v2i3.976

Abstract

Kegiatan Sosialisasi English Fun Activities ini bertujuan untuk mengubah suasana belajar bahasa inggris menjadi menyenangkan (fun) pada kelas Bahasa Inggris di sekolah dasar, khususnya untuk meningkatkan kemampuan berbicara (speaking skills) siswa SD Swasta GKPS 2 Pematang Siantar . Bahasa Inggris merupakan salah satu mata pelajaran yang sangat penting untuk dikuasai oleh siswa,namun kebanyakan siswa menganggap bahwa mata pelajaran ini sangat sulit untuk dikuasai. Cara pengucapan yang berbeda dengan penulisannya, makna yang sulit untuk dihafal dan dipahami, dan tata bahasa yang sering dianggap rumit, membuat minat belajar siswa berkurang sehingga mereka merasa bosan dan malas untuk mempelajarinya. Salah satu cara untuk mengatasi hal ini diperlukan strategi, khusus yaitu dengan membuat kegiatan Sosialisasi English fun activities. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas 4 SD Swasta GKPS Pematang Siantar. Untuk penyampaian pembelajaran Bahasa Inggris ini dilakukan dengan cara yang menyenangkan seperti permainan (games) berbahasa Inggris, Family Members, menyanyi dan menari. Kegiatan ini berjalan dengan lancar, siswa sangat bersemangat belajar dan berperan aktif selama kegiatan kelas berlangsung. Program English fun activities ini membuktikan bahwa belajar Bahasa Inggris itu sangat mudah dan menyenangkan
SOSIALISASI CARA BUDIDAYA IKAN YANG BAIK (CBIB) BAGI BUDIDAYA UDANG DI DESA MESJID LAMA KECAMATAN TALAWI KABUPATEN BATU BARA Ria Retno; Masni Veronika Situmorang; Mastiur Verawaty Silalahi; Gunaria Siagian; Debora Exaudi Sirait
Abdi Jurnal Publikasi Vol. 1 No. 6 (2023): Juni
Publisher : Abdi Jurnal Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Negara terbesar yang mengimpor udang (Litopenaeus vannamei) adalah Amerika Serikat dan Indonesia. Cara budidaya ikan yang baik (CBIB) adalah cara memelihara dan/atau membesar kan ikan serta memanen hasilnya dalam lingkungan yang terkontrol shg memberikan jaminan keamanan pangan dari pembudidayaan dengan memperhatikan sanitasi,obat ikan, pakan dan bahan kimia serta biologis. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di salah satu kolam milik pembudidaya kerapu di Desa Mesjid Lama Kecamatan Talawi yang diikuti oleh 30 peserta. Sosialisasi tentang Cara Budidaya Ikan Yang Baik (CBIB) bagi pembudidaya udang dan kerapu di Desa Mesjid Lama sangat bermanfaat, hal ini terbukti dari semangat masyarakat yang antusias dalam mengikuti sosialisasi mulai dari awal sampai akhir.
Penggunaan Khamir Laut Dalam Pakan Anguilla bicolor Terhadap Retensi Lemak dan Daya Cerna Energi [The Effect of Use of Sea Yeast in Feed Anguilla bicolor Against Fat Retention and Energy Di gestion] Ria Retno Manik
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 11 No. 1 (2019): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.v11i1.12027

Abstract

AbstrakIkan sidat merupakan ikan konsumsi penting. Khamir laut (marine yeast) merupakan organisme seluler dari golongan jamur, bersifat kemoorganotrof, bereproduksi seksual dengan spora dan aseksual dengan pertunasan atau pembelahan. Percobaan ini menggunakan substitusi (A) 0% khamir laut (B) 5% khamir laut utuh (C) 5% khamir laut dipecah dan (D) 5% khamir laut direduksi. Data dianalisis menggunakan uji sidik ragam dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil terbaik pada perlakuan D menunjukkan retensi lemak 24,88% dan daya cerna energy 69,74%. AbstractEel is an important consumption fish. Marine yeast (cellular yeast) is a cellular organism of the fungal group, which is chemoorganotrophic, reproduces sexually with spores and asexual with spreading or cleavage. This experiment uses substitution (A) 0% sea yeast (B) 5% whole sea yeast (C)5% broken sea yeast and (D) 5% reduced sea yeast. Data were analyzed by using Analysis of Variance (ANOVA) and followed by the Smallest Significantly Difference Test (LSD). The best results on treatment D showed fat retention of 24.88% and energy digestibility of 69.74%.
Relationship length weight and condition factors of mackerel (Rastrelliger kanagurta) landed in Tanjung Tiram Port Batu Bara District North Sumatra Province Sihombing, Gokma David Lefi; Handoco, Ewin; Manik, Ria Retno Dewi Sartika
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 12 No. 1 (2024): ISSUE JANUARY-JUNE 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v12i1.55126

Abstract

This research aims to determine growth patterns and condition factors. Apart from that, it is also to determine the level of gonad maturity and the gonad maturity index. The method used was a quantitative descriptive method by measuring length and weight and then dissection was carried out to observe the level of gonad maturity of male mackerel fish samples landed every week. The number of samples obtained during the August-September 2023 period was 200 individuals. The results of the research show that the equation for the relationship between length and weight is W = 0,00003L²͐⁸⁴⁵⁴⁷, which indicates a negative allometric growth pattern. The highest condition factor was obtained in the 190-191 mm length class with an average of 0,8757 and the lowest in the 185-186 length class with an average of 0,8416. The gonad maturity level of mackerel (Rastrelliger kanagurta) consists of TKG I to TKG IV. The IKG value obtained ranged from 5,616 to 6,375%. The increase in length of male mackerel shows a weak correlation with weight. Meanwhile, the weight of male mackerel had a significant influence on IKG. Keywords: Male mackerel, growth, condition factors, TKG, IKG. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan dan faktor kondisi. Selain itu juga untuk mengetahui tingkat kematangan gonad dan indeks kematangan gonad. Metode yang dilakukan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan mengukur panjang dan berat kemudian dilakukan pembedahan untuk diamati tingkat kematangan gonad sampel ikan kembung lelaki yang didaratkan setiap minggunya. Adapun jumlah sampel yang diperoleh selama periode agustus-september 2023 adalah sebanyak 200 ekor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persamaan hubungan panjang berat W = 0,00003L²͐⁸⁴⁵⁴⁷ yang menunjukkan pola pertumbuhan allometrik negatif. Faktor kondisi tertinggi diperoleh pada kelas panjang 190-191 mm dengan rata-rata sebesar 0,8757 dan terendah pada kelas panjang 185-186 dengan rata-rata sebesar 0,8416. Tingkat kematangan gonad ikan kembung (Rastrelliger kanagurta) terdiri dari TKG I sampai TKG IV. Nilai IKG yang didapatkan berkisar 5,616-6,375%. Pertambahan ukuran panjang ikan kembung lelaki menunjukkan korelasi yang lemah terhadap berat. Sedangkan berat ikan kembung lelaki memberikan pengaruh yang nyata terhadap IKG. Kata Kunci: Ikan kembung lelaki, pertumbuhan, faktor kondisi, TKG, IKG.
SOSIALISASI CARA BUDIDAYA IKAN YANG BAIK (CBIB) BAGI BUDIDAYA IKAN LELE (Clarias sp.) DI DESA LUBUK BESAR KECAMATAN DATUK LIMA PULUH KABUPATEN BATU BARA Ria Retno; Anne Rumondang
Abdi Jurnal Publikasi Vol. 2 No. 6 (2024): Juni
Publisher : Abdi Jurnal Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan lele merupakan ikan air tawar yang banyak dibudidayakan dan dikonsumsi masyarakat Indonesia karena rasanya yang lezat dan gizinya yang melimpah. Selain disukai oleh masyarakat Indonesia, ternyata cita rasa yang dimiliki ikan lele ini juga disukai oleh masyarakat luar negeri. Cara  budidaya  ikan  yang baik (CBIB) adalah cara  memelihara  dan/atau  membesar kan ikan serta  memanen hasilnya dalam   lingkungan   yang   terkontrol   sehingga   memberikan   jaminan   keamanan   pangan   dari   pembudidayaan   dengan memperhatikan sanitasi,obat ikan, pakan dan bahan kimia serta biologis. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di salah satu kolam milik pembudidaya lele di Desa Lubuk Besar Kecamatan Datuk Lima Puluh Kabupaten Batu Bara yang diikuti oleh 30 peserta. Sosialisasi tentang Cara Budidaya Ikan Yang Baik (CBIB) bagi pembudidaya ikan lele di Desa Lubuk Besar Kecamatan Datuk Lima Puluh sangat bermanfaat, hal ini terbukti dari semangat masyarakat yang antusias dalam mengikuti sosialisasi mulai dari awal sampai akhir.
STUDI KANDUNGAN KADAR LOGAM BERAT (TEMBAGA, ZINK, TIMBAL, KROMIUM DAN KADMIUM) DALAM AIR DI SUNGAI LALANG, DESA SUKA MAJU, KABUPATEN BATU BARA, PROVINSI SUMATRA UTARA Purba, Evan Gomgom Tua; Ria Retno; Ewin Handoco
Journal of Research and Publication Innovation Vol 2 No 2 (2024): APRIL
Publisher : Journal of Research and Publication Innovation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rivers are naturally formed channels on the earth's surface that collect and channel rainwater from high areas to lower areas and eventually end up in lakes or the sea. Heavy metals are metals that have a specific gravity greater than 5 g/cm3. Basically, these heavy metals pollute soil, water, and air. Heavy metals that accumulate in the body are one of the causes of degenerative diseases, especially cancer. The purpose of this study was to determine the levels of heavy metals based on the parameters of Copper and Zinc in Lalang River, Suka Maju Village, Batu Bara. Analyze the data from the test results of heavy metal levels based on the parameters of copper and zinc obtained, then compare with the water quality standards set in Appendix IV of PPRI Number 22 of 2021 concerning river water quality standards and the like. The results of heavy metal measurements of Copper (Cu) and Zinc (Zn) conducted at the Medan Baristand Laboratory, it can be concluded that the third research station still meets the river water quality standards according to PPRI No. 22 of 2021 class II. In the parameters of temperature, DO, pH and salinity still meet the air quality standards according to PPRI No. 22 of 2021 class II.
The Studi Kandungan Logam Berat (Timbal dan zink) Di Air Sungai Kapias Titi Gantung Kecamatan Sei Tualang Raso Kota Tanjung Balai Provinsi Sumatera Utara Andry Agasi Hasiholan Purba; Ria Retno; Welmar Olfan Basten Barat
Journal of Research and Publication Innovation Vol 2 No 2 (2024): APRIL
Publisher : Journal of Research and Publication Innovation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai adalah saluran di permukaan bumi yang terbentuk secara alamiah yang menampung dan menyalurkan air hujan dari daerah tinggi ke daerah yang lebih rendah dan akhirnya bermuara di danau atau di laut.  Logam berat adalah unsur logam yang mempunya densitas >5g/cm3. Pada dasarnya logam berat ini mencemari tanah, udara, dan udara. Logam berat yang menumpuk dalam tubuh merupakan salah satu penyebab penyakit degenaratif  terutama kanker. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar logam berat berdasarkan parameter timbal dan zink di sungai kapias titi gantung kecamatan sei tualang raso kota tanjung balai sumatera utara. Sumatera Utara. Analisis data hasil uji kadar logam berat berdasarkan parameter Timbal,  Zink, Besi, dan Cadmium yang diperoleh, kemudian bandingkan terhadap baku mutu kualitas air yang telah ditetapkan pada Lampiran IV PPRI Nomor 22 Tahun 2021 tentang baku mutu air sungai dan sejenisnya. Baku mutu air sungai dan sejenisnya. Hasil pengukuran kandungan logam berat Timbal (Pb) dan Zink (Zn) yang dilakukan di laboratorium Baristannd Medan, dan dapat disimpulkan bahwa pada stasiun penelitian ketiga masih memenuhi standar baku mutu air sungai menurut PPRI NO 22 Tahun 2021 kelas II. Pada parameter Suhu,pH,DO masih memenuhi standar baku mutu kualitas udara menurut PPRI NO 22 Tahun 2021 kelas II.