Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

THE CONCEPT OF SOCIAL WELFARE FROM THE PERSPECTIVE OF IBN TAIMIYAH AND IBN KHALDUN Basya, Maziyah Mazza; Hendratmi, Achsania; Ratnasari, Ririn Tri; Prasetyo, Ari
e-Journal Ekonomi Bisnis dan Akuntansi Vol. 12 No. 1 (2025): e-JEBA Volume 12 Number 1 Year 2025
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ejeba.v12i1.53697

Abstract

Artikel ini membahas konsep kesejahteraan sosial, yang meupakan aspirasi universal bagi semua manusia. Dalam Islam, kesejahteraan tidak hanya mencakup kesejahteraan material tetapi juga pemenuhan spiritual. Untuk meraih kesejahteraan tersebut, manusia harus menaati perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Para pemikir muslim terkemuka, seperti Ibnu Taimiyah dan Ibnu Khaldun, telah banyak membahas topik ini. Ibnu Taimiyah menekankan peran lembaga pemerintah dalam mendorong kesejahteraan, dengan menyatakan bahwa pemerintah berfungsi sebagai penjaga perintah-perintah Tuhan. Dengan mempromosikan nilai-nilai luhur seperti kedisiplinan, kejujuran, dan keadilan, serta mencegah pelanggaran, pemerintah berperan penting dalam memastikan kesejahteraan masyarakat. Demikian pula, Ibnu Khaldun berpendapat bahwa kesejahteraan muncul ketika faktor-faktor utama seperti syariah, otoritas politik, populasi, kekayaan, pembangunan, dan keadilan berfungsi secara harmonis, sebuah konsep yang dirangkum dalam teori "Lingkaran Keadilan" miliknya. Selain itu, Ibnu Khaldun menyoroti pentingnya teori ashabiyah, yang menggarisbawahi persaudaraan Islam. Rasa persatuan ini memungkinkan terjadinya kolaborasi, akuntabilitas bersama, dan pemenuhan kewajiban bersama, sehingga mendorong tumbuhnya keharmonisan sosial dan kemajuan peradaban serta kesejahteraan.
Survival Strategy Pedagang Garmen Pasar Tradisional di Era Digital Dalam Perspektif Maqashid Syariah Maziyah Mazza Basya; Alifiah Farizky
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol. 11 No. 03 (2025): JIEI : Vol. 11, No. 03, 2025
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to identify the survival mechanisms carried out by garment traders at the Darmo Trade Center Wonokromo Traditional Market in facing the challenges of the digital era using the perspective of maqashid sharia. The market transformation from conventional to digital has posed a major challenge for garment traders at the Darmo Trade Center Wonokromo Traditional Market to maintain their business, so a special strategy is needed in order to survive. This study uses a qualitative method with a case study approach. The study was conducted on 10 garment traders at the Darmo Trade Center Wonokromo Traditional Market. The results of this study indicate that the economic conditions of garment traders at the Darmo Trade Center Wonokromo Traditional Market are very unstable, so they adopt various strategies to survive in the online market era which include active strategies and passive strategies. The survival strategies carried out are in accordance with the objectives of maqashid sharia in an effort to maintain life (hifz Nafs) and maintain property (hifz Maal).
PENGARUH REWARD KOIN, DISKON EKSKLUSIF DAN SERTIFIKASI HALAL TERHADAP RETENSI PELANGGAN TOKO PRODUK KOSMETIK DI SHOPEE Farchati Aida; Maziyah Mazza Basya
Procuratio : Jurnal Ilmiah Manajemen Vol. 14 No. 2 (2026): Procuratio : Jurnal Ilmiah Manajemen
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35145/procuratio.v14i2.6018

Abstract

This study aims to examine and analyze the partial and simultaneous effects of reward coins, exclusive discounts, and halal certification on customer retention in Shopee cosmetic product stores. The relationship between variables was examined using relationship marketing and customer engagement theories. Utilizing a causal associative quantitative design, data were collected via online and offline questionnaires from 100 purposively sampled respondents within an unknown population. Data analysis was performed using multiple linear regression via SPSS software. The findings indicate that reward coins and exclusive discounts have a positive and significant partial effect on customer retention, effectively securing consumers' economic satisfaction. Conversely, halal certification has a positive but non-significant effect because the halal attribute is perceived as mass manufacturer branding rather than a unique store trait. Simultaneously, reward coins, exclusive discounts, and halal certification significantly impact customer retention, contributing 46.9%. In conclusion, customer retention on Shopee is heavily driven by direct economic incentives rather than religious attributes. Cosmetic merchants are advised to optimize cashback budgets and tactical promotions to maintain loyalty. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh reward koin, diskon eksklusif, dan sertifikasi halal secara parsial maupun simultan terhadap retensi pelanggan toko produk kosmetik di Shopee. Hubungan antarvariabel ditelaah menggunakan landasan teori relationship marketing dan customer engagement. Menggunakan desain kuantitatif asosiatif kausal, data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan luring terhadap 100 responden unknown population yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan metode regresi linear berganda dengan perangkat lunak SPSS. Temuan menunjukkan bahwa secara parsial, reward koin dan diskon eksklusif berpengaruh positif dan signifikan terhadap retensi pelanggan serta efektif mengunci kepuasan ekonomi konsumen. Sebaliknya, sertifikasi halal berpengaruh positif tetapi tidak signifikan karena atribut kehalalan lebih melekat secara massal pada merek produsen, bukan representasi unik toko kosmetik di Shopee. Secara simultan, reward koin, diskon eksklusif, dan sertifikasi halal berpengaruh signifikan terhadap retensi pelanggan dengan kontribusi sebesar 46,9%. Kesimpulannya, retensi pelanggan di Shopee lebih didominasi oleh stimulasi keuntungan ekonomi langsung dibanding atribut keagamaan produk. Pelaku usaha disarankan mengoptimalkan anggaran voucher cashback dan promosi taktis untuk menjaga loyalitas.