Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pendampingan Penggunaan Metode Qawaid Wa Al-Tarjamah dalam Pembelajaran Ilmu Nahwu di Pesantren Luhur Alhusna Surabaya Muhammad Hamdan Yuwafik; Ahmad Nuruddin
Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Khidmatuna: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/khidmatuna.v5i1.2217

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses penerapan metode Qawaid wa al-Tarjamah dalam pembelajaran ilmu nahwu dan problematika yang dihadapi dalam pembelajaran ilmu nahwu menggunakan metode Qawaid wa al-Tarjamah di Pesantren Luhur Alhusna Surabaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif serta penyajian data analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwasanya pembelajaran ilmu nahwu menggunakan metode Qawaid wa al-Tarjamah di Pesantren Luhur Alhusna Surabaya dilakukan dengan membaca kitab, menerjemahkan, menjelaskan maksud bacaan, memberikan contoh, mengi’robi dan evaluasi pembelajaran. Banyak sekali problematika yang terjadi dalam pembelajaran ilmu nahwu tersebut diantaranya adalah dalam aspek kebahasaan yaitu i’rob, pola kalimat dan perubahan harakat di setiap lafadznya dan dalam aspek non kebahasaan yang berhubungan dengan santri diantaranya adalah kurangnya minat dan motivasi santri, kemampuan santri, pengaruh teman, malas belajar, kurang bisa management waktu, kurangnya sumber dan media belajar, kurangnya fasilitas, lingkungan yang kurang mendukung dan beraneka latar belakang pendidikan santri. Poblematika yang berhubungan dengan guru adalah kurangnya hubungan timbal-balik (komunikasi) antara guru dan santri, lingkungan yang kurang mendukung, kemampuan santri yang heterogen, dan terbatasnya alokasi waktu.
Kontroversi Komersialisasi Dakwah: Perspektif Dakwah Profetik Muhammad Hamdan Yuwafik; Moh Muslimin; Afif Mahmudi
JDARISCOMB: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 5 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/jdariscomb.v5i1.3696

Abstract

The commercialization of da'wah is a growing phenomenon in the digital era, where preachers utilize social media platforms and offline events as sources of income. This study aims to analyze the controversy surrounding da'wah commercialization from the perspective of prophetic da'wah, which emphasizes humanization, liberation, and transcendence. Using a qualitative approach with a case study method, data was collected through interviews, observations, and documentation of preachers and the public. The findings indicate that while commercialization can expand the reach of religious messages, it also risks shifting da'wah into a profit-oriented activity. The study's implications highlight the need for clearer regulations and ethical guidelines to ensure alignment with prophetic values. This research contributes to understanding the balance between monetization and the essence of da'wah in the digital era.
Peran Badan Permusyawaratan Desa Dalam Mendorong Good Governance Di Desa Kebonagung Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar Yuwafik, Muhammad Hamdan
Journal Politique Vol. 1 No. 1 (2021): January
Publisher : Prodi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/politique.2021.1.1.18-38

Abstract

Penelitian ini merupakan studi tentang peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam mendorong good governance di Desa Kebonagung Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar. Permasalah yang diteliti dalam artikel ini adalah bagaimana peran dan tantangan BPD dalam mendorong good governance di Desa Kebonagung. Dalam menjawab permasalahan di atas penulis menggunakan metode kualitatif. Teori yang digunakan dalam melihat peran BPD adalah teori peran dan teori good governance. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa peran BPD dalam mendorong good governance di Desa Kebonagung telah sesuai dengan harapan masyarakat. Dalam mendorong good governance, BPD telah melaksanakan kinerja sesuai prinsip akuntabilitas, transparansi, keterbukaan, dan kepastian hukum. Hal tersebut dapat dibuktikan dari peran BPD melalui beberapa hal. Pertama, peran legislator yaitu melaksanakan prinsip akuntabilitas dalam membahas dan menyepakati Rancangan Peraturan Desa. Kedua, peran melaksanakan prinsip transparansi dalam memberikan informasi publik kepada masyarakat desa. Ketiga, peran mediator yaitu melaksanakan prinsip keterbukaan dalam menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa. Keempat, peran melaksanakan prinsip kepastian hukum dalam pengawasan kinerja Kepala Desa. Peran BPD dalam mendorong good governance didukung oleh masyarakat Desa Kebonagung. Masyarakat desa secara aktif terlibat dalam proses perencanaan, pelaksanaan kebijakan, dan menikmati hasil pembangunan. Kesungguhan kinerja antara BPD dan Kepala Desa menghasilkan keharmonisan dengan masyarakat.
Strategi Dakwah Gus Iqdam Dalam Membentuk Karakter Kepemimpinan pada Akun Tiktok @Gus1qdammuhammad Muhammad Hamdan Yuwafik; Dina Fathiana Hidayah
Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 5 No. 1 (2024): Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mencoba menggambarkan strategi dakwah Gus Iqdam dalam membentuk karakter kepemimpinan pada akun tiktok @Gus1qdammuhammad. Media sosial merupakan salah satu ciri perkembangan teknologi modern. Agar tetap kekinian saat ini, dakwah harus menyesuaikan dengan dinamika digitalisasi masyarakat saat ini. Terutama media sosial Tiktok, dimana media ini begitu populer saat ini sehingga banyak umat Islam yang menggunakan dan memanfaatkan media sosial untuk kegiatan Dakwah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakter dakwah harus mengenal keadaan kebiasaan mad'u, menulis pesan dakwah dan menambahkan media dakwah di jejaring sosial tiktok untuk membentuk karakter kepemimpinan. Strategi dakwah inilah yang dilakukan Gus Iqdam untuk mengembangkan Dakwah melalui media sosial Tiktok. Strategi ini mempengaruhi banyak jamaah juga ikut serta dalam dakwahnya.
Da'wah Strategy of Nahdlatul Ulama's Fatayat PAC Management in Strengthening the Role of Women Yuwafik, Muhammad Hamdan; Masty, Kuffa Meldana
Kalijaga Journal of Communication Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Communication and Islamic Broadcasting Study Program, Faculty of Da'wah and Communication, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/kjc.72.05.2025

Abstract

This study examines the da'wah strategy employed by PAC Fatayat NU in Wonodadi District, Blitar Regency, in an effort to empower women. The primary issue is the underrepresentation of women in social, economic, and religious spheres. The focus of this study is to describe the da'wah strategy and its implementation form in empowering women through religious organizations. The method employed is qualitative descriptive analysis, incorporating the theory of da'wah strategy from Abu Al-Fath Al-Bayanuni. Data were obtained through observation, interviews, and documentation. The results of the study revealed three da'wah strategies: a sentimental strategy (recitation of the Qur'an, routine religious studies, istighosah, and IHF community), a rational strategy (work meetings, socialization, and discussion of women's issues), and a sensory strategy (entrepreneurship skills training and social activities). This strategy is effective in increasing the active role of women in society and demonstrates that empowerment-based da'wah can create participatory spaces and foster social transformation.
Da‘wah Strategies for Women’s Empowerment in Grassroots Islamic Organisations: A Case Study in East Java, Indonesia Yuwafik, Muhammad Hamdan; Nurhikmah, Zizi
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 8 No. 2 (2025): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/muharrik.v8i2.8167

Abstract

Despite the growing discourse on women’s empowerment within Islamic da‘wah, empirical studies examining how grassroots Islamic women’s organisations operationalise da‘wah strategies to enhance women’s social, economic, and religious participation remain limited. Existing literature largely focuses on normative or theological discussions, with insufficient attention to practical da‘wah strategies implemented at the local organisational level. Addressing this gap, this study examines the da‘wah strategies employed by the Women’s Wing of Nahdlatul Ulama (Fatayat Nahdlatul Ulama) at the Branch Leadership Council level in Jabung District, Malang Regency, East Java, Indonesia, in strengthening the role of women. This study adopts a qualitative descriptive approach, drawing on the da‘wah strategy framework proposed by Abu al-Fath al-Bayanuni. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and document analysis involving organisational leaders and members. The findings reveal the integration of three interrelated da‘wah strategies. First, sentimental strategies are implemented through spiritual and religious activities such as collective Qur’anic recitation, khatmil Qur’an, istighosah, and Qur’an memorisation circles. Second, rational strategies are enacted through organisational meetings, socialisation programmes, and structured discussions addressing contemporary women’s issues. Third, sensory strategies are realised through entrepreneurship skills training and social service initiatives that directly engage women in productive and communal activities. The novelty of this study lies in its demonstration of how classical da‘wah strategy theory is contextually adapted within a women-led Islamic organisation to create participatory spaces and foster social transformation. The findings contribute to contemporary da‘wah studies by highlighting women’s empowerment as both a strategic objective and a transformative outcome of grassroots Islamic da‘wah practices.
Dakwah Moderat Gus Yusuf Wijaya Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Moderasi Beragama Pada Jama’ah Kebun Krecek Kabupaten Pasuruan Muhammad Zaqi Zaid Zidan; Lailatul Mukarromah; M. Hamdan Yuwafik
Ulul Albab: Jurnal Dakwah dan Sosial Keagamaan Vol. 4 No. 1 (2026): Ulul Albab: Jurnal Dakwah dan Sosial Keagamaan
Publisher : P3M STID Mustafa Ibrahim Al-Ishlahuddiny Kediri Lombok Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69943/fd8kbf87

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dakwah moderat Gus Yusuf Wijaya dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama serta dampaknya terhadap Jama'ah Kebun Krecek Kabupaten Pasuruan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai proses dakwah yang berlangsung dalam konteks sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat setempat. Lokasi penelitian berada di Kebun Krecek Kabupaten Pasuruan dengan subjek penelitian Gus Yusuf Wijaya dan anggota jamaah yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dakwah moderat Gus Yusuf Wijaya dilakukan melalui pendekatan spiritual, kultural, dan sosial. Pendekatan spiritual diwujudkan melalui kegiatan Thariqah Naqsyabandiyah, pembacaan Sholawat Nariyah, zikir, dan pengajian rutin, sedangkan pendekatan kultural dilakukan melalui pelestarian tradisi keagamaan seperti Maulid Nabi dan peringatan 1 Muharram. Adapun pendekatan sosial diwujudkan melalui kegiatan santunan anak yatim, kerja bakti, dan aktivitas sosial lainnya. Strategi tersebut berdampak pada meningkatnya kesadaran keagamaan, kepedulian sosial, serta terinternalisasinya nilai-nilai moderasi beragama seperti tawasuth, tasamuh, tawazun, dan i'tidal dalam kehidupan jamaah sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan berlandaskan prinsip Islam rahmatan lil 'alamin.
Multicultural Da'wah and Interethnic Communication among Madurese and Tenggerese Communities in East Java, Indonesia Nurhuda, Muhammad; Yuwafik, Muhammad Hamdan
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 9 No. 1 (2026): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/muharrik.v9i1.9291

Abstract

This study examines multicultural da'wah and interethnic communication between the Madurese and Tenggerese in supporting the development of local wisdom in Malang Regency. The diversity of local wisdom includes culture, religion, race, language, tribe, tradition, and others. The method applied is qualitative research with a descriptive analysis approach. The results of this study are: 1). Multicultural da’wah communication between the two tribes shows interaction patterns that lead to cultural assimilation and acculturation, 2). Although they have different mother tongues (Madurese and Tenggerese), Indonesian functions as the main means of communication, 3). Local wisdom passed on by both tribes, such as the values ​​of cooperation, deliberation, and mutual respect, serve as a strong foundation for building harmonious relationships, 4). Community leaders and religion leaders from both tribes have an important role in helping communication and resolving disputes. In a culturally diverse society, wisdom and awareness of diversity are needed to respect existing differences. The development of a shared identity through multicultural da'wah communication is gradual as part of the Malang Regency community, where ethnic diversity is considered an asset, not an obstacle. This strengthens the sense of ownership and solidarity among a society with various cultures.
Multicultural Da'wah and Interethnic Communication among Madurese and Tenggerese Communities in East Java, Indonesia Nurhuda, Muhammad; Yuwafik, Muhammad Hamdan
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 9 No. 1 (2026): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/muharrik.v9i1.9291

Abstract

This study examines multicultural da'wah and interethnic communication between the Madurese and Tenggerese in supporting the development of local wisdom in Malang Regency. The diversity of local wisdom includes culture, religion, race, language, tribe, tradition, and others. The method applied is qualitative research with a descriptive analysis approach. The results of this study are: 1). Multicultural da’wah communication between the two tribes shows interaction patterns that lead to cultural assimilation and acculturation, 2). Although they have different mother tongues (Madurese and Tenggerese), Indonesian functions as the main means of communication, 3). Local wisdom passed on by both tribes, such as the values ​​of cooperation, deliberation, and mutual respect, serve as a strong foundation for building harmonious relationships, 4). Community leaders and religion leaders from both tribes have an important role in helping communication and resolving disputes. In a culturally diverse society, wisdom and awareness of diversity are needed to respect existing differences. The development of a shared identity through multicultural da'wah communication is gradual as part of the Malang Regency community, where ethnic diversity is considered an asset, not an obstacle. This strengthens the sense of ownership and solidarity among a society with various cultures.
Komunikasi Antar Budaya Dalam Masyarakat Multikultural Di Desa Surorowo Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan Muhammad Hamdan Yuwafik; Nadyatul A’la; Angga Ramadhani
Journal of Communication Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Communication Studies Program Faculty of Social and Political Sciences Universitas Nurdin Hamzah Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali dinamika komunikasi antar budaya dalam masyarakat multikultural di Desa Surorowo, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Desa ini dihuni oleh mayoritas masyarakat suku Tengger dan beragama Hindu, namun juga terdapat kelompok masyarakat suku Jawa dan Madura yang hidup berdampingan secara harmonis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antar budaya di Desa Surorowo berjalan dengan baik berkat adanya sikap toleransi, saling menghargai, dan pemahaman terhadap perbedaan suku, agama, dan tradisi. Kegiatan kebudayaan dan keagamaan menjadi wadah utama dalam membangun hubungan yang harmonis antar kelompok etnis dan agama yang berbeda. Pemahaman yang mendalam terhadap nilai-nilai keberagaman serta komunikasi yang terbuka mencegah terjadinya kesalahpahaman atau konflik. Masyarakat Surorowo menjadi contoh yang baik dalam menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman, serta memperlihatkan semangat nasionalisme yang kuat di dalam kehidupan multikultural.