Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Strategi Dakwah Ustadz Felix Siau Membentuk Karakter Kepemimpinan pada Akun Instagram @Felixsiauw Nuriyah Nazilah; Lintang Fitriya Luthfi; M. Hamdan Yuwafik
Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 6 No. 2 (2025): Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/ittishol.v6i2.2799

Abstract

Perubahan sosial yang terjadi dapat menjadi pengaruh adanya perkembangan di era teknologi masa kini. Dimana media sosial merupakan salah satu karakteristik dari perkembangan teknologi tersebut. Adanya perkembangan teknologi, dakwah yang dilakukan di media sosial mempunyai daya tarik yang amat kuat untuk masyarakat modern terutama bagi generasi milenial. Media sosial instagram merupakan media massa yang begitu populer pada masa kini, sehingga adanya fenomena ini banyak sekali masyarakat muslim yang menggunakan serta memanfaatkan media sosial untuk aktifitas dakwah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk dapat mengetahui bagaimana strategi dakwah yang dilakukan Felix Siauw dalam berdakwah melalui media instagram pribadinnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif dengan teori strategi dakwah untuk dapat mengetahui strategi dakwah yang efektif dalam berdakwah di media instagram. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya karakter da’i dalam melihat kondisi dari kebiasaan mad’u, menyusun pesan dakwah, dan peningkatan media dakwah di sosial media dalam membentuk karakter kepemimpinan. Adanya bentuk dari strategi dakwah sentimentil (al-manhaj al-athifi) yang menggerakkan hati dan strategi dakwah rasional (al-manhaj al-aqli’) yang mengajak mad’unya untuk berfikir serta mengambil hikmah dari pelajaran. Strategi dakwah inilah yang dilakukan Felix Siauw untuk mengembangkan dakwah melalui sosial media instagram. Sehingga banyak pula followers yang ikut serta dalam dakwahnya.
Strategi Dakwah Ustadz Hanan Attaki Dalam Membentuk Karakter Kepemimpinan Pada Akun Youtube @HananAttaki M. Hamdan Yuwafik; Nuriyah Nazilah; Alfian Adi Saputra
Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 6 No. 1 (2025): Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/ittishol.v6i1.3018

Abstract

Perubahan sosial yang terjadi dapat menjadi pengaruh adanya perkembangan di era teknologi masa kini. Dimana media sosial merupakan salah satu karakteristik dari perkembangan teknologi tersebut. Adanya perkembangan teknologi, dakwah yang dilakukan di media sosial mempunyai daya tarik yang amat kuat untuk masyarakat modern terutama bagi generasi milenial. Media sosial youtube merupakan media massa yang begitu populer pada masa kini, sehingga adanya fenomena ini banyak sekali masyarakat muslim yang menggunakan serta memanfaatkan media sosial untuk aktifitas dakwah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk dapat mengetahui bagaimana strategi dakwah yang dilakukan Ustadz Hanan Attaki dalam berdakwah melalui media youtube pribadinnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif dengan teori strategi dakwah untuk dapat mengetahui strategi dakwah yang efektif dalam berdakwah di media youtube. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya karakter da’i dalam melihat kondisi dari kebiasaan mad’u, menyusun pesan dakwah, dan peningkatan media dakwah di sosial media dalam membentuk karakter kepemimpinan. Adanya bentuk dari strategi dakwah sentimentil (al-manhaj al-athifi) yang menggerakkan hati dan strategi dakwah rasional (al-manhaj al-aqli’) yang mengajak mad’unya untuk berfikir serta mengambil hikmah dari pelajaran. Strategi dakwah inilah yang dilakukan Hanan Attaki untuk mengembangkan dakwah melalui sosial media youtube. Sehingga banyak pula subscriber yang ikut aktif dalam kegiatan dakwahnya.
Komunikasi Multikultural Suku Madura Dan Suku Tengger Dalam Membangun Kearifan Lokal di Kabupaten Malang Muhammad Hamdan Yuwafik; Ainatul Khoiroh
Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/ittishol.v7i1.4500

Abstract

Penelitian ini mengkaji komunikasi antara Suku Madura dan Suku Tengger dalam mendukung pengembangan kearifan lokal di Kabupaten Malang. Keberagaman kearifan lokal mencakup budaya, agama, ras, bahasa, suku, tradisi, dan lain-lain. Metode yang diterapkan ialah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini adalah: 1). Komunikasi multikultural antara kedua suku menunjukkan pola interaksi yang mengarah pada asimilasi dan akulturasi budaya, 2). Walaupun mereka memiliki bahasa ibu yang berbeda (bahasa Madura dan bahasa Tengger), Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat komunikasi utama, 3). Kearifan lokal yang diteruskan oleh kedua suku, seperti nilai-nilai kerjasama, musyawarah, dan saling menghargai, berfungsi sebagai dasar yang kuat untuk membangun hubungan yang harmonis, 4). Tokoh masyarakat dan pemimpin adat dari kedua suku memiliki peran penting dalam membantu komunikasi dan menyelesaikan perselisihan. Dalam masyarakat yang beragam budaya, diperlukan kebijaksanaan dan kesadaran akan keberagaman saling menghormati perbedaan yang ada. Pengembangan identitas bersama melalui komunikasi multikultural secara bertahap sebagai bagian dari masyarakat Kabupaten Malang, di mana keberagaman etnis dianggap sebagai aset, bukan sebagai hambatan. Hal ini memperkuat rasa kepemilikan dan solidaritas di tengah masyarakat yang memiliki berbagai budaya.
Strategi Komunikasi Multikultural dalam Menanamkan Nilai Toleransi Beragama pada Santri di Pesantren Sunan Kalijago Malang Muhammad Hamdan Yuwafik; Dinda Fitri Ayu Puji Lestari; Evan Gunawan
Journal of Communication Research Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jcr.v1i1.172

Abstract

The cultural and religious diversity present in Indonesian society calls for the strengthening of interfaith tolerance, which is becoming increasingly important. In this context, religious educational institutions such as pesantrens play a strategic role in instilling tolerance values. This article discusses the role of Pesantren Sunan Kalijogo Malang in teaching religious tolerance values amidst a diverse society. The primary focus of this study is on how the pesantren implements Islamic teachings that emphasize the importance of respecting differences and living together in peace. This research aims to explore the pesantren's motivations in teaching tolerance, as well as the methods used to instill these values in students. Using a qualitative approach, data was collected through field observations, in-depth interviews, and documentation studies. The research findings show that the pesantren not only provides Islamic religious education but also creates space for students to understand and accept diversity in their social lives. The implementation of multicultural communication at this pesantren proves that religious educational institutions can play an important role in creating inclusive and tolerant students, while also maintaining harmony in a multicultural society. This study provides evidence that faith-based education can support the realization of a more peaceful and united society. Keberagaman budaya dan agama yang ada pada masyarakat Indonesia menuntut adanya toleransi antar umat beragama yang semakin penting untuk diperkuat. Dalam konteks ini, lembaga pendidikan agama seperti pesantren memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai toleransi. Artikel ini membahas peran Pesantren Sunan Kalijogo Malang dalam mengajarkan nilai-nilai toleransi beragama di tengah masyarakat yang penuh dengan keberagaman. Fokus utama kajian ini adalah pada strategi pesantren mengimplementasikan ajaran Islam yang menekankan pentingnya saling menghargai perbedaan dan hidup berdampingan secara damai. Penelitian ini berusaha untuk menggali motivasi pesantren dalam mengajarkan toleransi, serta metode yang digunakan untuk menanamkan nilai-nilai tersebut kepada santri. Menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam. Strategi ini dilakukan oleh pihak pesantren tidak hanya memberikan pendidikan agama Islam, tetapi juga menciptakan ruang bagi santri untuk memahami dan menerima keberagaman dalam kehidupan sosial mereka. Implementasi komunikasi multikultural di pesantren ini membuktikan bahwa lembaga pendidikan agama dapat berperan penting dalam menciptakan santri yang inklusif dan toleran, serta menjaga keharmonisan di tengah masyarakat yang multikultural. Penelitian ini memberikan bukti bahwa pendidikan berbasis agama dapat mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih damai dan bersatu.
Pelatihan Maharah Kitabah Menggunakan Tracing Method Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab di Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang Ahmad Nuruddin; Muhammad Hamdan Yuwafik; Elok Rufaiqoh; Alfian Adi Saputra
Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Khidmatuna: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/khidmatuna.v5i2.3049

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pelatihan tracing method dalam pembelajaran maharah kitabah serta problematika yang dihadapi oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab (PBA) di Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, serta dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwasanya pembelajaran maharah kitabah menggunakan tracing method di Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang dilakukan dengan melalui 4 tahapan, yaitu: 1) perencanaan, dilakukan selama 1 kali dalam seminggu, dan berlangsung selama 4 minggu, hal ini dilakukan pada jam 14.00 hingga 15.00. 2) isi materi, pembelajaran 6 macam khot, yaitu naskhi, riq’ah, diwani, diwani jali, tsulus, dan kufi. 3) cara pembelajaran, menggunakan tracing method dengan kertas transparan untuk melatih dalam menjiplak tulisan khot. 4) evaluasi, dilakukan dengan cara menulis ulang kata atau kalimat yang telah dipelajari menggunakan tracing method secara langsung. Dalam penggunaan tracing method ini beberapa masih memiliki problematika dalam pembelajarannya, seperti halnya waktu pembelajaran yang terlalu singkat dan kurangnya pembiasaan dikarenakan waktu pelatihan yang relative cepat, serta materi khot yang terlalu banyak, sehingga pelatihan ini membutuhkan waktu lebih untuk bisa maksimal.
Pendampingan Penguatan Nilai Moderasi Beragama Pada Mahasiswa Di Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang Muhammad Hamdan Yuwafik; Ahmad Nuruddin; Diah Retno Ningsih; Alfian Adi Saputra
Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Khidmatuna: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/khidmatuna.v7i1.4901

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat nilai moderasi beragama (religious moderation) pada mahasiswa di IAI Sunan Kalijogo Malang melalui pendekatan pendampingan partisipatif (participatory mentoring approach). Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 27 Desember 2025 di Aula IAI Sunan Kalijogo Malang dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi sebagai peserta utama. Pendampingan menghadirkan tiga narasumber utama, yaitu Muhammad Hamdan Yuwafik, Moh Muslimin, dan Dr. H. Ahmad Syauqi. Metode pelaksanaan menggunakan seminar edukatif, dialog interaktif (interactive dialogue), Focus Group Discussion (FGD), dan refleksi sosial (social reflection). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa mengenai nilai moderasi beragama yang meliputi toleransi (tolerance), komitmen kebangsaan (national commitment), anti-kekerasan (anti-violence), dan penghormatan terhadap budaya lokal (accommodative to local culture). Selain itu, mahasiswa menunjukkan perubahan sikap yang lebih inklusif dalam komunikasi sosial dan kehidupan organisasi kampus. Kegiatan ini juga menghasilkan komitmen mahasiswa untuk mengimplementasikan nilai moderasi beragama melalui budaya diskusi yang toleran, literasi digital (digital literacy), dan pengembangan komunitas moderasi beragama di lingkungan kampus. Dengan demikian, pendampingan penguatan nilai moderasi beragama mampu menjadi model edukasi berkelanjutan dalam membentuk karakter mahasiswa yang moderat, toleran, dan berorientasi pada penguatan harmoni sosial di tengah masyarakat multikultural Indonesia.
Strategi Komunikasi Multikultural Kelompok Seni Sedratani dalam mengimplementasikan seni Bertani Pada Rumah Produksi Petoeng Pasuruan Muhammad Hamdan Yuwafik; Muhammad Wildan Zaka W.A
Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 7 No. 2 (2026): Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/ittishol.v7i2.4900

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi multikultural yang diterapkan oleh Kelompok Seni Sedratani dalam mengimplementasikan seni bertani pada Rumah Produksi Petoeng Pasuruan serta memahami bentuk implementasi seni bertani yang dilakukan dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pengelola, anggota kelompok seni, serta masyarakat yang terlibat dalam kegiatan Rumah Produksi Petoeng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi multikultural yang diterapkan dilakukan melalui pendekatan partisipatif, penggunaan simbol budaya lokal, interaksi sosial yang terbuka, serta penguatan nilai toleransi dalam setiap kegiatan seni dan pertanian. Kelompok Seni Sedratani memanfaatkan media seni sebagai sarana komunikasi untuk menyampaikan pesan budaya, edukasi pertanian, dan pelestarian tradisi lokal kepada masyarakat yang memiliki latar belakang berbeda. Adapun bentuk implementasi seni bertani diwujudkan melalui pertunjukan seni tradisional, pelatihan kreatif berbasis budaya agraris, kegiatan bertani bersama, dan pengembangan karya seni yang mengangkat nilai-nilai kehidupan petani. Strategi komunikasi tersebut terbukti mampu memperkuat hubungan sosial masyarakat, meningkatkan kesadaran budaya, serta menumbuhkan sikap toleransi dan kepedulian terhadap pelestarian budaya bertani di tengah perkembangan modernisasi. Dengan demikian, keberadaan Kelompok Seni Sedratani pada Rumah Produksi Petoeng Pasuruan memiliki peran penting dalam membangun komunikasi multikultural berbasis seni dan budaya lokal.
Strategi Komunikasi Multikultural Kelompok Kesenian Reog Mbah Bagong dalam Melestarikan Kebudayaan di Malang Ahmad Kharis; Muhammad Hamdan Yuwafik; Hasyim Iskandar
JDARISCOMB: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 6 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/jdariscomb.v6i2.5372

Abstract

Perkembangan globalisasi dan perubahan pola hiburan masyarakat menjadi tantangan dalam pelestarian budaya tradisional, sehingga diperlukan strategi komunikasi yang mampu mempertahankan eksistensi kesenian lokal. Penelitian terdahulu umumnya membahas strategi komunikasi budaya secara umum, sedangkan kajian mengenai strategi komunikasi multikultural pada kelompok kesenian tradisional di tingkat komunitas desa masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi komunikasi multikultural yang diterapkan Kelompok Kesenian Reog Mbah Bagong dalam melestarikan kebudayaan di Desa Sukolilo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap ketua kelompok, anggota kelompok, serta tokoh masyarakat, kemudian dianalisis melalui tahapan pengumpulan, pengelompokan, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi multikultural diterapkan melalui komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok, keterlibatan aktif dalam kegiatan masyarakat, serta penyesuaian penyampaian pesan budaya sesuai karakteristik khalayak. Keberhasilan strategi tersebut didukung oleh dukungan masyarakat, pemerintah desa, dan komitmen anggota kelompok, meskipun masih menghadapi hambatan berupa menurunnya minat sebagian generasi muda, keterbatasan sumber daya, serta pengaruh budaya populer modern. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi multikultural berperan penting dalam membangun hubungan harmonis dengan masyarakat sekaligus mendukung pelestarian kesenian Reog sebagai warisan budaya lokal di tengah perkembangan zaman
Dakwah Moderat Gus Yusuf Wijaya Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Moderasi Beragama Pada Jama’ah Kebun Krecek Kabupaten Pasuruan Muhammad Zaqi Zaid Zidan; Lailatul Mukarromah; M. Hamdan Yuwafik
Ulul Albab: Jurnal Dakwah dan Sosial Keagamaan Vol. 4 No. 1 (2026): Ulul Albab: Jurnal Dakwah dan Sosial Keagamaan
Publisher : P3M STID Mustafa Ibrahim Al-Ishlahuddiny Kediri Lombok Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69943/fd8kbf87

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dakwah moderat Gus Yusuf Wijaya dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama serta dampaknya terhadap Jama'ah Kebun Krecek Kabupaten Pasuruan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai proses dakwah yang berlangsung dalam konteks sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat setempat. Lokasi penelitian berada di Kebun Krecek Kabupaten Pasuruan dengan subjek penelitian Gus Yusuf Wijaya dan anggota jamaah yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dakwah moderat Gus Yusuf Wijaya dilakukan melalui pendekatan spiritual, kultural, dan sosial. Pendekatan spiritual diwujudkan melalui kegiatan Thariqah Naqsyabandiyah, pembacaan Sholawat Nariyah, zikir, dan pengajian rutin, sedangkan pendekatan kultural dilakukan melalui pelestarian tradisi keagamaan seperti Maulid Nabi dan peringatan 1 Muharram. Adapun pendekatan sosial diwujudkan melalui kegiatan santunan anak yatim, kerja bakti, dan aktivitas sosial lainnya. Strategi tersebut berdampak pada meningkatnya kesadaran keagamaan, kepedulian sosial, serta terinternalisasinya nilai-nilai moderasi beragama seperti tawasuth, tasamuh, tawazun, dan i'tidal dalam kehidupan jamaah sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan berlandaskan prinsip Islam rahmatan lil 'alamin.
Dakwah Moderat Habib Husein Bin Ja’far Al Hadar Dalam Konten Youtube Jeda Nulis Muhammad Hamdan Yuwafik; Nuril Ida Aulia; Nurul Muttaqin
Lenvari: Journal of Social Science Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Da'wah is an activity that must be carried out by all Muslims in a moderate way and with a moderate message because the essence of Islam is a religion of calm and peace. Moderate Islam is often associated with radical, liberal Islam. Moderates do not accept the existence of liberal ideology in Islamic preaching which is exaggerated in the context of religious texts. In this modern era, the internet and social media can be used as a medium for da'wah. One thing used as an alternative for Habib Husein Bin Ja'far Al Hadar's learning is YouTube, which is a form of combination of Islam and information technology. The stages used in this research analysis are qualitative descriptive analysis. The presentation of the research results is presented as a descriptive content analysis combined with discourse analysis theory related to the preaching activities of Habib Husein Bin Ja'far Al Hadar Ja' 'fari on the YouTube social media channel "Pause Writing". Habib Husein Bin Ja'far Al Hadar explained that someone who assumes that media is overweight in diversity is indeed a horror in religion. On the other hand, someone who assumes that media is moderate tends to have a low level of constructivism. Islam in Indonesia is the majority that needs to be instilled with an attitude of tolerance, especially towards groups. Extreme Islamic groups who want to make this country a caliphate or Islamic State. Habib Husein Bin Ja'far Al Hadar instilled the principle that Islam and many other religions can live side by side and come together to help each other and not tear each other down. The use of YouTube media was warmly welcomed by Habib to spread the religion of Islam to show that Islam is a beautiful, peaceful, gentle and nurturing religion.