Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN COKELAT HITAM TERHADAP INTENSITAS NYERI DISMENORE PRIMER PADA REMAJA PUTRI Nurfaizah Alza; Nanda Wahyudi; Veny Delvia Pombaile; Nurhidayah
JOMIS (Journal of Midwifery Science) Vol. 10 No. 1 (2026): JOMIS (Journal Of Midwifery Science)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jomis.v10i1.7337

Abstract

Dysmenorrhea is a common symptom affecting approximately 60% of women during menstruation. Among teenegers, the main cause of dysmenorrhea is primary dysmenorrhea. Primary dysmenorrhea can influence quality of life, daily activities, learning ability and class attendance, even career achievements. The research results indicate that 13.1% of teenagers were absent from school, which corresponds to a 73% prevalence of dysmenorrhea; among the 52 students (81.3%) who experienced dysmenorrhea, 36 students (56.3%) reported having a low quality of life. One of the attempts that can be done to minimize dysmenorrhea pain is by consuming dark chocolate. Dark chocolate contains more beneficial compounds, such as flavanols The purpose of this study is to know the effect of dark chocolate consumption on the intensity of primary dysmenorrhea pain in teenage girls. The method used is a quasi-experiment with a one-group pretest-posttest design. The respondents in this study are the 10th-grade female students of SMA Negeri 2 Gorontalo. The sampling technique used is purposive sampling, with a sample size of 34 individuals determined based on the inclusion and exclusion criteria set. The inclusion criteria for this study are that the participants are 11th-grade female students of SMA Negeri 2 Gorontalo. The participants must be willing to be respondents and sign the informed consent form, menstruate monthly, experience primary dysmenorrhea, be aged 15-17 years, and enjoy dark chocolate. The exclusion criteria are secondary dysmenorrhea, chocolate allergy, undergoing special treatment, suffering from certain diseases, and not being in the menstrual cycle. The data were analyzed using a paired sample t-test. The results obtained show a decrease in the average intensity of primary dysmenorrhea pain before and after the consumption of chocolate by 1.96, with a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating that statistically, there is an effect of dark chocolate consumption on the intensity of primary dysmenorrhea pain in teenage girls. Recommendation for adolescents to consume dark chocolate during dysmenorrhea and for healthcare providers will consider making dark chocolate as part of the material in providing care to teenagers and the general public, especially in managing dysmenorrhea
Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe Sebagai Penentu Risiko Anemia Pada Remaja Putri Di Wilayah Endemis Tilango Ni Made Dewi Anggraeni; Yusni Podungge; Nurhidayah Nurhidayah; Veny Delvia Pombaile; Desak Made Yulianti; Rina Sulisthia Arbie
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 18 No 1 (2026): Januari - April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v18i1.1860

Abstract

Latar belakang: Anemia pada remaja putri di wilayah endemis Tilango masih tinggi (16,4%) akibat rendahnya kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sebesar 70%, meskipun suplementasi zat besi direkomendasikan WHO dan Kemenkes RI. Tujuan: menganalisis hubungan kepatuhan konsumsi TTD dengan status anemia pada remaja putri di Kecamatan Tilango. Metode: desain cross-sectional analitik pada 427 remaja putri usia 12–18 tahun menggunakan total sampling; kepatuhan TTD diukur self-report (?80% patuh), status anemia berdasarkan Hb <12 g/dL (HemoCue®), dianalisis Chi-Square dan regresi logistik. Hasil: ketidakpatuhan TTD berhubungan signifikan dengan anemia (OR=4,62; 95% CI:2,15–9,92; p=0,002); multivariat menunjukkan OR=3,98 (p=0,001) dan KEK (OR=2,12; p=0,011). Simpulan: ketidakpatuhan konsumsi TTD merupakan faktor dominan anemia pada remaja putri di Tilango. Saran: tingkatkan kepatuhan >70% melalui distribusi mingguan UKS, aktivasi posyandu remaja, skrining Hb triwulanan
Pemberdayaan Kader Posyandu dan Ibu Balita melalui Inovasi PMT Berbasis Kelor di Wilayah Kelurahan Dembe 1 Novian Swasono Hadi; Fitri Yani Arbie; Maya Kumalasari Sugiyanto; Veny Delvia Pombaile
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 6 No 3 (2026): I-Com: Indonesian Community Journal (September 2026)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/icom.v6i3.11421

Abstract

Masalah gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Pilolodaa berkaitan dengan praktik pemberian makan, ASI eksklusif, pengetahuan keluarga, dan kondisi sosial ekonomi, sehingga diperlukan pemberdayaan yang menghubungkan edukasi gizi dengan praktik pengolahan pangan lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kader Posyandu dan ibu balita serta memperkenalkan inovasi PMT berbasis kelor yang dipadukan dengan sumber protein hewani dan nabati. Kegiatan inti dilaksanakan pada 7 Agustus 2026 di Kelurahan Dembe 1 melalui edukasi interaktif, diskusi, video demonstrasi, poster resep, dan contoh produk. Evaluasi satu kelompok pretest-posttest melibatkan 26 peserta, terdiri atas 4 kader dan 22 ibu balita. Rerata skor meningkat dari 62,7±9,2 menjadi 86,2±7,5; uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan bermakna (p<0,001; r=0,90), dan proporsi skor ≥80 meningkat dari 7,7% menjadi 100%. Empat menu yang diperkenalkan ialah bola ubi-hati ayam-kelor, nasi tim hati ayam-tempe-kelor, nugget ikan kembung-kelor, dan puding susu-labu-kelor. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan jangka pendek dan tersedianya media resep untuk mendukung edukasi Posyandu. Tindak lanjut diarahkan pada praktik ulang bersama kader, supervisi ahli gizi, evaluasi keterampilan, daya terima menu, konsumsi aktual, serta retensi pengetahuan.