Ni Made Dewi Anggraeni
Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Efektivitas edukasi anemia berbasis video animasi terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri tentang tablet tambah darah Desak Made Yulianti; Nancy Olii; Nurhidayah Nurhidayah; Veny Delvia Pombaile; Ni Made Dewi Anggraeni; Rina Sulisthia Arbie
Hik Vol. 20 No. 1 (2026): Volume 20 Nomor 1
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v18i9.2485

Abstract

Background: Iron deficiency anemia remains a prevalent health problem among adolescent girls and has adverse effects on quality of life and productivity. Health education delivered through engaging and easily accessible media, such as animated videos, has the potential to enhance understanding and foster positive attitudes toward the consumption of iron supplementation tablets. Purpose: To determine the effectiveness of animated video education on anemia on the level of knowledge and attitudes of young women about iron tablets. Method: This study employed a quasi-experimental design with a two-group pretest–posttest approach. The sample consisted of 80 adolescent girls, including 40 seventh-grade and 40 eighth-grade students, selected using an exhaustive sampling technique. Knowledge and attitudes were assessed before and after the intervention. Data were subsequently analyzed using the Wilcoxon and chi-square tests, with a significance level set at p < 0.05 Results: The anemia education delivered through animated videos significantly improved the knowledge and attitudes of adolescent girls in both grade groups (p=0.000). In addition, a significant difference was observed between seventh- and eighth-grade students after the intervention (p<0.05), with eighth-grade students exhibiting better outcomes. Conclusion: Animated video based anemia education was proven to be effective in improving the knowledge and attitudes of adolescent girls regarding iron supplementation tablets. Therefore, this medium can be recommended as a health promotion strategy to support anemia prevention efforts among adolescent girls.   Keywords: Anemia; Animated Video; Attitude; Iron Supplementation; Knowledge.   Pendahuluan: Anemia defisiensi besi masih menjadi permasalahan kesehatan yang banyak dijumpai pada remaja putri dan berdampak pada kualitas hidup serta produktivitas. Edukasi kesehatan melalui media yang menarik dan mudah diakses, seperti video animasi, berpotensi meningkatkan pemahaman dan membentuk sikap positif terhadap konsumsi tablet tambah darah. Tujuan: Untuk menganalisis efektivitas edukasi video animasi anemia terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri tentang tablet tambah darah. Metode: Desain penelitian quasi-experimental dengan pendekatan two group pretest–posttest. Sampel berjumlah 80 remaja putri (40 siswi kelas 7 dan 40 siswi kelas 8) dipilih menggunakan teknik exhaustive sampling. Data diperoleh melalui penilaian tingkat pengetahuan dan sikap yang dilakukan sebelum dan setelah pemberian intervensi. Selanjutnya, di analisis menggunakan uji Wilcoxon dan chi-square pada tingkat signifikansi p < 0.05. Hasil: Edukasi video animasi anemia secara signifikan meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri di kedua kelompok kelas (p=0>000). Selain itu, perbedaan signifikan juga ditemukan antara siswa kelas 7 dan 8 setelah intervensi (p<0.05), dengan performa yang lebih baik pada siswa kelas 7. Simpulan: Pemberian edukasi anemia melalui media video animasi terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri tentang tablet tambah darah.   Kata Kunci: Anemia; Pengetahuan; Sikap; Tablet Tambah Darah; Video Animasi.
Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe Sebagai Penentu Risiko Anemia Pada Remaja Putri Di Wilayah Endemis Tilango Ni Made Dewi Anggraeni; Yusni Podungge; Nurhidayah Nurhidayah; Veny Delvia Pombaile; Desak Made Yulianti; Rina Sulisthia Arbie
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 18 No 1 (2026): Januari - April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v18i1.1860

Abstract

Latar belakang: Anemia pada remaja putri di wilayah endemis Tilango masih tinggi (16,4%) akibat rendahnya kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sebesar 70%, meskipun suplementasi zat besi direkomendasikan WHO dan Kemenkes RI. Tujuan: menganalisis hubungan kepatuhan konsumsi TTD dengan status anemia pada remaja putri di Kecamatan Tilango. Metode: desain cross-sectional analitik pada 427 remaja putri usia 12–18 tahun menggunakan total sampling; kepatuhan TTD diukur self-report (?80% patuh), status anemia berdasarkan Hb <12 g/dL (HemoCue®), dianalisis Chi-Square dan regresi logistik. Hasil: ketidakpatuhan TTD berhubungan signifikan dengan anemia (OR=4,62; 95% CI:2,15–9,92; p=0,002); multivariat menunjukkan OR=3,98 (p=0,001) dan KEK (OR=2,12; p=0,011). Simpulan: ketidakpatuhan konsumsi TTD merupakan faktor dominan anemia pada remaja putri di Tilango. Saran: tingkatkan kepatuhan >70% melalui distribusi mingguan UKS, aktivasi posyandu remaja, skrining Hb triwulanan
Perbandingan Pengetahuan Kesehatan Seksual Remaja Berdasarkan Akses Informasi Digital Dan Konvensional Di Era Digital Veny Delvia Pombaile; Ika Suherlin; Magdalena Martha Tompunuh; Desak Made Yulianti; Ni Made Dewi Anggraeni; Rina Sulisthia Arbie
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 18 No 1 (2026): Januari - April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v18i1.1913

Abstract

Summary: Background: Adolescents are a vulnerable group to sexual health problems due to limited access to accurate information, while in the digital era they obtain information from digital and conventional sources that can affect their level of knowledge. Objective: To analyze the relationship and differences in adolescent sexual health knowledge based on digital and conventional information access. Method: A quantitative cross-sectional study involving 64 seventh grade students of SMP Negeri 12 Kota Gorontalo selected using purposive sampling technique. Data were obtained through a multiple-choice questionnaire with a correct (1) and incorrect (0) scoring, then analyzed univariately and bivariately using the chi-square test (? = 0.05). Results: Digital access showed a higher proportion of good knowledge (63.2%) compared to conventional access which was dominated by poor knowledge (38.4%), with a significant relationship between information sources and knowledge levels (p <0.05). Conclusion: Digital information access is superior to conventional access in improving adolescent sexual health knowledge. Suggestion: Further research is recommended to use a stronger analytical design, expand the location and number of samples, and develop a digital sexual health literacy measurement instrument.
PEMBERDAYAAN KADER DAN IBU HAMIL TRIMESTER III DALAM PRENATAL GENTLE YOGA UNTUK MENCEGAH BABY BLUES SYNDROME DAN DEPRESI POST PARTUM Nancy Olii; Nanda Wahyudi; Ni Made Dewi Anggraeni
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.28566

Abstract

Abstrak: Depresi Postpartum merupakan gangguan mental ditandai dengan kesedihan yang luar biasa, perasaan putus asa, kesuraman, kecemasan yang parah, kehilangan nafsu makan, konsentrasi dan memori yang terus memburuk, gangguan tidur, kelelahan berkepanjangan, isolasi terhadap lingkungan sosial, dan pikiran untuk menyakiti bayinya. Di Kelurahan Pauwo Kecamatan Kabila di Kabupaten Bone Bolango Gorontalo tercatat kasus depresi postpartum pada Tahun 2022 berjumlah 17 serta pada bulan Januari-Mei 2023 berjumlah 5 ibu dari 24 ibu post partum (20,8%). Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dan ibu hamil trimester III mengenai pencegahan Baby Blues Syndrome dan depresi post partum melalui Prenatal Gentle Yoga pada ibu hamil trimester III. Metode penyuluhan dan pelatihan kepada kader kesehatan dan ibu hamil trimester III. Kader kesehatan dan ibu hamil trimester III sebanyak 12 orang. Evaluasi melalui pretest dan posttest sebanyak 20 soal. Hasil yang telah dicapai terjadi peningkatan nilai rata-rata pengetahuan sebanyak 26,67 sebelum dan sesudah penyuluhan.Abstract: Postpartum Depression is a mental disorder characterized by extreme sadness, feelings of hopelessness, gloom, severe anxiety, loss of appetite, worsening concentration and memory, sleep disturbances, prolonged fatigue, isolation from the social environment, and thoughts of harming the baby. In Pauwo Village, Kabila District in Bone Bolango Regency, Gorontalo, there were 17 cases of postpartum depression in 2022 and in January-May 2023 there were 5 mothers out of 24 postpartum mothers (20.8%). The purpose of community service activities is to increase the knowledge and skills of health cadres and pregnant women in the third trimester regarding the prevention of Baby Blues Syndrome and postpartum depression through Prenatal Gentle Yoga for pregnant women in the third trimester. Counseling and training methods for health cadres and pregnant women in the third trimester. There are 12 health cadres and pregnant women in the third trimester. Evaluation through pretest and posttest in 20 question. The results that have been achieved are an increase in the average knowledge score of 26.67 before and after counseling.
Pemberdayaan Pensiunan Swasta Untuk Pencegahan Hemoroid Ibu Hamil Melalui Budidaya Mahkota Dewa Dengan Teknik Hidroponik Panel Surya Siti Choirul Dwi Astuti; Nancy Olli; Ni Made Dewi Anggraeni; Rabia Zakaria; Rusli Hasan
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amjpm.v6i1.1268

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Dutohe Barat, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango sebagai upaya mengatasi rendahnya produktivitas tanaman Mahkota Dewa akibat keterbatasan lahan dan tingginya biaya listrik untuk budidaya, serta rendahnya pengetahuan kader kesehatan dan ibu hamil mengenai pencegahan komplikasi hemoroid selama kehamilan. Kegiatan bertujuan memberdayakan pensiunan swasta melalui budidaya Mahkota Dewa menggunakan teknik hidroponik berbasis panel surya sebagai sumber bahan baku herbal, sekaligus meningkatkan kapasitas kader kesehatan dan pengetahuan ibu hamil dalam pencegahan hemoroid. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, demonstrasi, praktik budidaya hidroponik panel surya, pendampingan penggunaan supositoria Mahkota Dewa, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya instalasi hidroponik panel surya sebagai teknologi tepat guna yang dikelola oleh kelompok pensiunan swasta. Pengetahuan kader kesehatan meningkat dari 0% sebelum pelatihan menjadi 100% pada kategori baik setelah pelatihan, sedangkan keterampilan kader meningkat hingga 80% berada pada kategori baik. Pengetahuan ibu hamil juga mengalami peningkatan dari 80% kategori kurang sebelum penyuluhan menjadi 83,3% kategori baik setelah penyuluhan. Pendampingan penggunaan supositoria Mahkota Dewa menunjukkan tingkat kepatuhan sebesar 90%, dengan 80% ibu hamil melaporkan penurunan keluhan hemoroid. Program ini berhasil meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi tepat guna dan edukasi kesehatan sebagai model berkelanjutan dalam mendukung pencegahan komplikasi hemoroid pada ibu hamil.   
Usia dan riwayat reproduksi sebagai prediktor kejadian kanker serviks Rina Sulisthia Arbie; Yollanda Dwi Santi Violentina; Selvi Mohamad; Veny Delvia Pombaile; Ni Made Dewi Anggraeni; Desak Made Yulianti; Ika Suherlin
Hik Vol. 20 No. 6 (2026): Volume 20 Nomor 6
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v20i6.4193

Abstract

Background: Cervical cancer remains a leading cause of cancer-related death among women worldwide. Reproductive risk factors such as age, age at menarche, and age at first childbirth are considered important determinants of its incidence, particularly in developing countries with limited screening coverage. Purpose: To analyze age and reproductive history (age at menarche and age at first childbirth) as predictors of cervical cancer incidence. Method: This study employed an observational analytic design with a case-control approach. It was conducted at Aloe Saboe Hospital between August and December 2025. The sample consisted of 18 women with cervical cancer (case group) and 18 women without cervical cancer (control group), selected through a review of medical records. Data were analyzed using the Chi-Square test, calculating the odds ratio (OR) and 95% confidence interval (CI) at a significance level of p < 0.05. Results: Age at menarche was significantly associated with the incidence of cervical cancer (p = 0.001; OR = 2.543; 95% CI: 1.621–3.991). Age (p = 0.396; OR = 1.225; 95% CI: 0.808–1.859) and age at first childbirth (p = 0.760; OR = 0.428; 95% CI: 0.224–0.817) did not show a statistically significant association. Conclusion: Early age at menarche is a significant predictor of cervical cancer incidence, whereas age and age at first childbirth did not show a significant association in this sample. Early detection efforts should be prioritized for women with a history of early menarche. Suggestion: Future research should be conducted with a larger sample size and multivariate analysis to control for confounding variables particularly the age at first childbirth, which involved small subgroups in this study in order to obtain more accurate and generalizable risk estimates.   Keywords: Age; Age at First Childbirth; Age at Menarche; Cervical Cancer.