Nurhidayah Nurhidayah
Department Of Midwifery, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Gorontalo, Gorontalo, Indonesia

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Penurunan Hot Flashes pada Menopause dengan Senam Lansia: Reducing Hot Flashes in Menopause with Elderly Gymnastics Juli Gladis Claudia; Nurnaningsih Ali Abdul; Nurhidayah Nurhidayah; Selvi Mohamad; Fatmawati Ibrahim; Eka Rati Astuti
Jurnal Bidan Cerdas Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jbc.v4i1.769

Abstract

Introduction: One of the menopausal problems is hot flashes or chest burning with symptoms of night sweats, fatigue, insomnia, depression, anxiety, memory disorders, and urogenital symptoms, in some people experiencing different symptoms, and often causes impaired quality of life. If this condition cannot be overcome, it will develop into anxiety to stress which has a negative impact on women's social life which will stimulate the brain so that it can disrupt the hormonal balance and ultimately adversely affect the health of the body. Objective: The aim of the study was to analyze the effect of elderly exercise on reducing hot flashes in menopause. Methods: The type of research is Quasi Experiment with a one group pretest posttest design approach with the dependent variable is elderly exercise and the independent variable is hot flashes. Samples were all 66 menopausal people, analyzed using the Paired t test. Results: The results of the study after being tested, the mean pre-test value was 13.98 and the mean post-test was 21.00. The higher the mean value, there was a decrease in hot flashes before and after elderly exercise, meaning that there was a difference before and after treatment, the greater the mean value, the more means that the resulting test is evidenced by a p-value of 0.000 which is less than 0.05. Conclusion: it means that there is an effect of elderly exercise on reducing hot flashes in menopause. The conclusion is that there is a decrease in hot flushes in menopause before and after elderly exercise.   ABSTRAK Pendahuluan: Salah satunya masalah menopause adalah hot flashes atau rasa panas didada dengan gejala berkeringat malam, fatigue, insomnia, depresi, ansietas, gangguan daya ingat, dan gejala urogenital, pada beberapa orang mengalami gejala berbeda, dan sering menyebabkan gangguan kualitas hidup. Jika kondisi ini tidak bisa diatasi akan berkembang menjadi cemas sampai dengan stres yang berdampak buruk pada kehidupan sosial perempuan yang akan merangsang otak sehingga dapat mengganggu keseimbangan hormon dan akhirnya berakibat buruk pada kesehatan tubuh. Tujuan: Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh senam lansia terhadap penurunan hot flashes pada menopause. Metode: Jenis penelitian adalah Quasi Eksperiment dengan pendekatan one group pretest posttest design dengan variable terikat adalah senam lansia  dan variable bebas adalah hot flashes. Sampel adalah semua menopause berjumlah 66 orang, dianalisis menggunakan uji Paired t test. Hasil: Hasil penelitian setelah diuji didapatkan nilai mean pre test 13,98 dan nilai mean post test 21,00 makin tinggi nilai mean maka ada penurunan hot flashes sebelum dan sesudah senam lansia, artinya ada perbedaan sebelum dan sesudah perlakuan makin besar nilai mean maka makin bermakna uji yang dihasilkan dibuktikan dengan nilai p-value 0,000 lebih kecil dari 0,05. Kesimpulan: artinya ada pengaruh senam lansia terhadap penurunan hot flashes pada menopause. Kesimpulan ada penurunan hot flushes pada menopause sebelum dan sesudah dilakukan senam lansia.
EDUKASI DAN PEMBERIAN JAGUNG SUSU KEJU UNTUK MENCEGAH ANEMIA PADA REMAJA PUTRI Febri Dwi Yanti; Nancy Olii; Magdalena M. Tompunuh; Sri Nurlaily Z; Nurhidayah Nurhidayah; Nurnaningsih Ali Abdul; Herman Priyono Luawo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.568 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.7332

Abstract

Abstrak: Anemia merupakan masalah kesehatan global yang diperhatikan, terutama di Negara berkembang seperti di Indonsia. Diperkirakan sekitar 1/3 populasi dunia menderita anemia, Prevalensi kejadian anemia di Indonesia cukup tinggi. Salah satu cara program penanganan anemia pada remaja di Indonesia yaitu melalui program suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD) untuk remaja putri berusia 16-18 tahun sebanyak 10 orang. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk menambah pengetahuan remaja  tentang pencegahan anemia melalui penyuluhan promosi kesehatan. Tahapan kegiatan teridiri dari (1) melakukan pre-test, (2) memberikan informasi dan edukasi dalam bentuk penyuluhan, (3) melakukan post-test. Hasil yang dicapai yaitu adanya peningkatan pengetahuan dengan rata-rata sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan peningkatan mean dan nilai signifikan 0,004<0,05 dengan nilai uji t sebesar 3.873. Diperoleh kesimpulan bahwa peserta juga akan merubah pola makannya dengan mengkonsumsi makanan bergizi seimbang dan mengkonsumsi tablet Fe. Abstract:  Anemia is a global health problem that is considered, especially in developing countries such as Indonesia. It is estimated that about 1/3 of the world's population suffers from anemia. The prevalence of anemia in Indonesia is quite high. One of the ways to program anemia in adolescents in Indonesia is through the supplementation program for blood-supplementing tablets (TTD) for 10 girls aged 16-18 years. The purpose of this community service is to increase knowledge about anemia prevention through health promotion counseling. The activity stages consist of (1) conducting a pre-test, (2) providing information and education in the form of counseling, (3) conducting a post-test. The results achieved are an increase in knowledge with an average test before and before being given education with an increase in the mean and a significant value of 0.004 <0.05 with a t value of 3,873. It was concluded that participants would also change their diet by consuming balanced nutritious foods and consuming Fe tablets.Abstrak: Anemia merupakan masalah kesehatan global yang diperhatikan, terutama di Negara berkembang seperti di Indonsia. Diperkirakan sekitar 1/3 populasi dunia menderita anemia, Prevalensi kejadian anemia di Indonesia cukup tinggi. Salah satu cara program penanganan anemia pada remaja di Indonesia yaitu melalui program suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD) untuk remaja putri berusia 16-18 tahun sebanyak 10 orang. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk menambah pengetahuan remaja[D1] tentang pencegahan anemia melalui penyuluhan promosi kesehatan. Tahapan kegiatan teridiri dari (1) melakukan pre-test, (2) memberikan informasi dan edukasi dalam bentuk penyuluhan, (3) melakukan post-test. Hasil yang dicapai yaitu adanya peningkatan pengetahuan dengan rata-rata sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan peningkatan mean dan nilai signifikan 0,004<0,05 dengan nilai uji t sebesar 3.873. Diperoleh kesimpulan bahwa peserta juga akan merubah pola makannya dengan mengkonsumsi makanan bergizi seimbang dan mengkonsumsi tablet Fe. Kata Kunci: Anemia; Pengetahuan; Remaja. Abstract:  Anemia is a global health problem that is considered, especially in developing countries such as Indonesia. It is estimated that about 1/3 of the world's population suffers from anemia. The prevalence of anemia in Indonesia is quite high. One of the ways to program anemia in adolescents in Indonesia is through the supplementation program for blood-supplementing tablets (TTD) for 10 girls aged 16-18 years. The purpose of this community service is to increase knowledge about anemia prevention through health promotion counseling. The activity stages consist of (1) conducting a pre-test, (2) providing information and education in the form of counseling, (3) conducting a post-test. The results achieved are an increase in knowledge with an average test before and before being given education with an increase in the mean and a significant value of 0.004 <0.05 with a t value of 3,873. It was concluded that participants would also change their diet by consuming balanced nutritious foods and consuming Fe tablets. Keywords: Teenager; knowledge; Anemia; Fe tablets  [D1]Berapa orang? Tambahkan karakter lagi, remaja yg mana dimaksud? SMP atau SMA atau karakter lain sehingga lebih spesifik.
UPAYA MENURUNKAN UNMET NEED MELALUI PROGRAM DELIKA (DESA PEDULI KB) Yusni Igirisa; Nurhidayah Nurhidayah; Alvira Anggriana Mohammad; Ni Nengah Susanti Warsilia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1560.649 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i4.9034

Abstract

Abstrak: Tingginya angka Unmet need adalah fenomenal kependudukan yang menjadi permasalahan penting dan perlu diperhatikan dalam pelayanan program. Tujuan kegiatan ini untuk membantu program pemerintah dalam menurunkan unmet need melalui program DELIKA, memberikan pemahaman dan kemampuan kepada Tim DELIKA tentang cara melakukan survailans berbasis IT dan teknis pendampingan Wanita Usia Subur (WUS). Tahap kegiatan terdiri dari (1) Pembentukan Tim Delika; (2) Pelatihan bagi Tim DELIKA yang dilaksanakan selama 2 hari dengan tujuan untuk memberikan pemahaman dan kemampuan kepada Tim DELIKA tentang cara melakukan survailans berbasis IT dan teknis pendampingan WUS (3) Tim DELIKA menggunakan Aplikasi DELIKA berbasis android untuk mendapatkan data real time WUS yang belum menggunakan KB; (4) Tim DELIKA melaporkan data WUS yang belum KB ke petugas lapangan KB (PLKB), Bidan Desa atau TIM pengabmas untuk kemudian ditindak lanjuti; (5) Bagi WUS yang belum ber KB dilakukan pendampingan oleh Tim Delika untuk memberikan edukasi tentang metode kontrasepsi melalui buku saku; (6) Proses penapisan dan pemilihan kontrasepsi yang tepat; (7) Layanan pemasangan KB oleh Bidan Puskesmas sesuai dengan kontrasepsi yang dipilih oleh WUS; (8) Melakukan evaluasi kegiatan pendampingan dan pemasangan KB untuk wanita usia subur. Hasil yang dicapai yaitu wanita usia subur yang menggunakan kontrasepsi setelah adanya program meningkat menjadi DELIKA 46%.Abstract: The high number of unmet need is a population phenomenon which is an important problem and needs to be considered in program services. The purpose of this activity is to assist government programs in reducing unmet need through the DELIKA program, to provide understanding and capabilities to the DELIKA Team on how to carry out IT-based surveillance and technical assistance for women of childbearing age. This activity phase consisted of (1) DELIKA Team formation; (2) DELIKA Team training, which lasted two days and aimed to provide the DELIKA Team with an understanding and ability to conduct IT-based surveillance and technical help for WUS. (3) The DELIKA Team used the Android-based DELIKA Application to get unfinished WUS data in real time. utilizing KB; (4) The Delika Team informs the KB field officer (PLKB), the Village Midwife, or the Community Service Team about WUS who have not had family planning; (5) The Delika Team assists WUS who have not had family planning by providing education about contraceptive methods through pocket books; (6) Appropriate contraceptive screening and selection process; (7) KB installation services provided by the Puskesmas midwives are in accordance with the contraception chosen by WUS; (8) Evaluating actinities of assistance and installation of family planning for women of childbrearing age. After completing the DELIKA program, 46 percent of women of reproductive age utilize contraception.
PEMBERDAYAAN KELUARGA DALAM RANGKA PENINGKATAN PENGETAHUAN STATUS GIZI BAYI BALITA MELALUI PROGRAM TODDLER’S BERKUALITAS Yusni Podungge; Rahma Dewi Agustini; Nurhidayah Nurhidayah; Puspita Sukmawaty Rasyid; Fatmawati Ibrahim; Hikmandayani Hikmandayani; Herman Priyono Luawo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10756

Abstract

Abstrak: Dampak stunting bagi anak yaitu kurangnya perkembangan kognitif, rentan mengalami penyakit, dan juga kekebalan tubuh lebih rendah. Berdasarkan pendataan yang dilakukan di Desa Tanggilingo jumlah balita yang di data sebanyak 58 balita. Dari 58 balita terdapat 17 balita yang mengalami stunting. Keadaan ini menunjukkan bahwa masih rendahnya pengetahuan orang tua tentang pemenuhan kebutuhan nutrisi kepada anak serta kurangnya pengetahuan orang tua tentang pertumbuhan dan perkembangan anak. Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan ibu dalam pembuatan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) dan deteksi dini serta teridentifikasinya tumbuh kembang anak. Metode kegiatan adalah pemeriksaan tumbuh kembang anak sesuai KPSP, penyuluhan dan demonstrasi pembuatan MPASI. Evaluasi pengetahuan dalam bentuk pengisian kuesioner pre-test dan post-test dan penilaian tumbuh kembang melalui KPSP. Khalayak sasaran dalam kegiatan ini adalah ibu yang memiliki bayi dan balita berjumlah 45 orang. Hasil kegiatan pengabmas menunjukkan terjadinya peningkatan mengenai pentingnya stimulasi deteksi intervensi dini tumbuh kembang (SDIDTK) sebanyak 66,66% dan terindetifikasi balita tumbuh kembang dengan kategori sesuai sebanyak 64,44%, 28,88% kategori meragukan, dan 6,66% membutuhkan intervensi.Abstract: Stunting has impacted such as lack of cognitive development, disease susceptibility, and lower immunity. Data collection in Tanggilingo Village shows that 17 of 58 toddlers are stunted. This situation indicates that parents' knowledge about the nutritional needs of children and children's growth and development is still low. This community service aims to identify growth and development and increase mothers' knowledge and skills in making complementary food (MPASI) and early detection and identification of child growth and development. The activity method examines children's growth and development under KPSP, counseling, and demonstrations of making complementary food. Evaluation of knowledge by filling out pre-test and post-test questionnaires and assessment of growth and development through KPSP. The participants in this activity are 45 mothers who have babies and toddlers. The results of community service activities showed an increase in the importance of stimulation of early intervention detection of growth and development (SDIDTK) as much as 66.66% and identified growth and development toddlers with 64.44% of the corresponding categories, 28.88% of the categories of doubt, and 6.66% needing intervention.
LITERATURE REVIEW: FACTORS CAUSING PLACENTA PREVIA IN PREGNANT WOMEN Yusni Podungge; Nurhidayah Nurhidayah; Endah Yulianingsih; Hasnawatty Surya Porouw; Ika Suherlin; Rahma Dewi Agustini
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 1 (2023): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i1.16074

Abstract

AbstrakJumlah kematian ibu di Indonesia sebanyak 4.627 jiwa pada 2020. Jumlah kematian ibu meningkat sebelumnya sebanyak 4.197 jiwa menjadi 8,92%. Penyebab kematian ibu di Indonesia yang paling banyak yaitu perdarahan dan hipertensi dalam kehamilan. Kebaruan penelitian ini karena menganalisis faktor penyebab placenta previa pada ibu hamil melalui metode literatur review. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor penyebab terjadi plasenta previa pada ibu hamil. Metode literatur review menggunakan startegi secara komprehensif, seperti pencarian artikel dalam database jurnal penelitian, pencarian melalui internet, tinjauan ulang artikel dengan kata kunci plasenta previa dan ibu hamil. Pencarian database yang digunakan meliputi google scholar, Pubmed, Science Direct dan perpusnas. Hasil pencaharian didapatkan ada 18 artikel akan tetapi hanya 6 artikel yang digunakan dan menggambarkan faktor resiko yang berhubungan dengan plasenta previa pada ibu hamil. Dan artikel lainnya yang dieliminasi karena tidak menggambarkan  faktor resiko yang berhubungan dengan plasenta previa pada ibu hamil. Kesimpulan faktor penyebab plasenta previa pada ibu hamil meliputi umur, paritas, riwayat persalinan sesar dan jarak kehamilan sebelumnya.Kata kunci : Penyebab; Plasenta previa; Ibu hamil. AbstractThe number of maternal deaths in Indonesia was 4,627 in 2020. The number of maternal deaths increased by 4,197 to 8.92%. The most common causes of maternal death in Indonesia are bleeding and hypertension in pregnancy. The novelty of this study is due to analyzing the causal factors of placenta previa in pregnant women through the literature review method. The purpose of the study was to analyze the factors causing placenta previa in pregnant women. The literature review method uses strategies comprehensively, such as searching for articles in research journal databases, searching through the internet, reviewing articles with the keywords placenta previa and pregnant women. The database searches used include google scholar, Pubmed, Science Direct and libraries. The results found that there were 18 articles, but only 6 articles were used and described the risk factors associated with placenta previa in pregnant women. And other articles that were eliminated because they did not describe the risk factors associated with placenta previa in pregnant women. The conclusion of the factors causing placenta previa in pregnant women includes age, parity, history of cesarean delivery and distance of previous pregnancy.Keywords : Cause; Placenta previa; Expectant mothers.
PERAN KARANG TARUNA DALAM PELAKSANAAN KELAS IBU HAMIL Yusni Podungge; Nurhidayah Nurhidayah; Sri Yulianti Mile; Fitriyani T Gue; Avia Dwi Ananda
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13171

Abstract

Abstrak: Antenatal care merupakan faktor protektif terhadap komplikasi. Sejak awal merupakan cara yang efektik untuk mencegah morbiditas dan mortalitas pada ibu hamil. Salah satu upaya pemerintah dalam pelayanan kesehatan ibu hamil adalah dengan program Kelas Ibu Hamil (KIH). Bulotadaa Timur merupakan salah satu wilayah yang ada di Kecamatan Sipatana yang memiliki ibu hamil sebanyak 20 orang dimana ibu hamil jarang untuk ikut pelaksanaan kelas KIH dan 20 orang karang taruna. Karang taruna merupakan remaja putri yang akan mendapatkan materi tentang kesehatan reproduksi dan kesehatan ibu anak, selain itu juga remaja putri mengunjungi ibu hamil dalam kegiatan kelas ibu hamil, serta dilaksanakan pendampingan pelaksanaan kelas ibu hamil di masa pandemic Covid-19. Tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat agar karang taruna berperan aktif dalam pelaksanana kelas ibu hamil. Dengan dilakukannya kelas ibu hamil adanya peningkatan pengetahuan remaja sebesar 18.04%, dan pada sikap kehamilan remaja meningkat menjadi 29.57%, serta karang taruna berperan aktif dalam pelaksanaan KIH serta meningkatkan partisipasi ibu hamil dalam pelaksanaan kelas ibu hamil menjadi 55%. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat terlaksanan dengan baik dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah Kelurahan Bulotadaa Timur, Kecamatan Sipatana dan Puskesmas Sipatana. Abstract: Antenatal care (ANC) is a protective factor against complications. Since the beginning is an effective way to prevent morbidity and mortality in pregnant women.. East Bulotadaa is one of the areas in Sipatana Subdistrict which has 20 pregnant women where pregnant women rarely participate in the implementation of the pregnant women class (KIH) and 20 Karang taruna (youth organization). Karang taruna (youth organization) is a young woman who will get material on reproductive health and maternal child health, in addition to that young women also visit pregnant women in class activities for pregnant women, as well as assistance in the implementation of classes for pregnant women during the Covid-19 pandemic. The purpose of community service activities is to make cadets play an active role in implementing classes for pregnant women. With the implementation of the pregnant women class, there was an increase in adolescent knowledge by 18.04%, and in adolescent pregnancy attitudes increased to 29.57%, and cadets played an active role in the implementation of KIH and increased the participation of pregnant women in the implementation of pregnant women's classes to 55%. Community service activities were carried out well and received full support from the government of East Bulotadaa Village, Sipatana District and Sipatana Health Center.  
PENCEGAHAN STUNTING PADA BAYI USIA 6 - 24 BULAN DENGAN PENDEKATAN HUMANIS MELALUI TEKNIK BABY MASSAGE Margaretha Gani; Citra Puspita Putri; Rabia Zakaria; Nurhidayah Nurhidayah; Yusni Podungge; Juli Gladis Claudia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13045

Abstract

Abstrak: Baby Massage adalah terapi sentuh tertua dan terpopuler di dunia dan merupakan bentuk intervensi dini yang sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Di Indonesia, pemijatan bayi di masyarakat dilakukan oleh dukun bayi, dimana hal tersebut hanya dilakukan pada saat bayi sakit. Pijat bayi optimal sebagai perangsang tumbuh kembang jika dilakukan secara teratur, saat sehat dan tidak sakit. Tujuan dari pengabmas ini adalah untuk menginformasikan dan mengedukasi masyarakat terutama ibu bayi tentang pijat bayi untuk bayi di atas 3 bulan sehingga mereka dapat melakukan sendiri pijat bayi untuk anaknya serta mencegah kejadian stunting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk anak usia 6-24 bulan dengan pendekatan humanistik menggunakan teknik pijat bayi. Tahapan kegiatan terdiri dari (1) pembukaan kegiatan; (2) pemeriksaan antropometri; (3) Pemutaran video baby massage; (4) Pelaksanaan baby massag; dan (5) Penutupan dan Evaluasi. Hasil yang dicapai yaitu 21 bayi dengan usia 6-24 bulan telah diberikan teknik baby massage yang dilihat langsung oleh orang tua bayi.Abstract: Baby Massage is the oldest and most popular touch therapy in the world and is a very important form of early intervention to support children's growth and development. In Indonesia, baby massage in the community is performed by traditional birth attendants, where this is only done when the baby is sick. Baby massage is optimal as a growth and development stimulant if it is done regularly, when healthy and not sick. The purpose of this community service is to educate the community, especially baby mothers, about baby massage for babies over 3 months so that they can do baby massage for their children themselves and prevent stunting in the first 1000 days of life (HPK) for children aged 6-24 months with a humanistic approach using baby massage techniques. The stages of the activity consist of (1) the opening of the activity; (2) anthropometric examination; (3) the screening of the baby massage video; (4) the implementation of the baby massage; dan (5) Closing and Evaluation. The results achieved were 21 babies aged 6-24 months who were given baby massage techniques which were directly watched by the baby's parents.
PERSIAPAN LAKTASI DAN PEMERIKSAAN HEMOGLOBIN IBU HAMIL DAN IBU NIFAS Nurhidayah Nurhidayah; Rahma Dewi Agustini; Nancy Olii; Melisawati L Amu; Febri Dwi Yanti; Puspita Sukmawaty Rasyid; Siti Uswatun Khasanah Nggilu
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13228

Abstract

Abstrak: Jumlah sesi menyusui dapat ditingkatkan, termasuk perawatan payudara. Menyusui payudara sangat membantu dalam memicu refleks pengeluaran ASI. Tes hemoglobin juga sangat bermanfaat bagi para ibu, karena tes ini memungkinkan mereka untuk mengetahui kadar hemoglobin dalam darah sehingga dapat mencegah anemia. Tujuan pengabmas ini adalah untuk mengedukasi dan mengenalkan perawatan payudara untuk mencegah masalah terkait produksi ASI pada ibu hamil dan nifas. Metode yang digunakan yaitu: (1) menentukan waktu pelaksanaan dan mengumpulkan sasaran sebanyak 18 ibu melalui kader; (2) melakukan pemeriksaan hb; (3) melakukan pre-test; (4) memberikan edukasi; (5) praktik perawatan payudara; dan (6) melakukan post-test. Hasil dari kuesioner pre-test dan Post-test yaitu adanya peningkatan pengetahuan ibu tentang pemberian ASI dan perawatan payudara yaitu sebesar 55,5%. Hasil Pemeriksaan HB pada ibu hamil dan ibu nifas yaitu 2 orang anemia ringan dan 16 orang normal. Abstract: The number of breastfeeding sessions can be increased, including breast care. Breastfeeding is very helpful in triggering the milk ejection reflex. The hemoglobin test is also very useful for mothers, because this test allows them to know the level of hemoglobin in the blood so that they can prevent anemia. The purpose of this writing is to educate and introduce breast care to prevent problems related to milk production in pregnant and postpartum women so that they become fertile mothers. The methods used were: (1) determining the implementation time and collecting targets of 18 mothers through cadres; (2) carry out Hb checks; (3) do a pre-test; (4) providing education; (5) breast care practices; and (6) do a post-test. The results of the pre-test and post-test questionnaires were an increase in mother's knowledge about breastfeeding and breast care, which was 55.5%. HB examination results in pregnant women and postpartum women, namely 2 people with mild anemia and 16 people normal.  
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN DETEKSI ANEMIA PADA REMAJA MELALUI PERAN KARANG TARUNA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Puspita Sukmawaty Rasyid; Rabia Zakaria; Ade Zakiya Tasman Munaf; Nurhidayah Nurhidayah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14583

Abstract

Abstrak: Remaja adalah kelompok usia yang berperan dalam upaya pencegahan stunting. Kejadian kehamilan remaja yang semakin tinggi menjadi salah satu faktor penyebab tingginya kejadian stunting. Hasil observasi menunjukkan kurangnya peran karang taruna dalam mencegah stunting pada remaja sehingga perlu pendampingan untuk memperoleh peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam mendampingi remaja agar terhindar dari stunting. Metode kegiatan pengabdian adalah pendampingan remaja sejumlah 50 orang oleh mitra yaitu karang taruna sejumlah 15 orang, terdiri dari tiga tahap yaitu tahap pertama memberikan edukasi dan sosialisasi pencegahan stunting, persiapan kehamilan sehat, pentingnya Tablet Tambah Darah (TTD), cara mengkonsumsi, demonstrasi deteksi anemia, pemeriksaan Hb pre intervensi. Tahap pertama juga dilakukan pretest dan posttest pada remaja. Tahap 2, pemantauan remaja oleh karang taruna dengan pendampingan tim pengabmas dan tahap 3, pemeriksaan Hb post intervensi. Hasil yang diperoleh terdapat peningkatan pengetahuan dengan kategori baik sebesar 28%, peningkatan kadar Hb sebesar 28% dan adanya kemandirian remaja dalam mendeteksi anemia dan mengkonsumsi TTD.Abstract: Adolescents are a critical age group in efforts to prevent stunting. The increasing incidence of adolescent pregnancy is one of the contributing factors to the high incidence of stunting. Observations have shown that youth organizations have limited roles in preventing stunting among adolescents. Therefore, guidance is necessary to improve their knowledge and skills to prevent stunting. This study employed a community engagement approach, involving guiding 50 adolescents by a partner organization comprising 15 members in three stages. The first stage included education and socialization on preventing stunting, healthy pregnancy, the importance of Iron-Folic Acid (IFA) supplementation, demonstrating anemia detection, and conducting Hb pre-intervention tests, as well as pre and post-tests for the adolescents. The second stage involved monitoring by the youth organization and outreach team, and in the third stage, post-intervention Hb testing was conducted. Results indicated a significant improvement in knowledge by 28%, increased Hb levels by 28%, and increased self-reliance among adolescents in detecting anemia and consuming IFA.
PEMBERDAYAAN KADER DAN IBU HAMIL DALAM PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PROGRAM KOMITMEN MEMBERI ASI EKSKLUSIF Rahma Dewi Agustini; Nurhidayah Nurhidayah; Nanda Wahyudi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29172

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan kondisi balita yang memiliki tinggi badan kurang jika dibandingkan umur. Kecamatan Tilango memiliki angka stunting yang cukup tinggi (16.4% tahun 2022), serta ASI eksklusif yang rendah (51.7%). Pengabmas ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dan kader kesehatan dalma melakukan perawatan payudara, teknik menyusui yang benar, serta keterampilan penyimpanan ASI dengan baik. Pengabmas dilakukan dengan metode penyuluhan, demonstrasi perawatan payudara, teknik menyusui yang benar, cara menyimpan serta meningkatkan produksi ASI, dan melakukan komitmen bersama untuk memberikan ASI secara eksklusif (KOMASIF). Mitra yang terlibat adalah kader kesehatan Desa Tabumela 5 orang dan ibu hamil 10 orang. Evaluasi dilakukan melalui pretest, posttest sebanyak 10 pertanyaan serta observasi. Hasil: terjadi peningkatkan nilai rata-rata pengetahuan kader pre-test ke post-test 37,28%, peningkatan pengetahuan ibu hamil pre-test ke post-test adalah 39,03%, peningkatan keterampilan perawatan payudara 41,06%. Kader kesehatan dan ibu hamil dapat melakukan perawatan payudara, teknik menyusui yang benar, keterampilan penyimpanan ASI dengan baik, serta telah terlaksana program KOMASIF.Abstract: Stunting is a condition in which toddlers are less than their age. Tilango District has a fairly high stunting rate (16.4% in 2022), as well as low exclusive breastfeeding (51.7%). This community service aims to ensure optimal fulfillment of children's nutrition and provide exclusive breastfeeding to prevent stunting. Community service is carried out using counseling methods, breast care demonstrations, correct breastfeeding techniques, how to store and increase breast milk production, and making a joint commitment to provide exclusive breastfeeding (KOMASIF). The partners involved are 5 health cadres Tabumela and 10 pregnant women. Evaluation through pretest, posttest and observation. Results: there was an increase in the average value of cadre knowledge from pre-test to post-test 37.28%, an increase in pregnant women's knowledge from pre-test to post-test was 39.03%, an increase in breast care skills of 41.06%. Health cadres and pregnant women can carry out breast care, correct breastfeeding techniques, breast milk storage skills properly, and the KOMASIF program has been implemented.