Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

C-RIA: PERANGKAT LUNAK INVERSI DAN ANALISIS DATA RESISTIVITAS BERBASIS CLOUD Paembonan, Andri Yadi; Sigalingging, Asido Saputra; Andika, Putu Pradnya; Irawati, Selvi Misnia; Nathania, Edlyn Yoadan; Jaya, Muhammad Rendi
JGE (Jurnal Geofisika Eksplorasi) Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Engineering Faculty Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jge.v10i1.389

Abstract

Pada umumnya, proses inversi dan analisis data geofisika konvensional menggunakan komputasi lokal yang memerlukan sumber daya besar baik dalam proses pengolahannya maupun dalam penyimpanan data yang dapat menghambat efisiensi dan skalabilitasnya. Seiring dengan kemajuan teknologi cloud computing, penyimpanan dan pengolahan data secara terpusat menjadi lebih efisien, memungkinkan geofisikawan untuk mengoptimalkan kinerja dalam melakukan pengolahan data seperti inversi data geolistrik secara signifikan. Dengan memanfaatkan infrastruktur cloud, perangkat lunak ini dapat diakses secara fleksibel dan dapat disesuaikan, memungkinkan pengguna untuk mengelola dan menganalisis dataset geolistrik dengan lebih efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan pengolahan data geolistrik resistivitas dengan teknologi cloud yang dapat mempercepat kinerja maupun memberikan kemudahan pengolahan data (user friendly) melalui pengembangan perangkat lunak C-RIA. Sebelum melakukan pengolahan data perlu dilakukan pemilihan metode optimasi dan penentuan beberapa parameter, kemudian dilakukan proses inversi. Hasil yang diperoleh setelah dilakukan proses inversi untuk membuat model memperlihatkan kemampuan pengolahan data yang stabil dengan model awal yang berbeda. Selain itu hasil yang diperoleh dengan menggunakan data sintesis memperlihatkan hasil yang hampir sama walaupun sudah ditambahkan sedikit gangguan (noise) dengan nilai RMSE 3%, sedangkan pada pengujian data lapangan nilai RMSE 1%. Selanjutnya pada data lapangan nilai Selain itu dengan antarmuka (interface) yang lebih mudah dapat mempercepat dan mengoptimalkan pengolahan data.  Secara keseluruhan dari penggunaan teknologi cloud yang diimplementasikan untuk data geolistrik dapat menjadi solusi untuk pengolahan data lebih efisien dan efektif serta fleksibel.
ANALISIS TENSOR FASE DAN PEMODELAN 2D DATA MAGNETOTELURIK GABBS VALLEY, NEVADA, USA Pahri, Pahri; Paembonan, Andri Yadi; Irawati, Selvi Misnia
JGE (Jurnal Geofisika Eksplorasi) Vol 9, No 3 (2023)
Publisher : Engineering Faculty Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jge.v9i3.301

Abstract

Metode magnetotellurik (MT) merupakan salah satu teknik dalam metode geofisika yang menggunakan sumber alami dalam bentuk medan elektromagnetik yang berasal dari medan listrik dan variasi medan magnet di bumi. Dalam proses interpretasi kondisi bawah permukaan bumi, data MT masih dipengaruhi oleh noise atau distorsi yang akan menutupi dimensionalitas sebenarnya. Oleh karena itu dilakukan analisis tensor fase untuk menentukan dimensionalitas dan arah geoelectrical strike guna mengidentifikasi struktur bawah permukaan yang tidak dipengaruhi oleh distorsi galvanic. Berdasarkan hasil yang diperoleh, daerah penelitian memiliki dimensionalitas 2D dengan orientasi barat laut – tenggara dengan arah N345 E. Hasil inversi 2D menunjukkan bahwa nilai resistivitas 10  diidentifikasi sebagai zona alterasi atau clay cap yang didominasi oleh mineral smektit. Nilai resistivitas 20 – 250  diidentifikasi sebagai reservoar yang bersifat permeabel yang tersusun atas batu pasir kasar, kerikil, basal, andesit, riolit, riodasit tuff dan konglomerat. Lapisan dengan nilai resistivitas 250  diidentifikasi sebagai Upper Triassic Metasediment yang mengalami sedimentasi yang sangat keras, hal tersebut disebabkan tekanan dan suhu tinggi. Lapisan ini tersusun atas meta batu lanau, batu lempung, meta batu pasir, dan meta konglomerat.
Aplikasi Tensor Fase Data Magnetotellurik untuk Pemodelan Panas Bumi The Geysers, California dan Dikorelasikan dengan Data Gaya Berat Irawati, Selvi Misnia; Paembonan, Andri Yadi; Fernanda, Leonardo
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 6, No 3 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.6.3.2023.186-202

Abstract

Lapangan panas bumi The Geysers terletak di antara dua sesar strike-slip yang tidak aktif, yaitu Sesar Mercuryville dan Collayomi berarah barat laut tenggara. Bagian barat laut The Geysers merupakan lokasi proyek Enhanced Geothermal System (EGS), karena pada area ini lokasi zona reservoir memiliki suhu yang tinggi mencapai 400 °C dengan kedalaman sekitar 2,6 km di bawah permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur dan kondisi bawah permukaan barat laut The Geysers menggunakan analisis tensor fase data magnetotellurik dan dikorelasikan dengan data gaya berat. Analisis tensor fase digunakan untuk mengetahui arah geoelectrical strike yang timbul akibat adanya ketidakhomogenan konduktivitas listrik secara lateral di Bumi dan memberikan informasi tentang kondisi bawah permukaan. Arah geoelectrical strike pada daerah penelitian diperoleh sekitar N145°E. Clay cap diidentifikasi memiliki nilai resistivitas <30 Ohm.m dengan kedalaman 0,2 km dan ketebalan 0,8 – 1 km, batupasir graywacke merupakan reservoir utama pada daerah penelitian memiliki nilai resistivitas 30 – 90 Ohm.m dengan kedalaman 1 km dan ketebalan 0,4 – 1,8 km, serta terdapat area yang lebih resistif dengan nilai resistivitas 90 – 300 Ohm.m pada kedalaman 1,5 – 2 km merupakan batuan metagraywacke. Peningkatan temperatur reservoir pada kedalaman 2,6 km diduga karena adanya peran dari batuan metagraywacke sebagai Hot Dry Rock Reservoir (HDR).
Analisis Tensor Fase dan Pemodelan 2D Data Magnetotellurik Dahlila, Dea; Irawati, Selvi Misnia; Paembonan, Andri Yadi
Jurnal Geofisika Vol 22 No 1 (2024): Jurnal Geofisika
Publisher : Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36435/jgf.v22i1.563

Abstract

Salah satu metode geofisika untuk mengetahui bawah permukaan bumi adalah metode magnetotellurik yang memanfaatkan sumber alami berupa medan magnet bumi dari medan listrik dan variasi medan magnet. Namun, data yang diperoleh dari lapangan masih dipengaruhi oleh noise atau distorsi yang akan menutupi dimensionalitas sebenarnya dari struktur bawah permukaan, sehingga dapat mengakibatkan kesalahan dalam melakukan interpretasi. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis tensor fase untuk mengidentifikasi struktur bawah permukaan yang tidak dipengaruhi distorsi galvanik. Berdasarkan hasil yang diperoleh daerah penelitian memiliki dimensionalitas 2D dengan arah geo-electrical strike N1750E berarah Utara Barat Laut hingga Tenggara. Hasil inversi 2D menunjukkan bahwa resistivitas rendah 1-10 Ωm diidentifikasi sebagai zona alterasi atau clay cap yang berupa batuan sedimen yang berada kedalaman ~1.5 km dimana zona alterasi ini memiliki kemenerusan ke arah timur laut. Pada resistivitas 200-500 Ωm diidentifikasikan sebagai basal berpori. Pada resistivitas 50-70 Ωm diidentifikasikan sebagai riolit yang berasosiasi dengan fluida geotermal.
Analisis Metode Geolistrik 2D dan VLF-EM untuk Mendeteksi Jalur Air Panas Desa Jatimulyo, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan Putri, Uci Amelia; Paembonan, Andri Yadi; Antosia, Risky Martin; Irawati, Selvi Misna
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 7, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.7.1.2024.9-18

Abstract

Indonesia terletak pada pertemuan tiga Lempeng Tektonik yang merupakan zona rawan terjadinya letusan gunung api dan gempa tektonik sehingga banyak terdapat sumber daya panas bumi. Pada daerah penelitian Desa Jatimulyo terdapat manifestasi panas bumi berupa air panas, untuk itu perlu dilakukan survey geofisika berupa Metode Geolistrik 2D dan Metode Very Low Frequency Electromagnetic (VLF-EM) yang bertujuan untuk memodelkan litologi bawah permukaan dan mendeteksi patahan sebagai jalur keluar air panas. Metode Geolistrik 2D dilakukan dengan menginjeksi arus listrik ke bawah permukaan bumi sehingga beda potensial terukur dan didapatkan nilai resistivitas. Metode VLF-EM dapat mendeteksi arah dan posisi patahan dengan memanfaatkan frekuensi gelombang elektromagnetik yang rendah sehingga penetrasi kedalaman lebih dalam dibandingkan metode geolistrik 2D. Kedua metode dikorelasikan sehingga terdapat empat jenis litologi batuan pada daerah penelitian, nilai resistivitas 1Ωm – 22Ωm merupakan lempung tufan, nilai resistivitas 23Ωm – 80Ωm merupakan pasir tufan, nilai resistivitas 23Ωm – 310Ωm merupakan top soil dan nilai resistivitas 81Ωm – 688Ωm merupakan batuan beku. Pada hasil pemodelan terdapat patahan dengan arah baratlaut-tenggara dan timurlaut-baratdaya yang menjadi jalur keluarnya air panas kepermukaan.
Characterization of a geothermal system in the shallow structure of Seulawah volcano, Indonesia, using transient electromagnetic methods Marwan, Marwan; Yanis, Muhammad; Abdullah, Faisal; Adhari, Muhammad Ridha; Nugraha, Gartika; Paembonan, Andri Yadi; Idroes, Rinaldi; Yusuf, Muhammad; Dharma, Dian Budi; Muzakir, Muzakir; Saputra, Deni; Ghani, Azman Abdul
International Journal of Renewable Energy Development Vol 14, No 3 (2025): May 2025
Publisher : Center of Biomass & Renewable Energy (CBIORE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61435/ijred.2025.60766

Abstract

Seulawah volcano, located in Sumatra, Indonesia, is renowned for its geothermal potential, a crucial source of cleaner energy for Indonesia’s future growth and security. Available studies of Seulawah volcano primarily focus on its general geological, geochemical, and regional characteristics, with limited research on its shallow subsurface conditions. This study aimed to fill this research gap and enhance our understanding of the geothermal system of Seulawah volcano. There are two objectives of this study: (1) to conduct a transient electromagnetic (TEM) survey across the study area and (2) to better visualize and characterize the shallow subsurface conditions of the geothermal system of Seulawah volcano. The TEM method, which employed 60 stations (with distances between stations ranging from 0.5 to 1 km) and intersected several geothermal manifestations as well as local and regional faults, was used to achieve the objectives of this study. The Occam algorithm was applied for 1D inversion of TEM data, which was then validated using magnetotelluric data. The results of this study indicate that the geothermal system of Seulawah volcano has the potential to generate up to 230 Mwe of electrical energy. Moreover, the shallow depth (<200m) of Seulawah volcano is dominated by a resistive zone, which is interpreted to be related to the basaltic rocks of the Lamteuba Formation. The reservoir layer is located at depths of 200–500 m, exhibiting moderate resistivity values of >10 Ωm. At a depth of 500 m, a conductive layer with resistivity values <10 Ωm was observed, interpreted as a clay cap where fluids from the reservoir layer accumulate. Validation with magnetotelluric data shows results consistent with the TEM data, confirming that the findings of this study are reliable. These findings contribute to a deeper understanding of the geothermal system of Seulawah volcano and are expected to support the development of greener, renewable energy sources for Indonesia.
APLIKASI METODE FLAT BASE ELECTRICAL RESISTIVITY SURVEY UNTUK MENGETAHUI KERUSAKAN DI JALAN TERUSAN RYACUDU LAMPUNG SELATAN Putra, Felik Destian; Paembonan, Andri Yadi; Rizki, Reza
Jurnal Geosaintek Vol. 6 No. 3 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian pada Jalan Raya Terusan Ryacudu Lampung Selatan menggunakan data Flat Base Electrical Resistivity Survey dengan tujuan untuk mengetahui faktor penyebab kerusakan jalan yang terjadi di lokasi tersebut. Jalan Terusan Ryacudu merupakan akses keluar masuknya kendaraan yang menghubungkan kota Bandar Lampung dengan pintu masuk tol ITERA-Kotabaru yang ditemukan banyak titik kerusakan pada permukaan aspal yang dapat memicu munculnya permasalahan di lokasi tersebut. Berdasarkan penampang 2D pada daerah penelitian ini memiliki persebaran nilai resistivitas yang relatif tinggi antara 1000-5000 Ohm.m dan didominasi oleh nilai resistivitas dari lapisan batuan tufa yang merupakan batuan yang mendominasi lokasi penelitian ini namun di beberapa titik ditemukan adanya sebaran nilai resistivitas yang cenderung lebih rendah yang diakibatkan oleh adanya proses pemadatan material yang kurang sempurna saat proses pembuatan jalan. Pada penampang 2D resistivitas di lokasi ini juga ditemukan adanya sebaran nilai resistivitas yang cukup rendah dengan nilai 16-80 Ohm.m yang diindikasikan sebagai batuan tufa yang proses pemadatannya tidak sempurna dan mengalami infiltrasi oleh adanya air yang letaknya berada di bawah titik yang mengalami kerusakan berupa lubang di permukaan aspal. Secara umum kerusakan yang muncul pada lokasi ini diakibatkan oleh adanya proses pemadatan material jalan yang tidak sempurna dan adanya proses infiltrasi oleh air terutama air hujan.
ANALISIS DATA MAGNETOTELLURIK MENGGUNAKAN TENSOR FASE DAN PEMODELAN 2D BAWAH PERMUKAAN (STUDI KASUS CAMAS PRAIRIE, IDAHO, AMERIKA SERIKAT) Maharani, Lita; Paembonan, Andri Yadi; Irawati, Selvi Misnia
Jurnal Geosaintek Vol. 9 No. 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Phase Tensor Analysis and 2D Modeling of Magnetotelluric Method Data in The Nullarbor Area, South Australia Manurung, Sarah; Paembonan, Andri Yadi; Irawati, Selvi Misnia
JURNAL GEOCELEBES Vol. 9 No. 2: October 2025
Publisher : Departemen Geofisika, FMIPA - Universitas Hasanuddin, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70561/geocelebes.v9i2.34767

Abstract

Earth's geological structures are generally the result of tectonic processes. This study aims to determine the dimensions and direction of the geoelectric strike based on phase tensor analysis and 2D modeling to determine the subsurface structure in the Nullarbor area, South Australia using the magnetotelluric method. The magnetotelluric method is a passive geophysical technique used to create images of subsurface structures based on variations in rock resistivity. Data was obtained in EDI file mean the data has been processed and convert to apparent resistivity and frequency. Furthermore, data is analysis in the phase tensor process and then identify the Geoelectrical strike direction. Based on the tensor analysis, the results show that the study area has 2D dimensions, and the direction of the geoelectric cross section is from North to South, specifically N5°E. This geoelectric direction corresponds to the regional geological structure. After rotation in this direction, 2D inversion modeling of the MT data shows rock layers consisting of Eucla basins with sediment and volcanics rocks below 10 Ωm and Officer basin contain a sediment rock that has higher resistivity ranging from 10 to about 300 Ωm. Furthermore, the resistive layer with 300 – 2000 Ωm is expected as the upper crust in the central Coompana Province trending granite-rich corridor. This result show that the geological structure and lithology could be identified in this study area by analyzing the phase tensor and from the 2D model.
Identifikasi dan Pemodelan 2D Zona Akuifer Daerah Buffalo River Dengan Menggunakan Data Audiomagnetotelluric Irawati, Selvi Misnia; Amin, Fadhlan amin; Paembonan, Andri Yadi
Jurnal Geofisika Vol 23 No 1 (2025): Jurnal Geofisika
Publisher : Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36435/jgf.v23i1.646

Abstract

Water is one of the important components in life on earth. The water source that is widely used now is groundwater. Groundwater is water that is below the surface and occupies cavities in the geological layer. This layer is called the aquifer layer. Groundwater exploration from shallow to very deep depth targets is an option for water availability.the study area is in the watershed of Buffalo, Arkansas. The buffalo river area has the potential for groundwater with a very deep depth. The depth of groundwater is very deep it is a problem to use geophysical exploration methods that are commonly carried out such as geoelectricity. Estimating aquifer layers is a problem that can be solved using audiomagnetotelluric (AMT) methods, especially aquifer layers at depths of more than 100 meters. Hence the need for this method to achieve targets and lithology at such depths. The use of the AMT method with a frequency range of 1 Hz – 10,000Hz which can reach depths of more than 1000 meters is one of the solutions to the problem of estimating very deep targets. AMT data rotated towards geoelectrical strike by N75oE. AMT modeling used using 2D inversion, the type of inversion is Non Linear Conjugate Gradient. Based on the results of modeling and interpretation, the formations arranged in the study area consist of the Bloyd formation, Hale formation, Boone formation, Everton formation and Ordovician formation. Layers that have potential as aquifer layers are obtained at low resistivities of 1-100 Ωm, are at depths of 0 - 500 meters with lithology arranged in the Bloyd formation and Hale formation. The formation is composed of several types of rocks, namely sandstone and limestone