Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Kinerja Karyawan BPRS Amanah Ummah Melalui Pendekatan Budaya Organisasi Perusahaan Diandra Nur Afifah Azzahra; Popon Srisusilawati; Mohamad Andri Ibrahim
Bandung Conference Series: Syariah Banking Vol. 3 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Syariah Banking
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssb.v3i2.14398

Abstract

Abstract. BPRS Amanah Ummah, as one of the best BPRS in West Java, faces challenges in facing competition, especially with the emergence of digital banks. To overcome this challenge, this research evaluates the current and expected organizational culture using the Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI) method. Recommended strategies include maintaining collaboration and family values, reducing formal structures, increasing focus on results and competition, and encouraging innovation and flexibility. Implementation of this strategy includes clear communication, investment in training, and regular evaluation. This research aims to improve the performance of BPRS Amanah Ummah employees through an organizational culture approach. The research results show that the organizational culture of BPRS Amanah Ummah is currently dominated by Clan culture (27.5), followed by Adhocracy (25.5), Market (23.5), and Hierarchy (23.5). Employees expect little change with the cultural values of Clan (27.25), Adhocracy (26.5), Market (24.25), and Hierarchy (22). In this way, BPRS Amanah Ummah can create an organizational culture that is balanced and in line with employee expectations, supporting the long-term growth and success of the organization. Abstrak. BPRS Amanah Ummah, sebagai salah satu BPRS terbaik di Jawa Barat, menghadapi tantangan dalam menghadapi persaingan, terutama dengan munculnya bank digital. Untuk mengatasi tantangan ini, penelitian ini mengevaluasi budaya organisasi saat ini dan yang diharapkan menggunakan metode Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI). Strategi yang direkomendasikan meliputi mempertahankan nilai kolaborasi dan kekeluargaan, mengurangi struktur formal, meningkatkan fokus pada hasil dan kompetisi, serta mendorong inovasi dan fleksibilitas. Implementasi strategi ini mencakup komunikasi yang jelas, investasi dalam pelatihan, dan evaluasi berkala. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja karyawan BPRS Amanah Ummah melalui pendekatan budaya organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi BPRS Amanah Ummah saat ini didominasi oleh budaya Clan (27.5), diikuti oleh Adhocracy (25.5), Market (23.5), dan Hierarchy (23.5). Karyawan mengharapkan sedikit perubahan dengan nilai-nilai budaya Clan (27.25), Adhocracy (26.5), Market (24.25), dan Hierarchy (22). Dengan demikian, BPRS Amanah Ummah dapat menciptakan budaya organisasi yang seimbang dan sesuai dengan harapan karyawan, mendukung pertumbuhan dan keberhasilan jangka panjang organisasi.
Strategi Peningkatan Inklusi Fintech P2P Financing Syariah dengan Metode Analytical Hierarchi Process Nuni Shilami; Zaini Abdul Malik; Mohamad Andri Ibrahim
Bandung Conference Series: Syariah Banking Vol. 3 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Syariah Banking
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssb.v3i2.14561

Abstract

Abstract. Sharia Fintech P2P Financing in Indonesia has experienced rapid growth since being regulated by POJK in 2016. However, the level of fintech inclusion in Indonesia is still low, reaching only 2.56%. This study aims to formulate a strategy to increase the inclusion of Sharia Fintech P2P Financing and identify its priority targets. Using qualitative methods and a case study approach, this study involved experts from various sharia fintech sectors. Data analysis was carried out using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method supported by the Super Decisions application. The results of the study show that: 1) the results of the study show that the Strategy to increase the inclusion of Sharia Fintech P2P Financing includes an in-depth information campaign for education and awareness, with an expert value of 0.338947, and focuses on direct involvement through effective education for prospective borrowers and investors. In addition, the strategy involves partnerships with financial institutions, especially Sharia Commercial Banks, with an expert value of 0.378623. Product Development prioritizes financing for certain communities, with an expert value of 0.427811429, while still paying attention to compliance with sharia principles. Socialization of market literacy and branding is also needed to form a positive perception of sharia finance, with an expert value of 0.29678. In an effort to expand access in villages, a comprehensive strategy is needed with an expert value of 0.317335714, while partnerships with social and educational institutions, especially at the secondary education level, require a structured approach to strengthen cooperation and understanding of sharia finance, with an expert value of 0.388875714. 2) The results of the study show that funders are the main priority in socializing sharia P2P Fintech financing products, with a respondent approval rate reaching 39% (W = 0.39) and a consistent inconsistency value (0.015953429), supporting the strategy to increase FinTech inclusion. Abstrak. Fintech P2P Financing Syariah di Indonesia yang telah mengalami pertumbuhan pesat sejak diatur oleh POJK pada tahun 2016. Meskipun demikian, tingkat inklusi fintech di Indonesia masih rendah, hanya mencapai 2,56%. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi peningkatan inklusi Fintech P2P Financing Syariah dan mengidentifikasi target prioritasnya. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus, penelitian ini melibatkan pakar dari berbagai sektor fintech syariah. Analisis data dilakukan dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) yang didukung oleh aplikasi Super Decisions.Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) hasil penelitin menunjukkan bahwa strategi untuk meningkatkan inklusi Fintech P2P financing syariah mencakup kampanye informasi yang mendalam untuk pendidikan dan kesadaran, dengan nilai pakar 0,338947, serta fokus pada keterlibatan langsung melalui edukasi efektif bagi calon peminjam dan investor. Selain itu, strategi melibatkan kemitraan dengan lembaga keuangan, terutama Bank Umum Syariah, dengan nilai pakar 0,378623. Pengembangan Produk lebih memprioritaskan pada pembiayaan komunitas tertentu, dengan nilai pakar 0,427811429, sambil memastikan kesesuaian dengan prinsip-prinsip syariah. Sosialisasi literasi pasar dan branding juga diperlukan untuk membentuk persepsi positif terhadap keuangan syariah, dengan nilai pakar 0,29678. Dalam upaya perluasan akses di desa, strategi komprehensif diperlukan dengan nilai pakar 0,317335714, sementara kemitraan dengan lembaga sosial dan pendidikan, terutama di tingkat pendidikan menengah, membutuhkan pendekatan terstruktur untuk memperkuat kerjasama dan pemahaman tentang keuangan syariah, dengan nilai pakar 0,388875714. 2) hasil penelitian menunjukkan bahwa pendana menjadi prioritas utama dalam mensosialisasikan produk-produk Fintech P2P financing syariah, dengan tingkat kesepakatan para responden mencapai 39% (W=0,39) dan nilai inconsistency yang konsisten (0,015953429), mendukung strategi peningkatan inklusi FinTech tersebut.
Pengaruh Pembiayaan UMKM dan Capital Adequacy Ratio terhadap Return on Asset Dinda Sekar Ayu; Mohamad Andri Ibrahim
Jurnal Riset Perbankan Syariah Volume 3, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Perbankan Syariah (JRPS)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrps.v3i2.5058

Abstract

Abstrak. Pembiayaan UMKM di era saat ini menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Sistem keuangan syariah didasarkan pada prinsip-prinsip etika Islam, yang melarang bunga (riba) dan spekulasi, serta menekankan pada keadilan dan pembagian risiko. Kecukupan modal mengacu pada kemampuan bank untuk menjaga tingkat modal yang cukup untuk menutupi potensi kerugian yang dapat timbul dari investasi pada aset produktif berisiko dan pembiayaan aset tetap serta investasi lainnya. Memiliki modal yang cukup dapat meningkatkan kepercayaan publik karena menunjukkan bahwa bank mampu mengatasi risiko kerugian yang mungkin terjadi dalam operasi mereka. Menurut Mardiyanto (2009:196), ROA adalah rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba, karena rasio ini mencerminkan tingkat pengembalian dari aktivitas perusahaan. Hery (2014:193) bahwa semakin tinggi ROA, semakin besar laba bersih yang dihasilkan untuk setiap rupiah dana yang diinvestasikan dalam total aset. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda. Dalam melakukan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara parsial pembiayaan UMKM dan CAR berpengaruh terhadap ROA, namun Pembiayaan UMKM tidak berpengaruh signifikan sedangkan CAR berpengaruh signifikan. Secara Simultan pembiayaan UMKM dan CAR berpengaruh Terhadap ROA hal ini karena data yang menunjukan bahwa nilai signifikansi adalah 0.022 lebih kecil dari 0,05. Abstract. Financing of MSMEs in the current era has become the backbone of Indonesia's economy. The Islamic financial system is based on Islamic ethical principles, which prohibit interest (riba) and speculation, and emphasize justice and risk-sharing. Capital adequacy refers to a bank's ability to maintain sufficient capital levels to cover potential losses that may arise from investments in risky productive assets and fixed asset financing as well as other investments. Having sufficient capital can increase public confidence as it demonstrates that the bank is capable of managing potential operational risks. According to Mardiyanto (2009:196), ROA is a ratio used to assess a company's ability to generate profits, as this ratio reflects the rate of return from the company's activities. Hery (2014:193) states that the higher the ROA, the greater the net profit generated for every rupiah invested in total assets. The data analysis method used in this study is multiple linear regression analysis. The results of this study indicate that partially, MSME financing and CAR affect ROA, but MSME financing does not have a significant effect while CAR has a significant effect. Simultaneously, MSME financing and CAR affect ROA because the data show that the significance value is 0.022, which is less than 0.05.
IMPLEMENTASI METODE CONSTANT PERCENT OF SALARY DALAM PENENTUAN IURAN DANA PENSIUN SYARIAH BAGI PEDAGANG UMKM Ibrahim, Mohamad Andri
Amwaluna: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 1 No. 1 (2017): Amwaluna: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/amwaluna.v1i1.5723

Abstract

Dana pensiun saat ini merupakan sebuah kebutuhan bagi sebagian masyarakat Indonesia, sebuah penelitian yang dilakukan oleh HSBC baru-baru ini mengatakan bahwa 1 dari 3 masyarakat Indonesia belum siap menghadapi masa tua, hal ini diakibatkan oleh kurangnya persiapan sebagian masyarakat dalam mempersiapkan hari tua terutama bagi kalangan pedagang kecil, PKL, Petani dan Nelayan. Maka dengan itu perlu pengkajian tentang dana pensiun syari’ah yang merupakan solusi bagi kalangan masyarakat tertentu. Dana pensiun syari’ah mempunyai prinsip ta’awun yang berarti saling tolong menolong. Pada paper ini akan dibahas mengenai iuran peserta dana pensiun syari’ah bagi pedagang UKM dengan menggunakan metode Contant Percent Of Salary, dengan begitu para peserta dana pensiun dapat mengetahui berapa iuran yang harus dipenuhi dalam rangka mengahadapi masa tuanya.
Pendampingan Literasi Akad dan Produk Pembiayaan Financial Teknologi Berbasis Syariah Bagi Ibu PKK Kelurahan Kadungora Eprianti, Nanik; Srisusilawati, Popon; Ibrahim, Mohamad Andri; Wijayanti, Intan Manggala; Rahmah, Luni Nur; Rahmadani, Yunifa
Journal of Community Research and Service Vol. 7 No. 2: July 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jcrs.v7i2.49926

Abstract

Fintech syariah merupakan layanan atau produk keuangan yang menggunakan teknologi dengan basis skema syariah, kemunculan Fintech syariah di Indonesia merupakan respon terhadap perkembangan perusahaan Fintech konvensional yang menggunakan instrumen bunga dalam operasionalnya. Berbagai produk dari financial technology didesain untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses produk dari Fintech tersebut baik berupa pinjaman, penghimpunan dana secara kolektif, pembayaran online, permodalan, investasi dan produk fintech lainnya. Di keluarahan kadungora kecamatan kadungora, masih banyak yang mengunakan bank emok, dimana Ketika meminjam pada bank emok admintrasi cukup mudah hanya aja jika masyarakat telat membayar angsuran akan dikenakan denda cukup besar dan ada tekanan dari pihak bank. Kurangnya pemahaman masyarakat tentang financial technology yang berdampak pada lambatnya perkembangan financial teknologi berbasis syariah di Indoneisa. Tujuan penelitian ini yaitu; Untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat melalui ibu PKK tentang literasi akad dan produk pembiayaan financial teknologi berbasis syariah di Desa kadungora. Dari pengabdian ini tujuan jangka panjangnya adalah meningkatkan pengguna jasa keuangan secara online (fintech) dengan suatu pembelajaran yang inovatif berbasis pendampingan untuk menambah ilmu pengetahuan dan meningkatkan usaha bagi usaha kecil menengah serta berkontribusi dalam perkembangan financial teknologi. Metode dalam pendampingan ibu PKK ini dengan cara menghubungi dan menjalin kerjasama dengan ibu lurah di desa kadungora, kemudian melakukan pendekatan dengan survey ke desa kadungora, selanjutnya mengumpulkan ibu pkk dan memberikan gambaran umum mengenai kegiatan pendampingan, serta dilakukan pendampingan kepada ibu pkk tentang financial technology mulai dari produk, akad dan manfaat yang ada di jasa keuangan financial technology.
Analysis of the Decision of Muslim Investors in Sharia Mutual Funds Investing with Maqasid Al-Sharia Approaches Febriadi, Sandy Rizki; Ibrahim, Mohamad Andri; Novitasari, Rosiana
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 12 No. 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v12i2.16224

Abstract

This study is a quantitative survey research, namely statistical test data analysis in the form of multiple linear regression with purposive sampling. The data collection method was by distributing questionnaires to 200 participants of the Bareksa Fund Academy training. The results show that the decision of Muslim investors in investing in Islamic mutual funds is influenced by the maqasid sharia principle approach. Meanwhile, the result of F count is significant at 49,141, meaning that, overall, there is an influence of the factors of the maqasid sharia approach on investment decisions (value). This also implies that there is a significant influence of the variables of maintaining religion, soul, sense, and treasure on the investment decisions. Meanwhile, the variable maintaining offspring does not show any effect, because the probability is 0.961> 0.05. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis keputusan investor Muslim dalam berinvestasi di reksadana syariah dengan pendekatan maqashid syariah. Penelitian ini juga untuk mengetahui pengaruh dan faktor dominan dari pendekatan maqashid syariah (menjaga agama, jiwa, akal, harta, dan keturunan) terhadap keputusan (nilai) investasi. Survey kuantitatif dipilih sebagai pendekatan penelitian, yaitu dengan analisis data uji statistik berupa regresi linear berganda dengan purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada para peserta pelatihan Bareksa Fund Academy, sebanyak 200 peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan investor Muslim dalam berinvestasi di reksadana syariah dipengaruhi oleh pendekatan prinsip maqashid syariah. Sedangkan, hasil F hitung signifikan sebesar 49,141 artinya, secara keseluruhan terdapat pengaruh pada faktorfaktor pendekatan maqashid syariah terhadap keputusan (nilai) investasi. Ini berarti juga terdapat pengaruh pada variabel menjaga agama, jiwa, akal, dan harta secara signifikan terhadap keputusan investasi tersebut. Namun demikian, variabel menjaga keturunan tidak berpengaruh karena probabilitas 0,961>0,05.
Do Islamic Rural Banks in West Java Become More Efficient Over Time? A Panel Stochastic Frontier Analysis Mohamad Andri Ibrahim; Alya Naima Siti Najwa; Yayat Rahmat Hidayat; Panji Adam Agus Putra
KEUNIS Vol. 14 No. 2 (2026): JULY 2026
Publisher : Finance and Banking Program, Accounting Department, Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/keunis.v14i2.7433

Abstract

Islamic Rural Banks (BPRS) play a crucial role in Indonesia’s Islamic microfinance sector, specifically in serving underbanked communities in rural areas. Therefore, understanding their efficiency dynamics is essential for ensuring long-term sustainability and assisting evidence-based policy formulation, particularly in the post-pandemic context where operational challenges intensify. This study investigates the efficiency dynamics of BPRS in West Java over the 2020–2023 period, decomposing efficiency into production and revenue components to identify specific sources of inefficiency. Using panel Stochastic Frontier Analysis (SFA) with 108 bank-year observations from 27 BPRS institutions, this study estimates both cost and profit efficiencies while controlling for environmental factors. The time-varying inefficiency model enables systematic assessments of temporal efficiency trends. The results reveal exceptionally high production efficiency (mean = 99.99%), indicating optimal input use. However, revenue efficiency shows substantial variation (mean = 72%) and a slight decline from 72.77% in 2020 to 71.6% in 2023. Contrary to the organisational learning theory, overall technical efficiency does not improve over time; instead, it decreases from 86.38% to 85.79%. This study provides the first evidence on BPRS temporal efficiency dynamics in the post-pandemic period and demonstrates that efficiency challenges stem primarily from revenue generation rather than operational weaknesses.
MODEL KESIAPAN PEMERINTAH DAERAH DAN EKOSISTEM KEUANGAN SYARIAH DALAM PEMBENTUKAN KOPERASI MERAH PUTIH BERBASIS LEMBAGA KEUANGAN MIKRO SYARIAH: STUDI KASUS DI PROVINSI JAWA BARAT Popon Srisusilawati; Yayat Rahmat Hidayat; Mohamad Andri Ibrahim; Nanik Eprianti; Raditya Gantari Ahmad Riyadi; Muawia Y.I. Alzamli
Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia (JESI) Vol. 5 No. 1 (2026): Maret
Publisher : STEI Al-Amar Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jesi.v5i1.418

Abstract

Transformasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengembangan koperasi yang modern, inklusif, dan berkelanjutan. Keberhasilan implementasi kebijakan tersebut tidak hanya bergantung pada pembentukan kelembagaan koperasi, tetapi juga pada kesiapan pemerintah daerah serta dukungan ekosistem keuangan syariah, khususnya Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS). Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan pemerintah daerah dan ekosistem keuangan syariah di Provinsi Jawa Barat dalam mendukung transformasi Koperasi Merah Putih berbasis LKMS melalui aspek regulasi, sumber daya manusia, dan infrastruktur keuangan syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap pemerintah daerah, pengelola koperasi, pengelola LKMS, akademisi, serta pemangku kepentingan terkait. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi Koperasi Merah Putih dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu kesiapan regulasi, kompetensi sumber daya manusia, dan ketersediaan infrastruktur keuangan syariah. Regulasi yang adaptif memberikan kepastian dalam implementasi kebijakan, SDM yang kompeten meningkatkan profesionalisme pengelolaan koperasi, sedangkan infrastruktur digital dan akses pembiayaan syariah memperkuat efektivitas pelayanan koperasi. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, LKMS, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem koperasi yang modern dan berkelanjutan. Penelitian ini menghasilkan model transformasi Koperasi Merah Putih berbasis LKMS yang dapat menjadi rekomendasi bagi pemerintah daerah dalam memperkuat implementasi kebijakan koperasi berbasis ekonomi syariah.
Assessing Customer Satisfaction in Islamic Rural Banks: An Importance-Performance Analysis of BPRS Amanah Bangsa Yayat Rahmat Hidayat; Popon Srisusilawati; Nanik Eprianti; M. Andri Ibrahim
Journal of Islamic Economics and Business Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Islamic Economics and Business
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jieb.v5i1.48319

Abstract

This study measures customer satisfaction at BPRS Amanah Bangsa using Importance-Performance Analysis (IPA). While previous research has mainly examined Islamic commercial banks, this study extends the application of IPA to Islamic rural banks, offering micro-level insights into service quality attributes often overlooked in the literature. Results show an average conformity level of 106.47% and a Customer Satisfaction Index (CSI) of 66.24%, indicating customers are generally satisfied. However, gaps remain in promotional tools, service responsiveness, and customer data privacy. The findings contribute by highlighting critical service areas for improvement in BPRS and demonstrating the applicability of IPA in strengthening the competitiveness of small-scale Islamic financial institutions.
Toward Net Zero: Islamic Financial Innovation in The Carbon Economy Nanik Eprianti; Mohamad Andri Ibrahim; Popon Srisusilawati; Yayat Rahmat Hidayat
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v9i1.2787

Abstract

Green finance has gained significant momentum in recent years, but its alignment with Islamic finance principles remains under-explored, particularly in the context of carbon pricing and carbon trading mechanisms. This is illustrated by the fact that climate change has prompted the global community to adopt various strategies, including the development of carbon market mechanisms. Exploring the potential of the carbon market as an effective tool in reducing greenhouse gas emissions, while considering the principles of Islamic finance. This study aims to develop Sharia-based sustainable financial instruments as a strategy to address the impacts of climate change through the utilization of the carbon market.  This research method uses a qualitative approach that combines bibliometric analysis, policy document reviews, and expert interviews. This study identifies critical gaps in the integration of Islamic finance with carbon market mechanisms and the design of sustainable financial instruments that comply with Sharia principles. This study uses a qualitative approach with a descriptive-exploratory method. A qualitative approach is used to understand in depth the concepts, phenomena, and characteristics of Islamic financial instruments and how they can be implemented in the carbon market. The findings show that Islamic finance has great untapped potential to mobilize ethical capital and share risks for climate-friendly projects, especially in Muslim-majority countries and emerging economies. Nevertheless, regulatory standardisation, sharia governance frameworks, and investor education remain key challenges that must be addressed to enhance the scalability and credibility of such instruments. By bridging the gap between Islamic finance and carbon economy strategies, this study contributes to the growing discourse on green Islamic finance and offers practical policy recommendations to strengthen the role of Islamic financial institutions in achieving both national and global net-zero targets.