Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : parameter

Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Sub Sektor Otomotif dan Komponen di Bursa Efek Indonesia Ginanjar Adi Nugraha; Tunggul Priyatama; Tri Esti Masita; P Edi Sumantri; Minadi Wijaya
PARAMETER Vol. 6 No. 1 (2021): JURNAL PARAMETER
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tribuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37751/parameter.v6i1.241

Abstract

Return on Asset is a profitability ratio to measure the effectiveness of a company in generating profits by utilizing its total assets. If viewed from a strategic perspective, intellectual capital can be used to create and use knowledge to expand a company's financial performance. Knowledge assets are an exchange of forms for the transformation of this knowledge. This study aims to examine the effect of intellectual capital on financial performance. This study tested CEE (Capital Employed Efficiency), HCE (Human Capital Efficiency) and SCE (Structural Capital Efficiency). The population in this study were 13 automotive sub-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2014-2018. The sampling method used was purposive sampling technique and produced a sample of 9 companies for five years from 2014-2018. The results of this study indicate that CEE has a positive and significant effect, HCE has a negative and insignificant effect, while SCE has a negative and significant effect on the financial performance of the automotive sub-sector companies and components on the Indonesia Stock Exchange in 2014-2018. Abstrak Return on Asset merupakan rasio profitabilitas untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan total aset yang dimilikinya. Jika dilihat dari perspektif stratejik, maka Intellectual Capital dapat digunakan untuk menciptakan dan menggunakan pengetahuan (knowledge) untuk memperluas kinerja keuangan perusahaan, knowledge asset merupakan pertukaran bentuk bagi transformasi pengetahuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Intellectual Capital terhadap kinerja keuangan. Penelitian ini menguji CEE (Capital Employed Efficiency), HCE (Human Capital Efficiency) dan SCE (Structural Capital Efficiency). Populasi pada penelitian ini adalah 13 perusahaan sub sektor otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2018. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan menghasilkan sampel sebanyak 9 perusahaan selama lima tahun dengan periode 2014-2018. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa CEE berpengaruh positif dan signifikan, HCE berpengaruh negatif dan tidak signifikan sedangkan SCE berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan sub sektor otomotif dan komponen di Bursa Efek Indonesia tahun 2014-2018.
Cash Holding, Net Profit Margin, Financial Leverage dan Income Smoothing Perusahaan Perbankan Ginanjar Adi Nugraha; Sully Kemala Octisari; Wisnu Wijayanto; Tri Esti Masita
PARAMETER Vol. 7 No. 1 (2022): JURNAL PARAMETER
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tribuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37751/parameter.v7i1.243

Abstract

The practice of income smoothing is a form of dysfunctional behavior in earnings management that is rife in this era of rapid business development, where managers intentionally change the company's financial statements with the aim of flattening the value of the company's earnings over several periods to make it look stable. The practice of income smoothing is considered as a solution to the very unstable profit conditions. This study aims to examine the effect of cash holding, net profit margin, and financial leverage on income smoothing. The population in this study were 44 banking subsector companies listed on the Indonesia Stock Exchange in the 2014-2018 period. The sampling method uses a purposive sampling technique and produces a sample of 37 companies. The results of this study indicate that net profit margin has a significant negatif effect on income smoothing, while cash holding and financial leverage have no significant effect on income smoothing. Abstrak Praktik perataan laba (income smoothing) merupakan salah satu bentuk dysfunctional behavior dalam earnings management yang marak terjadi pada era perkembangan bisnis yang pesat ini, dimana para manajer secara sengaja mengubah laporan keuangan perusahaan dengan tujuan untuk meratakan nilai perolehan laba perusahaan selama beberapa periode agar terlihat stabil. Praktik income smoothing dianggap sebagai solusi atas kondisi laba yang sangat tidak stabil. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh cash holding, net profit margin, dan financial leverage terhadap income smoothing. Populasi pada penelitian ini adalah 44 perusahaan subsektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2018. Metode pengambilan sample menggunakan teknik purposive sampling dan menghasilkan sampel sebanyak 37 perusahaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa net profit margin memiliki pengaruh negatif siginifikan terhadap income smoothing, sedangkan cash holding dan financial leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap income smoothing.
THE DETERMINANT FACTORS OF COMPOSITE STOCK PRICE INDEX Heru Cahyo; Tri Esti Masita; Heri Setiawan; Arinastuti Arinastuti; Heris Kencana; Damar Jati
PARAMETER Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PARAMETER
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tribuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37751/parameter.v8i2.247

Abstract

This study aims to determine the effect of interest rates, inflation, exchange rates and the money supply on the composite stock price index on the Indonesia Stock Exchange from 2018 to 2021. This type of research is a quantitative study with a descriptive approach using multiple regression analysis methods. The results showed that the interest rate and the money supply had a significant positive effect on the composite stock price index. The exchange rate has a significant negative effect on the composite stock price index. Meanwhile, inflation has no significant effect on the composite stock price index. The suggestion in this study is that investors who will make investment transactions on the Indonesia Stock Exchange should always pay attention to information on interest rates, inflation, exchange rates and the money supply which can be combined to predict the JCI which can make investment decisions. So that every community can invest in the capital market in Indonesia. one of the ways is by controlling and regulating economic conditions such as interest rates, inflation, exchange rates and the money supply. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suku bunga, inflasi, nilai tukar dan jumlah uang beredar terhadap indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia tahun 2018 sampai 2021. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dengan metode analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat suku bunga dan jumlah uang beredar berpengaruh positif signifikan terhadap indeks harga saham gabungan. Nilai tukar berpengaruh negatif signifikan terhadap indeks harga saham gabungan. Sementara itu, inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap indeks harga saham gabungan. Saran dalam penelitian ini adalah investor yang akan melakukan transaksi berinvestasi di Bursa Efek Indonesia sebaiknya selalu memperhatikan informasi tingkat suku bunga, inflasi, nilai tukar dan jumlah uang beredar yang dapat dikombinasikan untuk memprediksi IHSG yang dapat untuk mengambil keputusan dalam berinvestasi. Agar setiap masyarakat dapat menanamkan modalnya didalam pasar modal di Indonesia. tingkat perekonomian di Indonesia harus dalam kondisi yang stabil dan dapat berjalan dengan baik salahsatu cara nya yaitu dengan mengendalikan serta mengatur kondisi-kondisi ekonomi seperti tingkat suku bunga, inflasi, nilai tukar dan jumlah uang beredar.