Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Sosialisasi Keberadaan Mangrove Bagi Masyarakat Kampung Boratei Distrik Teluk Kimi Kabupaten Nabire Aripatra Maitindom, Frits; Maruanaya, Yan; Tampubolon, Irianty; Marei, Sefnat
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i1.2037

Abstract

Wilayah pesisir pantai Boratei juga termasuk dengan padat permukiman dan pembangunan. Sebagian besar masyarakat Nabire pun terletak di wilayah pesisir. Sosialisasi keberadaan mangrove memiliki tujuan untuk Konservasi dan restorasi ekosistem pesisir, Mengurangi dampak perubahan iklim, Melindungi pesisir dari bencana alam, dan Pemberdayaan masyarakat. Sasaran pelaksanaan kegiatan PKM ini adalah masyarakat pesisir di Kampung Boratei Teluk Kimi Kabupaten Nabire. Waktu pelaksanaan hari Jumat 03 November 2023. Melaksanakan kegiatan sesuai dengan waktu yang sudah terjadwal dengan pemberian materi dalam bentuk penyuluhan dan diskusi. Pelaksanaan kegiatan PKM dampak tumbuhan mangrove berjalan dengan baik sehingga banyak manfaat yang didapatkan ketika masyarakat menyadari dan mengetahui dengan melestarikan mangrove dapat hidup lebih baik lagi di masa depan.
Sosialisasi Bahaya Sampah Mikroplastik Pada Ekosistem Perairan Mistina, Rahayu Septyaning; Tampubolon, Irianty; Maruanaya, Yan; Marei, Sefnat; Maitindom, Frits A.; Solissa, Margret I.
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4093

Abstract

Sampah plastic merupakan permasalahan terbesar yang saat ini terjadi di Indonesia. Pencemaran sampah plastic sering ditemui di wilayah pesisir yang mana memliki potensi sumber daya perairan, habitat bagi sejumlah organisme yang hidup didalamnya. Aktivitas yang terjadi disuatu wilayah dapat menghasilkan banyak sampah plastic, hal ini yang akan memberikan dampak pada organisme perairan. Oleh karena itu, Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan agar masyarakat mengetahui bahaya dan dampaknya penggunaan kantong plastic terhadap ekosistem perairan laut dan mengganti kantong plastic dengan penggunaan godie bag saat berbelanja. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 21 Agustus 2024 di GKI Maranatha Malompo, Nabire dengan dibagi menjadi 2 sesi yang pertama sosialisasi bahaya sampah plastic dan sesi kedua yaitu pembagian godie bag sebagai pengganti kantong plastic. Daftar peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut berjumlah 73 orang. Kegiatan tersebut memberikan banyak pengetahuan kepada masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah di sungai, kali maupun laut.
Pemanfaatan Potensi Lokal Kampung Sebagai Penunjang Badan Usaha Milik Kampung di Kabupaten Nabire Maruanaya, Yan; Mistina, Rahayu Septyaning
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 3 (2025): Edisi Juli - September
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i3.6618

Abstract

Pembangunan dalam konteks kampung maka data membantu untuk menciptakan program pembangunan yang lebih terarah, efisien, dan berkelanjutan, serta melibatkan masyarakat secara langsung dalam proses pembangunan. Potensi sumber daya alam di wilayah Kabupaten Nabire menjadi peluang dalam pengembangan usaha Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam). BUMKam memiliki peran strategis dalam mengelola sumber daya lokal dan keterlibatan aktif dari masyarakat setempat sehingga menciptakan lapangan kerja baru. BUMKam dibentuk berdasarkan potensi lokal dan kebutuhan nyata masyarakat kampung. Indeks Desa Membangun untuk Provinsi Papua Tengah didominasi oleh kategori Sangat Tertinggal sehingga diperlukan upaya dan terobosan dalam memaksimalkan pemanfaatan potensi lokal. Berorientasi pada keberhasilan dalam pencapaian pengelolaan potensi lokal maka pengurus BUMKam harus aktif dan inovatif dalam menggagas usaha dan memiliki kemampuan mengelola usaha secara profesional, transparan, dan berkelanjutan. Akses antar kampung yang sulit sebagai kendala utama dalam percepatan usaha BUMKam
Analisis Model Budidaya Ikan Nila Merah (Oerochromis sp.) Dan Strategi Pengembangan Di Kampung Legari, Distrik Makimi Kabupaten Nabire: Analysis of the Red Tilapia (Oreochromis sp.) Aquaculture Model and Development Strategy in Legari Village, Makimi District, Nabire Regency Mistina, Rahayu Septyaning; Maruanaya, Yan
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Perikanan Kamasan
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v6i1.83

Abstract

Ikan nila merah (Oreochromis sp.) memiliki nilai ekonomis tinggi dan berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan perikanan budidaya. Kabupaten Nabire, khususnya Kampung Legari, Distrik Makimi, merupakan salah satu kawasan yang berpotensi untuk pengembangan budidaya tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sistem budidaya ikan nila merah di Kampung Legari serta merumuskan strategi pengembangannya guna mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Penelitian dilaksanakan pada 9 Juni–21 Juli 2025 menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan fenomenologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya ikan nila merah di Kampung Legari masih menggunakan kolam tanah dengan teknologi tradisional. Peningkatan produksi relatif rendah karena keterbatasan pakan komersial dan ketergantungan pada pakan alami. Selain itu, rantai pasok dan distribusi pascapanen menghadapi kendala struktural, terutama ketergantungan pada tengkulak, yang membatasi potensi keuntungan dan pengembangan usaha. Model pengelolaan budidaya yang memperhatikan aspek teknis, ekonomi, sosial, dan lingkungan secara terpadu berpotensi meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan produksi. Strategi pengembangan difokuskan pada penguatan potensi lokal, pemanfaatan peluang eksternal, serta pencapaian tujuan kolektif secara terukur.
KEBIASAAN MAKAN DAN FREKUENSI KEMUNCULAN HIU PAUS (Rhincodon typus) DI PERAIRAN KWATISORE DALAM HAK ULAYAT LAUT KAMPUNG AKUDIOMI DI TAMAN NASIONAL TELUK CENDERAWASIH Maruanaya, Yan; Tuhumury, S. F.; Abrahamzs, James; Retraubun, Prof. Alex
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 14 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v14i1.39648

Abstract

Hiu paus (Rhincodon typus) adalah ikan terbesar di dunia yang sangat berpotensi dalam bidang wisata, namun potensi ancamannya juga tinggi jika tidak dikelola dengan baik. Perairan Kwatisore merupakan salah satu habitat hiu paus di Indonesia yang terlihat sering muncul. Hal tersebut menjadi fenomena yang unik karena hiu paus muncul setiap hari dan sepanjang tahun, sehingga berpeluang untuk pengembangan wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik pola makan hiu paus dan agregasinya, terutama total jumlah kemunculan dan jumlah individu di perairan Kwatisore. Pengambilan data dalam penelitian ini berupa data primer dan dilakukan dari bulan Juli sampai September 2020. Metode pengambilan data dilakukan sekali setiap bulan (time series) melalui koleksi untuk mengkaji pola makan antar individu hiu paus dengan pengamatan secara langsung ketika hiu paus naik ke permukaan perairan dan berada di dalam bagan yang berjumlah 5 unit alat tangkap bagan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi 275 kemunculan hiu paus, yang terdiri dari 18 individu. Jumlah kemunculan dan jumlah individu hiu paus sangat tergantung pada hasil tangkapan ikan teri oleh setiap unit alat tangkap bagan. Kemunculan hiu paus berada dalam petuanan hak ulayat laut Kampung Akudiomi. Kemunculan hiu paus dominan terjadi pada pagi hari dan persentase kemunculan 100% berjenis kelamin jantan dengan ukuran panjang total berkisar antara 3 hingga 7,5 m.