Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Jurnal ABDIMAS MUTIARA

PENINGKATAN PENGETAHUI MELALUI EDUKASI TENTANG PRE DAN POST CONFERENCE PADA PERAWAT DI RSU SARI MUTIARA LUBUK PAKAM Barus, Darwita Juniwati; Gultom, Rumondang; Sipayung, Rosetty Rita
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya pengetahuan karena kurangnya informasi pelaksanaan oleh perawat pre dan post conference yang tepat memengaruhi apa yang akan dipelajari dalam tindakan keperawatan. Berdasarkan observasi dan wawancara penulis dan perawat ruangan rawat inap di RSU Sari Mutiara Lubuk Pakam, pelaksanaan pre dan post conference belum dilakukan secara optimal, jika hal ini dilakukan secara terus menerus, maka akan memiliki pengaruh tertentu terhadap keperawatan perawat setelah pelaksanaan sebelum dan sesudah pertemuan dan akhirnya berdampak pada mutu pelayanan Rumah Sakit. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan skill perawat dalam penerapan pre dan post conference. Metode kegiatan yang dilaksanakan yaitu edukasi tentang pre dan post conference. Hasil yang diperoleh setelah dilaksanakan edukasi sebelum kegiatan diperoleh 75 % menjadi 100 % perawat mengerti dengan penjelasan materi pre dan post conference.
Aplikasi Kinerja Dosen Kesehatan Pada Kegiatan Pemberian Vaksin Boster Pada Masyarakat Di Lingkungan Kampus USM - Indonesia Sidabukke, Ida Ria Royentina; Barus, Darwita Juniwati; Lumbantoruan, Mestika
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebaran Covid-19 masih berlangsung terus hingga pada saat ini, untuk itu pemerintah berusaha untuk mengurangi penyebaran virus ini dengan melakukan kegiatan vaksin. Vaksinasi booster adalah vaksinasi COVID-19 setelah seseorang mendapat vaksinasi primer dosis lengkap yang ditujukan untuk mempertahankan tingkat kekebalan serta memperpanjang masa perlindungan. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk membantu pemerintah dalam mengurangi penyebaran COVID-19, untuk meningkatkan imunitas mahasiswa dan masyarakat sekitar dengan dilaksanakannya vaksinasi booster. Berdasarkan Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit bernomor HK.02.02/II/252/2022 tentang Vaksinasi COVID-19 Dosis Lanjutan (Booster). Maka Universitas Sari Mutiara juga mendukung surat edaran tersebut bekerja sama dengan Kapolsek Medan Baru untuk menyelenggarakan vaksinasi COVID-19. Pentingnya vaksin booster dilakukan untuk mempertahankan tingkat kekebalan tubuh dan memperpanjang masa perlindungan dari vaksinasi primer. Setelah dilakukan suntikan vaksin diharapakan untuk isirahat dantidak melakukakn aktivitas yang berat. Tindakan pencegahan dan mitigasi merupakan kunci penerapan di pelayanan kesehatan dan masyarakat. Langkah-langkah pencegahan yang paling efektif di masyarakat meliputi: melakukan kebersihan tangan menggunakan hand sanitizer jika tangan tidak terlihat kotor atau cuci tangan dengan sabun jika tangan terlihat kotor, Menghindari menyentuh mata, hidung dan mulut, Terapkan etika batuk bersin dengan menutup hidung dan mulut dengan lengan atas bagian dalam atau tisu, lalu buanglah tisu ke tempat sampah, Pakailah masker medis jika memiliki gejala pernapasan dan melakukan kebersihan tangan setelah membuang masker, menjaga jarak (minimal 1 m) dari orang yang mengalami gejala gangguan pernapasan. Kegiatan ini dilakukan untuk mendukung program pemerintah dalam mencegah terjadinya covid-19 sehingga semua orang bisa berkontribusi menjaga kesehatan serta kebersihan baik di dalam rumah maupun di luar rumah dan penghuni panti asuhan dapat mengetahui dan memahami pentingnya pencegahan penyakit virus covid-19.
Generasi Muda Bebas HIV AIDS Pada Remaja SMP Madya Utama Di Kecamatan Medan Perjuangan Barus, Darwita Juniwati; Simamora, Marthalena; Simanjuntak, Galvani
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 2 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus HIV AIDS diyakini seperti fenomena gunung es karena laporan resmi jumlah kasus tidak mencerminkan masalah yang sebenarnya. Angka kasus juga terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, bahkan saat ini secara kumulatif jumlah mencapai 20.000 kasus di Suamtera Utara. Penderita HIV AIDS di kota Medan berada pada angka 5.573 kasus, dari jumlah tersebut didapatkan 55 orang (2,2%) diantaranya merupakan Pelajar/ Mahasiswa. Untuk itu diperlukan penanganan serius, terutama dalam upaya pencegahannya. Hal ini perlu didukung semua pihak yang terkait, pertama yang perlu dilakukan adalah pencegahan. Hal tersebut bisa dilakukan dalam bentuk sosialisasi pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya dari HIV AIDS. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahun remaja tentang pecegahan dan penularan HIV/AIDS. Dengan menggunakan metode yang memberikan informasi kepada remaja melalui penyuluhan dan memberikan kesempatan kepada remaja untuk memberikan umpan balik. Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat berupa Penyuluhan HIV-AIDS pada usia remaja di SMP Madya Utama yang berada ditengah kota Medan Perjuangan, berlangsung pada tanggal 3 Juli 2020 di kelas 8 dan 9. Jumlah peserta pelatihan sebanyak 17 orang pelajar SMP Madya Utama. Walaupun dalam komunitas yang kecil namun diharapkan dapat dishare oleh peserta ke sekililingnya
Remaja Sadar Gizi (Redarzi) Pada Siswa/Siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Npsn 10210130 Madya Utama Medan Barus, Darwita Juniwati; Rajagukguk, Tiara
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menerapkan pola hidup sehat dan teratur dapat diawali dengan kebiasaan yang perlu dilakukan seperti makan secara teratur, tidur yang cukup, rutin berolahraga dan lain sebagainya (Pratiwi & Soraya, 2022). Pola makan sehat sangat penting dalam mencukupi kebutuhan gizi dalam tubuh. Pola makan sehat dimana mengonsumsi makanan yang sehat agar tubuh tidak terserang penyakit. Makanan yang dianjurkan untuk tubuh terdiri dari jenis makanan yang mengandung nutrisi. Makanan pokok dengan kandungan karbohidrat yang tinggi. Makanan yang sehat merupakan bagian yang esensial bagi proses pertumbuhan dan perkembangan anak, serta sebagai dasar pemeliharaan kesehatan, baik bagi anak maupun orang dewasa. Konsumsi buah dan sayur sangat penting bagi masa pertumbuhan dan perkembangan, akan tetapi konsumsi buah dan sayur masih rendah terutama pada anak usia remaja. Siswa SMP adalah kelompok usia yang rentan akan konsumsi buah dan sayur. Pola makan mereka akan memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan serta pada kesehatan mereka di masa yang akan datang. Siswa SMP NPSN 10210130 Madya Utama Medan cenderung mengkonsumsi makanan cepat saji dan jarang mengkonsumsi buah dan sayur serta sarapan pagi. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memotivasi dan meningkatkan kesadaran remaja akan pentingnya makanan sehat dan bergizi. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah metode penyuluhan dengan terlebih dahulu melakukan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan kepada 33 siswa/siswi SMP kelas VII sampai dengan kelas IX. Setelah penyuluhan ini dilakukan dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini menghasilkan output yaitu menambah wawasan dan meningkatkan pengetahuan siswa-siswi tentang pola makan sehat dan penting untuk mengkonsumsi buah dan sayur serta sarapan dipagi hari.
PELATIHAN PENGELOLAAN DAN PENGGUNAAN DAUN MANGKOKAN (POLYSCIAS SCUTELLARIA.BURM.F) SEBAGAI PENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI STREPTOCOCCUS PYOGENES, STAPHYLOCOCCUS AUREUS, PSEUDOMONAS AERUGINOSA DAN ESCHERICHIA COLI PADA SISWA MENEGAH KEJURUAN FARMASI PHARMA Furqon, Mainal; Suharyanisa; Barus, Darwita Juniwati
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun mangkokan (Polyscias Scutellaria) sering dimanfaatkan sebagai tanaman obat atau tanaman herbal, salah satunya antibakteri karna mengandung senyawa flavonoid. Tujuan penyuluhan ini untuk memberikan pemanfaatan daun mangkokan untuk obat yang diinfeksi bakteri. Hasil pelaksaan ini pada masyrakat dalam bentuk informasi dan edukasi pemanfaatan daun mangkokan dapat diolah menjadi ramuan sebagai antibakteri. Setelah melaksakan kegiatan pelatihan ini, masyarakat lebih mengetahui bahwa daun mangkokan yang selama ini hanya dijadikan sebagai tanaman liar ternyata sangat bagus untuk pengobatan antibakteri.
Kegiatan Edukasi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Farmasi Pharmaca Tentang Aktivitas Penghambat Enzim Protease 6lu7 Virus Sars-Cov-2 Dengan Menggunakan Daun Afrika (Venonia Amygdalina Del.) Furqon, Mainal; Barus, Darwita Juniwati; Daely, Ruth Christiani N
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahun 2020, dunia digemparkan dengan merebaknya virus baru yaitu coronavirus jenis baru (SARS-CoV-2) dan penyakitnya disebut Coronavirus disease 2019 (COVID-19). Gejala umum yang timbul dari virus ini adalah bersifat akut, demam, batuk, sulit bernafas, nafas pendek, dan berlanjut pada pneumonia berat. Tanaman Afrika (Vernonia amygdalina) atau yang biasa disebut Daun Afrika,mengandung senyawa Flavonoid yang memberikan efek antioksidan, atherosclerosis dan mempunyai sifat sitotoksik, antipoliferatif, antimalaria dan antiinflamasi. Tujuan dari kegiatan edukasi siswa ini dilakukan untuk memberikan informasi dan sosialisasi tentang aktivitas penghambatan enzim protease 6LU7 Virus Sars-CoV-2. Hasil kegiatan pelaksanaan program pengapdian dalam bentuk edukasi kepada siswa mengenai aktivitas penghambatan enzim protease 6LU7 Virus Sars-CoV-2. Kesimpulan bahwa penyuluhan terlaksana sesuai pelaksanaan dan rencana, mendapat sambutan yang baik dari pihak Sekolah Menengah Kejuruan Farmasi Pharmaca Kecamatan Medan Petisah Kota Medan, para siswa sekitar mendapatkan informasi serta pengetahuan dan menerapkan informasi tersebut bagi keluarga dan masyarakat lainnya.
EDUKASI SHAMPO ANTIKETOMBE DAN ANTIJAMUR PADA RAMBUT DARI DAUN KETEPENG CINA (Cassia alata L.) Marbun, Eva diansari; Silitonga, Evawani M; Barus, Darwita Juniwati
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 2 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketombe adalah pengelupasan kulit mati yang berlebihan pada kepala biasa disertai dengan gatal  hal ini disebabkan oleh jamur dan untuk mengatasinya diperlukan shampo yang memliki kandungan antiketombe dan antijamur. Kegiatan Pengabdiaan kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang memanfaatkan zat antiketombe dan antijamur pada tanaman ketepeng cina yang diformulasikan dalam sediaan shampo. Pada kegiatan Pengabdiaan kepada Masyarakat ini dilakukan dengan metode yaitu pemberian edukasi tentang memanfaatkan ketepeng cina seagai shampo antiketombe dan antijamur pada rambut masyarakat dalam bentuk pemberikan informasi dan edukasi menggunakan power point.
EDUKASI TENTANG HIV AIDS PADA ANAK REMAJA DI SEKOLAH SMA NEGERI 17 MEDAN Barus, Darwita Juniwati; Henny Arwina Bangun; Sadestina Sembiring; Wilna Zaenab
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v6i2.6186

Abstract

Berbagai langkah dan upaya dilakukan untuk menurunkan angka kematian yang diakibatkan oleh penyakit HIV dan virus. Human Immunodeficiency Virus atau yang sering dikenal HIV merupakan salah satu jenis virus yang dapat menyerang ataupun menginfeksi pada sel darah putih yang dimana nantinya dapat menyebabkan kekebalan tubuh manusia menurun. Sedangkan Acguired Immune Deficiency Syndrome atau lebih dikenal AIDS merupakan salah satu penyakit yang menyerang kekebalan tubuh manusia secara menurun yang disebabkan infeksi pada virus HIVyang menjadi masalah utama kesehatan saat ini. Pada tahun 2023, ada 55 juta orang di seluruh dunia hidup dengan HIV yang meliputi 36 juta perempuan dan 6,2 juta anak berusia < 15 tahun (InfoDATIN, 2023). Penyakit menular HIV/AIDS di Indonesia masih menjadi perhatian serius, terutama karena tingkat penyebarannya yang tinggi Kota Medan masuk sebagai 17 besar kasus HIV terbanyak . Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Sumatera Utara ( metrotvnews.com) mengatakan bahwa sebanyak 297 pengidap HIV/AIDS berstatus pelajar dan mahasiswa dengan faktor penyebab utamanya adalah pergaulan bebas dan penggunaan narkoba suntik (Vicka, 2021), Para remaja harus diberikan pengetahuan dan pemahaman tentang bahaya penyakit HIV/AIDS. Sekolah adalah tempat yang setiap hari dikunjungi oleh pelajar dalam waktu yang lama setiap harinya, sehingga sekolah merupakan wahana yang digunakan untuk menyampaikan informasi/edukasi tentang HIV/AIDS. Dampak yang dihasilkan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan remaja sekolah akan bahaya dari penyakit HIV/AIDS. Kegiatan ini juga membantu program pemerintah khususnya Komisi Penanggulangan AIDS dalam mensosialisasikan pencegahan dan pengurangan kasus HIV/AIDS melalui sosialisasi ke seluruh sekolah –sekolah di kota Medan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa Penyuluhan HIV/AIDS Di Kalangan Remaja siswa/i Sekolah Menegah Atas ini berlangsung pada tanggal 20 Juni 2025 selama lebih kurang 2 jam 30 menit secara langsung. Jumlah peserta atau sasaran penyuluhan sebanyak 47 orang pelajar SMA Negeri 17 Medan. Metode penyampaian informasi dilakukan melalui ceramah dan diskusi, dengan memfokuskan sasaran kepada remaja. Kegiatan dimulai dengan membangun pemahaman awal, diikuti oleh sesi edukasi tentang penyebab penularan dan cara penyebaran HIV/AIDS. Hasil kegiatan edukasi menunjukkan bahwa penyampaian materi berjalan lancar, dan terlihat adanya partisipasi aktif dari remaja yang memperhatikan materi edukasi dengan seksama. Evaluasi kegiatan ini menunjukkan adanya kerjasama yang positif dari remaja, serta keberhasilan dalam meningkatkan pengetahuan mereka terkait HIV/AIDS.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU HIDUP SEHAT ORANG DENGAN HIV AIDS (ODHA) PADA MASA PANDEMI COVID 19 Barus, Darwita Juniwati; Simamora, Marthalena; Simanjuntak, Galvani
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 1 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HIV merupakan suatu virus yang dapat melemahkan imunitas tubuh manusia. Setiap golongan usia memiliki resiko yang sama untuk tertular virus HIV. Penyakit HIV AIDS masih menjadi permasalahan yang besar di masyarakat Indonesia. Karena kasus HIV AIDS terus mengalami peningkatan kasus setiap tahunnya. Virus HIV yang ada pada tubuh manusia yang hidup yang dalam istilah asingnya adalah ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) memiliki ancaman yang besar terhadap status kesehatannya. Gejala fisik, psikis dan psikososial yang terjadi pada ODHA mengharuskan ODHA tersebut harus menjaga status kesehatannya terutama pada masa pandemi covid saat ini. Dengan melakukan pengabdian masyarakat ini maka pengetahuan ODHA dapat ditingkatkan dan dapat melaksanakan peningkatan perilaku hidup sehat dan cermat dalam menjaga status kesehatan agar tetap sehat dan produktif dalam menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari. Metoda pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pendidikan kesehatan dengan sasaran para ODHA dan pendamping sejumlah 12 orang. Hasil kegiatan ada perubahan signifikan dalam pengetahuan peserta tentang perawatan kesehatan dimasa pandemik C o v i d 1 9 . K egiatan pengabdian masyarakat ini cukup efektif dalam meingkatkan pengetahuan peserta tentang perawatan kesehatan di masa pandemik covid 19 bagi Orang Hidup Dengan HIV
PEMANFAATAN TUMBUHAN SIRIH CINA (Peperomin pellucida L.) SEBAGAI PENGOBATAN ANTI INFEKSI Marpaung, Jhon Kennedy; Barus, Darwita Juniwati; Sitohang, Rosina
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 1 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit infeksi adalah penyakit yang disebabkan oleh mikroba patogen, dan bersifat sangat dinamis. Penyakit infeksi dapat diobati dengan penggunaan antibiotik. Selain masalah ini, antibiotik kadang-kadang dikaitkan dengan efek samping yang termasuk hipersensitivitas, Pemanfaatan bahan alam yang berasal dari tumbuhan sebagai obat tradisional Indonesia untuk menangani berbagai masalah kesehatan salah satunya adalah tanaman yang dapat dijadikan sebagai pengobatan infeksi, yaitu tanaman sirih Cina. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan informasi dan pengenalan pemanfaatan sirih cina sebagai antinfeksi. Kegiatan ini dilaksanakan di Panti Asuhan Taman Getsemane Kasih Medan. Hasil Kegiatan pelaksanaan ini memberikan informasi tentang manfaat tumbuhan sirih cina sebagai antibakteri. Kesimpulan dari kegiatan sosialisasi ini dapat terlaksana sesuai pelaksanaan dan rencana, mendapatkan sambutan baik oleh anak-anak di Panti Asuhan.