Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA TINGKATAN PREEKLAMPSIA DENGAN KEJADIAN BBLR DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL YOGYAKARTA Khofiyah, Nidatul; Rokhanawati, Dewi; Rahmasari, Putri
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2017): Vol. 5. No. 1 Juli 2017
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BBLR berhubungan dengan keadaan medis yang menyebabkan kehamilan tidak memungkinkan untuk dipertahankan, baik dari keadaan janin, plasenta maupun ibu, termasuk hipertensi dan preeklampsia/eklampsia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat preeklamsi dengan kejadian BBLR di RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta. Desain penelitian korelasi ini menggunakan pendekatan cross sectional. Responden penelitian ini sejumlah 90 ibu bersalin. Hasil penelitian menurut uji chi-square, p < α (0,044 < 0,05) yang berarti ada hubungan antara preeklampsia dengan kejadian BBLR dengan kekuatan hubungan yang lemah (C = 0,208). Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan antara derajat preeklampsia dengan kejadian BBLR dengan kekuatan hubungan yang lemah sekali, serta preeklampsia berat memiliki risiko lebih tinggi untuk melahirkan BBLR jika dibandingkan dengan preeklampsia ringan. Untuk mengurangi angka kejadian preeklampsia dan BBLR serta mencegah tingkat keparahan dari keduanya, perlu dilakukan pemeriksaan rutin dan deteksi dini pada setiap ibu hamil khususnya setelah usia kehamilan 20 minggu, sehingga ibu dan janin tetap berada pada kondisi sehat.Kata Kunci : preeklamsia, eklamsia, kejadian BBLR
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta Nidatul Khofiyah
Jurnal Kebidanan Vol 8, No 2 (2019): August 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.709 KB) | DOI: 10.26714/jk.8.2.2019.74-85

Abstract

Kota Yogyakarta menempati urutan terendah kedua cakupan ASI eksklusif setelah Kabupaten Gunung Kidul. Puskesmas Umbulharjo I memiliki cakupan ASI Eksklusif terendah di Kota Yogyakarta.Rendahnya presentase pemberian ASI Ekslusif di Indonesia ini berhubungan dengan kurangnya pengetahuan masyarakat di bidang kesehatan dan minimnya dukungan dari berbagai pihak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian observasional analitik denagn desain Crossectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi umur 6-12 bulan yang ada di wilayah kerja Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta yang memenuhi criteria inklusi dan eksklusi.Teknik analisa data menggunakan uji chi square dan regresi logistik. Penelitian ini menunjukkan berdasarkan Variabel yang paling berpengaruh adalah variabel pekerjaan ibu  dengan nilai uji statistic regresi logistic didapatkan  p-value = 0,000 dan nilai OR = 5,67 (CI: 2,29-14,0) dapat diartikan bahwa ibu yang tidak bekerja berpeluang 5,67 kali untuk berhasil dalam memberikan ASI Ekslusif dibandingkan ibu yang bekerja. Variabel kedua yang paling berpengaruh adalah variabel pengetahuan ibu  dengan nilai uji statistic regresi logistic didapatkan  p-value = 0,006 dan nilai OR = 9,42 (CI: 2,29-14,0) dapat diartikan bahwa ibu yang tahu tentang ASI Ekslusif berpeluang 5,67 kali untuk berhasil dalam memberikan ASI Ekslusif dibandingkan ibu tidak tahu mengenai ASI Ekslusif.  Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta diharapkan dapat memberikan penyuluhan terkait ASI Eksklusif untuk meningkatkan pengetahuan para ibu yang mempunyai balita terutama  di wilayah kerja Puskesmas.
Kelas Persia (Persiapan Persalinan Bahagia Dan Bayi Sejahtera) Di Kalurahan Banyuraden Gamping Sleman Yogyakarta Zulala, Nuli Nuryanti; Khofiyah, Nidatul; Suyani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 2 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v2i2.762

Abstract

Mempersiapkan persalinan dan adalah salah satu saat yang paling menyenangkan bagi perempuan, Namun juga dapat menjadi masa yang diliputi ketakutan dan kecemasan untuk calon ibu. Selama masa transisi ini seorang calon ibu mulai mempersiapkan diri dan juga harus berdamai dengan banyak penyesuaian yang dibuat. Perencanaan yang tepat dapat membantu mempermudah proses persalinan. Persalinan merupakan peristiwa yang mengubah kehidupan dan asuhan terhadap perempuan yang mempengaruhi secara fisik maupun psikologi dalam jangka pendek maupun panjang. Perempuan dalam persalinan memiliki kebutuhan yang mendalam akan empati, dukungan dan pertolongan. Dukungan dalam persalinan meliputi empat hal yaitu dukungan emosional, dukungan informasi, dukungan fisik, dan advokasi. Persiapan persalinan bertujuan membantu calon ibu dan keluarganya membuat keputusan yang tepat mengenai kehamilan, persalinan, dan menjadi orang tua serta dihasilkan bayi yang sejahtera, sehat dan bahagia. Calon ibu dan keluarganya memerlukan pengetahuan tentang berbagai hal seperti kehamilan yang sehat, proses persalinan, strategi koping persiapan menjadi orang tua, persiapan pemberian ASI eksklusif. Kelas PERSIA (Persiapan Persalinan Bahagia dan Bayi Sejahtera) merupakan kelas persiapan yang memberikan pengalaman pendidikan untuk mempersiapkan calon ibu dan pasangan secara emosional dan fisik untuk proses persalinan dan perencanaan perawatan bayi. Juga termasuk mempersiapkan anggota lain dari keluarga untuk kedatangan anggota keluarga baru. Kelas PERSIA merupakan kelas proses dinamis di mana calon orang tua belajar informasi kognitif tentang aspek fisik serta emosional dari kehamilan, persalinan, serta pengasuhan dini. Keterampilan mengatasi dan teknik dukungan dalam proses persalinan Kata kunci: kehamilan; persiapan persalinan; kelas; bayi sejahtera
The Relationship Between Nutritional Status and Diet Patterns and Anemia in Adolescent Girls at MA Jamilurrahman Bantul Yogyakarta Tarisa, Tarisa Wilsa Athala; Khofiyah, Nidatul
Jurnal Kebidanan Midwiferia Vol. 11 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/midwiferia.v11i1.1712

Abstract

Anemia is the impact of nutritional problems in adolescent girls. Nutritional anemia is caused by a lack of nutrients that play a role in the formation of hemoglobin, which can be due to lack of consumption or abortion disorders. The impact of anemia that can occur in adolescent girls is a decrease in immunity which causes adolescent girls to be susceptible to disease. The Bantul Regency Health Office conducted a Hemoglobin examination in 2022 on 700 adolescent girls in Bantul, the results of the health office found 29% or 203 adolescent girls suffering from anemia. With the value stating that there are two variables that have a relationship with nutritional status with the incidence of anemia, namely (p-value 0.001) and the relationship between diet and the incidence of anemia, namely (p-value 0.009). Health workers are expected to be able to provide services in schools, especially related to anemia management by preventing anemia through counseling related to adolescent nutrition and anemia and conducting anemia screening by conducting hemoglobin examinations. Based on the results of research on the relationship between nutritional status and eating patterns and anemia in adolescent girls at MA Jamilurrahman Bantul Yogyakarta, it was found that there was a relationship between nutritional status and the incidence of anemia.
The Effect of Beetroot Juice on Hemoglobin Levels in Female Adolescents at MA Jamilurrahman Bantul, Yogyakarta Windarti Sari; Khofiyah, Nidatul
Jurnal Kebidanan Midwiferia Vol. 11 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/midwiferia.v11i1.1717

Abstract

Anemia is a significant global public health issue, particularly among children and adolescent girls, as it can lead to reduced physical endurance, lower fitness, and decreased cognitive agility, ultimately affecting academic performance. In Indonesia, the 2018 data revealed that 26.8% of children aged 5–14 and 32% of those aged 15–24 suffered from anemia. A survey by the Yogyakarta Health Service in the same year found that 19.3% of adolescent girls had hemoglobin levels below 12 g/dL, indicating anemia, and 46% were at risk of chronic energy deficiency based on upper arm circumference measurements below 23.5 cm. One of the non-pharmacological approaches to address anemia is beetroot, which is rich in folic acid (108 mg), making it a beneficial dietary option. This study aimed to evaluate the effect of beetroot juice on increasing hemoglobin levels in female adolescents at Madrasah Aliyah (MA) Jamilurrahman Bantul as a preventive measure for anemia. The research used a quantitative, pre-experimental one-group pretest-posttest design involving 21 adolescent girls with anemia, selected through total sampling. Data were analyzed using bivariate statistical methods, including the Shapiro-Wilk test for normality and a paired sample t-test using SPSS software. The results indicated a significant increase in average hemoglobin levels from 10.84 g/dL before intervention to 13.39 g/dL after 14 days of beetroot juice consumption. The statistical analysis yielded a p-value of 0.000 (p < 0.05), confirming that beetroot juice significantly improves hemoglobin levels. Thus, beetroot juice can be considered a viable alternative treatment for anemia in adolescents.
FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI (KPD) DI RS PKU MUHAMMADIYAH GAMPING Kurrotul Ain Putri; Andri Nur Sholihah; Nidatul Khofiyah
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 2: Juli 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Premature Rupture of Membranes (PROM) is a pregnancy complication that can increase the risk of maternal and infant morbidity and mortality. PROM can occur before term gestation and is often associated with various risk factors, both internal and external. This study aims to determine the factors associated with the incidence of PROM at PKU Muhammadiyah Gamping Hospital. This research method is a quantitative study with a research design used is observational analytic correlation using a case control approach. The population in this study was 1052 mothers giving birth at PKU Muhammadiyah Gamping Hospital with a sample of 176 respondents consisting of 88 PROM cases and 88 controls, taken using quota sampling from medical record data for the period January 2023 - December 2024. Data were analyzed using the Chi-square test with a significance level of 0.05. The results showed that there was a significant relationship between parity (p = 0.000; OR = 4.002) and occupation (p = 0.000; OR = 3.765) with the incidence of PROM. Mothers with parity 1 or more than 4 times have a 4 times greater chance of experiencing PROM compared to parity 2–4. Likewise, mothers who work have a 3.7 times greater chance of experiencing PROM than those who do not work. Meanwhile, maternal age (p=0.853; OR=1.071) and pregnancy spacing (p=0.362; OR=1.521) did not show a significant relationship with the incidence of PROM. Conclusion: parity and employment factors are risk factors associated with the incidence of PROM at PKU Muhammadiyah Gamping Hospital. Special education, early detection, and monitoring efforts are needed for pregnant women with extreme parity and risky employment status in antenatal services at health facilities
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Wasting Pada Anak Usia 12–36 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Gamping II Khasanah, Khotim; Elika Puspitasari; Nidatul Khofiyah
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.441

Abstract

Wasting merupakan kondisi anak yang kurus pada balita yang dapat menyebabkan risiko keterlambatan tumbuh kembang jangka panjang, penurunan sistem kekebalan tubuh, meningkatnya keparahan terhadap penyakit menular, dan bahkan meningkatkan risiko kematian. Kejadian wasting pada anak di Kabupaten Sleman Yogyakarta sebanyak 7,4%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan kejadian wasting pada anak usia 12-36 bulan di wilayah kerja Puskesmas Gamping II. Jenis penelitian observasional analitik desain case control. Populasi anak wasting 78 anak sampel 44 kelompok kasus dan 44 kelompok kontrol dengan total sampel 88 responden subjek penelitian ibu yang memiliki anak usia 12-36 bulan di wilayah kerja Puskesmas Gamping II. Instrumen pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan jenis kelamin p value: 0,670, usia balita p value: 0,391, status pekerjaan ibu p value: 0,129, tingkat pendidikan ibu (p value: 0,006 OR 4,405). Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan kejadian wasting. Peneliti menyarankan lebih aktif mencari informasi kesehatan secara mandiri seputar pengasuhan anak untuk mencegah wasting.
Edukasi Buku KIA Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Ibu Dalam pemantauan Tumbuh Kembang Anak di Yogyakarta Nur Vika, Raisa Dwi; Khofiyah, Nidatul; Sri Daryanti, Menik
Midwifery Care Journal Vol. 6 No. 4 (2025): October 2025
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/micajo.v6i4.13032

Abstract

The main factors of child development deviations are knowledge, attitudes and lack of parental skills in early stimulation of child development. Mother's knowledge significantly affects the mother's skills in monitoring and stimulating the development given to her child. Factors such as age, education, and parity also have an influence on parental knowledge related to development. The purpose of this study was to determine the effect of KIA book education on mothers' knowledge and attitudes about monitoring toddler growth and development in the Jetis Health Center work area in Yogyakarta City. Quantitative research using the Pre-Experimental method with a one group pretest-posttest design. The sample used was 96 respondents with systematic random sampling and cluster random sampling techniques and was selected based on inclusion and exclusion criteria. The instrument in this study used a questionnaire on mothers' knowledge and attitudes in monitoring toddler growth and development. Analysis of non-parametric research data using the Wilcoxon-test. The results of the statistical test obtained knowledge results with a p value = 0.000 <0.05 and attitudes with a p-value = 0.000 <0.05 which indicated that there was an effect of KIA book education on mothers' knowledge and attitudes about monitoring toddler growth and development in the Jetis Health Center Work Area in Yogyakarta City. This research is expected to increase mothers' knowledge about toddler growth and development so that they can immediately recognize delays in the toddler growth and development process, so that they can provide comprehensive stimulation as early as possible.
Resiko Persalinan Induksi Terhadap Kejadian Asfiksia Pada Bayi Baru Lahir Dewi, Safriana Anggita; Khofiyah, Nidatul
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asfiksia bayi baru lahir merupakan satu diantara penyebab kematian bayi baru lahir (BBL) di Negara berkembang.Laporan WHO menyebutkan bahwa setiap tahunnya sekitar 3% (3,6 juta) dari 120 juta bayi lahir mengalami asfiksia, hampir 1 juta bayi ini kemudian meninggal.Angka Kematian Bayi (AKB) di Jawa Tengah mempunyai angka yang relatif tinggi, yaitu sebesar 9,9 per 1.000 kelahiran hidup. Angka Kematian Bayi di Magelang mencapai 9,4 per 1000 kelahiran hidup dengan penyebab kematian terbanyak disebabkan karena BBLR, infeksi dan Asfiksia. Mengetahui hubungan persalinan induksi dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RS Aisyiyah Muntilan tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah case control dengan perbandingan kasus dan control 2:2 yaitu 92:92. Sampel adalah ibu bersalin dengan bayi asfiksia dan ibu bersalin dengan bayi tidak asfiksia. Hasil analisis menggunakan chi- square antara persalinan induksi dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir didapatkan hasil p value sebesar 0,003 hal ini menunjukan nilai p lebih kecil dari nilai signfikasi 0,05 berarti Ha ditolak dan Ho diterima, yang berarti secara statistik bahwa tidak terdapat hubungan antara persalinan induksi dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir. Besar resiko antara persalinan induksi dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir sebesar 1,5>1 yang berarti persalinan induksi beresiko 1,5 kali mengalami kejadian asfiksia. Ada hubungan signifikan antara persalinan induksi dengan kejadian asfiksia bayi baru lahir.
Determinants of Successful Implementation of Early Breastfeeding Initiation in RSU PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta Nidatul Khofiyah; Fitnaningsih Endang C
Jurnal EduHealth Vol. 14 No. 04 (2023): Jurnal eduHealt, 2023, December
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Breastfeeding can accelerate the decline in IMR and at the same time improve the nutritional status of children which will ultimately improve the nutritional status of society towards achieving adequate quality of human resources. WHO and UNICEF recommend early initiation of breastfeeding (early lact on) as a life saving measure, because Early Initiation of Breastfeeding (EBI) can save 22% of babies who die before the age of 1 month. Early initiation of breastfeeding is still not widely known by the public. Only around 4% of mothers who give birth initiate early breastfeeding in Indonesia. Whether early breastfeeding is successful or not in maternity services, hospitals and community health centers really depends on health workers, namely nurses, midwives or doctors. The aim of this research is to determine the determining factors for the success of EBI implementation at RSU PKU Muhammadiyah Gamping. The design of this research is observational analytic using a cross sectional research approach. The variables used in this research are the independent variable (maternal age, parity, education, employment, type of delivery and gestational age) and the dependent variable (EBI implementation). The sample for this study used the total population (total sampling), namely all mothers giving birth at RSU PKU Muhammadiyah Gamping in 2021 who met the inclusion criteria, numbering 490 respondents. Bivariate analysis uses the chi square test. The research results showed that there was a significant relationship between the type of delivery (p-value 0.033) and gestational age ((p-value 0.000) with the implementation of EBI in the mother. Meanwhile for the factors maternal age (p-value 0.085), parity (p-value 0.151), education (p-value 0.086), and maternal employment (p-value 0.383) showed that there was no significant relationship with the implementation of EBI (p-value <0.05) at RSU PKU Muhammadiyah Gamping. It is recommended that health workers be more plays an active role in providing education and information related to preparation for childbirth, especially readiness to initiate early breastfeeding as a guide for pregnant mothers in the final trimester.