Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persalinan Prematur Di RS PKU Muhammadiyah Gamping Mifta; Andri Nur Sholihah; Nidatul Khofiyah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.192

Abstract

Latar Belakang: Persalinan prematur merupakan salah satu penyebab utama kematian neonatal dan morbiditas jangka panjang pada bayi. Banyak faktor yang dapat memicu persalinan prematur, baik yang berasal dari kondisi ibu, kehamilan, janin, maupun lingkungan. Tujuan: untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian persalinan prematur di RS PKU Muhammadiyah Gamping, khususnya faktor usia ibu, paritas, riwayat abortus, dan ketuban pecah dini (KPD). Metode: penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan case control. Populasi diambil dari seluruh ibu bersalin 2023-2024 yang berjumlah 1052 dan sampel berjumlah 290 responden dengan menggunakan rumus slovin dan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui rekam medis serta dianalisis menggunakan uji statistik chi-square untuk melihat hubungan antar variable. Hasil: analisis data yang digunakan yaitu univariat dan bivariat. Pada hasil uji bivariat didapatkan faktor risiko yang memiliki pengaruh yang signifikan dengan kejadian persalinan prematur yaitu usia (p-value = 0,000). faktor risiko yang tidak memiliki pengaruh yang signifikan dengan kejadian persalinan prematur yaitu paritas (p-value = 0,347), riwayat abortus (p-value = 0,157), dan ketuban pecah dini (p-value = 0,749) . Kesimpulan: adanya hubungan antara usia dengan kejadian persalinan premature dan tidak adanya hubungan antara paritas, riwayat abortus, dan ketuban pecah dini dengan persalinan prematur.
Hubungan Pemanfaatan Buku Kia Dengan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Hamil Tentang Tanda Bahaya Kehamilan Putri, Sylvia; Nidatul Khofiyah; Luluk Rosida
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.209

Abstract

Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Indonesia menjadi perhatian serius pemerintah karena tingginya angka kematian ibu dan bayi, yang menempatkan Indonesia di posisi tiga besar tertinggi di kawasan ASEAN. Salah satu penyebab utama tingginya angka kematian ibu adalah minimnya pengetahuan dan sikap ibu hamil terkait informasi serta langkah yang perlu diambil selama masa kehamilan ketika menghadapi tanda bahaya kehamilan. Buku KIA merupakan salah satu bentuk strategi untuk memberdayakan masyarakat, terutama keluarga dalam menjaga kesehatan serta mengakses pelayanan kesehatan ibu dan anak yang bermutu. Penggunaan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) secara optimal dapat menjadi salah satu metode dalam pelaksanaan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemanfaatan buku KIA dengan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Godean 1. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan total 88 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuosioner. Berdasarkan hasil Uji Chi-square untuk hubungan pemanfaatan Buku KIA dengan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan didapatkan hasil P=0,000 <0,05 dengan hasil OR 57,000,  Sedangkan untuk hubungan pemanfaatan Buku KIA dengan sikap Ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan di dapatkan hasil P=0,000<0,05 dengan hasil OR 16,520 yang menunjukkan bahwa ada hubungan pemanfaatan Buku KIA dengan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan. Penelitian ini diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran ibu hamil tentang pentingnya pemanfaatan buku KIA untuk mendeteksi dini tanda bahaya kehamilan.
Edukasi Buku KIA Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Ibu Dalam pemantauan Tumbuh Kembang Anak di Yogyakarta Nur Vika, Raisa Dwi; Khofiyah, Nidatul; Sri Daryanti, Menik
Midwifery Care Journal Vol. 6 No. 4 (2025): October 2025
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/micajo.v6i4.13032

Abstract

The main factors of child development deviations are knowledge, attitudes and lack of parental skills in early stimulation of child development. Mother's knowledge significantly affects the mother's skills in monitoring and stimulating the development given to her child. Factors such as age, education, and parity also have an influence on parental knowledge related to development. The purpose of this study was to determine the effect of KIA book education on mothers' knowledge and attitudes about monitoring toddler growth and development in the Jetis Health Center work area in Yogyakarta City. Quantitative research using the Pre-Experimental method with a one group pretest-posttest design. The sample used was 96 respondents with systematic random sampling and cluster random sampling techniques and was selected based on inclusion and exclusion criteria. The instrument in this study used a questionnaire on mothers' knowledge and attitudes in monitoring toddler growth and development. Analysis of non-parametric research data using the Wilcoxon-test. The results of the statistical test obtained knowledge results with a p value = 0.000 <0.05 and attitudes with a p-value = 0.000 <0.05 which indicated that there was an effect of KIA book education on mothers' knowledge and attitudes about monitoring toddler growth and development in the Jetis Health Center Work Area in Yogyakarta City. This research is expected to increase mothers' knowledge about toddler growth and development so that they can immediately recognize delays in the toddler growth and development process, so that they can provide comprehensive stimulation as early as possible.
Resiko Persalinan Induksi Terhadap Kejadian Asfiksia Pada Bayi Baru Lahir Dewi, Safriana Anggita; Khofiyah, Nidatul
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asfiksia bayi baru lahir merupakan satu diantara penyebab kematian bayi baru lahir (BBL) di Negara berkembang.Laporan WHO menyebutkan bahwa setiap tahunnya sekitar 3% (3,6 juta) dari 120 juta bayi lahir mengalami asfiksia, hampir 1 juta bayi ini kemudian meninggal.Angka Kematian Bayi (AKB) di Jawa Tengah mempunyai angka yang relatif tinggi, yaitu sebesar 9,9 per 1.000 kelahiran hidup. Angka Kematian Bayi di Magelang mencapai 9,4 per 1000 kelahiran hidup dengan penyebab kematian terbanyak disebabkan karena BBLR, infeksi dan Asfiksia. Mengetahui hubungan persalinan induksi dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RS Aisyiyah Muntilan tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah case control dengan perbandingan kasus dan control 2:2 yaitu 92:92. Sampel adalah ibu bersalin dengan bayi asfiksia dan ibu bersalin dengan bayi tidak asfiksia. Hasil analisis menggunakan chi- square antara persalinan induksi dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir didapatkan hasil p value sebesar 0,003 hal ini menunjukan nilai p lebih kecil dari nilai signfikasi 0,05 berarti Ha ditolak dan Ho diterima, yang berarti secara statistik bahwa tidak terdapat hubungan antara persalinan induksi dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir. Besar resiko antara persalinan induksi dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir sebesar 1,5>1 yang berarti persalinan induksi beresiko 1,5 kali mengalami kejadian asfiksia. Ada hubungan signifikan antara persalinan induksi dengan kejadian asfiksia bayi baru lahir.
Determinants of Successful Implementation of Early Breastfeeding Initiation in RSU PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta Nidatul Khofiyah; Fitnaningsih Endang C
Jurnal EduHealth Vol. 14 No. 04 (2023): Jurnal eduHealt, 2023, December
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Breastfeeding can accelerate the decline in IMR and at the same time improve the nutritional status of children which will ultimately improve the nutritional status of society towards achieving adequate quality of human resources. WHO and UNICEF recommend early initiation of breastfeeding (early lact on) as a life saving measure, because Early Initiation of Breastfeeding (EBI) can save 22% of babies who die before the age of 1 month. Early initiation of breastfeeding is still not widely known by the public. Only around 4% of mothers who give birth initiate early breastfeeding in Indonesia. Whether early breastfeeding is successful or not in maternity services, hospitals and community health centers really depends on health workers, namely nurses, midwives or doctors. The aim of this research is to determine the determining factors for the success of EBI implementation at RSU PKU Muhammadiyah Gamping. The design of this research is observational analytic using a cross sectional research approach. The variables used in this research are the independent variable (maternal age, parity, education, employment, type of delivery and gestational age) and the dependent variable (EBI implementation). The sample for this study used the total population (total sampling), namely all mothers giving birth at RSU PKU Muhammadiyah Gamping in 2021 who met the inclusion criteria, numbering 490 respondents. Bivariate analysis uses the chi square test. The research results showed that there was a significant relationship between the type of delivery (p-value 0.033) and gestational age ((p-value 0.000) with the implementation of EBI in the mother. Meanwhile for the factors maternal age (p-value 0.085), parity (p-value 0.151), education (p-value 0.086), and maternal employment (p-value 0.383) showed that there was no significant relationship with the implementation of EBI (p-value <0.05) at RSU PKU Muhammadiyah Gamping. It is recommended that health workers be more plays an active role in providing education and information related to preparation for childbirth, especially readiness to initiate early breastfeeding as a guide for pregnant mothers in the final trimester.
PENERAPAN STIMULASI MARANTI (MASSAGE THERAPY FOR STUNTING) MENUJU OPTIMALISASI TUMBUH KEMBANG ANAK BALITA Khofiyah, Nidatul; Ummi A'isyah Nurhayati; Dewi Rokhanawati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 31 No. 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v31i4.69195

Abstract

Stunting bukan hanya persoalan kekurangan gizi, tetapi juga berkaitan erat dengan kurangnya stimulasi dini, pengasuhan yang tidak optimal, serta keterbatasan akses edukasi bagi keluarga. Jumlah anak balita stunting di Kulon Progo pada akhir tahun 2024 tercatat 2.082 anak dari total anak usia balita 20.118 (10,35%). Angka ini tertinggi kedua di Provinsi DIY. Salah satu strategi intervensi untuk mempercepat penanganan stunting adalah dengan stimulasi yang tepat sejak dini. Sayangnya, tingkat pemahaman ibu balita dan keterampilan kader terhadap praktik stimulasi ini masih rendah. Kegiatan ini merupakan penerapan penelitian yaitu Maranti (massage therapy for stunting) salah satu upaya stimulasi pijat anak balita, mudah diimplementasikan oleh ibu/keluarga, tidak menimbulkan efek samping dan dapat dilakukan mandiri dengan pendampingan kader. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan berbasis solusi dari permasalahan mitra tersebut. Kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan adalah: 1) Pelatihan terapi pijat Maranti; 2) Pelatihan stimulasi dan deteksi dini tumbuh kembang anak; 3) Edukasi pola pengasuhan dan stimulasi tumbuh kembang. Kegiatan secara keseluruhan berjalan dengan baik dan mencapai indikator capaian yang ditargetkan yaitu peningkatan pengetahuan dan kapasitas kader kesehatan dalam praktik Maranti dan deteksi dini tumbuh kembang anak, serta peningkatan signifikan pengetahuan atau kepercayaan diri ibu dalam memberikan serta pengasuhan positif.
Edukasi Berpengaruh terhadap Pemberian Stimulasi Perkembangan Anak Usia 12-24 Bulan oleh Ibu di Posyandu Desa Tambakrejo Kabupaten Puworejo Nidatul Khofiyah
Journal of Ners and Midwifery Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v7i2.ART.p231-238

Abstract

Pemberian stimulasi merupakan hal penting yang dibutuhan anak dalam masa pertumbuhan dan perkembangannya. Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak yang dilaksanakan secara tepat dan terarah menjamin tumbuh kembang anak lebih optimal yang menjadikan anak berkualitas, cerdas, bertanggung jawab dan berdaya guna bagi nusa dan bangsa. Tujuan penelitian ini adalah melihat pengaruh edukasi terhadap pemberian stimulasi pada anak usia 12-24 bulan oleh ibu. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan non-equivalent control group design. Sampel penelitian adalah ibu yang memiliki balita usia 12-24 bulan di Posyandu Desa Tambakrejo dengan jumlah sampel 20 responden untuk masing-masing kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan SAP dan booklet untuk panduan pemberian edukasi stimulasi dan kuesioner terstruktur untuk data pemberian stimulasi oleh ibu. Analisis menggunakan uji Independen T-Test. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada perilaku pemberian stimulasi sebelum dan setelah diberikan intervensi edukasi stimulasi pada ibu. Peran kader berpengaruh terhadap pemberian stimulasi oleh ibu kepada anak, sehingga perlu pembinaan untuk kader tentang pemberian stimulasi perkembangan anak yang baik dan terarah melalui pelatihan-pelatihan. Provision of stimulation is an important thing that is needed by children in their growth and development. Monitoring the growth and development of children carried out correctly and directed to ensure the development of children is more optimal that makes children of quality, intelligent, responsible and efficient for the homeland and the nation. The purpose of this study is to look at the effect of education on the provision of stimulation in children aged 12-24 months by mothers. This research method uses quasi-experimental with non-equivalent control group design. The study sample was mothers who have children aged 12-24 months in Posyandu Tambakrejo Village with a sample of 20 respondents for each intervention and control groups. The instruments in this study used SAP, booklet and structured questionnaires. The analysis uses the Independent T-Test. The results of this study stated that there were significant differences in the behavior of stimulation before and after the stimulation education intervention was given to the mother. The role of cadres influences the provision of stimulation by the mother to the child, so there is a need for coaching for cadres about providing stimulation of good and directed through training.