Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Edukasi Berpengaruh terhadap Pemberian Stimulasi Perkembangan Anak Usia 12-24 Bulan oleh Ibu di Posyandu Desa Tambakrejo Kabupaten Puworejo Nidatul Khofiyah
Journal of Ners and Midwifery Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v7i2.ART.p231-238

Abstract

Pemberian stimulasi merupakan hal penting yang dibutuhan anak dalam masa pertumbuhan dan perkembangannya. Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak yang dilaksanakan secara tepat dan terarah menjamin tumbuh kembang anak lebih optimal yang menjadikan anak berkualitas, cerdas, bertanggung jawab dan berdaya guna bagi nusa dan bangsa. Tujuan penelitian ini adalah melihat pengaruh edukasi terhadap pemberian stimulasi pada anak usia 12-24 bulan oleh ibu. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan non-equivalent control group design. Sampel penelitian adalah ibu yang memiliki balita usia 12-24 bulan di Posyandu Desa Tambakrejo dengan jumlah sampel 20 responden untuk masing-masing kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan SAP dan booklet untuk panduan pemberian edukasi stimulasi dan kuesioner terstruktur untuk data pemberian stimulasi oleh ibu. Analisis menggunakan uji Independen T-Test. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada perilaku pemberian stimulasi sebelum dan setelah diberikan intervensi edukasi stimulasi pada ibu. Peran kader berpengaruh terhadap pemberian stimulasi oleh ibu kepada anak, sehingga perlu pembinaan untuk kader tentang pemberian stimulasi perkembangan anak yang baik dan terarah melalui pelatihan-pelatihan. Provision of stimulation is an important thing that is needed by children in their growth and development. Monitoring the growth and development of children carried out correctly and directed to ensure the development of children is more optimal that makes children of quality, intelligent, responsible and efficient for the homeland and the nation. The purpose of this study is to look at the effect of education on the provision of stimulation in children aged 12-24 months by mothers. This research method uses quasi-experimental with non-equivalent control group design. The study sample was mothers who have children aged 12-24 months in Posyandu Tambakrejo Village with a sample of 20 respondents for each intervention and control groups. The instruments in this study used SAP, booklet and structured questionnaires. The analysis uses the Independent T-Test. The results of this study stated that there were significant differences in the behavior of stimulation before and after the stimulation education intervention was given to the mother. The role of cadres influences the provision of stimulation by the mother to the child, so there is a need for coaching for cadres about providing stimulation of good and directed through training.
Pengaruh Edukasi Tentang Buku KIA Kepada Ibu Baduta Terhadap Pemanfaatan Buku KIA Di Wilayah Kerja Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta Lia Agusmarlina; Nidatul Khofiyah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.113

Abstract

Buku KIA merupakan suatu alat yang dapat digunakan untuk mendeteksi secara dini apabila terjadi gangguan atau permasalahan kesehatan pada ibu dan anak. Kurangnya pemanfaatan buku KIA didalam masyarakat akan mengakibatkan ibu baduta tidak bisa mendeteksi secara mandiri tentang permasalahan kesehatan pada anaknya dan mengakibatkan keterlambatan penanganan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan, maka dari itu pentingnya pemanfaatan buku KIA yang benar oleh ibu baduta untuk pemantauan kesehatan pada anaknya dan pemberian edukasi tentang buku KIA agar menambah informasi kepada ibu baduta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi tentang buku KIA kepada ibu baduta terhadap pemanfaatan buku KIA Di Wilayah Kerja Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan Pre-Eksperimental Design dengan rancangan One Group Pre Test dan Post test. Sampel berjumlah 48 ibu baduta dengan pengambilan sampel secara Proportional Random Sampling dan Cluster Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan Uji Wilcoxon dan didapatkan hasil p value = 0,0001< 0,05 yang menunjukkan bahwa ada pengaruh edukasi tentang buku KIA kepada ibu baduta terhadap pemanfaatan buku KIA Di Wilayah Kerja Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta. Penelitian ini diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran bagi ini baduta tentang pentingnya pemanfaatan buku KIA yang bisa dilakukan secara mandiri dirumah untuk mendeteksi dini permasalahan kesehatan pada baduta.
Pengaruh Media Video Terhadap Pengetahuan Tentang ASI Eksklusif Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Danurejan 1 Yogyakarta Rina Komalasari; Nidatul Khofiyah; Menik Sri Daryanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.177

Abstract

Latar belakang: ASI Eksklusif adalah pemberian ASI saja tanpa tambahan makanan atau minuman lain sejak lahir hingga usia 6 bulan. ASI menjadi sumber nutrisi dan cairan yang aman, meningkatkan kekebalan tubuh, serta mendukung perkembangan otak dan fisik bayi secara optimal. Cakupan Pemberian ASI Eksklusif bayi usia 6 bulan di Kota Yogyakarta khususnya di Puskesmas Danurejan I Kota Yogyakarta masih tergolong rendah, yaitu 66,7%. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media video terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang ASI eksklusif. Metode yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan desain pre-test dan post-test. Sampel berjumlah 30 ibu hamil yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa media video dan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dengan hasil nilai z=-4,721 yaitu p-value=0,000 (p < 0,05) menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukan bahwa media video berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang ASI eksklusif. Saran untuk tenaga kesehatan dapat memanfaatkan media video sebagai metode edukasi dalam program promosi ASI eksklusif di fasilitas pelayanan kesehatan.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persalinan Prematur Di RS PKU Muhammadiyah Gamping Mifta; Andri Nur Sholihah; Nidatul Khofiyah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.192

Abstract

Latar Belakang: Persalinan prematur merupakan salah satu penyebab utama kematian neonatal dan morbiditas jangka panjang pada bayi. Banyak faktor yang dapat memicu persalinan prematur, baik yang berasal dari kondisi ibu, kehamilan, janin, maupun lingkungan. Tujuan: untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian persalinan prematur di RS PKU Muhammadiyah Gamping, khususnya faktor usia ibu, paritas, riwayat abortus, dan ketuban pecah dini (KPD). Metode: penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan case control. Populasi diambil dari seluruh ibu bersalin 2023-2024 yang berjumlah 1052 dan sampel berjumlah 290 responden dengan menggunakan rumus slovin dan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui rekam medis serta dianalisis menggunakan uji statistik chi-square untuk melihat hubungan antar variable. Hasil: analisis data yang digunakan yaitu univariat dan bivariat. Pada hasil uji bivariat didapatkan faktor risiko yang memiliki pengaruh yang signifikan dengan kejadian persalinan prematur yaitu usia (p-value = 0,000). faktor risiko yang tidak memiliki pengaruh yang signifikan dengan kejadian persalinan prematur yaitu paritas (p-value = 0,347), riwayat abortus (p-value = 0,157), dan ketuban pecah dini (p-value = 0,749) . Kesimpulan: adanya hubungan antara usia dengan kejadian persalinan premature dan tidak adanya hubungan antara paritas, riwayat abortus, dan ketuban pecah dini dengan persalinan prematur.
Hubungan Pemanfaatan Buku Kia Dengan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Hamil Tentang Tanda Bahaya Kehamilan Sylvia Putri; Nidatul Khofiyah; Luluk Rosida
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.209

Abstract

Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Indonesia menjadi perhatian serius pemerintah karena tingginya angka kematian ibu dan bayi, yang menempatkan Indonesia di posisi tiga besar tertinggi di kawasan ASEAN. Salah satu penyebab utama tingginya angka kematian ibu adalah minimnya pengetahuan dan sikap ibu hamil terkait informasi serta langkah yang perlu diambil selama masa kehamilan ketika menghadapi tanda bahaya kehamilan. Buku KIA merupakan salah satu bentuk strategi untuk memberdayakan masyarakat, terutama keluarga dalam menjaga kesehatan serta mengakses pelayanan kesehatan ibu dan anak yang bermutu. Penggunaan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) secara optimal dapat menjadi salah satu metode dalam pelaksanaan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemanfaatan buku KIA dengan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Godean 1. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan total 88 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuosioner. Berdasarkan hasil Uji Chi-square untuk hubungan pemanfaatan Buku KIA dengan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan didapatkan hasil P=0,000 <0,05 dengan hasil OR 57,000,  Sedangkan untuk hubungan pemanfaatan Buku KIA dengan sikap Ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan di dapatkan hasil P=0,000<0,05 dengan hasil OR 16,520 yang menunjukkan bahwa ada hubungan pemanfaatan Buku KIA dengan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan. Penelitian ini diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran ibu hamil tentang pentingnya pemanfaatan buku KIA untuk mendeteksi dini tanda bahaya kehamilan.
Hubungan Pemanfaatan Buku KIA Dengan Tumbuh Kembang Anak Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta Imelda Oktafiani; Nidatul Khofiyah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.531

Abstract

Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan instrumen penting dalam memantau kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak, namun tingkat pemanfaatannya masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemanfaatan Buku KIA dengan tumbuh kembang anak balita di wilayah kerja Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi terdiri dari 675 ibu yang memiliki balita. Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin pada tingkat kesalahan 10%, sehingga diperoleh 87 responden yang dipilih dengan kriteria inklusi tertentu. Pemilihan sampel dilakukan melalui teknik systematic random sampling dan cluster random sampling untuk memastikan distribusi responden yang merata dan representatif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pemanfaatan Buku KIA yang diadopsi dari instrumen Lia Agusmarlina (2025) serta lembar KPSP untuk menilai perkembangan anak. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Spearman Rank untuk menguji hubungan antarvariabel, dengan nilai signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memanfaatkan Buku KIA (54%), memiliki balita dengan pertumbuhan normal (54%), dan perkembangan sesuai usia (65,5%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara pemanfaatan Buku KIA dengan pertumbuhan balita (p = 0,005) serta dengan perkembangan balita (p = 0,002). Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin baik pemanfaatan Buku KIA oleh ibu, semakin baik pula kualitas pemantauan dan hasil tumbuh kembang balita. Penguatan edukasi dan pendampingan mengenai penggunaan Buku KIA sangat diperlukan untuk meningkatkan kesehatan anak.
The Relationship Between Nutritional Status and Child Development Among Children Aged 2–5 Years at Puskesmas Seyegan Monica Dwi Putri; Nidatul Khofiyah
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal of Midwifery)
Publisher : Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v14i1.5088

Abstract

Developmental disorders in toddlers remain a global concern, particularly in developing countries such as Indonesia. Nutritional problems increase the risk of developmental delay by up to 4.75 times. Data from the Sleman District Health Office (2024) reported that 5.2% of toddlers in the working area of the Puskesmas Seyegan experienced nutritional problems and had never undergone developmental screening. This study aimed to determine the relationship between nutritional status and child development among children aged 2–5 years in this area. This quantitative descriptive study used an analytic cross-sectional design, involving 103 samples selected from a population of 1.581 toddlers using the Slovin formula, recorded in December 2025. Primary data were collected through anthropometric measurements (weight and height) to assess nutritional status and developmental screening using the KPSP instrument. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Spearman rank correlation test. The results showed a p-value < 0.001 (p < 0.05), indicating a significant relationship between nutritional status and child development. Most toddlers with normal nutritional status had normal development (84.9%), while those with abnormal nutritional status were more likely to experience doubtful (41.2%) and deviant development (11.8%). In conclusion, nutritional status is significantly associated with toddler development.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB IKTERUS PADA NEONATUS Pratiwi, Silvia; Khofiyah, Nidatul
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i2.673

Abstract

Latar Belakang Masalah: Ikterus adalah kondisi kulit bayi berwarna kuning dan pada sklera mata bayi baru lahir serta mengakitatkan kadar bilirubin dalam darah (hyperbilirubinemia) pada bayi dan dapat menyebabkan peningkatan bilirubin dalam cairan luar sel (exracellular fluid). Penyebab pada Angka Kematian Bayi (AKB) dan Menurut World Health Organization (WHO) pada negara Association of South East Asian Nations (ASEAN) seperti di Singapura 3/1000 kelahiran hidup, Malaysia 5,5/1000 kelahiran hidup, Thailand 17/1000 kelahiran hidup, Vietnam 18/1000 kelahiran hidup, dan Indonesia 27/1000 kelahiran hidup.Tujuan : Penelitian ini bertjuan untuk mereview evidence terkait dengan faktor-faktor penyebab ikterus pada neonatus.Metode: Pada Scoping review menggunakan Framework  dari Arksey dan O’Malley, dimana melakukan focusing review dengan framework PEOS, melakukan literature searching menggunakan database dan grey literature yang relevan, melakukan seleksi studi yang relevan dengan menggunakan kriteria inklusi dan ekslusi, melakukan critical appraisal untuk penilaian kualitas artikel, melakukan data extraksi, menganalisis dan dapat melaporkan hasil.Hasil: 8 literature terseleksi dan mempunyai Grade A. Faktor yang menyebabkan adanya kejadian ikterus adalah berat lahir bayi, usia gestasi, asfaksia, infeksi, lama persalinan, frekuensi dan jenis kelamin sedangkan faktor yang tidak menyebabkan adanya kejadian ikterus adalah ibu berstatus primipara dan jenis persalinan dan untuk penanganan ikterus memberikan pengetahuan pada ibu dan pemberian ASI. Berdasarkan hasil scoping review peneliti menemukan adanya gaps dalam studi ini yaitu penelitian tentang faktor penyebab kejadian ikterus lebih banyak difokuskan kepada masalah kesehatan berat lahir bayi, usia gestasi, asfaksia, infeksi, lama persalinan, frekuensi dan jenis kelamin. Masih sedikit penelitian yang meneliti tentang faktor terkait dengan faktor-faktor penyebab ikterus pada neonatus.Simpulan: Faktor yang mempengaruhi kejadian ikterus adalah berat lahir bayi, usia gestasi, asfaksia, infeksi, lama persalinan, frekuensi dan jenis kelamin sedangkan faktor yang tidak menyebabkan adanya kejadian ikterus adalah ibu bersetatus primipra.
Maternal knowledge and Determinants to Cognitive Development of Stunted Toddlers in Bantul Regency, Yogyakarta Rokhanawati, Dewi; Khofiyah, Nidatul; Puspitasari, Elika
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Volume 16 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v16i2.1323

Abstract

Background: Stunting remains a major public health issue in Indonesia, with a prevalence of 21.6% in 2021 well above the SDG target of 14% by 2030. Beyond physical growth, stunting significantly impairs cognitive development, influencing future learning ability and productivity. Contributing factors include nutritional status, age, sex, birth conditions, and maternal knowledge. Purpose: This study aimed to examine the association between maternal knowledge and other determinants with the cognitive development of stunted toddlers. Methods: A cross-sectional study was conducted involving 48 mothers of stunted toddlers in Bantul Regency, Yogyakarta, selected via purposive sampling. Stunting was defined as a height-for-age z-score < -2 SD. Child cognitive function was measured using the Bayley-III, and maternal knowledge was assessed through a validated questionnaire. Statistical analysis included chi-square tests and logistic regression (p < 0.05; 95% CI), with model fit evaluated using AIC and R². Results: Maternal knowledge was significantly associated with child cognitive development. Surprisingly, children of mothers with “adequate” knowledge had better cognitive outcomes compared to those with “good” knowledge (RR = 1.53; 95% CI: 1.52–1.53; p < 0.01). Other significant predictors included birth order (RR = 1.50 and 1.01; p < 0.05), gestational age (RR = 0.71; p < 0.01), low maternal education (RR = 1.33; p < 0.01), and maternal employment (RR = 1.42; p < 0.1 and p < 0.05). Child age was not significantly associated. Conclusion: Maternal knowledge is a key determinant of cognitive development in stunted toddlers, even when controlling for demographic and social variables. Additional factors such as birth order, gestational age, maternal education, and employment also contribute. Holistic, stage-based interventions are essential to support cognitive development in stunted children.
The relationship of parenting patterns to the growth and development of children aged 2-4 years Yesi Safitri; Nidatul Khofiyah
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 5 No. 1 (2026): April Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v5i1.3014

Abstract

Background: Early childhood growth and development constitute a crucial period that determines the quality of human resources in the future. However, problems related to growth and development are still frequently found among children under five years of age. Based on data from the Yogyakarta Health Office in 2023, derived from 2022 records, the coverage of growth and development monitoring among children under five reached 53.3%. This percentage indicates that the coverage has not yet met the 2023 strategic plan target of 85%. One environmental factor that influences children’s growth and development is parenting style. In this context, inappropriate parenting practices can lead to suboptimal physical growth and developmental outcomes in children. Purpose: to analyze the relationship between parenting style and the growth and development of children aged 2-4 years. Method: This study employed a quantitative approach using a descriptive correlational design with a cross-sectional method. The research population consisted of all children aged 2-4 years in the working area of Puskesmas (Community Health Center) Kasihan II, totaling 938 children. A sample of 100 respondents was selected using proportional stratified sampling and cluster random sampling techniques. Data were collected using standardized instruments. Parenting style was measured using the PSDQ questionnaire, child growth was assessed using the weight-for-age (WFA) indicator, and child development was evaluated using the KPSP instrument. Data analysis was conducted using the Spearman rank test at a significance level of <0.05. Results: The results showed a significant relationship between parenting style and child growth (p = 0.000; r= 0.376) as well as child development (p= 0.000; r = 0.646). Conclusion: Democratic parenting is most effective in supporting the growth and development of children aged 2-4 years. Most children experience normal growth and development. There is a significant relationship between parenting and growth. Suggestion: Parents are expected to adopt a democratic parenting style to support optimal child growth and development.