Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENERAPAN STIMULASI MARANTI (MASSAGE THERAPY FOR STUNTING) MENUJU OPTIMALISASI TUMBUH KEMBANG ANAK BALITA Nidatul Khofiyah; Ummi A'isyah Nurhayati; Dewi Rokhanawati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 31 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v31i4.69195

Abstract

Stunting bukan hanya persoalan kekurangan gizi, tetapi juga berkaitan erat dengan kurangnya stimulasi dini, pengasuhan yang tidak optimal, serta keterbatasan akses edukasi bagi keluarga. Jumlah anak balita stunting di Kulon Progo pada akhir tahun 2024 tercatat 2.082 anak dari total anak usia balita 20.118 (10,35%). Angka ini tertinggi kedua di Provinsi DIY. Salah satu strategi intervensi untuk mempercepat penanganan stunting adalah dengan stimulasi yang tepat sejak dini. Sayangnya, tingkat pemahaman ibu balita dan keterampilan kader terhadap praktik stimulasi ini masih rendah. Kegiatan ini merupakan penerapan penelitian yaitu Maranti (massage therapy for stunting) salah satu upaya stimulasi pijat anak balita, mudah diimplementasikan oleh ibu/keluarga, tidak menimbulkan efek samping dan dapat dilakukan mandiri dengan pendampingan kader. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan berbasis solusi dari permasalahan mitra tersebut. Kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan adalah: 1) Pelatihan terapi pijat Maranti; 2) Pelatihan stimulasi dan deteksi dini tumbuh kembang anak; 3) Edukasi pola pengasuhan dan stimulasi tumbuh kembang. Kegiatan secara keseluruhan berjalan dengan baik dan mencapai indikator capaian yang ditargetkan yaitu peningkatan pengetahuan dan kapasitas kader kesehatan dalam praktik Maranti dan deteksi dini tumbuh kembang anak, serta peningkatan signifikan pengetahuan atau kepercayaan diri ibu dalam memberikan serta pengasuhan positif.
Maternal Age at Marriage and the Incidence of Stunting Among Children Under Five: A Cross-Sectional Study in Sleman Regency, Indonesia Dewi Rokhanawati; Nidatul Khofiyah; Rhipiduri Rivanica; Kriska Afri Juliandari; Yuriska Verina
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 21 No 1 (2026): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v21i1.2277

Abstract

Stunting continues to be a significant public health concern in Indonesia and is strongly associated with maternal and reproductive determinants. One recognized factor contributing to stunting is early marriage, which may increase biological, psychosocial, and socioeconomic vulnerability among mothers. This study aimed to examine the relationship between maternal age at marriage and stunting among children under five in Sleman Regency, Indonesia, while accounting for selected maternal and child characteristics. A cross-sectional design was conducted from October to December 2025 across three primary health centers in Sleman, involving 60 mother–child pairs selected through total sampling. Stunting was defined as a height-for-age z-score below −2 standard deviations based on WHO criteria. Independent variables included maternal age at marriage, maternal sociodemographic characteristics, birth spacing, exclusive breastfeeding history, child sex, and health center coverage area. Data were analyzed using univariate, bivariate, and multivariate methods with Firth’s logistic regression. Adjusted odds ratios with 95% confidence intervals were calculated, and model selection was guided by the Akaike Information Criterion. Stunting prevalence was 16.7%. Early maternal marriage, female sex, and inadequate birth spacing were significantly associated with higher stunting risk. These findings underscore the importance of delaying marriage and strengthening reproductive health interventions.
Effectiveness of Maranti Stimulation in Improving Growth and Development Among Stunted Toddlers: A Quasi-Experimental Study Dewi Rokhanawati; Nidatul Khofiyah; Elika Puspitasari
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 9 No. 3 (2026)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v9i3.8792

Abstract

Introduction: Stunting remains a major public health concern in Indonesia, particularly during the first 1,000 days of life, and reflects the cumulative effects of nutritional deficits, infection, and suboptimal caregiving within broader social and environmental conditions. This study draws on current national and global evidence to frame stunting as a developmental and ecological problem that requires integrated, family-centred interventions. This study aimed to assess the effectiveness of Maranti stimulation (massage therapy for stunting), in enhancing growth and development among stunted children. Methods: This quasi-experimental study utilized a non-equivalent control group design and was conducted from August to November 2024 at two public health centers in Bantul, Yogyakarta, Indonesia. Participants were divided into two groups: the intervention group (n=23), which received weekly Maranti massage sessions over six weeks, and the control group (n=25), which was provided with educational booklets on child growth and developmental stimulation. Growth measurements were collected using anthropometric tools, and developmental outcomes were assessed using the BSID-III instrument. Data normality was assessed prior to analysis. Normally distributed variables were analyzed using independent t-tests, while non-normally distributed variables were analyzed using the Mann–Whitney U test in Stata. Results: The findings revealed significant improvements in growth and development post-intervention in both groups, with more pronounced effects in the intervention group. Notably, Maranti therapy significantly increased body weight (p=0.016) and height (p=0.001). Language (p=0.025) and motor skills (p=0.045) also improved significantly. Cognitive development, however, did not show a statistically significant change (p=0.635). Effect size analysis indicated medium to strong effects for weight and height (Cohen’s d = 0.724 and 1.041), and moderate effects for language and motor development (Cohen’s d = 0.580 and 0.595). Conclusion: Maranti stimulation demonstrates promise as an effective complementary strategy to improve physical growth and developmental outcomes in stunted children, though further research is needed regarding cognitive impacts. These findings suggest that culturally embedded tactile stimulation can serve as a feasible complementary approach for growth-promotion programs. The intervention holds potential for integration into community-based stunting-reduction strategies, particularly in settings where traditional practices remain influential.
Determinan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMA Negeri 1 Godean Kabupaten Sleman Yogyakarta Nabilla Yuda Putri; Nidatul Khofiyah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.957

Abstract

Latar Belakang: Anemia merupakan masalah kesehatan global yang berdampak pada kualitas hidup remaja putri. Di SMA Negeri 1 Godean, prevalensi anemia mencapai 31,94%, didorong oleh gaya hidup dan status gizi yang tidak optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Negeri 1 Godean, khususnya terkait status gizi (IMT), pola konsumsi makanan, dan pola aktivitas fisik. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 102 siswi kelas X dan XI yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran kadar hemoglobin dengan hemoglobinometer digital, pengukuran berat dan tinggi badan untuk IMT, serta pengisian kuesioner Physical Activity Questionnaire for Adolescents (PAQ-A) dan Food Frequency Questionnaire (FFQ). Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil: penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara status gizi p=0,000 (0,000 < 0,05), pola konsumsi makanan p=0,000 (0,000 < 0,05), dan aktivitas fisik p=0,000 (0,000 < 0,05) dengan kejadian anemia. Remaja dengan IMT tidak normal, pola konsumsi rendah, dan aktivitas fisik rendah memiliki proporsi kejadian anemia yang lebih tinggi. Kesimpulan: penelitian ini adalah status gizi dan pola gaya hidup merupakan faktor determinan penting dalam kejadian anemia pada remaja putri. Disarankan bagi pihak sekolah untuk mengintegrasikan program edukasi gizi dan pemantauan kesehatan rutin, serta bagi remaja putri agar meningkatkan kepatuhan konsumsi makanan bergizi dan aktivitas fisik teratur guna mencegah anemia.