Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pembuatan Konstruksi Biopori Yang Aman Sebagai Drainase Vertikal di Kelurahan Meruya Selatan putri elza, suci; Elza, Suci Putri; Kinasih, Reni Karno
Jurnal Pengabdian West Science Vol 3 No 06 (2024): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v3i06.1219

Abstract

Curah hujan tinggi, jumlah sampah yang banyak, dan banjir di Kota Jakarta melibatkan interaksi kompleks antara faktor iklim, pola konsumsi, infrastruktur, dan tata ruang perkotaan. Jakarta, sebagai kota megapolitan yang terkenal dengan curah hujan tinggi, menghadapi tantangan signifikan terkait dengan pengelolaan sampah dan risiko banjir. Biopori digunakan sebagai solusi inovatif dalam konteks urbanisasi yang tinggi dan keterbatasan lahan. Implementasi biopori di kawasan perkotaan, termasuk Jakarta, dapat membantu mengatasi masalah drainase yang buruk, peningkatan risiko banjir, dan meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan. Selain itu, konsep biopori juga mempromosikan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi air, manajemen sampah, dan pelestarian lingkungan. Dengan mengintegrasikan biopori dalam perencanaan perkotaan dan gaya hidup sehari-hari, kita dapat menciptakan kota-kota yang lebih berkelanjutan dan tahan terhadap perubahan iklim. Dalam rangka merealisasikan solusi bagi persoalan air hujan, lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar Kelurahan Kembangan Meruya Selatan tersebut maka diusulkan program pengabdian berjudul “Pembuatan Konstruksi Biopori Yang Aman Sebagai Drainase Vertikal”.
Perencanaan dan Pelaksanaan Sumur Biopori sebagai Drainase Vertikal di RPTRA Menara dan Kelurahan Meruya Selatan Rizqi Fitriansyah, Erlangga; Fitriansyah, Erlangga Rizqi; Zuchri, Rosmina; Elza, Suci Putri
Jurnal Pengabdian West Science Vol 3 No 07 (2024): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v3i07.1363

Abstract

Urbanisasi pesat di Jakarta telah menyebabkan masalah drainase seperti genangan air dan banjir akibat curah hujan tinggi, penurunan permukaan tanah, dan perubahan tata guna lahan. Program pengabdian masyarakat ini mengusulkan penggunaan Lubang Resapan Biopori (LRB) sebagai solusi drainase vertikal yang inovatif dan berkelanjutan. LRB menggabungkan pengolahan sampah organik dengan peningkatan infiltrasi air, mengurangi genangan, dan memperbaiki kualitas air tanah. Implementasi LRB mudah, tidak memerlukan banyak ruang, dan memberikan manfaat ganda berupa pengurangan sampah organik dan peningkatan kesuburan tanah. Program ini juga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan, menawarkan solusi holistik untuk tantangan drainase perkotaan dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Studi Komparatif Efisiensi Struktur Mall 7 Lantai pada Tanah SE dan SD terhadap Beban Gempa di Sumatera Barat Jeply Murdiaman Guci; Riko Zulhendra; Febi Putri Yastari; Suci Putri Elza
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v10i2.137

Abstract

Sumatera Barat merupakan wilayah rawan gempa, sehingga bangunan bertingkat seperti mal perlu mempertimbangkan karakteristik Kelas Situs untuk menjamin keamanan. Penelitian ini membandingkan efisiensi struktur mal 7 lantai pada dua lokasi dengan Kelas Situs berbeda, yaitu tanah lunak (SE) di Padang Pariaman dan tanah sedang (SD) di Pauh. Struktur yang dianalisis adalah beton bertulang dengan sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK), dimodelkan menggunakan ETABS berdasarkan data SPT dan beban gempa sesuai standar Indonesia (SNI). Elemen struktur (kolom, balok, pelat) dirancang dalam beberapa tipe untuk mengoptimalkan dimensi dan penulangan. Analisis mencakup partisipasi massa efektif, spektrum respons desain, dan simpangan (drift), dilanjutkan dengan evaluasi optimasi material melalui perubahan volume beton dan jumlah tulangan longitudinal serta transversal. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kelas Situs memengaruhi nilai koefisien gempa (Cs), di mana Cs lebih tinggi pada tanah lunak. Efisiensi struktur dicapai melalui pengurangan dimensi elemen, terutama pada kolom dan balok penahan beban lateral. Volume beton kolom berkurang 16%, tulangan longitudinal 13,33%, dan transversal 25,82%. Pada balok, pengurangan terbesar terjadi, yakni 17,65% untuk beton dan 44,07% pada tulangan transversal. Lokasi dengan Kelas Situs SD memungkinkan optimasi lebih besar karena beban gempa lebih rendah. Pemilihan Kelas Situs yang tepat dan penyesuaian elemen struktur terbukti meningkatkan efisiensi material tanpa mengurangi kekuatan. Variasi zonasi dan tipe elemen disarankan untuk optimasi lanjutan. Studi ini membuktikan bahwa efisiensi dapat dicapai baik dalam volume beton maupun tulangan, memberikan wawasan penting dalam perencanaan struktur.
Analisis Perbandingan Simpangan Akibat Gempa pada Bangunan 7 Lantai di Berbagai Kategori Situs Tanah di Indonesia Suci Putri Elza; Zel Citra; Tathia Edra Swasti; Det Komerdevi
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v10i2.156

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan respons dinamik berupa simpangan lateral akibat beban gempa pada bangunan bertingkat tujuh lantai di berbagai klasifikasi tanah di Indonesia. Fokus kajian adalah pentingnya perencanaan struktur yang tidak hanya aman, tetapi juga efisien secara ekonomis. Berbeda dengan aspek arsitektural atau MEP, perencanaan struktur harus mempertimbangkan parameter lokal seperti spektrum respons gempa dan karakteristik geoteknik. Studi ini menggunakan desain bangunan perkantoran di Tangerang sebagai studi kasus, lalu memodelkannya pada tiga lokasi berbeda yaitu Denpasar, Batam, dan Merauke dengan karakteristik seismik dan tanah yang bervariasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan desain identik pada lokasi berbeda menghasilkan respons dinamik yang tidak seragam. Simpangan lateral yang melebihi ambang batas dapat membahayakan struktur, sedangkan simpangan terlalu kecil menandakan desain yang tidak efisien. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa struktur di atas tanah sedang (Site Class D) cenderung mengalami simpangan lateral lebih kecil dibandingkan tanah lunak (Site Class E). Temuan ini menegaskan pentingnya menyesuaikan parameter desain dengan kondisi lokasi proyek. Implikasi penelitian ini mendukung pendekatan berbasis kinerja (Performance-Based Design) dalam perencanaan struktur tahan gempa. Rekomendasi desain yang dihasilkan tidak hanya meningkatkan keselamatan, tetapi juga efisiensi biaya dengan mempertimbangkan kondisi lokal.
Evaluasi kondisi struktur beton bertulang dengan menggunakan half cell potential test pada bangunan kantor di pinggir Pantai Ancol Zel Citra; Yosie Malinda; Paksi Dwiyanto Wibowo; Suci Putri Elza; Risma Apdeni
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa 48-53
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.13.1.8621.48-53

Abstract

Measurement of half cell potential is commonly used for the assessment of the resistance of reinforced concrete where corrosion of the reinforcement is predicted. The standards used in the test are ASTM C876-91: Standard Test method for half-Cell Potential of Uncoated Reinforcing Steel in Concrete and ACI 222R-01: Protection of Metal in Concrete Against Corrosion. Furthermore, the carbonation of the reinforcement in the concrete which is caused by a chemical reaction between calcium in the concrete and sulfate salts from the outside make the concrete mass is pushed and broken. The results of testing the reinforced concrete structures of office buildings on the Ancol waterfront, some of the carbonation that occurs has exceeded the concrete cover. The results of the Half Cell Potential test 1, 2, 6, 8, 9, and 10 show that the corrosion rate of the reinforcement in the concrete is <10% with type 3, namely "humid, chloride free concrete", where the concrete is moist and not contaminated chloride, which means that the corrosion rate of steel reinforcement in concrete is quite low. The results of the Half Cell Potential 3, 4, 5, and 7 tests show that the corrosion rate of the reinforcement is between 10% - 90% with type 4, namely "humid, carbonated concrete", where the concrete is moist and carbonated but the corrosion rate is not too high.
Peningkatan Pengetahuan Tukang tentang Struktur Atas Rumah Sederhana Ramah Gempa Suci Putri Elza; Resmi Bestari Muin
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v5i3.8001

Abstract

Many simple houses in Indonesia, particularly in Menes District and its surroundings, Pandeglang Regency, are built without considering earthquake resistance principles. This is a serious problem considering that the region is prone to disasters, making the vulnerability of the buildings potentially pose a significant risk to the safety of occupants. One aspect that is often overlooked is the superstructure construction, which plays a crucial role in maintaining the overall stability of the building. Weaknesses in this section can cause severe damage and even collapse during an earthquake. This situation is exacerbated by the lack of knowledge and skills of builders regarding earthquake-resistant housing concepts and a lack of access to standard technical guidelines. To address this issue, this community service program was designed to improve the understanding and skills of builders in building earthquake-resistant simple house superstructures. The activities were carried out through a combination of theoretical and practical training covering the basic principles of earthquake resistance, appropriate material selection, and construction techniques that comply with building safety standards. This training is a collaboration between Mercu Buana University and PT. Tunas Engineering, ensuring that the approach provided is more applicable and relevant to real-world needs. The targeted program outputs include a significant increase in the level of understanding of the craftsmen as measured through pre- and post-training evaluations, the development of a simple training module as a work guide, and the formation of a community of craftsmen who care about earthquake-resistant construction.
ANALISIS DIAFRAGMA, KORD, DAN KOLEKTROR PADA BANGUNAN RUMAH SAKIT DENGAN LAYOUT L Suci Putri Elza; Erlangga Rizqi Fitriansyah; Zel Citra
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 21 No. 3 (2025)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.21.3.200-212.2025

Abstract

Berbagai wilayah geografis di dunia, termasuk Indonesia, memiliki potensi risiko gempa tinggi. Keamanan struktural bukan sebatas memastikan keselamatan fisik bangunan sendiri, tetapi juga merupakan aspek kritis dalam memastikan perlindungan terhadap nyawa manusia. Oleh karena itu, pemahaman tentang perilaku struktural bangunan dalam menghadapi beban lateral akibat gempa menjadi sangat penting. Maka diperlukan perhatian khusus terhadap bangunan yang beroperasi pada kondisi darurat, salah satunya yaitu rumah sakit.  Tujuan  penulisan  ini untuk menyelidiki dan menganalisis kinerja struktural bangunan rumah sakit dengan bentuk layout L. Fokus utama penelitian mencakup tiga aspek kunci, yaitu diafragma, kord, dan kolektor. Elemen-elemen tersebut berfungsi sebagai elemen struktural horizontal yang menerima dan mendistribusikan beban lateral ke elemen struktur vertikal. Metode penelitian melibatkan survei literatur dan analisis struktural menggunakan perangkat lunak. Analisis diafragma akan distribusi beban lateral di seluruh bangunan, sedangkan analisis kord akan mengevaluasi kekuatan dan distribusi beban di elemen vertikal. Kolektor akan dianalisis untuk memahami bagaimana sistem struktural menanggulangi gaya lateral. Hasil menunjukkan bahwa pada bangunan kategori risiko yang besar seperti rumah sakit memiliki gaya desain diafragma yang besar akibat pengaruh nilai faktor keutamaan gempanya. gaya desain diafragma terbesar, yaitu Fpx max sebesar 90 kN, terjadi pada lima lantai pertama yang menampung beban hidup besar, seperti area publik dan ruang operasi. Pada lantai 1–12, gaya desain diafragma yang digunakan adalah Fpx min sebesar 45 kN, sedangkan pada lantai 13–15 digunakan gaya Fx (CQC) sebesar 60 kN. Ketebalan pelat lantai 150 mm dengan tulangan D10-200 masih mencukupi kebutuhan tulangan diafragma pada lantai-lantai tersebut. Namun, penggunaan gaya Fpx max membutuhkan penambahan tulangan pada lantai-lantai yang lebih rendah akibat nilai gaya yang jauh lebih besar. Selain itu, analisis terhadap kord dan kolektor menunjukkan bahwa gaya desainnya masih dapat diakomodasi oleh diafragma, meskipun terdapat ketidakberaturan vertikal pada perubahan ketebalan lantai dari 150 mm (lantai 5) ke 130 mm (lantai 6).
INTEGRASI LEAN CONSTRUCTION DAN MANAJEMEN RISIKO BERBASIS JAVA PROGRAMMING GUNA OPTIMASI BIAYA KONSTRUKSI PRECAST Citra, Zel; Wibowo, Paksi Dwiyanto; Malinda, Yosie; Wibisono, Anom; Ashadi, Reza Ferial; Elza, Suci Putri; Apdeni, Risma
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 13, Nomor 1, April Tahun 2025
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v13i1.4336

Abstract

Proyek konstruksi pembangunan Hotel & Resort di Samosir adanya potensi terjadinya keterlambatan pekerjaan. Oleh karena itu diperlukan satu inovasi dalam upaya peningkatan kinerja biaya melalui integrasi metode Lean Construction dan manajemen risiko berbasis  Java Programming pada proses forecasting untuk optimasi kinerja biaya proyek konstruksi bangunan precast. Lean Construction merupakan metode yang bertujuan untuk simulasi peningkatan value atau nilai tambah produksi serta mengurangi biaya operasi (waste). Sedangkan manajemen risiko merupakan tata kelola untuk menentukan rencana tindak lanjut atas beberapa kejadian yang memiliki dampak pada kelangsungan suatu proyek. Dalam hal ini integrasi atas dua metode tersebut akan dibuat dalam sebuah program pemodelan berbasis Java Programming. Hasil dari simulasi integrasi metode Lean Construction dan manajemen risiko, dimana besarnya biaya risiko sebelum dioptimasi yaitu Rp 14,753milyar. Selanjutnya dari hasil analisis optimasi dengan Lean Construction dan manajemen risiko berbasis aplikasi Java Programming,maka hasilnya adalah biaya risiko turun sebesar 51% menjadi Rp 7,230milyar.