Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH MOTIVASI BELAJAR INTRINSIK TERHADAP PARTISIPASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI KELAS VIII SMP NEGERI 29 PONTIANAK Saputra, Ali; Syamsuri, Syamsuri; Utami, Tri; Bistari, Bistari; Purnama, Shilmy
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.7978

Abstract

This study aims to analyze the influence of intrinsic learning motivation on students’ learning participation in Civics education (PPKn) among eighth-grade students at SMP Negeri 29 Pontianak. The research addresses the issue of students’ limited active engagement during classroom activities, emphasizing the importance of internal motivational factors in enhancing participation. A quantitative approach with a simple linear regression design was employed. Data were collected through a validated and reliable Likert-scale questionnaire, and analyzed descriptively and inferentially using a t-test, regression coefficient, and coefficient of determination. The findings reveal that students’ intrinsic learning motivation is categorized as high, while their learning participation is categorized as moderate. The hypothesis test shows a significance value of 0.001 < 0.05 and a positive regression coefficient of 0.925, indicating a significant and positive effect of intrinsic motivation on learning participation. The coefficient of determination (R² = 0.549) indicates that 54.9% of the variance in learning participation is explained by intrinsic motivation. Thus, the study concludes that strengthening students’ intrinsic motivation significantly contributes to improving their participation in PPKn learning. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi belajar intrinsik terhadap partisipasi belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas VIII SMP Negeri 29 Pontianak. Permasalahan yang diangkat berkaitan dengan rendahnya keterlibatan aktif sebagian siswa dalam proses pembelajaran, sehingga diperlukan kajian mengenai faktor internal yang dapat meningkatkan partisipasi tersebut. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain regresi linear sederhana. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji inferensial melalui t-test, koefisien regresi, serta koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar intrinsik siswa berada pada kategori tinggi, sedangkan partisipasi belajar berada pada kategori sedang. Uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi 0,001 < 0,05 dan koefisien regresi positif sebesar 0,925, yang berarti terdapat pengaruh signifikan dan positif antara motivasi belajar intrinsik terhadap partisipasi belajar siswa. Nilai koefisien determinasi (R² = 0,549) menunjukkan bahwa 54,9% variasi partisipasi belajar dipengaruhi oleh motivasi intrinsik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan motivasi belajar intrinsik berkontribusi secara nyata dalam meningkatkan partisipasi belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila.
PERAN ORGANISASI IKATAN PELAJAR MUHAMMADIYAH DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER KEPEMIMPINAN SISWA DI SMP MUHAMMADIYAH 2 PONTIANAK Tomi, Tomi; Zakso, Amrazi; Utami, Tri; Atmaja, Thomy Sastra; Achmadi, Achmadi
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.8040

Abstract

The purpose of this study is to describe and analyze how the Muhammadiyah Student Association (IPM) plays a role in shaping the leadership character of students at SMP Muhammadiyah 2 Pontianak. Several aspects related to student leadership skills appear to be diverse, and some are still lacking, which is the issue behind this study, especially in terms of independence in decision-making, organizational discipline, responsibility, and the ability to motivate members even though they are already involved in organizational activities. In this study, a descriptive qualitative approach was used. Informants in this study included IPM advisors, core administrators, division heads, and a number of IPM members, who were selected through purposive sampling. Data collection was carried out through observation, interviews, and documentation. The data was then analyzed through the stages of reduction, presentation, and conclusion drawing, and the validity of the data was tested using source and technique triangulation. The results of the study show that IPM activities, both routine ones such as MPLS, prayer supervision, and school event assistance, offer direct learning experiences that improve students' communication skills, sense of responsibility, and integrity. However, the lack of documented activity evaluations, uneven role distribution, and a suboptimal regeneration system have caused several aspects of leadership, such as decision-making skills, responsibility, and the ability to motivate members, to be underdeveloped.  Thus, this study found that IPM plays a very important role in shaping students' leadership character. However, its effectiveness can be further enhanced through more structured coaching, empowerment of all members, and better organizational program evaluation mechanisms. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) berperan dalam pembentukan karakter kepemimpinan siswa di SMP Muhammadiyah 2 Pontianak. Beberapa aspek yang berkaitan dengan  kemampuan kepemimpinan siswa terlihat beragam dan beberapa masih kurang adalah masalah yang melatarbelakangi penelitian ini, terutama dalam hal kemandirian mengambil keputusan, kedisiplinan berorganisasi, tanggung jawab, dan kemampuan untuk memotivasi anggota meskipun mereka telah terlibat dalam kegiatan organisasi.  Dalam penelitian ini, pendekatan kualitatif deskriptif digunakan. Informan dalam penelitian ini termasuk pembina IPM, pengurus inti, kepala divisi, dan sejumlah anggota IPM, yang dipilih melalui purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan  melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian dianalisis melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dan keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan IPM, baik rutin seperti MPLS, pengawasan sholat, dan pendampingan acara sekolah, menawarkan pengalaman belajar langsung yang meningkatkan kemampuan komunikasi, rasa tanggung jawab, dan integritas siswa.  Namun, tidak ada evaluasi kegiatan yang terdokumentasi, pembagian peran yang tidak merata, dan sistem kaderisasi yang belum optimal telah menyebabkan beberapa aspek kepemimpinan seperti kemampuan mengambil keputusan, tanggung jawab, dan kemampuan untuk memotivasi anggota menjadi kurang berkembang.  Dengan demikian, penelitian ini menemukan bahwa IPM memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter kepemimpinan siswa. Namun, efektivitasnya bisa lebih ditingkatkan lagi dengan pembinaan yang lebih terstruktur, pemberdayaan seluruh anggota, dan mekanisme evaluasi program organisasi yang lebih baik.
PENINGKATAN KETERAMPILAN SOSIAL PESERTA DIDIK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN DEBAT PADA PEMBELAJARAN PPKN Renfita Renfita; Bistari Bistari; Tri Utami; Sulistyarini Sulistyarini; Shilmy Purnama
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10039

Abstract

This study aims to improve students' social skills through the application of a debate learning model in the Pancasila and Citizenship Education (PPKn) subject for ninth-grade students at Jasa Mulia Junior High School, Sungai Baru. The social skills developed in this study include the ability to communicate effectively, work together in groups, respect differences of opinion, and resolve conflicts in social interactions. This study is a Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection. The subjects were 18 ninth-grade students at Jasa Mulia Junior High School, Sungai Baru. Data collection techniques were observation, interviews, and documentation. The research instruments used were student social skills observation sheets and teacher activity observation sheets. The results showed that the application of the debate learning model can improve students' social skills. This is evident in the increase in the percentage of students' social skills from 58.33% in the first cycle to 90% in the second cycle. Therefore, it can be concluded that the debate learning model is effective in improving students' social skills in the PPKn subject for ninth-grade students at Jasa Mulia Junior High School, Sungai Baru. 
Strategies for Strengthening Civic Responsibility Among Students Through Pancasila and Civic Education Anjulin Yonathan Kamlasi; Taufiqurrahman Taufiqurrahman; Fredik Lambertus Kollo; Thomas Kemil Masi; Melinda Ratu Radja; Tri Utami
Jurnal Pendidikan Terapan Vol 4, No 2 May (2026)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/jupiter.v4i2.838

Abstract

Strengthening civic responsibility is one of the important objectives of civic education in higher education, particularly in shaping students as active, participatory, and responsible citizens in democratic life. This study aims to analyse strategies for strengthening students' civic responsibility through Civic Education learning in the Pancasila and Civic Education Study Programme, Faculty of Teacher Training and Education, Nusa Cendana University. The research uses a qualitative approach. The research informants consist of lecturers teaching Civic Education courses and students of the Civic Education Study Programme, Faculty of Teacher Training and Education, Nusa Cendana University, who were selected purposively. Research data were collected through in-depth interviews, observation of the learning process, and analysis of documentation in the form of Semester Learning Plans (RPS), teaching materials, and student academic activities. Data analysis techniques used data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques. The results of the study show that several key strategies in strengthening civic responsibility for students through Civic Education are project-based learning, integrated service learning, deliberative pedagogy (structured discussions, debates, and simulated public forums), strengthening the role of student organisations and practical leadership, as well as digital literacy and the use of media for civic participation (digital citizenship). Strengthening civic responsibility through PPKn must be integrative, contextual, and sustainable with adequate institutional support, facilities, and habits in campus and community life. This research contributes scientifically to the development of civic education studies in higher education by offering a conceptual model for strengthening student civic responsibility based on an integrative PPKn learning strategy that combines classroom learning, social experiences, and digital participation. The findings of this study also enrich the literature on relevant civic pedagogy practices to strengthen students' civic competencies in facing contemporary democratic challenges.
Teori dan Praktik Deep Learning Berbasis Pesan Moral pada Guru di Kabupaten Mempawah Atmaja, Thomy Sastra; Bistari, Bistari; Sulistyarini, Sulistyarini; Purnama, Shilmy; Utami, Tri
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 17, No 2 (2026): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v17i2.25225

Abstract

Guru sebagai agen transformasi pendidikan perlu memahami konsep deep learning tidak hanya dari sisi teknologi, tetapi juga bagaimana penerapannya dapat diintegrasikan dengan nilai-nilai moral dan Pancasila. Kabupaten Mempawah dipilih karena masih terdapat keterbatasan guru dalam mengaplikasikan pembelajaran bermakna yang berorientasi pada penguatan karakter. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang serta melaksanakan deep learning berbasis pesan moral. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, ceramah interaktif, diskusi, dan simulasi pembelajaran. Peserta kegiatan terdiri dari guru-guru PPKn dari jenjang pendidikan SMP dan SMA di Kabupaten Mempawah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman guru terhadap konsep deep learning meningkat secara signifikan. Sebelum pelatihan, guru mengenal deep learning hanya sebagai pendekatan pembelajaran berbasis teknologi, namun setelah mengikuti kegiatan, mereka mampu memahami bahwa deep learning dapat menjadi sarana internalisasi nilai moral, seperti kejujuran, tanggung jawab, keadilan, dan toleransi. Guru juga mampu merancang pembelajaran yang memadukan aspek intelektual, emosional, dan spiritual secara holistik. Kegiatan ini berdampak positif terhadap penguatan kapasitas pedagogik guru dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pembelajaran PPKn yang berorientasi pada karakter dan moral. PKM ini menjadi model pembelajaran yang relevan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka dan perkembangan teknologi pendidikan saat ini. Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini berhasil mencapai tujuannya, yakni memperluas wawasan dan kompetensi guru dalam menerapkan deep learning berbasis pesan moral sebagai strategi pembelajaran yang inovatif, reflektif, dan berkarakter.
Tradition of Saprahan as a Learning Resource for Civic Education in the Era of Globalization to develop Citizenship Skills Tri Utami; Sulistyarini Sulistyarini
JETL (Journal of Education, Teaching and Learning) Vol 10, No 1 (2025): Volume 10 Number 1, 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jetl.v10i1.6838

Abstract

This study aims to determine how the Saprahan tradition in Sepinggan Gelik Sambas Regency can be a learning resource for Citizenship Education and can develop citizenship skills. The type of research used in this research was qualitative research. The data collection techniques used in this research was interviews, observation and documentation. The values contained in the Saprahan tradition was he values of mutual cooperation, unity, simplicity, and religion. The values contained in the Saprahan tradition can be an effective learning resource in civic education. Integration of Saprahan values in learning can build active community participation in social life.