Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kecemasan Orang Tua Pasien yang Akan Menghadapi Operasi Farida, Ida; Najihah, Najihah; Tukan, Ramdya Akbar; Pujianto, Ahmat; Damayanti, Ana; Darni, Darni
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i11.15194

Abstract

ABSTRACT Children and parents might suffer various psychological reactions during pre-operative, including anxiety. Additionally, children tend to be more susceptible to receiving anxiety from their parents in an indirect manner, which makes them apprehensive. This study aimed to identify the factors influencing the anxiety level of parents of patients undergoing surgery. A cross-sectional research methodology was used in this study. The population in this study is 100 participants-a sample of 80 respondents using random sampling. The analysis used was bivariate analysis with the Chi-Square test. The results showed that the patient's parents were dominated by 71.3% women, 60% high school education, 38.3% working as housewives, 71.3% Muslim and 88% married. The anxiety level of most parents was in the moderate category of 60%. The results of the data analysis obtained B value>0.05 for all research variables. Therefore, it can be concluded that there was no relationship between gender, education, occupatan, type of operation, surgery experience and knowledge of parents' anxiety. It is expected that the hospital can improve health education for patients and families who will undergo surgery to reduce the anxiety of the patient's parents. Keywords: Anxiety, Surgery, Parents  ABSTRAK Tahap pra-operasi memberikan berbagai pengalaman psikologis pada anak dan orang tua di antaranya kecemasan. Lebih lanjut kecemasan yang dialami orang tua cenderung lebih mudah ditransfer pada anak secara tidak langsung sehingga menyebabkan anak menjadi cemas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan orang tua pasien yang akan menghadapi operasi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 100 partisipan. Sampel sebanyak 80 responden dengan menggunakan insidental sampling. Analisis yang digunakan yaitu analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua pasien didominasi oleh perempuan 71,3%, berpendidikan SMA 60%, bekerja sebagai IRT 38,3%, beragama islam 71,3% dan berstatus me nikah 88%. Tingkat kecemasan orang tua mayoritas pada kategori sedang 60%. Hasil analisis data didapatkan nilai ⍴ value > 0,05 untuk semua variabel penelitian. Sehingga disimpulkan tidak ada hubungan antara faktor jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, jenis operasi, pengalaman operasi dan pengetahuan dengan kecemasan orang tua. Oleh karena itu, diharapkan pihak rumah sakit dapat meningkatkan pendidikan kesehatan terhadap pasien dan keluarga yang akan menjalani operasi sehingga dapat menurunkan kecemasan orang tua pasien. Kata Kunci: Cemas, Operasi, Orang Tua
Hubungan Pengetahuan dengan Kepatuhan Penggunaan Insulin dada Pasien DM Tipe 2 Rangga, Alfrida; Najihah, Najihah; Wijayanti, Dewi; Tukan, Ramdya Akbar; Lesmana, Hendy; Iskandar, Ayuk Cucuk
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i12.15241

Abstract

ABSTRACT Diabetes is a chronic disease in the form of a metabolic disorder characterized by blood sugar levels that exceed normal limits. Type II diabetes mellitus is a disease caused by an increase in blood sugar due to a decrease in low insulin secretion by the pancreas gland. The therapy that is often used in type II diabetes patients is using insulin therapy. Insulin is a safe and effective drug in maintaining blood glucose levels within normal limits. To determine the relationship between knowledge and compliance with insulin use in Type 2 DM patients. Using a cross sectional study research method. Sampling used the Incidental Sampling technique with a sample size of 51 people. The results of the analysis from the Chi square test showed that the sig value was <0.0001 (P < 0.05), so it was said that there was a relationship between knowledge and compliance with insulin use in Type 2 DM patients. Respondents' knowledge about insulin use was related to compliance with insulin use. It is hoped that nurses can pay more attention to nursing care for patients in treating type 2 diabetes mellitus patients  Keywords: Diabetes Mellitus Type 2, Insulin, Compliance, Knowledge  ABSTRAK Diabetes adalah penyakit menahun (kronis) berupa gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah yang melebihi batas normal. Diabetes melitus tipe II merupakan penyakit yang disebabkan kenaikan gula darah karena penurunan sekresi insulin yang rendah oleh kelenjar pancreas Terapi yang banyak dilakukan pada pasien diabetes tipe II ini yaitu menggunakan terapi insulin. Insulin merupakan obat yang aman dan efektif dalam menjaga kadar glukosa darah dalam ambang normal. Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan insulin pada pasien DM Tipe 2. Metode Penelitian dengan menggunakan metode penelitian cross sectional study. Pengambilan sampel menggunakan teknik Sampling Incidental dengan jumlah sampel sebanyak 51 orang. Hasil analisis dari Chi square test didapatkan tetap nilai sig sebesar <0.0001 (P < 0.05) sehingga dikatakan ada hubungan pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan insulin pada pasien DM Tipe 2. Pengetahuan responden tentang penggunaan insulin berhubungan dengan kepatuhan dalam penggunaan insulin. Diharapkan perawat dapat lebih memperhatikan asuhan keperawatan pada pasien dalam penanganan pasien diabetes melitus tipe 2 Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, Insulin, Kepatuhan, Pengetahuan
Penyakit Ginjal Kronis Pada Masyarakat di Wilayah Pesisir Napitupulu, Regia; Paridah, Paridah; Tukan, Ramdya Akbar; Alfianur, Alfianur; Wijayanti, Dewi; Lesmana, Hendy
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i7.14713

Abstract

ABSTRACT Chronic kidney disease is a condition of progressive decline in kidney function that occurred within a few months or years. Globally, there were 850,000 deaths each year from chronic kidney disease. The high incidence of chronic kidney disease is supposed to be caused by several risk factors such as hypertension, Diabetes Mellitus, smoking habits, consumption of supplement drinks, and lifestyle. The objective of this study was to identify the factors that influence the incidence of chronic kidney disease in coastal communities. The design of this study was cross sectional. The sampling used a purposive sampling method with a total sample of 68 respondents. The results of this study showed that there was a significant correlation between Sociodemographic factors (age and sex), comorbidities (Hypertension, Diabetes Mellitus, and Hyperuricemia), and lifestyle (consumption of seafood, alcohol, and caffeine). In addition, there was no significant correlation Sociodemographic factors (education), lifestyle (consumption of supplements), and family history toward the chronic kidney disease of people in coastal areas. The conclusions of the most dominant risk factors were likely to occur of chronic kidney disease in coastal area communities namely age, Hyperuricemia comorbidities and a lifestyle in consuming seafood. Keywords: Risk Factors, Chronic Kidneys, Coastal Areas  ABSTRAK Penyakit ginjal kronis merupakan suatu keadaan adanya penurunan fungsi ginjal secara progresif yang terjadi dalam beberapa bulan atau tahun. Secara global, setiap tahun terdapat 850.000 kematian akibat dari penyakit ginjal kronis. Tingginya angka kejadian penyakit ginjal kronis diduga disebabkan oleh beberapa faktor risiko seperti penyakit Hipertensi, Diabetes Mellitus, kebiasaan merokok, konsumsi minuman suplemen, dan gaya hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian penyakit ginjal kronis pada masayarakat pesisir. Desain penelitian ini adalah studi cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel 68 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara faktor sosiodemografi (usia dan jenis kelamin), penyakit penyerta (Hipertensi, Diabetes Mellitus, dan Hiperurisemia), gaya hidup (konsumsi seafood, alkohol, dan kafein), dan tidak ada hubungan signifikan faktor sosiodemografi (pendidikan), gaya hidup (komsumsi suplemen), dan riwayat keluarga dengan penyakit ginjal kronis pada masyarakat di wilayah pesisir. Kesimpulan faktor risiko yang paling dominan berpeluang untuk terjadinya penyakit ginjal kronis pada masyarakat di wilayah pesisir yaitu usia, penyakit penyerta Hiperurisemia dan gaya hidup mengosumsi seafood. Kata Kunci: Faktor Risiko, Ginjal Kronis, Wilayah Pesisir
Peningkatan Kualitas Tidur Pada Pasien Nyeri Akut dengan Relaksasi Benson Madda, Hasmidah; Paridah, Paridah; Tukan, Ramdya Akbar; Ose, Maria Imaculata; Najihah, Najihah; Alfianur, Alfianur; lesmana, Hendy
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i7.14714

Abstract

ABSTRACT Pain is a sensory and emotional experience accompanied by a sense of discomfort due to actual and potential damage to body tissues Pain or soreness is the most frequent major complaint, leading individuals to seek help at health facilities Pain has been identified as the cause of poor sleep quality Therefore, pharmacological and non-pharmacological interventions were needed to overcome the problem Benson relaxation can be used as a non-pharmacological intervention to reduce pain and improve sleep quality. The purpose of this study was to identify the effectiveness of Benson relaxation intervention on improving sleep quality in acute pain patients. This research used a quasi-experimental method with a One-group pretest-posttest design. The sampling used Purposive Sampling (Judgmental Sampling) with a total sample of 47 respondents who were treated in Anggrek A room of RSUD dr. H Jusuf SK. The results of a statistical test using the Wilcoxon Signed Rank test obtained a value of p-0.001 It showed that there was a significant difference between respondents' sleep quality and acute pain before and after Benson relaxation intervention The conclusion of the study showed that Benson relaxation which was given 20 minutes for 3 days was effective for improving sleep quality in acute pain patients. Keywords: Acute Pain, Benson Relaxation Therapy, Insomnia, Sleep Quality  ABSTRAK Nyeri adalah suatu pengalaman sensorik serta emosional disertai rasa ketidaknyamanan akibat rusaknya jaringan tubuh aktual dan potensial. Rasa sakit atau nyeri merupakan keluhan utama yang paling sering, membuat individu mencari bantuan ke fasilitas kesehatan. Nyeri telah diidentifikasi sebagai penyebab kualitas tidur yang buruk oleh karena itu dibutuhkan intervensi farmakologi dan non farmakologi untuk mengatasi masalah tersebut. Relaksasi Benson dapat digunakan sebagai intervensi non farmakologi untuk mengurangi nyeri dan menaikkan kualitas tidur. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi efektifitas intervensi relaksasi Benson terhadap peningkatan kualitas tidur pada pasien nyeri akut. Jenis penelitian ini menggambarkan metode quasi-exsperimen dengan desain One-group pretest-posttest design. Pengambilan sampel mengunakan Purposive Sampling (Judgmental Sampling) dengan jumlah sampel 47 pasien yang dirawat di ruang Anggrek A RSUD dr. H Jusuf SK. Hasil uji statistic menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan nilai p=0,001, ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara kualitas tidur pasien dengan nyeri akut sebelum dan setelah dilakukan intervensi relaksasi benson. Kesimpulan penelitian adalah relaksasi benson yang diberikan 20 menit selama 3 hari efektif untuk meningkatkan kualitas tidur pada pasien nyeri akut. Kata Kunci:Benson Relaxation Therapy, Insomnia, Kualitas Tidur, Nyeri