Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN REBUSAN AIR SIRIH HIJAU TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU POSTPARTUM DI UPT PUSKESMAS KOTA GARO KABUPATEN KAMPAR Ariani, Yeyen; Tanberika, Fajar Sari; Ruspita, Rika; Yanti, Rifa
Ensiklopedia of Journal Vol 7, No 4 (2025): Vol. 7 No. 4 Edisi 3 Juli 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v7i4.3385

Abstract

Perineal wounds are a common condition experienced by postpartum mothers due to birth canal tears or episiotomy, which, if not properly managed, can lead to infection, prolonged pain, and impaired activity. One traditional treatment believed to be effective is the use of green betel leaf decoction, which contains natural antiseptic compounds. This study aims to determine the effectiveness of green betel leaf decoction in healing perineal wounds in postpartum mothers at UPT Puskesmas Kota Garo, Kampar Regency. This is a quantitative study using a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The research was conducted in May 2025 with a sample size of 21 participants. The research instrument was an observation sheet using the REEDA scale. Data analysis was performed using univariate and bivariate analysis with the Wilcoxon test. The results showed that before the intervention, 61.9% of mothers had poor wound healing. After the intervention, the condition significantly improved, with 71.4% showing good wound healing. Statistical analysis showed a p-value = 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference before and after the use of green betel leaf decoction. It can be concluded that green betel leaf decoction is effective in accelerating the healing of perineal wounds. It is recommended that UPT Puskesmas Kota Garo adopt this method as a safe and natural non-pharmacological alternative in postpartum care.Keyword : Green Betel Leaf Decoction, Perineal Wound, Postpartum Mothers
Edukasi pemberian asi eksklusif: kunci optimalisasi tumbuh kembang anak pada ibu menyusui Ruspita, Rika; Susanti, Komaria; Rahmita, Hirza
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33626

Abstract

Abstrak ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi karena kandungan gizinya sangat lengkap, seimbang, dan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang bayi. Air Susu Ibu memang diciptakan khusus untuk memenuhi nutrisi bayi manusia sehingga tidak ada makanan atau minuman lain yang dapat menyamainya. Di Indonesia, keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada tahun 2020 tercatat mencapai 66,1%, melebihi target nasional sebesar 40%. Bahkan di Provinsi Riau, capaian ASI eksklusif lebih tinggi lagi, yaitu 78%. Data tersebut menunjukkan bahwa baik secara nasional maupun di tingkat provinsi, pencapaian pemberian ASI eksklusif sudah melampaui target yang ditetapkan pemerintah. Pengabdian ini diselenggarakan sebagai bentuk upaya edukatif untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, khususnya para ibu, mengenai pentingnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) dan ASI eksklusif dalam mendukung kesehatan serta tumbuh kembang anak secara optimal. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 15 Juli 2025 di Posyandu Adinda, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya. Seluruh materi disampaikan secara interaktif dan komunikatif, sehingga mendorong partisipasi aktif peserta dan memudahkan mereka dalam memahami informasi yang diberikan. Tingginya antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung menjadi cerminan keberhasilan metode penyampaian yang digunakan, sekaligus menunjukkan ketertarikan dan kepedulian yang tinggi terhadap topik yang diangkat. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil memberikan dampak positif, terutama dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran ibu menyusui tentang pentingnya ASI eksklusif sebagai pondasi utama dalam mendukung kualitas tumbuh kembang anak. Kata kunci: ASI eksklusif; tumbuh kembang anak; ibu menyusui. Abstract Breast Breast milk is the best food for babies because its nutritional content is complete, balanced, and meets the needs of infant growth and development. Breast milk is specifically designed to meet the nutritional needs of human babies, and no other food or drink can match it. In Indonesia, the success rate of exclusive breastfeeding in 2020 was recorded at 66.1%, exceeding the national target of 40%. In Riau Province, the exclusive breastfeeding rate was even higher, at 78%. This data shows that both nationally and at the provincial level, the achievement of exclusive breastfeeding has exceeded the government's target. This community service was held as a form of educational effort to increase knowledge and awareness of the community, especially mothers, regarding the importance of providing breast milk (ASI) and exclusive breastfeeding in supporting optimal child health and development. This activity was carried out on July 15, 2025, at the Adinda Integrated Health Post, Rejosari Village, Tenayan Raya District. All materials were delivered interactively and communicatively, thus encouraging active participation of participants and making it easier for them to understand the information provided. The high level of participant enthusiasm throughout the event reflected the success of the delivery method used, demonstrating a strong interest and commitment to the topic. Overall, the event had a positive impact, particularly in increasing breastfeeding mothers' understanding and awareness of the importance of exclusive breastfeeding as a key foundation for supporting quality child growth and development. Keywords: exclusive breastfeeding; child growth and development; breastfeeding mothers.
EDUKASI TENTANG KECUKUPAN ASI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI BPM ROSITA KOTA PEKANBARU Susanti, Komaria; Ruspita, Rika; Rahmi, Rifa
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 6 No 2 (2022): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v6i2.1309

Abstract

Diperkirakan balita yang mengalami stunting di dunia sebanyak 22,9%, namun angka ini sudah mengalami penurunan pada tahun 2017 sebesar 22,2%, meskipun kejadian stunting ini mengalami penurunan, tetapi belum mencapai standar yang sudah ditetapkan oleh WHO yaitu 20% (Kementerian Kesehatan, 2018). Ada berbagai faktor yang menyebabkan Indonesia menjadi peringkat ke tiga tertinggi di ASEAN yang menyandang balita stunting, yaitu faktor langsung dan tidak langsung, faktor langsung yang berhubungan dengan stunting, antara lain berat badan lahir rendah (BBLR), tidak ASI Eksklusif, asupan gizi yang tidak sesuai, status kesehatan anak atau penyakit infeksi, imunisasi yang tidak lengkap, dan faktor genetik (Francisco, Ferrer, & Serra-majem, 2017). Faktor-faktor permasalahan terkait pencapaian ASI Eksklusif di Indonesia antara lain, sebagian ibu mengatakan bahwa ASI nya keluar sedikit atau tidak keluar dan akhirnya diganti dengan susu formula, masih banyak tenaga kesehatan ditingkat layanan yang belum peduli atau belum berpihak pada pemenuhan hak bayi untuk mendapatkan ASI ekslusif, Kemudian masih sangat terbatasnya konselor ASI dan belum maksimalnya kegiatan edukasi, sosialisasi, advokasi, dan kampanye terkait pemberian ASI. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu menyusui tentang kecukupan produksi ASI. Solusi dari permasalahan yang dihadapi masyarakat khususnya ibu menyusui yaitu dengan memberikan penyuluhan tentang pemberian edukasi kecukupan ASI. Luaran yang ditargetkan dari kegiatan PKM ini adalah terjadinya peningkatan pengetahuan ibu menyusui mengenai kecukupan produksi ASI.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONTRASEPSI IMPLANT DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN (PMB) FATMA SUSANTI Mardiya, Rizka; Rahmita, Hirza; Fitria, Nurhidaya; Ruspita, Rika
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 14 No 2 (2025): Al-Insyirah Midwifery: Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kebidanan.v14i2.3075

Abstract

Implant merupakan metode kontrasepsi hormonal yang diletakkan di bawah kulit lengan, memiliki jangka waktu perlindungan 3 sampai 5 tahun, serta sangat efektif. Dari segi keefektifan implant mencapai 99,95%. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi Kontrasepsi Implant. Variabel Independen dalam penelitian ini Pedapatan keluarga, usia, pengetahuan dan Variabel dependen adalah Kontrasepsi Implant. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Akseptor Kontrasepsi Implant di Praktik Mandiri Bidan (PMB) Fatma Susanti berjumlah 30 orang. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 Orang. Teknik pengambilan sampel random sampling. Metode Analisis yang digunakan untuk Penelitian ini adalah Uji chi-square. Hasil Penelitian di dapat bahwa adanya Pengaruh faktor pendapatan (P value = 0.001, OR = 13,3), Usia (Pvalue = 0.005, OR = 0,59), Pengetahuan (P value = 0.000, OR = 22.2), Variabel dominan yang berhubungan dengan Kontrasepsi Implant adalah pendapatan. Hasil analisis didapatkan Odds Ratio (OR) dari variabel Usia adalah 0.59 artinya ibu berusia beresiko memiliki peluang 0.59 kali untuk menggunakan Kontrasepsi Implant. Diharapkan dari Hasil Penelitian ini dapat meningkatkan Peran aktif bidan untuk memberikan KIE dan pengetahuan yang lebih baik tentang kontrasepsi Implant.
Hubungan Kepatuhan Terhadap Jadwal Konsumsi Tablet Fe Pada Ibu Hamil Trimester III dengan Anemia di UPT Puskesmas Sedinginan Kabupaten Rokan Hilir Sinaga, Mega Eka Tiurina; Yanti, Rifa; Ruspita, Rika; Susanti, Komaria
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 3 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i3.2454

Abstract

Anemia adalah ketika jumlah sel darah merah dalam darah tidak mencukupi kebutuhan fisiologis tubuh. WHO menyatakan bahwa kadar zat besi yang rendah terjadi pada 41,8% wanita hamil di seluruh dunia. Prevalensi ibu hamil yang menderita anemia di Kabupaten Rokan Hilir 36,7%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan ibu mengkonsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Sedinginan Kabupaten Rokan Hilir. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang ada di Puskesmas Sedinginan bulan Januari s/d Februari 2025 sebanyak 32 orang. Pengambilan sampel dengan teknik total sampling dengan jumlah sampel 32 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari buku KIA ibu serta register, sedangkan data primer didapatkan dari hasil pengisian angket tentang kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe dan dari hasil pemeriksaan kadar hemoglobin dengan menggunakan easy touch pada ibu hamil. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini berdasarkan analisis bivariat uji statistik chi-square diperoleh nilai kepatuhan responden p value adalah 0,000 < 0,05. Ini berarti ada hubungan kepatuhan ibu mengkonsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Sedinginan Kabupaten Rokan Hilir. Saran Agar meningkatkan peran petugas kesehatan dalam pelaksanaan asuhan kebidanan kehamilan dan diharapkan mampu meningkatkan penyuluhan dan memberikan informasi tentang pemberian tablet Fe.
PROVIDING EDUCATION ABOUT POSTPARTUM BLUES Ruspita, Rika; Susanti, Komaria; Rahmi, Rifa
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): MARET
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v7i1.1573

Abstract

Puerperal services are standard health services for mothers from 6 hours to 42 days after delivery by health workers. The service is carried out in the puerperal period because it is a time of crisis for both the mother and the baby. The prevalence of postpartum blues events varies worldwide. The prevalence of postpartum blues in Tanzania is 80% while in Japan it is 8%. This is due to the lack of different diagnosis criteria and research methodologies in each study, in Asia, the prevalence of postpartum depression is between 3.5%- 63.3% where Malaysia and Pakistan rank the lowest and highest. The purpose of this devotion is to improve the mother's understanding of postpartum blues. The solution to the problems faced by the community, especially postpartum mothers, is by providing counseling about postpartum blues. The targeted output of this community service activity is an increase in the understanding of postpartum blues
IMPROVING POST PARTUM MOTHER'S SKILLS IN PERFORMING OXYTOCIN MASSAGE TO PREVENT LACTATION PROBLEMS Rahmi, Rifa; Ruspita, Rika; Susanti, Komaria
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): MARET
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v8i1.2128

Abstract

Improving human quality must start as early as possible, namely since infancy, one of the factors that plays an important role in improving human quality is the provision of breast milk. Breast milk is very good food for babies, where based on the low percentage of exclusive breastfeeding, it has an impact on the nutritional status of infants. The success of exclusive breastfeeding in Indonesia was recorded at 66.1%. Riau Province recorded 78% success of exclusive breastfeeding. This service is carried out in order to improve the skills of postpartum mothers in carrying out breast massage to prevent lactation problems. Community service activities are supported by counseling methods, questions and answers, and discussions and demonstrations of lactation massage. The result was that postpartum mothers were enthusiastic about participating in community service activities which were carried out with demonstrations and understood the steps or ways to do lactation massage so that it could be concluded that this community service activity ran smoothly.
PENGARUH EFFLURAGE MASSAGE TERHADAP KECUKUPAN ASI PADA IBU POST PARTUM DI BPM ROSITA KOTA PEKANBARU Susanti, Komaria; Ruspita, Rika; Rahmi, Rifa
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1655

Abstract

ASI adalah makanan paling utama untuk bayi karena mengandung zat-zat gizi yang diperlukan oleh bayi untuk tumbuh kembang. Di indonesia hanya 8 % ibu yang memberikan ASI ekslusif kepada bayinya sampai umur 6 bulan. Padahal 21.000 kematian bayi baru lahir di indonesia dapat dicegah melalui pemberian ASI. Salah satu upaya untuk meningkatkan kecukupan  ASI adalah dengan pijat punggung teknik effleurage. Tujuan penelitian untuk mentahui pengaruh efflurage massage terhadap peningkatan kecukupan ASI ibu post partum di BPM Rosita Kota Pekanbaru.Metode penelitian ini  menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan penelitian Pre Eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttes. Populasi penelitian adalah adalah ibu post partum di BPM Rosita Kota Pekanbaru dengan jumlah sampel 11 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental  sampling.Data diperoleh melalui pengamatan menggunakan kuesioner dan lembar observasi.Rata-rata produksi ASI sebelum intervensi efflurage massageadalah 39,18 mL (SD=14,105), nilai maksimal 70 mL dan nilai minimal 30 mL, setelah intervensi efflurage massagekemudian produksi ASI meningkat menjadi 98,00 mL (SD=10,770), nilai maksimal 120 mL dan nilai minimal 80 mL, terjadi peningkatan rata-rata produksi ASI sebesar 58,82 mL. Hasil Uji Wilcoxon Rank Test didapatkan p value = 0,003 atau p value< 0,05. Diharapkan klinik bersalin dan petugas kesehatan  lainnya khususnya bidan agar dapat menjadi fasilitator bagi ibu post partum yang mengalami masalah padakecukupan ASI salah satunya dengan menggunakan metode efflurage massage .Kata Kunci :Efflurage Massage, Kecukupan  ASI
EFEKTIVITAS AROMATERAPI LEMON UNTUK MENGURANGI MUAL DAN MUNTAH PADA IBU HAMIL DENGAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM DI RUANGAN KHADIJAH RSUD BANGKINANG Ningsih, Fitria; Tanberika, Fajar Sari; Ruspita, Rika; Yanti, Rifa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49330

Abstract

Hiperemesis gravidarum (HEG) merupakan mual dan muntah berat yang terjadi selama kehamilan dan dapat menyebabkan dehidrasi, gangguan elektrolit, serta penurunan status gizi ibu hamil. Di Indonesia HEG tercatat sebesar 14,8% dari seluruh kehamilan. Di Provinsi Riau, dari 49,7% pada tahun 2020 menjadi 53,24% pada tahun 2022. Penanganan kondisi ini dapat dilakukan secara farmakologis maupun nonfarmakologis, salah satunya melalui penggunaan aromaterapi lemon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas aromaterapi lemon dalam mengurangi mual dan muntah pada ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum di Ruangan Khadijah RSUD Bangkinang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment jenis one group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2025. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester pertama dengan hiperemesis gravidarum yang dirawat pada bulan Oktober hingga Desember 2024 sebanyak 20 orang, dengan sampel sebanyak 16 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi dan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan aromaterapi lemon, seluruh responden mengalami mual muntah berat. Setelah pemberian aromaterapi lemon, seluruh responden mengalami penurunan intensitas mual muntah menjadi kategori ringan. Hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor mual muntah sebelum dan sesudah intervensi (p = 0,000). Kesimpulan yaitu aromaterapi lemon efektif dalam mengurangi mual dan muntah pada ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum di Ruangan Khadijah RSUD Bangkinang. Disarankan kepada tenaga kesehatan, khususnya bidan, untuk mempertimbangkan penggunaan aromaterapi lemon sebagai metode nonfarmakologis dalam menangani mual dan muntah.
THE RELATIONSHIP OF AGE AND PARITY ON THE INCIDENT OF POSTPARTUM BLUESS IN PUBLIC WOMEN Rika Ruspita; Komaria Susanti; Rifa Rahmi
Jurnal Smart Kebidanan Vol. 11 No. 2 (2024): DECEMBER 2024
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/jskb.v11i2.83

Abstract

The prevalence of postpartum blues varies throughout the world. Tanzania is 80% while in Japan it is 8%. The exact incidence of postpartum blues in Indonesia is not yet known, but several studies show that the incidence of postpartum blues is in the range of 50-70%. The aim of the research is to determine the relationship between age and parity on the incidence of postpartum blues among postpartum women at the Rosita Maternity Home in Pekanbaru. This research method uses quantitative methods through a correlative analytical design with a cross sectional approach. The research population was postpartum mothers at the Rosita Pekanbaru Maternity Home with a sample size of 30 respondents with a sampling technique using total sampling. Univariate and bivariate data analysis using the chi square statistical test. The results of the study based on univariate analysis showed that 66.6% of mothers experienced postpartum blues, 33.3% did not experience it, 60% of those aged at risk experienced postpartum blues, 40% of those who did not experience postpartum blues, 73% of primiparous mothers experienced postpartum blues. .3% who did not experience postpartum blues were 26.7%. The results of the bivariate analysis showed that there was a relationship between age and the incidence of postpartum blues with a P value of 0.045<0.05, there was no relationship between parity and the incidence of postpartum blues with a P value of 0.078>0.05. The conclusion is that there is a relationship between age and the incidence of postpartum blues, there is no relationship between parity and the incidence of postpartum blues, it is recommended that expectant mothers can prepare for pregnancy well so that it will prevent the incidence of postpartum blues, and for midwives to detect early the symptoms of postpartum blues so that they can also prevent its occurrence. postpartum blues