Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

DETERMINASI PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL DI GAMPONG BAYU KECAMATAN DARUL IMARAH ACEH BESAR Burdah Burdah; Rahmatul Azkia; Amelia Sari; Rima Hayati; Ernita Silviana
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5261

Abstract

Penggunaan obat tradisional masih menjadi pilihan masyarakat dalam menjaga kesehatan, dipengaruhi oleh banyak faktor. Tujuan Penelitian mengidentifikasi faktor yang memengaruhi penggunaan obat tradisional di Gampong Bayu, Darul Imarah.  Metode penelitian analitik kuantitatif, pendekatan cross-sectional. Sampel 80 responden, melalui purposive sampling, menggunakan kuesioner. Analisis data dengan uji chi square. Hasil 66,2% responden menggunakan obat modern, 33,8% obat tradisional. Faktor signifikan adalah pengetahuan (p=0,001), sikap (p<0,001), jarak fasilitas kesehatan (p=0,002), tujuan penggunaan (p<0,001), dan pengaruh keluarga (p=0,004). Semua variabel  berpengaruh terhadap penggunaan obat tradisional. Penelitian ini belum mengkaji kekuatan pengaruh variabel. Penelitian selanjutnya dapat melakukan analisis regresi logistik, untuk mengetahui kekuatan pengaruh.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Timang Gajah 2 melalui Pemanfaatan Lahan untuk Tanaman Obat Keluarga Ernita Silviana; Amelia Sari; Burdah Ali; Nonong Hanis; Rima Hayati; Maria Irwani
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v8i1.1011

Abstract

This community service program aimed to empower the residents of Timang Gajah 2 Village, Gajah Putih Subdistrict, Bener Meriah Regency, to utilize home gardens through the cultivation of Family Medicinal Plants (TOGA). The activity was conducted on September 13, 2025, involving 15 participants. The method included interactive health education, leaflet distribution, hands-on TOGA planting practice, and the provision of TOGA seedlings for all participants. Evaluation was carried out using pretest and posttest questionnaires to measure knowledge improvement. The results showed an increase in the average knowledge score from 48% in the pretest to 78% in the posttest, as well as an increase in the “Good” knowledge category from 20% to 70%. These findings indicate that participatory education combined with practical demonstrations is effective in enhancing community understanding of home garden utilization for TOGA. This activity is expected to support community self-reliance in providing traditional medicine, encourage healthy lifestyles, and strengthen promotive and preventive health programs
DETERMINASI PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL DI GAMPONG BAYU KECAMATAN DARUL IMARAH ACEH BESAR Burdah Burdah; Rahmatul Azkia; Amelia Sari; Rima Hayati; Ernita Silviana
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5261

Abstract

Penggunaan obat tradisional masih menjadi pilihan masyarakat dalam menjaga kesehatan, dipengaruhi oleh banyak faktor. Tujuan Penelitian mengidentifikasi faktor yang memengaruhi penggunaan obat tradisional di Gampong Bayu, Darul Imarah.  Metode penelitian analitik kuantitatif, pendekatan cross-sectional. Sampel 80 responden, melalui purposive sampling, menggunakan kuesioner. Analisis data dengan uji chi square. Hasil 66,2% responden menggunakan obat modern, 33,8% obat tradisional. Faktor signifikan adalah pengetahuan (p=0,001), sikap (p<0,001), jarak fasilitas kesehatan (p=0,002), tujuan penggunaan (p<0,001), dan pengaruh keluarga (p=0,004). Semua variabel  berpengaruh terhadap penggunaan obat tradisional. Penelitian ini belum mengkaji kekuatan pengaruh variabel. Penelitian selanjutnya dapat melakukan analisis regresi logistik, untuk mengetahui kekuatan pengaruh.
MENUMBUHKAN KEBIASAAN BIJAK DALAM PENGGUNAAN ANTIBIOTIK MELALUI EDUKASI PADA MAHASISWI KEBIDANAN POLTEKKES KEMENKES ACEH Amelia Sari; Alifa Adina Asysyifa; Burdah Ali; Ernita Silviana; Defri Aroni; Maria Irwani; Rima Hayati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 8 No. 3 (2025): DESEMBER: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jpmbr.v8i3.9061

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak bijak dapat menimbulkan dampak serius, termasuk resistensi antibiotik. Oleh karena itu, edukasi kepada calon tenaga kesehatan menjadi langkah penting dalam menanamkan kebiasaan penggunaan antibiotik yang rasional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku mahasiswi kebidanan terkait penggunaan antibiotik secara bijak melalui metode ceramah dan evaluasi dengan kuesioner pretest dan posttest. Sebanyak 38 responden mengikuti kegiatan yang meliputi penyuluhan kesehatan serta pengisian kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan bahwa pada tahap pretest, tingkat pengetahuan kategori baik hanya sebesar 28,9%, meningkat menjadi 94,7% pada posttest. Pengetahuan kategori cukup menurun dari 55,3% menjadi 5,3%, sedangkan kategori kurang dari 15,8% menjadi 0%. Pada aspek perilaku, kategori baik meningkat dari 36,8% menjadi 100%, sedangkan kategori cukup menurun dari 55,3% menjadi 0%, dan kategori kurang dari 7,9% menjadi 0%. Uji paired t-test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest, baik pada pengetahuan maupun perilaku (p < 0,05). Selain itu, hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan perilaku penggunaan antibiotik. Dengan demikian, edukasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan sekaligus membentuk perilaku bijak penggunaan antibiotik pada mahasiswi Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Aceh.