Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

The Relevance of Project-Based Lecture in Industrial Revolution 4.0 : Meta – Synthesis Study Tristan Rokhmawan; Badriyah Wulandari
Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/ji.v4i2.515

Abstract

The researchers conducted a meta-synthesis study of the concept of project-based lectures and the concepts of the development of the IR 4.0 era. The main goal of this study was to examine a rational relationship or relevance between the application of project-based lectures and the development of the educational paradigm in the Industiral Revolution (IR) 4.0 era. The result showed that the seventh project-based lecture features can realize the educational context in the IR 4.0 era. The result Meta-Synthesis in two concepts found seven relevances, namely: 1) Real study and essential supporting in freedom learning, broader learning context 2) Bureaucratic learning, relevant life to support freedom learning. 3) Learning inquiry based on investigative, complex to support students’ independence in learning. 4) Meaningful, social, and collaborative learning to support learning resources and good cooperation in learning. 5) Real-work learning and remember the process, supporting the contextuality and meaningful learning process. 6) Authentic learning and interdisciplinary, supporting the breadth and flexibility in developing knowledge accordance with the world developments. 7) Collaborative learning teachers, supporting of learning partnerships. Keywords: Project-Based Lectures, Industrial Revolution 4.0, Meta-Sythesis Study
PENGEMBANGAN KEGIATAN SENI DAN BUDAYA ISLAMI SEBAGAI BENTUK KEGIATAN POSITIF REMAJA PADA MASA PANDEMI DI DESA SUMBER DAWE SARI KECAMATAN GRATI KABUPATEN PASURUAN Rokhmawan, Tristan; Wulandari, Badriyah; Fitriyah, Lailatul; Pairiyadi, Fairuzihin; Ghonima, Siti; Rofiq, Ainur
Al-Mu'awanah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/almuawanah.v1i2.8052

Abstract

Masa pandemi Covid 19 telah membawa perubahan besar dan tiba-tiba bagi pola kehidupan masyarakat dunia. Salah satu yang terdampak di Indonesia adalah kehidupan remaja dan siswa sekolah. Semenjak kegiatan sekolah yang secara konvensional dilakukan dengan tatap muka diubah menjadi belajar di rumah, remaja dan siswa sekolah seakan kehilangan tatanan sosialnya. Keluarga dan masyarakat rumah tidak bisa membentuk pengondisian ruang belajar di rumah, bahkan merusaknya menjadi liburan sepanjang tahun. Jam belajar tidak teratur, jam bermain yang berlebihan, orang tua sebagai pengawas tidak mampu mengambil perannya karena harus bekerja lebih keras di masa pandemi, dan berakhir pada kehidupan remaja yang secara total lepas dari tata dan aturan kehidupan. Bagi mereka yang memiliki lingkungan baik akan membentuk kegiatan-kegiatan positif. Berlaku sebaliknya jika mereka memiliki lingkungan yang tidak baik, jangankan berkegiatan positif, mereka cenderung tidak memiliki rencana kegiatan dan berujung pada hal negatif. Dalam program-program KKN UNIWARA mencanangkan beberapa pokok tema kegiatan di antaranya adalah menciptakan lingkungan yang berkegiatan positif bagi remaja dan siswa sekolah. Maka di antara itu kami pilih kegiatan Tilawatil Qur’an, Seni Hadrah Al-Banjari, dan Kultum untuk mendukung kegiatan positif dengan kemasan seni dan budaya Islami. Kegiatan ini terbukti dapat menghadirkan kegiatan uang positif di masa pandemi. Manfaat kegiatan ini di antaranya adalah : 1. Menyediakan kegiatan positif di masa pandemi, 2. Menumbuhkan semangat untuk melestarikan seni dan budaya islami, 3. Mencitrakan manfaat mahasiswa UNIWARA pada masyarakat, 4. Sosialisasi pentingnya mengenyam pendidikan tinggi dan meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi, dan 5. Promosi UNIWARA dalam bentuk kegiatan dan sosialisasi.
Relasi Kekuasaan dan Representasi Perempuan dalam Film Ipar adalah Maut Menggunakan Kajian Semiotika Roland Barthes Indana Zulfia; Badriyah Wulandari; Mardiningsih Mardiningsih
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 15 No. 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v15i3.3343

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi perempuan dan relasi kekuasaan dalam film Ipar adalah Maut menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Pendekatan ini memandang tanda sebagai kesatuan penanda (signifier) dan petanda (signified) yang membentuk makna pada tiga tingkatan: denotasi, konotasi, dan mitos. Metode penelitian bersifat kualitatif dengan data berupa adegan visual, dialog, gestur, dan unsur sinematik yang dianalisis pada ketiga tingkatan makna tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film menampilkan relasi rumah tangga yang tampak harmonis, namun secara simbolik mereproduksi ideologi patriarki. Perempuan digambarkan sebagai sosok sabar, tunduk, dan bergantung pada persetujuan laki-laki dalam pengambilan keputusan domestik. Relasi kekuasaan laki-laki dihadirkan secara halus melalui perhatian, dukungan, dan kepemimpinan simbolik. Sistem tanda visual seperti ruang domestik dan gestur, serta tanda verbal berupa dialog, memperkuat mitos sosial tentang perempuan sebagai penjaga ketenteraman rumah tangga. Film menjadi media yang meneguhkan struktur kekuasaan patriarki melalui representasi keseharian yang tampak egaliter namun sarat makna ideologis.
BAHASA UMPATAN ANAK USIA DIBAWAH 10 TAHUN DI LINGKUNGAN KECAMATAN PANGGUNGREJO Uke Riyandini; Sugianti, Sugianti; Badriyah Wulandari
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 4 No. 2 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v4i2.6734

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna bahasa umpatan yang digunakan oleh anak-anak berusia di bawah 10 tahun di Kecamatan Panggungrejo. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, teknik rekam, dan catatan langsung. Subjek penelitian adalah anak-anak di lingkungan Kecamatan Panggungrejo yang terpapar bahasa umpatan dalam interaksi sosial sehari-hari. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa bahasa umpatan pada anak-anak terdiri dari bentuk kata, frase, dan klitika. Umpatan yang digunakan memiliki variasi makna, mulai dari ungkapan emosi negatif seperti kemarahan hingga ekspresi keakraban atau humor. Kata-kata yang sering digunakan melibatkan referensi pada hewan, kondisi fisik, dan sifat intelektual yang berkonotasi negatif. Selain itu, bahasa umpatan ini juga digunakan sebagai bentuk penanda solidaritas dalam kelompok pertemanan. Temuan ini menunjukkan bahwa lingkungan sosial memainkan peran penting dalam pembentukan kebiasaan berbahasa anak, termasuk dalam penggunaan umpatan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan tambahan bagi orang tua dan pendidik untuk memahami pengaruh lingkungan terhadap perkembangan bahasa dan ekspresi emosi anak-anak, serta pentingnya pendekatan yang sesuai dalam mengelola penggunaan bahasa kasar pada usia dini.
ANALISIS GAYA BAHASA PERSUASIF DALAM KONTEN LIBURAN AKUN YOUTUBE RANS ENTERTAINMENT Diajeng Istri Intan Permatasari; Sugianti, Sugianti; Badriyah Wulandari
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 4 No. 2 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v4i2.6861

Abstract

Penelitian ini berfokus pada analisis gaya bahasa persuasif dalam konten liburan kanal YouTube Rans Entertainment, yang dikelola oleh pasangan selebritas Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Gaya bahasa persuasif digunakan untuk mempengaruhi audiens dalam konteks media digital, yang sangat berperan dalam membangun keterikatan emosional dengan penonton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis gaya bahasa persuasif yang digunakan, serta memahami makna dominannya dalam meningkatkan keterlibatan audiens. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis konten terhadap transkrip video liburan pada akun Rans Entertainment dalam enam bulan terakhir tahun 2024. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, kemudian diklasifikasikan ke dalam empat jenis gaya bahasa persuasif: imperatif, argumentatif, emotif, dan retoris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa emotif paling dominan digunakan, yang bertujuan untuk menciptakan ikatan emosional dengan audiens melalui ungkapan kebahagiaan, kehangatan, dan kekaguman. Penggunaan gaya bahasa emotif ini terbukti efektif dalam meningkatkan ketertarikan dan keterlibatan audiens, menjadikan mereka merasa seolah-olah ikut terlibat dalam pengalaman liburan. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai pentingnya penggunaan gaya bahasa persuasif dalam media sosial, khususnya YouTube, dan dapat menjadi referensi bagi content creator untuk meningkatkan daya tarik konten pariwisata melalui pendekatan komunikasi yang persuasif dan interaktif.
STRUKTURALISME GENETIK PADA KARYA SASTRA KONTEMPORER : STUDI PADA NOVEL JANGAN SALAHKAN AKU SELINGKUH KARYA RENITA APRIL Aisyatur Rohmah; Mardiningsih; Badriyah Wulandari
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 4 (2025): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i4.1872

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis novel Jangan Salahkan Aku Selingkuh karya Renita April dengan menggunakan perspektif strukturalisme genetik Lucien Goldmann. Kajian ini menelusuri fakta kemanusiaan, baik individu maupun sosial, subjek kolektif yang direpresentasikan melalui kelas sosial, serta pandangan dunia pengarang yang terefleksi melalui nilai humanisme dan eksistensialisme. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi, sedangkan data diperoleh dari kutipan naratif dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini tidak hanya mengisahkan konflik rumah tangga dan perselingkuhan, tetapi juga merefleksikan realitas sosial masyarakat Indonesia, seperti degradasi moral, stratifikasi sosial, serta perjuangan individu dalam mencari makna hidup. Pandangan dunia pengarang menekankan pentingnya nilai kesetiaan, kejujuran, empati, kebebasan, dan tanggung jawab yang relevan dengan konteks sosial masyarakat kontemporer. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa karya sastra berfungsi sebagai cermin realitas sosial sekaligus sarana kritik dan penyampaian nilai-nilai kemanusiaan.
Gaya Imaji Lirik Lagu pada Album Menari dalam Bayangan Karya Baskara Putra Hindia: Bentuk Imaji Khafidah; Badriyah Wulandari; Tristan Rochmawan
Jurnal Pendidikan Amartha Vol. 5 No. 2 (2026): November 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jpa.v5i2.9024

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis bentuk imaji dalam lirik lagu album Menari dalam Bayangan karya Baskara Putra Hindia. Masalah penelitian dilatarbelakangi oleh minimnya kajian stilistika terhadap lirik lagu musisi solo Indonesia kontemporer, khususnya terkait ragam citraan yang membangun kedalaman estetis liriknya, padahal album ini sarat bahasa figuratif yang membangkitkan pengalaman inderawi dan emosional pendengar. Penelitian ini dilakukan karena belum ditemukan kajian bentuk imaji secara khusus pada album ini, meskipun tema kesehatan mental, kecemasan, dan pencarian jati diri yang diangkatnya banyak disampaikan melalui citraan yang kaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis dan pendekatan stilistika, dipilih karena data penelitian berupa teks lirik lagu yang bersifat verbal dan memerlukan interpretasi mendalam, bukan pengukuran kuantitatif. Sumber data penelitian ini adalah 15 lirik lagu dalam album tersebut, dengan data berupa kata dan frasa yang mengandung fungsi imajinatif. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan simpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan ditemukannya lima bentuk imaji yang tersebar merata di seluruh lagu dalam album, yaitu citraan visual, auditif, kinestetik, taktil, dan emosional, dengan citraan emosional sebagai varian paling dominan, diikuti citraan kinestetik, visual, taktil, dan auditif. Simpulan penelitian menegaskan bahwa kelima jenis citraan tersebut tidak hadir secara terpisah, melainkan saling berkelindan membangun latar reflektif, gerak simbolik, sensasi tubuh, serta pergulatan emosi ambivalen sebagai fondasi gaya imaji Baskara Putra Hindia. Penelitian lanjutan disarankan untuk memperluas kajian pada aspek stilistika lain serta pada album-album Hindia berikutnya.
Multimodalitas dalam Film Jembatan Pensil (Perspektif Wacana Multimodal) Nur Chalimah; Mochamad Bayu Firmansyah; Badriyah Wulandari
JAMPARING: Jurnal Akuntansi Manajemen Pariwisata dan Pembelajaran Konseling Vol. 4 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jamparing.v4i2.9004

Abstract

Film sebagai media audiovisual memanfaatkan berbagai modalitas untuk membangun makna sehingga menarik dikaji melalui perspektif Wacana Multimodal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk multimodalitas dalam film Jembatan Pensil berdasarkan perspektif Wacana Multimodal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data penelitian berupa film Jembatan Pensil karya Hasto Broto yang diakses melalui YouTube, sedangkan data penelitian berupa dialog, musik, suara, gerak, dan gambar yang terdapat dalam film. Data dikumpulkan melalui teknik simak, teknik catat, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Jembatan Pensil memanfaatkan lima modalitas, yaitu bahasa, musik, suara, gerak, dan gambar. Modalitas bahasa direpresentasikan melalui kata, frasa, klausa, dan kalimat; modalitas musik melalui melodi, harmoni, dan ritme; modalitas suara melalui intonasi, nada bicara, efek bunyi, dan suara lingkungan; modalitas gerak melalui ekspresi wajah, gerakan tubuh, bahasa tubuh, dan tindakan; sedangkan modalitas gambar direpresentasikan melalui tampilan visual tokoh, tampilan peristiwa, warna, pencahayaan, dan latar. Kelima modalitas tersebut saling berinteraksi dalam membangun makna serta memperkuat penyampaian pesan mengenai perjuangan pendidikan, kepedulian sosial, dan nilai-nilai karakter dalam film.
Transformasi Makna Dalam Enkranisasi Novel Dilan 1990 Karya Pidi Baiq Perspektif Wacana Multimodal Rizqia Dwiani; M Bayu Firmansyah; Badriyah Wulandari
JAMPARING: Jurnal Akuntansi Manajemen Pariwisata dan Pembelajaran Konseling Vol. 4 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jamparing.v4i2.9013

Abstract

Penelitian ini mengkaji transformasi makna yang terjadi dalam proses enkranisasi novel Dilan 1990 karya Pidi Baiq ke dalam film Dilan 1990 dari perspektif wacana multimodal. Proses alih wahana dari novel ke film tidak hanya mengubah bentuk penyajian cerita, tetapi juga menggeser cara makna dikonstruksi dan dimaknai ulang oleh penonton melalui perpaduan berbagai moda semiotik, seperti bahasa, gambar, musik, suara, dan gerak. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini berupaya menjawab tiga permasalahan, yaitu (1) bagaimana transformasi unsur intrinsik (judul, tema, dan alur) memengaruhi pergeseran makna dalam enkranisasi novel ke film, (2) bagaimana proses transformasi semiotika sosial berlangsung selama enkranisasi berlangsung, dan (3) bagaimana wacana multimodal berperan dalam membentuk ulang makna cerita pada film hasil enkranisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan Analisis Wacana Multimodal yang mengacu pada teori Kress dan Van Leeuwen (2001) serta Jewitt dan Kress (2003). Objek penelitian adalah novel Dilan 1990 karya Pidi Baiq (2014) dan film Dilan 1990 yang disutradarai oleh Fajar Bustomi (2018) sebagai sumber data primer. Data penelitian berupa data verbal (kata, frasa, kalimat, dialog, dan narasi) dan data nonverbal (ekspresi, gestur, visual, musik, dan suara) yang dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, yakni membaca novel dan menonton film secara berulang, kemudian dianalisis berdasarkan empat modalitas, yaitu bahasa, gambar, gerak, dan suara, guna mengungkap bagaimana makna ditransformasikan dari media tekstual ke media audiovisual. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendeskripsikan pola transformasi makna yang terjadi akibat penciutan, penambahan, dan perubahan (modifikasi) unsur cerita, sekaligus memperkaya kajian wacana multimodal sebagai kerangka analisis dalam memahami pergeseran makna pada karya sastra yang dialihwahanakan ke bentuk audiovisual