Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG RESIKO TINGGI PADA KEHAMILAN DI PMB ‘K’ CIBEBER CIMAHI SELATAN Ina Vera Yuniar; Karwati Karwati; Dedeh Sri Rahayu
Health Idea Vol 1, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Ide Insan Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63860/hi1101

Abstract

Kehamilan resiko tinggi adalah kehamilan dimana kondisi ibu menyebabkan janin tidak dapat tumbuh kembang secara optimal. Beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya resiko pada kehamilan adalah penyakit tekanan darah tinggi saat hamil (preeklamsi), kejang saat hamil (eklamsia), anemia, dan penyakit jantung serta riwayat obstetric yang buruk. Data ibu hamil dengan kejadian resiko tinggi di puskesmas Cibeber pada kurun waktu 3 bulan terakhir terdapat 46 kasus dengan kejadian resiko tinggi. Diantaranya terdapat Abortus (1 orang), anemia (6 orang), KEK/kekurangan energi kronis (10 orang), terlalu muda (4 orang), terlalu tua (4 orang), terlalu dekat (4 orang), terlalu sering (5 orang), riwayat SC (10 orang).  Penelitian ini bertujuan utuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap ibu hamil tentang resiko tinggi pada kehamilan di PMB ‘K’ Cibeber Cimahi Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik total sempling  sebanyak 26 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan dan kuesioner sikap. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan 15 responden dengan pengetahuan kurang dimana 5 responden (20%) bersikap negatif dan 10 responden (38%) bersikap positif dan kurang dari setengahnya yaitu 11 responden yang memiliki pengetahuan cukup dimana 8 responden (30%) memiliki sikap negatif sedangkan 3 responden (12%) memiliki sikap positif. Hasil perhitungan uji Chi-square didapatkan 0,047 < α (0,05) maka H0 ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan dengan sikap ibu hamil tentang resiko tinggi pada kehamilan di PMB K Cibeber Cimahi Selatan. Berdasarkan penelitian tersebut bagi ibu hamil disarankan dapat mengetahui resiko tinggi pada kehamilan dengan sikap yang lebih baik.
Creating Safe Spaces for Women as an Effort to Prevent Violence Among Junior High School Students Meilati Suryani; Dedeh Sri Rahayu; Tri Setya Ambarwati
Jurnal Sentra Pengabdian Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Sentra Pengabdian
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/JSP.762

Abstract

Violence against women remains a global public health and human rights issue that affects women across all age groups, including adolescents. Educational institutions have an important role in creating safe spaces and promoting violence prevention through health education programs. This community service activity aimed to increase junior high school students’ knowledge regarding safe spaces for women and violence prevention through educational interventions. The activity was conducted at one junior high school in Bandung, Indonesia, involving 30 students selected through total sampling. The method used was health education through lectures, discussions, videos, and interactive question-and-answer sessions. Knowledge was measured using pre-test and post-test questionnaires administered before and after the educational session. The results showed that students already had good baseline knowledge before the intervention. However, after the educational activity, there was still an increase in knowledge scores of 0.7%. Students demonstrated better understanding regarding forms of violence, prevention strategies, and the importance of creating safe environments for women and girls. Educational activities in schools can strengthen adolescents’ awareness and attitudes toward violence prevention and support the development of safer school environments. Continuous education programs involving schools, families, and communities are recommended to strengthen sustainable violence prevention efforts among adolescents.  
Penyuluhan Tentang Kesehatan Reproduksi Dengan Tema “Edukasi Kebersihan Menstruasi” Di MTs Daarel-Ihsan Riska Diana Afriliani; Dedeh Sri Rahayu; Damai Yanti; Wulan Novika Ambarsari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i7.2249

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja merupakan salah satu aspek penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan derajat kesehatan masyarakat. Salah satu upaya promotif yang dapat dilakukan adalah memberikan edukasi mengenai kebersihan menstruasi kepada remaja putri. Mitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah MTs Daar El-Ihsan dengan sasaran sebanyak 50 siswa dan siswi. Berdasarkan hasil observasi awal diketahui bahwa belum pernah dilaksanakan edukasi mengenai kesehatan reproduksi, khususnya kebersihan menstruasi, serta belum tersedia media edukasi yang dapat digunakan sebagai sumber informasi. Kegiatan pengabdian bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta mengenai pentingnya menjaga kebersihan menstruasi. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, koordinasi dengan pihak sekolah, penyuluhan interaktif menggunakan media PowerPoint dan leaflet, diskusi, tanya jawab, serta evaluasi melalui observasi partisipasi dan umpan balik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peserta mengikuti penyuluhan dengan antusias, aktif berdiskusi, serta mampu menjawab pertanyaan evaluasi mengenai kebersihan menstruasi. Luaran kegiatan berupa media edukasi, laporan pengabdian, dan artikel ilmiah. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat serta kesehatan reproduksi remaja di lingkungan sekolah.
Associations of Physical Activity and Sleep Quality With Premenstrual Syndrome Severity Among Female Adolescents in Cimahi, Indonesia Dedeh Sri Rahayu; Murniati; Halimatusyadiah; Hilda Nurul Afidah
Jurnal Kesehatan Budi Luhur: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 19 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v19i2.509

Abstract

Premenstrual syndrome (PMS) is common among female adolescents and can interfere with learning, emotional well-being, and daily activities. Physical activity and sleep quality are modifiable lifestyle factors that may be associated with PMS severity. This study aimed to determine the associations between physical activity, sleep quality, and PMS severity among eleventh-grade female students at MAN Kota Cimahi in 2025. A quantitative correlational study with a cross-sectional design was conducted in March 2025. From a population of 205 students, 67 respondents were selected using proportional simple random sampling. Physical activity, sleep quality, and PMS were assessed using the IPAQ-SF, PSQI, and SPAF, respectively. Data were analyzed using Gamma correlation. Most respondents had low physical activity (82.1%), poor sleep quality (79.1%), and moderate PMS (65.7%). Physical activity was strongly and inversely associated with PMS severity (γ = -0.787; p = 0.003), whereas poor sleep quality was strongly and positively associated with PMS severity (γ = 0.738; p = 0.004). Physical activity and sleep quality were significantly associated with PMS severity. Higher physical activity was associated with lower PMS severity, whereas poorer sleep quality was associated with greater PMS severity. These findings support school-based nursing education that promotes regular physical activity, healthy sleep habits, menstrual symptom monitoring, and timely referral for adolescents with disruptive symptoms.
Efektivitas Edukasi Kesehatan Berbasis Video Animasi dan Leaflet terhadap Pengetahuan Pencegahan Anemia pada Siswi Kelas VII Siti Wulandari; Dedeh Sri Rahayu; Sri Maryati; Budi Rianto
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 10, No 2 (2026)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.121326

Abstract

Background: Anemia among adolescent girls remains a health issue that can affect their health, ability to concentrate in school, and productivity. Health education through animated videos and leaflets has been shown to increase knowledge about anemia prevention. However, research comparing the effectiveness of these two media in improving adolescent girls’ knowledge of anemia prevention remains limited. Objective: To compare effectiveness of health education using animated videos and leaflets on knowledge of anemia prevention among seventh-grade female students at SMPN 8 Cimahi. Method: This quantitative study used a quasi-experimental two-group pretest-posttest design. The sample consisted of 40 seventh-grade female students who met the inclusion criteria, agreed to participate, and completed the study. Respondents were allocated to an animated video group or a leaflet group. Knowledge was measured using a structured questionnaire before and after the intervention. Data were analyzed using the paired-sample t-test and Independent-sample t-test. Results: The mean knowledge score for the animated video group increased from 51,75 to 85,00 (p=0,001), while that for the leaflet group increased from 52,75 to 73,75 (p=0,001). The between-group comparison showed p=0,001 (p <0,005), with the increase in knowledge in the animated video group being higher than that in the leaflet group. Conclusion: Health education through animated videos and leaflets is effective in increasing knowledge about anemia prevention, with animated videos proving more effective than leaflets. Schools are encouraged to collaborate with community health centers in implementing adolescent health programs, particularly those focused on anemia prevention.INTISARILatar belakang: Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan yang dapat berdampak terhadap kesehatan, konsentrasi belajar, dan produktivitas. Edukasi kesehatan melalui video animasi dan leaflet telah diketahui dapat meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan anemia. Namun, penelitian yang membandingkan perbedaan kedua media tersebut dalam meningkatkan pengetahuan pencegahan anemia pada remaja putri masih terbatas. Tujuan: Mengetahui perbedaan edukasi kesehatan berbasis video animasi dan leaflet terhadap pengetahuan pencegahan anemia pada siswi kelas VII SMPN 8 Cimahi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experimental two group pretest-posttest. Sampel berjumlah 40 responden yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu siswi kelas VII, setuju menjadi responden, dan mengikuti keseluruhan rangkaian penelitian. Responden dibagi menjadi kelompok video animasi dan kelompok leaflet. Pengukuran pengetahuan menggunakan kuesioner sebelum beserta sesudah intervensi. Data dianalisis melalui paired sample t-test beserta independent sample t-test. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan kelompok video animasi meningkat dari 51,75 menjadi 85,00 (p=0,001), sedangkan kelompok leaflet meningkat dari 52,75 menjadi 73,75 (p=0,001). Hasil uji perbedaan antara kedua kelompok menunjukkan p=0,001 (p <0,005) dengan peningkatan pengetahuan kelompok video animasi lebih tinggi dibandingkan leaflet. Simpulan: Edukasi kesehatan melalui video animasi dan leaflet efektif meningkatkan pengetahuan pencegahan anemia, dengan video animasi lebih efektif dibandingkan leaflet. Sekolah diharapkan dapat bekerja sama dengan puskesmas dalam pelaksanaan program kesehatan remaja, khususnya pencegahan anemia.