Rafi, Irsyad
Sekolah Tinggi Ilmu Islam Dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penitipan Orang Tua di Panti Sosial dalam Tinjauan Maqāṣid Syarī’ah (Studi Kasus di Sentra Gau Mabaji Gowa): Caring for the Elderly in Social Institutions in Review of Maqāṣid Syarī'ah (Case Study at Gowa Gau Mabaji Center) M. Kasim; Irsyad Rafi; Agi Ihza
AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab Vol. 4 No. 3 (2025): AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36701/qiblah.v4i3.2181

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Pertama, bagaimana peran panti sosial Sentra Gau Mabaji Gowa. Kedua, bagaimana efektifitas panti sosial Sentra Gau Mabaji Gowa terhadap penitipan orang tua. Ketiga, bagaimana hukum penitipan orang tua di panti sosial dalam tinjauan maqa>s}id syari>’ah. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian lapangan kualitatif (field research) dengan menggunakan pendekatan yuridis/normatif yaitu pendekatan yang berfokus pada norma dan tujuan keagamaan yang bersumber dari hukum Islam dan pendekatan sosiologis/sosial yaitu pendekatan yang pembahasannya terletak pada suatu objek yang dilandaskan pada masyarakat. Hasil penelitian yang dapat disimpulkan dari pengkajian buku-buku dan beberapa wawancara di Sentra Gau Mabaji Gowa adalah sebagai berikut. Pertama, panti sosial Sentra Gau Mabaji Gowa memiliki peran yang sangat besar dalam mengatasi persoalan-persoalan terkait Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) khususnya para lansia dengan melakukan penampungan, assessment dan pengkajian terhadap persoalan yang terjadi antara para orang tua lanjut usia dengan anak ataupun keluarganya. Kedua, panti sosial Sentra Gau Mabaji Gowa memiliki efektifitas yang sejalan dengan tujuan hukum syariat (maqa>s}id syari>’ah), yaitu panti sosial berupaya untuk menjaga jiwa lansia (h}ifz} al-Nafs) serta berusaha memenuhi kebutuhan para lansia baik yang bersifat primer, sekunder maupun tersier dengan berbagai macam pelayanan fisik, kesehatan, psikososial terapi dan spiritual yang diberikan. Ketiga, hukum asal menitip orang tua lanjut usia di panti sosial adalah haram. Tetapi, status hukum itu dapat dinaikkan dari haram menjadi makruh jika terdapat uzur, seperti seorang anak yang dikhawatirkan akan menghardik dan membangkang terhadap perintah orang tuanya yang menyebabkan ia akan durhaka kepada orang tuanya, kondisi ekonomi anak yang sangat sulit yang dapat menyebabkan tidak terpenuhinya kebutuhan orang tuanya sehingga dikhawatirkan orang tua tersebut tidak terurus dan terlantar, faktor kesibukan anak yang menyebabkan ia tidak memiliki waktu untuk merawat dan memenuhi kebutuhan orang tuanya. Status hukum itu dapat dinaikkan dari haram menjadi mubah (boleh) jika terdapat alasan yang dibenarkan, seperti keadaan kesehatan jasmani maupun akal anak yang sakit yang pada dasarnya ia juga membutuhkan perawatan sehingga dikhawatirkan ia tidak dapat mengurus orang tuanya bahkan ia dapat menyakiti orang tuanya dan keinginan orang tua itu sendiri yang menginginkan untuk tinggal di panti sosial dengan alasan-alasan tertentu.
Peran Majelis Taklim al-Hidayah sebagai Penyelenggara Kegiatan Keagamaan untuk Warga Negara Indonesia di Kota Riyadh: The Role of Majelis Taklim al-Hidayah as the Organizer of Religious Activities for Indonesian Citizens in Riyadh Irsyad Rafi; Anugrah, Anugrah
WAHATUL MUJTAMA': Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): WAHATUL MUJTAMA': Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36701/wahatul.v5i1.1427

Abstract

This Community Service Program (PkM) aims to increase the religious understanding of Indonesian citizens in the city of Riyadh through the role of the Al-Hidayah Taklim Council. The PkM method used is the implementation of Al-Hidayah taklim assemblies, such as al-Qur'an halaqah with two main activities, namely tahsin and tahfiz, Arabic halaqah, scientific studies, including fiqh, aqidah, Al-Qur'an sciences. and studies with special themes according to certain moments. This activity program is carried out regularly on Fridays and Saturdays flexibly. The result of this PkM is that apart from being a place of learning that is able to increase religious knowledge for Indonesian citizens, the taklim assembly also acts as a forum that strengthens and strengthens friendship and social relations between Indonesian citizens, instilling the values ​​of solidarity and brotherhood, as well as moral and spiritual values. The taklim assembly also has an important role in assisting the Embassy of the Republic of Indonesia (KBRI) in providing protection and shelter for Indonesian citizens in the city of Riyadh. The taklim assembly as a social and educational institution plays an active role in collaborating with the Indonesian Embassy in ensuring the welfare and needs of Indonesian citizens, especially in religious aspects. The existence of the Al-Hidayah Taklim Council and its role has had a positive impact on Indonesian citizens in the city of Riyadh.
Kajian Spesial dan Buka Puasa Bersama: Strategi Meningkatkan Partisipasi Keagamaan di Desa Purnakarya: Special Study and Breaking the Fast Together: Strategy to Increase Religious Participation in Purnakarya Village Jahada Mangka; Irsyad Rafi
WAHATUL MUJTAMA': Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): WAHATUL MUJTAMA': Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36701/wahatul.v5i2.1893

Abstract

STIBA Makassar Real Work Lecture (KKN) Batch VII in Punakarya Village, Tanralili District, Maros Regency, was carried out as a form of community service which is one of the main pillars of the Tri Dharma of Higher Education. This research aims to analyze how to optimize community religious development by students through the KKN program. The program implementation method begins with mapping community problems and needs using the SOAR Analysis (Strengths, Opportunities, Aspirations, Results) approach. Based on the results of this analysis, work programs are prepared that are relevant to community needs. The programs implemented include Imam & Tarawih Lectures, Dirosa Teaching, TPA/TPA Teaching, Kilat Islamic Boarding School, Teaching in Schools, Special Study & Breaking the Fast Together, Arba'in Book Reading, Funeral Service Training, and Imam and Friday Sermons. All of these programs were implemented well and showed initial results that were in line with the main objective of KKN, namely making a real contribution to religious formation and development of local communities.