Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DENGAN KELELAHAN PADA KARYAWAN PT. MULIA JAYA MANDIRI Rayhani, Chantika; Yuliana, Lina; Fuadi, Yan
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.435

Abstract

Beban kerja adalah tugas-tugas yang diberikan kepada pekerja yang harus diselesaikan dalam waktu tertentu. Beban kerja yang berlebihan dapat menimbulkan kelelahan kerja. Kelelahan adalah kelelahan yang terjadi pada manusia oleh karena pekerjaan yang dilakukan. Kelelahan mengarah pada kondisi melemahnya tenaga untuk melakukan suatu kegiatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan crossectional studi. Variabel dalam penelitian ini adalah beban kerja dan kelelahan. Alat ukur yang digunakan untuk beban kerja adalah NASA TLX, dan alat ukur yang digunakan untuk kelelahan adalah KAUPK2. Populasi dalam penelitian adalah karyawan bagian workshop di PT. Mulia Jaya Mandiri. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling sebanyak 47 responden. Uji yang digunakan untuk melihat kedua variabel adalah Speaarman Rank. Tingkat beban kerja dominan adalah beban kerja tinggi sebanyak 16 responden (34%), dan tingkat kelelahan kerja dominan adalah kelelahan berat sebanyak 30 responden (63,8%). Hasil uji kedua variabel diperoleh p value < 0,001 (α : 0,05) dan koefisien korelasi sebesar 0,771. Hasil uji menunjukkan terdapat hubungan antara beban kerja dengan kelelahan pada karyawan PT. Mulia Jaya Mandiri.
ANALISIS PENGANGKATAN PAKAN TERNAK AYAM BROILER SECARA MANUAL TERHADAP GANGGUAN MUSCULOSKELETAL PADA PT. MITRA SINAR JAYA Yuliana, Lina; Thoriq, Ahmad Qusnud; Fuadi, Yan
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.442

Abstract

Di sektor peternakan ayam ini masih banyak pekerjaan yang dilakukan secara manual, sehingga para pekerja sering melakukan pekerjaan dengan postur tubuh yang keliru atau tidak ergonomis seperti, membungkuk, jongkok, dan berlutut. Berdasarkan hasil penelitian tingkat risiko postur kerja yang dilakukan dengan menggunakan metode Rapid Entire Body Assesment (REBA) dengan menilai postur tubuh pekerja di Peternakan Ayam Broiler yang berjumlah 5 pekerja, dan hasil dari 2 pekerja pada proses pengangkatan pakan ternak memiliki tingkat risiko tinggi dan 3 pekerja memiliki tingkat risiko yang sangat tinggi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap 5 pekerja yang bekerja pada Peternakan Ayam Broiler menunjukkan bahwa 5 pekerja pada proses pengangkatan pakan ternak (100%) mengalami keluhan MSDs dengan tingkat keluhan tinggi.
Analysis Of Unsafe Action And Unsafe Condition Based On Occupational Health And Safety Reporting Programs Yuliana, Lina; Ardhyaksa, Dhanar
Journal of Global Research in Public Health Vol. 4 No. 2 (2019): December
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jgrph.v4i2.40

Abstract

Background: Accident in the workplace can result in injury or serious damage. This is due to the awareness of the safety of our workers is still very low, so the need for Occupational Health and safety programs in the company is based on existing activities in a company. The level of Occupational Health and safety program activities is determined based on the level of risk and danger in the situation. The greater the risk, the more control is needed on the work done to prevent and control the number of accidents. The Occupational Health and safety Department of PT Pupuk Kaltim has implemented several programs related to work accident prevention, including near miss report and We Care Card Reporting. This program is an Occupational Health and safety program in the form of a reporting system and recording of unsafe conditions and behavior that are at work by involving all employees. Objective: This study aims to determine how effective the We Care Card Reporting program is in reducing accidents. Method: This research is an descpriptive qualitative study. The Information obtained from primary and secondary data which conducted by observation and interview technique. Research Subjects are workers, supervisors and managers there. The Number of accident rate and we care card repoting will be analyze by researcher with the observation data obtained. Result: The comparison before the implementation of the We Care Card Reporting program and after the We Care Card Reporting program there is a reduction in the number of work accidents by 20%. With this reduction in accidents the We Care Card Reporting program cannot be said to be effective. A program classified to the effective in carrying out its functions must obtain a value of at least 60%. But in its routine as a program that has the aim of civilizing workers in Occupational Health and safety culture, this program shows a very high level of participation from workers. Conclusion: We Care Card Reporting be able to reduce the accident number, the ammount is only 20%.
ANALISIS KEBISINGAN DAN GANGGUAN PENDENGARAN PADA PEKERJA DI MEUBEL UD. KARYA JAYA Srikuncoro, Mohammad Kurnia; Yuliana, Lina; Noeryanto, Noeryanto
IDENTIFIKASI Vol 11 No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i1.449

Abstract

Tujuan daripada penelitian ini guna menganalisis tingkat kebisingan dan dampaknya terhadap gangguan pendengaran pada pekerja di Meubel UD. Karya Jaya, yang berlokasi di Balikpapan, Kalimantan Timur. Kebisingan termasuk satu dari beberapa faktor risiko yang bisa memberikan dampak pada kesehatan pendengaran pekerja, terutama di industri dengan level kebisingan tinggi. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif deskriptif, dengan penulis sebagai instrumen kunci. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Penelitian menunjukkan hasil bahwasannya tingkat kebisingan di area kerja melebihi ambang batas yang ditetapkan, dan sebagian besar pekerja mengalami gejala gangguan pendengaran. Hasil penelitian diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi guna meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja, serta mengurangi risiko gangguan pendengaran di kalangan pekerja.Kata Kunci: Kebisingan, gangguan pendengaran, keselamatan kerja, pekerja, industry meubel.
HUBUNGAN INTENSITAS CAHAYA TERHADAP KELELAHAN MATA PEKERJA PADA AREA PABRIKASI PT. RINALDI UTAMA EXPRESSINDO Alfajrin, Muhammad Aldi Pranata; Yuliana, Lina; Noeryanto, Noeryanto
IDENTIFIKASI Vol 11 No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i1.451

Abstract

Penelitian ini menganalisis hubungan intensitas cahaya dengan kelelahan mata pekerja di area pabrikasi PT. Rinaldi Utama Expressindo, khususnya pada perbaikan komponen 5C (Cylinder Block, Cylinder Head, Camshaft, Crankshaft, Connecting Rod). Pencahayaan yang tidak memadai dapat menyebabkan kelelahan mata, menurunkan produktivitas, dan meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Dari sembilan titik pengukuran cahaya, hanya satu memenuhi standar. Sebanyak 13,89% pekerja memiliki kelainan refraksi, yang memperburuk kelelahan mata. Peningkatan pencahayaan diperlukan untuk mengurangi kelelahan mata dan meningkatkan produktivitas serta keselamatan kerja.
ANALISIS PENGANGKATAN MATERIAL SECARA MANUAL TERHADAP GANGGUAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA WAREHOUSE PT. BOGA KREASI INDAH BALIKPAPAN Yuliana, Lina; Kurniawan, Nabilla Berliani Putri; Ramdan, Muhamad
IDENTIFIKASI Vol 11 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i2.551

Abstract

Manual Material Handling (MMH) merupakan aktivitas kerja yang sering dilakukan dalam industri, termasuk di warehouse PT. Boga Kreasi Indah Balikpapan, yang dapat menyebabkan gangguan muskuloskeletal (MSDs) akibat postur kerja yang tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko gangguan muskuloskeletal yang dialami pekerja warehouse saat melakukan pengangkatan material secara manual serta memberikan rekomendasi perbaikan postur kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasi langsung, wawancara mendalam, pengisian kuisioner Nordic Body Map (NBM), dan analisis postur kerja menggunakan metode Ovako Working Posture Analysis System (OWAS). Subjek penelitian adalah lima orang pekerja warehouse yang rutin mengangkat dus berisi daging seberat ±40 kg. Hasil menunjukkan bahwa seluruh responden mengalami keluhan pada punggung bawah, bahu, dan lengan, dengan tingkat risiko tinggi hingga sangat tinggi. Analisis OWAS menunjukkan beberapa aktivitas kerja berada dalam kategori risiko 3 dan 4 yang memerlukan tindakan korektif segera. Perbaikan postur kerja terbukti menurunkan tingkat risiko, salah satunya dari kategori 3 menjadi 1 (tidak perlu perbaikan). Kesimpulannya, postur kerja yang tidak ergonomis dan tidak tersedianya alat bantu menjadi penyebab utama keluhan MSDs, dan perbaikan postur kerja terbukti efektif menurunkan risiko tersebut.
Improving English Teacher Competence in Implementing Differentiated Instruction Online Learning Model to Accommodate Various Student Learning Styles Nurjamin, Lucky Rahayu; Hermawan, Toto; Anila, Aan; Yuliana, Lina; Kencanawati, Kania Dewi; Fitryani, Enung; Suardi, Dodi; Lisyanti, Dedeh; Gustina, Nida Nur; Herlina, Herlina; Nurlaila, Hera; Erniyati, Erniyati; Purwanti, Yani; Sholihah, Kiah Nur
Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE) Vol 5 No 01 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment (February)
Publisher : Fakultas Kewirausahaan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35899/ijce.v5i1.1002

Abstract

This Community Service activity aimed to enhance the competency of 37 English teachers in Garut Regency in applying the Differentiated Instruction (DI) model in online learning to accommodate diverse student learning styles, aligned with the Merdeka Belajar Curriculum. The activity was conducted on Sunday, April 14, 2024, at Aula Gedung G, IPI Garut, through interactive workshops and practical simulations. The results showed a significant increase in teachers' conceptual understanding and practical skills in designing differentiated learning. The strong positive response from teachers indicated that DI is not just an option but an urgent necessity for creating an inclusive and effective learning environment amidst student diversity. This activity recommends the need for continuous mentoring, further module development, and the establishment of professional learning communities to ensure sustained and optimal DI implementation.
THE LEVEL OF COMPLIANCE BEHAVIOR IN USING PERSONAL PROTECTIVE EQUIPMENT ON NURSE IN THE HOSPITAL Yuliana, Lina
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Volume 1, Number 2, April 2018
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v1i2.2568

Abstract

Healthcare Associated Infections (HAIs) is one of the risks for nurses in the hospital. Several diseases related to the HAIs, such as HIV and hepatitis. The level of compliance behavior in using PPE is one of the solutions in controlling the hazards caused by illnesses and injuries (accident). Hospital X is one of the general hospitals in Surabaya. Accident rates for patient's body fluids and needle stick injury are 51.1% and 46.7%.Aims: This study was aimed to analyze the correlated factor with the  level of   compliance behavior in using personal protective equipment (PPE) on nurses at inpatient installation. Methodology and results: This research was a quantitative method with cross sectional design and observational study. The total sample technique was used to get sample (n = 29). The result of this study is the correlation coefficient of employment status (r = 0.340), working shift (r = 0.446), knowledge (r= 0,394), Attitude (r= 0,215 ). From the result of correlation test, that is shown the work shift is stronger correlation than knowledge with the level of compliance behavior. From the result of regression test simultanly, that is showing the variables of working shift and knowledge were significant values. Then, the value of Pseudo R-Square, the variables of working shift andd knowledge is about 46,9%.. Conclusion: Work shift and knowledge have a correlation to the level of compliance behavior in using PPE, both in bivariate and multivariate test.
Hubungan Stres Kerja Terhadap Kinerja pada Pelayanan CV Glori Cipta Kuliner Nusantara: The Relationship Between Job Stress and Employe Performance in CV Glori Cipta Kuliner Nusantara Adam, Muhammad; Yuliana, Lina; Zainul, LM
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.6875

Abstract

Setiap karyawan pasti pernah mengalami stres kerja, stres kerja berpengaruh negatif terhadap kinerja karyawan, semakin tinggi stres kerja maka kinerja karyawan akan menurun. Oleh karena itu, stres kerja harus dicegah dan ditangani. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana tekanan kerja yang dihadapi oleh karyawan CV Glori Cipta Kuliner Nusantara dan pengaruhnya terhadap kinerja karyawan tersebut. Hasil yang diperoleh melalui penelitian ini dilakukan untuk mengurangi stres demi kemajuan organisasi. Tidak demikian halnya dengan variabel stres, kinerja karyawan berbanding terbalik dengan tingkat stres yang dialami karyawan. Banyak faktor penyebab stres dan topik yang harus diketahui adalah apa saja dampak dari stres yang dialami karyawan. Oleh karena itu, penting dan memakan waktu untuk mengetahui dampak stres untuk mencegah berbagai kerugian efisiensi dan kerugian ekonomi. Kinerja karyawan harus selalu dipantau dan dijaga agar tidak menurun dan terus berkembang seiring dengan pengalaman sebagai karyawan dan kesinambungan hubungan antara pekerja dan perusahaan. Penelitian korelasi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres kerja dengan kinerja karyawan. Total responden sebanyak 30 responden. Penelitian ini ditujukan kepada karyawan pada perusahaan CV Glori Cipta di Kota Balikpapan. Hasil analisis data menemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan kuat antara variabel stres kerja dengan kinerja karyawan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa ketika variabel stres kerja meningkat maka variabel kinerja karyawan mengalami penurunan. Dengan rendahnya tingkat stres kerja maka kinerja karyawan akan meningkat.
Analisa Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Rumah Produksi Mie Borneo Etam dengan Metode HIRADC: Analysis of Occupational Health and Safety Risks at Mie Borneo Etam Production House Using HIRADC Method Yusmawati, Ima; Liku, James Evert Adolf; Yuliana, Lina
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.7133

Abstract

Bahaya dan risiko tidak terbatas hanya di industri konstruksi atau industri manufaktur. Tetapi dapat juga terjadi di industri rumahan khususnya industri makanan. Industri rumahan atau yang biasa dikenal dengan home industry adalah usaha produk berupa barang atau jasa yang biasa berpusat di rumah atau yang sering juga dikenal sebagai Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Penelitian ini bertujuan untuk membantu mengidentifikasi bahaya pada rumah produksi Mie Borneo Etam dengan menggunakan metode HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control). Hasil penelitian didapatkan enam proses pembuatan mie yaitu pencampuran bahan-bahan, pembentukan adonan menjadi lembaran, pembentukan mie, pengukusan mie, pendinginan mie dan pengemasan mie. Dari seluruh proses tersebut ditemukan potensi bahaya sebanyak 31 bahaya, dan bahaya paling banyak disebabkan oleh bahaya ergonomi.