Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

An Analysis of Total Flavonoid Content in Extracts of Bandotan, Ketul, and Kirinyuh Leaves with Various Solvents Saepudin, Syumillah; Hidayat, Taufik Septiyan; Destiati, Yinyin; Al-Azzahra, Yunita; Kartikawati, Endah
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol. 6 No. 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v6i2.579

Abstract

Bandotan (Ageratum conyzoides (L.) L.), Ketul (Bidens pilosa L.), dan Kirinyuh (Chromolaena odorata (L.)) merupakan tanaman invasif yang mudah ditemui di pekarangan rumah. Akan tetapi, belum dimanfaatkan secara optimal karena tanaman ini dianggap sebagai gulma, walaupun dianggap sebagai gulma tetapi masyarakat menggunakan tanaman ini sebagai bahan pengobatan untuk penyakit sakit kepala, sakit perut, penyembuh luka, diabetes, dan obat kumur. Salah satu senyawa metabolit sekunder yang terkandung didalam tanaman tersebut yaitu flavonoid. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan kadar flavonoid total pada ekstrak daun bandotan, daun ketul, dan daun kirinyuh yang diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%, etil asetat, dan akuades. Penetapan kadar flavonoid total dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Pengujian analisis kualitatif menunjukkan seluruh sampel mengandung senyawa flavonoid. Hasil penetapan kadar flavonoid total paling rendah diperoleh pada ekstrak etil asetat daun bandotan sebesar 2,678 mg QE/g dan kadar flavonoid total paling tinggi diperoleh pada ekstrak etanol 96% daun kirinyuh sebanyak 78,229 mg QE/g.
Penyuluhan manfaat jamu untuk meningkatkan stamina dan kesehatan Hidayat , Taufik Septiyan
Journal of Holistic Community Service Vol 2 No 2 (2025): Journal of Holistic and Community Service
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhcs.v2i2.59

Abstract

Latar belakang: Jamu merupakan obat tradisional yang memiliki asal usul dari Indonesia, terbuat dari berbagai bahan seperti tanaman, hewan, mineral, serta sediaan galenik atau kombinasinya. Penggunaan jamu telah diwariskan secara turun-temurun sebagai salah satu metode pengobatan yang sesuai dengan aturan yang berlaku di masyarakat. Banyak orang mengonsumsi jamu karena meyakini bahwa jamu memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan, baik sebagai upaya pencegahan dan pengobatan penyakit, serta upaya menjaga kebugaran dan kecantikan, sangatlah penting, serta meningkatkan stamina tubuh. Tujuan: Tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat di sekitar Klinik Ferren Purwakarta mengenai manfaat jamu dalam meningkatkan stamina dan kesehatan. Metode: Aktivitas ini dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan, di mana materi disampaikan kepada masyarakat dan diikuti dengan sesi tanya jawab. Setelah diskusi selesai, masyarakat diberikan angket untuk menilai respon mereka terhadap kegiatan yang telah dilakukan. Angket disusun dengan skala Likert. Hasil: Hasil angket menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat memberikan respon setuju dan netral terhadap pernyataan terkait manfaat serta kejelasan materi yang disajikan. Semua peserta (100%) merasa materi ini menarik, karena topik yang dibahas erat kaitannya dengan manfaat jamu dalam meningkatkan stamina dan kesehatan, sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengikuti penjelasan yang diberikan. Kesimpulan: Terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat jamu dalam meningkatkan stamina dan kesehatan, dan mereka memberikan respon positif terhadap kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan.
AKTIVITAS ANTI INFLAMASI EKSTRAK DAUN SINTRONG (Crassocephalum crepidioides) MENGGUNAKAN METODE STABILISASI MEMBRAN SEL DARAH MERAH Rohdiana, Dadan; Yusep Ikrawan; Miranti Putri Utami; Hasna Zakiyah; Taufik Septiyan Hidayat
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 10 No. 4 (2025): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/7ssvc170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan senyawa fitokimia berupa fenolik dan flavonoid yang terdapat dalam gulma utama tanaman teh, serta aktivitasnya sebagai antioksidan dan anti inflamasi. Penelitian ini dilakukan melalui dua tahap. Pada tahap pertama dilakukan ekstraksi menggunakan etanol terhadap tiga gulma utama yang biasa terdapat di kebun teh yaitu harendong, jonge dan sintrong. Selanjutnya ketiga ekstrak etanol tersebut analisis kandungan total fenolik dan total flavonoid. Hasil analisis menunjukkan bahwa sintrong mengandung total fenolik tertinggi yaitu 227,08±3,90 mg GAE/g diikuti oleh harendong dan jonge masing-masing sebesar 148,10±1,53 mg GAE/g dan 116,92±1,87 mg GAE/g. Hasil analisis kandungan flavonoid memperlihatkan bahwa sintrong menunjukkan nilai tertinggi yaitu 133,50±0,73 mg RE/g diikuti oleh jonge dan harendong masing-masing sebesar 111,12±0,97 mg RE/g dan 107,40±2,92 mg RE/g. Untuk memilih gulma mana yang paling potensial dilakukan pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH yang dinyatakan dengan IC50.  Hasil pengujian menunjukkan bahwa sintrong menunjukkan nilai IC50 terkecil yaitu 144,94±3,98 µg/ml diikuti oleh jonge dan harendong masing-masing sebesar 225,66±0,37 µg/ml dan 250,00±1,80 µg/ml. Selanjutnya ekstrak sintrong difraksinasi menggunakan pelarut air, n-heksan dan etil asetat. Fraksi yang dihasilkan analisis aktivitas anti inflamasinya. Hasil analisis menunjukkan bahwa fraksi n-heksan mempunyai aktivitas yang paling baik untuk masing-masing konsentrasi kemudian diikuti oleh ekstrak etanol, fraksi air dan fraksi etil asetat. Hasil penelitiann ini juga menyatakan bahwa efek antiinflmasi berbading lurus dengan meningkatnya konsentrasi sampel uji.
AKTIVITAS ANTIDIABETES FRAKSI ETANOL, ETIL ASETAT DAN N-HEXAN HERBA PEGAGAN (Centella asiatica L) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI ALOXAN Lestari, Sovi Ayu; Hidayat, Taufik Septiyan; Suharti
Jurnal Buana Farma Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Buana Farma : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jbf.v5i3.1392

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder characterized by elevated blood glucose levels resulting from impaired insulin production or function. Conventional treatments often come with side effects and high costs, prompting the exploration of herbal-based alternatives. Centella asiatica L. (commonly known as pegagan) contains various bioactive compounds with potential antidiabetic properties. This study aimed to evaluate the antidiabetic activity of ethanol, ethyl acetate, and n-hexane fractions of Centella asiatica herb in male white mice (Mus musculus) induced with alloxan, and to determine the most effective fraction in lowering blood glucose levels. The research employed a completely randomized design (CRD) in an experimental setting. Male mice were randomly assigned to five groups: negative control (1% Na-CMC), positive control (glibenclamide), and three treatment groups receiving ethanol, ethyl acetate, or n-hexane fractions of Centella asiatica at a dose of 120 mg/kg body weight. Diabetes was induced using alloxan at a dose of 100 mg/kg body weight. Blood glucose levels were measured before and after treatment at specific time intervals. The results demonstrated that all fractions of Centella asiatica exhibited blood glucose-lowering activity in diabetic mice. Among the three, the ethanol fraction produced the most significant hypoglycemic effect. Phytochemical screening revealed that the ethanol fraction contained flavonoids, triterpenoids, and saponins, which are suspected to contribute to its antidiabetic activity. In conclusion, the ethanol fraction of Centella asiatica exhibits the highest potential as an antidiabetic agent compared to the ethyl acetate and n-hexane fractions.
UJI AKTIVITAS DIURETIK SEDUHAN BUNGA KRISAN (Chrysanthemum indicum L.) PADA MENCIT PUTIH GALUR Swiss Websster Hidayat, Taufik Septiyan
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 1 (2025): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v13i1.1458

Abstract

Krisan merupakan salah satu tanaman hias yang banyak diminati masyarakat karena memiliki jenis, bentuk, dan warna bunga yang beranekaragam. Tanaman krisan mengandung banyak kandungan kimia, seperti alkaloid, flavoloid, tanin, terpenoid, dan saponin. Diuretik adalah suatu zat yang dapat meningkatkan laju pengeluaran volume urin. Bunga   krisan   biasa   dikonsumsi   dalam bentuk teh.  Teh bunga krisan memiliki efek kesehatan  seperti  anti  inflamasi,  anti  piretik, sedatif,  anti  arthritis dan  anti  hipertensi. Pada Penelitian ini digunakan mencit putih jantan galur Swiss Webster sebanyak 25 ekor, kemudian dibuat menjadi 5 kelompok yang berbeda yaitu kontrol normal (air), kontrol positif (furosemid), dosis 1 g, 2 g, 3 g. Pengujian diuretik dilakukan dengan metode pengamatan volume urin selama waktu 6 jam dan mencit di masukan ke dalam tabung metabolisme dan di ukur volume urin per waktu. Hasil pengujian didapatkan Bunga krisan memberikan aktivitas diuretik. Pada masing masing kelompok dosis menunjukkan adanya perbedaan rata-rata jumlah volume urin. Kelompok perlakuan furosemid sebagai kontrol positif menunjukkan efek diuretik yang sangat signifikan dengan rata rata volume urin   dibandingkan dengan kelompok perlakuan lainnya. Kelompok perlakuan seduhan bunga krisan dosis 3 g memberikan efek diuretik yang signifikan dibandingkan kelompok perlakuan seduhan bunga krisan dosis 1 g, 2 g dan kelompok perlakuan aquadest sebagai kontrol normal. Pemberian seduhan bunga krisan memberikan efek diuretik dan pemberian dosis 3 gram memberikan hasil diuretik yang paling efektif. Kata kunci : Diuretik, Bunga Krisan, Mencit Putih, Furosemid
Penyuluhan dan edukasi pemanfaatan tanaman obat keluarga untuk terapi penyakit Diabetes Mellitus Hidayat, Taufik Septiyan
Journal of Holistic Community Service Vol 3 No 1 (2025): Journal of Holistic and Community Service
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhcs.v3i1.68

Abstract

Latar belakang: Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan produksi maupun efektivitas insulin. Prevalensi DM terus meningkat secara global, bahkan WHO memperkirakan jumlah penderita dapat melebihi 1,3 miliar pada tahun 2050. Di Indonesia, kasus DM juga menunjukkan peningkatan signifikan. Salah satu upaya pengendalian DM yang potensial dikembangkan adalah pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai terapi pendukung. Tujuan: tujuan dari kegiatan ini agar meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan pengelolaan DM serta keterampilan dalam pemanfaatan TOGA sebagai terapi pendukung. Metode: Program ini dilakukan melalui sesi edukasi kesehatan yang diawali dengan pemaparan materi kepada peserta, kemudian dilanjutkan dengan interaksi tanya jawab. Sesudah kegiatan berakhir, peserta diminta mengisi kuesioner dengan desain deskriptif evaluatif sebagai bentuk evaluasi terhadap pelaksanaan penyuluhan untuk mengukur tingkat pemahaman peserta dalam bentuk quisioner. Instrumen penilaian disusun menggunakan skala Likert. Hasil: Penyuluhan dilaksanakan pada 19 Juni 2025 di Klinik Ferren, Purwakarta, diikuti 21 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan rata-rata skor pengetahuan sebesar 80% dan mayoritas peserta menilai materi jelas, menarik, dan bermanfaat, dengan respon setuju mencapai lebih dari 90%. Kesimpulan: Penyuluhan TOGA untuk terapi DM berhasil meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat. Respon positif peserta menunjukkan potensi besar pengembangan edukasi berbasis tanaman herbal dalam mendukung pengendalian DM.
Penyuluhan pembuatan minuman anti kolesterol dari Daun Sirih Cina (Peperomia pellucida L) dan Jeruk nipis di Desa Gardu Purwakarta Suharti, Suharti; Hidayat, Taufik Septiyan
Journal of Holistic Community Service Vol 3 No 1 (2025): Journal of Holistic and Community Service
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhcs.v3i1.70

Abstract

Latar belakang: Di era “back-to-nature”, masyarakat semakin tertarik menggunakan bahan alam untuk menjaga kesehatan dan terapi penyakit. Sirih Cina (Peperomia pellucida L.) dikenal tradisional digunakan sebagai antiseptik dan antimikroba. Pemanfaatannya dalam pencegahan kolesterol belum optimal karena masih kurangnya penyebaran informasi yang dapat diakses oleh masyarakat luas. Tujuan: Memberikan edukasi dan memperkenalkan pembuatan minuman “MISEROL” (Minuman Sehat Antikolesterol) berbahan daun sirih Cina dan jruk nipis sebagai alternatif pencegahan kolesterol di Desa Gardu, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta. Metode: Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan interaktif dan demo pembuatan MISEROL, dilanjutkan pengisian kuesioner evaluasi pre -post test sederhana selama 15 menit. Instrumen penilaian memakai skala Likert. Sebanyak 12 warga peserta terlibat. Hasil: Dari kuesioner, 83,3 % sangat setuju bahwa materi relevan dengan kebutuhan mereka dan 16,7 % setuju; 75 % sangat setuju bahwa penyampaian materi jelas dan 25 % setuju; waktu materi dianggap memadai (75 % sangat setuju, 25 % setuju); 92 % sangat setuju bahwa masyarakat mendapat manfaat; 67 % sangat mendukung kegiatan berkelanjutan; 75 % sangat puas dengan keseluruhan kegiatan. Rata-rata jawaban sangat setuju mencapai 77,8 %. Kesimpulan: Masyarakat Desa Gardu merespons sangat positif terhadap edukasi pencegahan kolesterol berbasis herbal sirih Cina. Edukasi ini meningkatkan pengetahuan mereka tentang kolesterol dan mempromosikan pemanfaatan lokal tanaman sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
EVALUASI MAKROSKOPIS AKTIVITAS ANTISARIAWAN EKSTRAK BIJI TREMBESI (Samanea saman (JACQ.) MERR.) TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN ULKUS MUKOSA ORAL PADA TIKUS PUTIH Taufik Septiyan Hidayat
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/d3rscn33

Abstract

Recurrent Aphthous Stomatitis (RAS) merupakan penyakit inflamasi pada mukosa mulut yang sering menimbulkan nyeri dan gangguan fungsi oral. Penggunaan obat konvensional dalam jangka panjang berpotensi menyebabkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif terapi berbahan alam yang lebih aman. Biji trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) diketahui mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai agen antiinflamasi dan penyembuh luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antisariawan ekstrak etanol biji trembesi pada tikus putih yang diinduksi asam asetat. Penelitian menggunakan metode true experimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang melibatkan 25 ekor tikus putih jantan yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif, kontrol positif (Nystatin®), serta kelompok perlakuan ekstrak dengan dosis 50, 100, dan 150 mg/kgBB. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%, dilanjutkan dengan skrining fitokimia dan pengujian aktivitas antisariawan secara in vivo. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya kandungan alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Pengamatan menunjukkan bahwa ekstrak biji trembesi mampu mempercepat penyembuhan ulser dibandingkan kontrol negatif. Dosis 150 mg/kgBB memberikan efektivitas terbaik dengan penyembuhan sempurna pada hari ke-6. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan (p < 0,05). Disimpulkan bahwa ekstrak etanol biji trembesi memiliki aktivitas antisariawan, dengan dosis 150 mg/kgBB sebagai dosis paling efektif. Kata kunci: Biji trembesi, antisariawan, RAS, asam asetat, in vivo.
Gambaran penggunaan obat Metformin pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di salah satu Klinik X daerah Purwakarta tahun 2024 Adnan Ruswandi; Suharti Suharti; Taufik Septiyan Hidayat
Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol. 10 No. 1 (2026): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhhs.v10i1.416

Abstract

Pendahuluan: Diabetes mellitus tipe 2 (DMT2) merupakan salah satu masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat. Di Kabupaten Purwakarta pada tahun 2023 ,jumlah penderita Dibetes Mellitus  mencapai 13.202 orang. Metformin, sebagai obat antidiabetes oral, telah menjadi pilihan utama dalam pengelolaan DMT2. Penggunaan metformin dipengaruhi oleh beberapa faktor  diantaranya dosis, cara penggunaan , efek samping dan usia pasien. Tujuan penelitian: mengetahui gambaran penggunaan obat metformin di salah satu klinik daerah Purwakarta pada pasien dabetes mellitus tipe 2. Metode Penelitian: deskriptif kuantitatif. Sampel adalah pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di salah satu Klinik Daerah Purwakarta Periode 2024 pada bulan Januari-Desember sebanyak 121 responden dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan Rekam Medik Elektronik pasien Diabetes Mellitus Tipe 2. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian: Diketahui pasien diabetes mellitus tipe 2 pada penggunaan obat metformin sebagian besar dengan dosis 3 x 500mg sebanyak 66,9%, cara minum sesudah makan sebanyak 53,7%, ada efek samping sebanyak 55,4% dan usia 46-65 tahun (manula) sebanyak 66,1%. Kesimpulan: Pasien diabetes mellitus tipe 2 pada penggunaan obat metformin sebagian besar dengan dosis 3 x 500mg, cara minum sesudah makan, ada efek samping dan usia 46-65 tahun (manula). Saran: Mayarakat diharapkan dapat mengkonsumsi tablet metformin secara rasional diantaranya tepat dosis, tepat cara penggunaan dan tepat waktu pemberian obat metformin tersebut sehingga terhindar dari adanya efek samping seperti nyeri perut atau mual.
Formulasi dan Uji Aktivitas Gel Antisariawan Ekstrak Daun Alpukat (Persea americana Mill.) Secara In vivo Pada Tikus Putih Taufik Septiyan Hidayat; Rosi Kustiani; Gioamanda Dwi Sumarni
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v9i3.1688

Abstract

Oral ulceration is a common disorder that causes pain and can interfere with daily activities. Avocado (Persea americana Mill.) leaves contain bioactive compounds that may support wound healing. This study optimized a gel formulation containing avocado leaf extract and evaluated its anti-ulcer activity in male Wistar rats. The extract was prepared by maceration with 96% ethanol and formulated into carbopol-based gels. Twenty-four rats were randomly allocated to four groups (n = 6): negative control, positive control, gel base, and the selected avocado leaf extract gel. Oral ulcers were induced with 50% acetic acid and evaluated macroscopically; one blinded tissue sample from each group was assessed histopathologically. Phytochemical screening detected alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, and steroids/triterpenoids. The selected gel produced a higher macroscopic healing score than the negative control and gel-base groups on day 7, although the positive control showed the highest score. Histopathological observations supported improved epithelial regeneration in the selected-formula group. Kruskal–Wallis analysis showed a difference among groups (p < 0.001), and the prespecified comparison between the negative control and selected formula was significant (p = 0.004). These findings indicate that avocado leaf extract gel warrants further investigation as a topical candidate for oral-ulcer healing.