Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PROMOTIF PREVENTIF PENYAKIT MENULAR MELALUI KEGIATAN PENYULUHAN DAN SENAM NAPAS SEHAT BERSAMA KADER DAN KERABAT PENDERITA TUBERKULOSIS TAHUN 2025 Syakib, Ahmad; Aminoto, Toto; Sariana, Erna; Haliza, Chantika Putri; Amru, Muhammad Naufal; Muslimah, Nida Fathiyyah; Ramadhani, Thahirah; Fikroh, Tiara Rojihatul; Husin, Muhamad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia Vol 4 No 01 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : IFI cabang Kota Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59946/jpmfki.2025.435

Abstract

Abstrak : Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Berdasarkan data Kemenkes pada tahun 2024 terdapat 1.060.000 kasus baru dan 134.000 kematian setiap tahunnya akibat infeksi tuberkulosis. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini biasanya menyerang paruparu, tetapi juga dapat menyebar ke organ lain, sehingga dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang serius dan menurunkan kualitas hidup pengidap tuberkulosis. Oleh karena itu, fisioterapi memiliki peran penting dalam proses rehabilitasi pasien tuberkulosis dan berperan dalam meningkatkan pengetahuan serta kesadaran perilaku hidup sehat bagi seluruh kalangan masyarakat. Tujuan: Untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat mengenai isu tuberkulosis dengan meningkatkan pengetahuannya mengenai tuberkulosis itu sendiri serta meningkatkan perilaku hidup sehat. Metode: Berbentuk promotif preventif dengan memberikan penyuluhan berupa edukasi yang berkaitan dengan tuberkulosis dan pemberian latihan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien tuberkulosis yang mencakup latihan pursed lip breathing, latihanmobilisasi sangkar thorax, latihan batuk efektif dan latihan postur yang tepat, serta memberikan pemberdayaan yang dapat mencegah penularan penyakit tuberkulosis dengan meningkatkan imun melalui aktivitas fisik berupa senam napas sehat bersama. Hasil: Berdasarkan perbandingan data pre-test dan post-test, didapatkan hasil bahwasanya nilai mean pada pre-test sebesar 19,71(kurang) dan nilai mean pada post-test sebesar 29,06 (baik) yang artinya terlihat adanya peningkatan rata-rata yang signifikan setelah dilakukan pemberdayaan. Kesimpulan: Kegiatan pemberdayaan yang dilaksanakan untuk kader dan masyarakat yang memiliki kerabat pengidap tuberkulosis ini terlaksana dengan lancar, sistematik dan terorganisir dengan baik serta tercapai sesuai dengan tujuan utama.
OPTIMALISASI PERAN KADER MELALUI PROGRAM EDUKASI DAN SENAM NAPAS SEHAT SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGANAN TBC DI DESA NAMBO TAHUN 2025 Syakib, Ahmad; Aminoto, Toto; Sariana, Erna; Haloho, Ajeslin Fajar; Adiba, Fairuza; Fatana, Firda Anisa; Utami, Laras; Utari, Nabila Vinca; Romauli, Novita; Delfia, Wan Sella
Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia Vol 4 No 01 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : IFI cabang Kota Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59946/jpmfki.2025.437

Abstract

Latar belakang: Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit menular kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan global dan nasional. Di Indonesia, tingginya angka kejadian TBC salah satunya disebabkan oleh rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat serta terbatasnya peran kader kesehatan dalam edukasi dan penanganan dini. Tujuan: untuk mengkaji efektivitas program edukasi dan senam napas sehat dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan peran aktif kader kesehatan masyarakat di Desa Nambo, Kabupaten Bogor. Metode yang digunakan adalah pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis promotif dan preventif melalui penyuluhan, pelatihan senam napas sehat, serta pemeriksaan tanda vital. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test terhadap 13 kader dan 30 warga yang memiliki kerabat penderita TBC. Hasil: menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan baik pada kader (rata-rata skor meningkat dari 8,23 menjadi 13,46; p=0,000) maupun warga (dari 11,93 menjadi 17,47; p=0,000). Senam napas sehat terbukti membantu meningkatkan kapasitas paru dan imunitas, serta mudah diterapkan secara mandiri. Kesimpulan: program edukasi dan senam napas sehat efektif dalam memberdayakan kader sebagai agen promosi kesehatan dan mendukung upaya pencegahan serta penanganan TBC di komunitas.
EFEKTIVITAS OTAGO EXERCISE PROGRAMME SETELAH SENAM LANSIA TERHADAP RISIKO JATUH PADA LANSIA DI PSTW BUDI MULIA I ACHIRDA, NUR; KURNIAWATI, NIA; AMINOTO, TOTO; SAURULITA, ANGELA; LINA, RATU KAREL
Jurnal Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia Vol 5 No 01 (2025): Jurnal Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Ikatan Fisioterapi Indonesia cabang kota bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59946/jfki.2025.398

Abstract

Background: Elderly are someone who vulnerable to decline health status and physical abilities. One of changes in physical conditions that interfere with daily activities elderly is risk of falling. Objective: To determine effectiveness of Otago Exercise Program and elderly exercise to reduce risk of falls in elderly at Tresna Werdha Budi Mulia I Social Home. Method: This research uses quasi-experimental research design with prepost-test two group design, for 3 weeks, 2 times a week. The research respondents consisted 22 people, 11 people as treatment group with Otago Exercise Program intervention and elderly exercise, and 11 people as elderly exercise control group, timed up and go test was measured before and after intervention was given to measure the risk of falls. Results: The Paired Sample T-Test showed a p 0.000 in Otago Exercise Program intervention and elderly exercise, while the Wilcoxon Test results for the elderly exercise control group obtained a p 0.003. Conclusion: Intervention of the Otago Exercise Program and elderly exercise has more significant effect on reducing risk of falls in elderly people who experience balance disorders compared to providing elderly exercise.
PERBANDINGAN EFEK JANGKA PENDEK DRY NEEDLING DAN STRETCHING OTOT ADDUKTOR HIP UNTUK MENGURANGI KETEGANGAN OTOT ADDUKTOR HIP PADA PELARI Maryati, Liani Indri; Sudarsono, Ari; Aminoto, Toto; Trioclarise, Rovika; Agustina, Dwi
Jurnal Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia Vol 5 No 01 (2025): Jurnal Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Ikatan Fisioterapi Indonesia cabang kota bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59946/jfki.2025.400

Abstract

Muscle tightness is a limited movement due to the adaptive shortening of soft muscle tissues. Runners who has muscle tightness, especially on adductor hip muscles if not fixed, would bring impact to body posture thus giving soreness to the back and hip areas. Measuring hip adductor muscle tightness can be used by passive hip abduction test at 90ยบ of hip flexion. Dry needling and stretching intervension can reduce tightness. Comparing the effect of short term dry needling and hip adductor muscle stretching to reduce hip adductor tightness on runner. Quasi experimental study with two groups, pre test and post test. This study involves two groups that has different treatments. 30 samples are divided into two groups. Interventions are given at one meeting. Data is analyzed with Paired Sample T-test with confident factor of 95% and independent Sample T test. Dry needling group has an average, before and after interventions of 25,67 and 37,59. On stretching group has an average of 27,67 and 36,00. Paired t-test analysis shows P value of both group of 0,000. Independent t-test shows P value of 0,025. .There are impacts shown by both interventions and differences on short term effects of giving dry needling and stretching to hip adductor muscle tightness on runners
Pengaruh Bekam dan Olahraga terhadap Kadar Gula Darah Penderita Diabetes B L, Abdurahman Berbudi; Ali, Mohammad; Aminoto, Toto; Lestari, Virny Dwiya
Jurnal Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia Vol 5 No 01 (2025): Jurnal Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Ikatan Fisioterapi Indonesia cabang kota bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59946/jfki.2025.428

Abstract

Cupping has become an alternative treatment method that is increasingly known to the Indonesian people, marked by the proliferation of health homes or clinics that provide this service. Cupping therapy is believed to be effective in lowering blood sugar levels. Cupping is a treatment technique that uses special cups to help smooth blood flow and energy. While gymnastics is a form of physical exercise used to keep the body fit and healthy and maintain cardiopulmonary endurance. This study aims to analyze the effect of wet cupping therapy and gymnastics on reducing blood sugar levels in people with diabetes mellitus in RW 08, West Pamulang. The research design used was quasi-experimental with a pre-post test with control group approach. The sampling technique was carried out by purposive sampling, involving 40 respondents who were divided into two groups: 20 respondents as the cupping group and 20 respondents as the gymnastics group. The instruments used included the Easy Touch/Glucose Cholesterol Uric Acid (GCU) tool and observation sheets. The results showed that in the treatment group there was a significant decrease in blood sugar levels before and after wet cupping therapy, based on the Wilcoxon Signed Rank Test with a p value of 0.000 (<0.05). In the group given gymnastics training, there was also a decrease in blood sugar levels, with a paired sample t-test, a p value of 0.00 (P <0.05) was obtained. The Mann-Whitney test to compare the treatment and control groups also showed a significant difference, with a p value of 0.000 (<0.05). This decrease in blood sugar levels is influenced by various factors such as diet and frequency of therapy. Wet cupping therapy, with a duration of 30 minutes at certain points on the body, can be an alternative treatment to control blood sugar levels in people with diabetes mellitus. Researchers recommend that wet cupping therapy be carried out routinely in RW 08, West Pamulang, to maintain stable blood sugar levels so that it can reduce dependence on pharmacological therapy.
REAL-TIME JAUNDICE DETECTION IN NEWBORNS USING SKIN COLOR SCANNING METHOD Fratidhina, Yudhia; Mulyati, Sri; Astri, Hetty; Aminoto, Toto
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 10, No 1 (2025): March
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v10i1.2932

Abstract

Neonatal jaundice is a common condition that can lead to severe complications if not detected and treated early. This study focuses on the development of a non-invasive jaundice detection tool using a TCS3200 color sensor, which aims to provide early diagnosis by measuring skin discoloration associated with elevated bilirubin levels. The methodology for the study involved several stages: designing the device, calibrating the color sensor, and conducting field tests in clinical settings. The TCS3200 sensor was used to capture the skin color from various body areas of newborns, including the forehead, chest, abdomen, and limbs. The collected data were correlated with serum bilirubin levels, and the severity of jaundice was classified using the Kramer scale, a clinical tool that assesses the spread of yellow pigmentation across the body. The results showed that the jaundice detection tool achieved a high degree of accuracy, with its readings closely mirroring laboratory-based bilirubin measurements. This was particularly evident in cases of moderate to severe jaundice, where the tool provided precise early detection. The non-invasive nature of the tool, combined with its portability, makes it an ideal solution for use in healthcare facilities with limited access to laboratory equipment. Additionally, the tool can be operated by healthcare workers with minimal training, which enhances its potential for deployment in rural or underserved areas. The study concludes that the developed jaundice detection tool has significant potential to improve neonatal care by enabling early diagnosis and timely intervention, thereby reducing the risk of severe jaundice-related complications. Future research will focus on scaling up the testing of the device across a larger and more diverse population of newborns, as well as pursuing product certification to facilitate broader implementation in healthcare settings.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN KECERDASAN DAN KETERAMPILAN ANAK USIA 1-5 TAHUN MELALUI PROGRAM PLAY EXERCISE DAN SENAM BALITA DI DESA NAMBO Nasirudin, Yusuf; Aminoto, Toto; Ramadhan, Mohamad; Putri, Nabilah Dhiya; Wakhidah, Nadia Ima; Azizah, Nastia Wafa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia Vol 3 No 01 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : IFI cabang Kota Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59946/jpmfki.2024.331

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang program play exercise dan senam balita dalam meningkatkan kecerdasan dan keterampilan pada anak balita. Masa kanak-kanak merupakan masa yang sangat penting bagi perkembangan kognitif dan motorik. Melibatkan balita dalam kegiatan fisik yang terstruktur dapat meningkatkan kecerdasan dan keterampilan mereka secara signifikan. Senam balita, yang mengintegrasikan gerakan-gerakan yang menyenangkan dan latihan terstruktur, memiliki potensi sebagai pendekatan holistik untuk mendorong perkembangan dini. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah diberikan edukasi dan praktik tentang play exercise dan senam balita dalam meningkatkan kecerdasan dan keterampilan pada anak balita. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pengukuran pre-test dan post-test untuk tingkat pengetahuan. Sampel yang terdiri dari kelompok ibu yang memiliki balita usia 1-5 tahun di Desa Nambo. Analisis data melibatkan perbandingan skor sebelum dan sesudah penyuluhan dengan menggunakan metode statistik untuk menentukan efektivitas program. Hasil: Hasil pengukuran tingkat pengetahuan ibu sebelum dan sesudah didapatkan hasil bahwa adanya peningkatan pengetahuan ibu dengan nilai mean pre-test (3.33) dan post-test (5.85). Maka itu adanya peningkatan pengetahuan ibu balita tentang program play exercise dan senam balita dalam meningkatkan kecerdasan dan keterampilan pada anak balita di Desa Nambo.
LATIHAN SENAM KEBUGARAN JASMANI DAN PENGUKURAN TINGKAT KONSENTRASI WARGA JATISARI JATIASIH KOTA BEKASI JAWA BARAT aminoto, Toto; Agustina, Dwi; Putra, Sinar Perdana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia Vol 3 No 01 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : IFI cabang Kota Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59946/jpmfki.2024.339

Abstract

berpikir jernih. Dengan Konsentrasi yang prima maka dapat melakukan kegiatan bekerja dengan baik dan Tingkat human error juga menurun. Manfaat dari pengabdian masyarakat ini untuk melakukan senam kebugaran jasmani terutama untuk kebugaran tubuh dan mengukur tingkat konsentrasi. Untuk mengukur Tingkat Konsentrasi digunakan alat berupa Stroop test mini card. kegiatan pengabdian masyarakat ini telah dilakukan senam kebugarn jasmani dan pengukuran tingkat konsentrasi. Pada kegiatan senam kebugaran jasmani dihadiri hampir separuh warga, sedangkan untuk pengukuran Tingkat konsentrasi berdasarkan teknik sampling menggunakan purposive sampling. Teknik sampling ini berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisa statistik yang digunakan adalah uji paired t-test yaitu nilai konsentrasi sebelum dan sesudah senam kebugaran jasmani. Hasil ini menunjukan bahwa sesudah senam kebugaran jasmani konsentrasi meningkat lebih baik