Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN

ANALISIS TINGKAT BAHAYA BANJIR BANDANG KECAMATA SAMBELIA Susanti, Dwi Rahayu; putra, agus muliadi; darmawan, muhammad iman
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi Lingkungan
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jtl.v1i2.24895

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan yang dalam jangka panjang bertujuan untuk memberikan yang jelas mengenai kondisi DAS di kecamatan Sambelia dan memberikan gambaran mengenai potensi bahaya banjir bandang. Untuk mencapai tujuan dan target tersebut, maka dalam penelitian ini akan digunakan dengan penelitian deskriptif kualitatif dengan bantuan sistem informasi geografis (SIG). Dalam penelitian ini tingkat bahayanya diklasifikasikan menjadi tiga tingkatan yaitu Kelas Tingkat bahaya Rendah, Sedang dan Tingkat bahaya Tinggi. Kelas tingkat bahaya tinggi semuanya berada pada bagian hilir sedang klasifikasi bagian rendah berada di bagian hulu dan untuk klasifikasi bagian sedang transisi diantara keduanya dan banyak juga menyebar dibagian hilir. Adapun penyebab dari potensi terjadinya banjir bandanag adalah tingginya curah hujan hingga menyebabkan tanggul jebol. Penggunaan lahan tidak berpengaruh secara signifikan jika terlihat dari penggunaan lahan, semua penggunaan lahan dalam gambaran spasial ini masih kelihatan stabil sesuai dengan fungsinya terutama hutan masih tetap menjadi hutan dan tidak ada perubahan penggunaan lahan pada bagian hulunya. Akan tetapi jenis hutan dan di bagian ini adalah jenis hutan sabana, dan dari analisis ini juga dapat diidentifikasi bahwa jaringan sungai yang terlalu pendek dan curam hinga, aliran cepat nyampai kebawah, sehingga ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi air akan cepat sampai kebawah dengan masih keras, sehingga banyak menggerus material atau pohon-pohon dari hulu hingga terjadilah banjir bandang.                  
A ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN LALU LINTAS PADA JALAN RAYA JENGGIK – TERARA KABUPATEN LOMBOK TIMUR PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT. Nur Pathi Nova Rina, Baiq; Darmawan, Muhammad Iman; Susanti, Dwi Rahayu
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi Lingkungan
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jtl.v2i2.28743

Abstract

Meningkatnya jumlah penduduk menyebabkan kebutuhan transportasi semakin meningkat, sehingga berdampak pada peningkatan penggunaan kendaraan bermotor dan polusi, termasuk polusi suara. Jalan Raya Jenggik-Terara sebagai jalur utama yang menghubungkan beberapa wilayah mengalami lonjakan arus lalu lintas. Hal ini mengakibatkan kebisingan dari mesin kendaraan, klakson, dan aktivitas lainnya, sehingga mengganggu kenyamanan warga, mengganggu tidur, menurunkan kualitas hidup, dan mengganggu konsentrasi, terutama di sekolah dan kantor pemerintahan di sekitarnya. Penelitian ini mengukur tingkat kebisingan kendaraan bermotor di tiga titik di Jalan Raya Jenggik-Terara, yaitu simpang empat Desa Rarang, simpang empat Desa Kalianyar, dan depan SMAN 1 Terara. Pengukuran dilakukan pada bulan September 2024 dengan menggunakan alat Sound Level Meter. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua dari tiga lokasi memiliki tingkat kebisingan melebihi baku mutu yang ditetapkan (60-65 dBA), sedangkan satu lokasi memenuhi baku mutu pada tingkat kebisingan terendah namun melebihi batas pada tingkat kebisingan puncak. Kesimpulannya, tingkat kebisingan lalu lintas di area tersebut, terutama di dua lokasi, berdampak negatif terhadap kenyamanan dan kualitas hidup penduduk, serta mengganggu lingkungan sekitar sekolah dan kantor pemerintah. Kata kunci: Kebisingan, Lalu Lintas, Jalan Raya, Alat Pengukur Tingkat Suara.
Ms.: STUDI EFEKTIVITAS LARVA BLACK SOLDIER FLY (BSF) SEBAGAI AGEN BIOKOKNVERSI SAMPAH ORGANIK: STUDI KASUS DI PASAR TRADISIONAL TANJUNG safitri, Rizkiida; Husnayati Hartini; Dwi Rahayu Susanti
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi Lingkungan
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jtl.v3i2.33244

Abstract

Organic waste is one of the main problems in traditional markets due to its abundant quantity and potential to cause unpleasant odors and environmental pollution if not properly managed. The utilization of Black Soldier Fly (BSF) larvae as a bioconversion agent is one environmentally friendly and economically valuable management alternative. This study aims to determine the effectiveness of BSF larvae in degrading three types of organic waste from Tanjung Traditional Market, namely vegetables, fruits, and fish waste. Each treatment used 200 g of BSF larvae with a total of 6 kg of organic waste provided gradually over six days. The observed parameters included initial and final waste weight, larval weight gain, feed consumption, pH, temperature, Waste Reduction Index (WRI), and Efficiency of Conversion of Digested food (ECD). The results showed that BSF larvae were able to degrade all three types of organic waste with varying effectiveness. The highest WRI value was obtained from fish waste at 426.7 g/day, followed by fruit waste at 366.7 g/day, and vegetable waste at 325 g/day. Larval weight gain and ECD values were also highest in fish waste, indicating a more optimal nutrient conversion efficiency compared to fruits and vegetables. The higher degradation rate in fish waste was influenced by its protein and fat content, which are easier to decompose, while crude fiber in vegetables slowed down the degradation process. Based on these results, BSF larvae proved to be effective as a bioconversion agent for organic waste, particularly fish waste, thus offering potential as an alternative solution for environmentally friendly market waste management, reducing pollution, and providing additional economic value.